You are on page 1of 9

Analisa Kasus

Lehman Brothers
KELOMPOK 7 :
1. SALMA NUR MUFLICHAH
2. M. FADJRIN ARIEZA
3. AFFAN PUTRA
4. M FAHMI IQBAL FAKIH
5. CENDA MAKSTRIA
6. MURPHY MANUPUTTY
Sejarah Lehman Brother

Pada  tahun  1844,  Henry  Lehman  seorang  imigran  berkebangsaan 
Jerman mendirikan toko kecil yang menjual perlengkapan dan kebutuhan
rumah tangga kepada petani kapas di Montgomery, Alabama. 6 tahun
kemudian, kedua saudara laki-lakinya, Emanuel dan Mayer, bergabung
dengan Henry dan memberi nama Lehman Brothers terhadap  usahanya 
tersebut.
Tidak  berapa  lama  setelah  pendiriannya,  arah  usaha Lehman  Brothers 
mengalami  evolusi  menjadi  perantara  (broker)  yang  membeli  dan
menjual  kapas  kepada  petani  yang  tinggal  di  dan  sekitar 
Montgomery.  Alabama. Setelah kematian Henry Lehman pada tahun 1855,
Emanuel dan Mayer mengambil alih pimpinan  dalam  Lehman  Brothers 
yang  kemudian  dijuluki  sebagai  “King  Cotton”. 
Analisa Kasus Lehman Brothers

Ada 2 faktor pendukung keruntuhan Lehman Brothers
 Persaingan Internal
 Krisis Subprime Mortgage
Analisa Kasus Lehman Brothers

 Persaingan Internal
Pada   tanggal  3   Juli  2008  mengindikasikan  bahwa  kondisi  internal perusahaan
menjadi  salah  satu penyebab  kejatuhan  Lehman  Brothers. Pada masa itu, dua kubu
dalam Lehman Brothers, yaitu kubu trading yang terdiri dari para trader dan  dipimpin 
oleh  Lew  Glucksman  dan  kubu  banking  yang  dipimpin  oleh  Steve Schwarzman dan
Pete Peterson. Perbedaan pandangan mengenai strategi yang tepat untuk
membesarkan Lehman Brotehrs menjadi dasar dari pertentangan di antara kedua kubu
tersebut. Kubu Lew Glucksman melihat bahwa strategi yang tepat untuk Lehman
Brothers adalah dengan memfokuskan pada arah usaha perdagangan dan underwriting
surat-surat berharga. Sedangkan, kubu banking menginginkan agar Lehman Brothers
menggunakan kapitalnya secara agresif untuk jenis usaha yang lebih berisiko, namun
lebih menguntungkan. Persaingan  antara  kedua  kubu  tersebut  akhirnya 
“dimenangkan”  oleh  kubu trading dan Richard Fuld, salah seorang pengikut kubu
trading, ditunjuk sebagai CEO dari Lehman Brothers. Namun, di bawah kepemimpinan
Richard Fuld, langkah Lehman Brothers  justru  malah mengikuti strategi yang  diusung
oleh kubu banking,  yang  dulu menjadi kubu pesaingnya.
Analisa Kasus Lehman Brothers

 Krisis Subprime Mortgage
 ada tahun 2008, Lehman menghadapi kerugian yang belum pernah terjadi sebelumnya
yang masih terus berlangsungnya krisis subprime mortgage.Lehman kehilangan itu
tampaknya akibat setelah memegang pada posisi(surat hutang) besar di subprime.
Dalam setiap peristiwa, kerugian besar diperoleh di bawah-rated mortgage-backed
securities selama tahun 2008. Pada kuartal fiskal kedua, Lehman melaporkan kerugian
sebesar $ 2,8 milyar dan dipaksa untuk menjual $ 6 miliar assetnya. Pada paruh
pertama tahun 2008 saja, saham Lehman turun 73% dari nilai pasar. Pada Agustus
2008, Lehman melaporkan bahwa pihaknya telah memberhentikan 6% dari tenaga
kerja, 1.500 orang, pada kuartal ketiga batas waktu pelaporan pada bulan September.
 Pada tanggal 22 Agustus 2008, saham di Lehman ditutup naik 5% (16% untuk satu
minggu) karena adanya spekulasi Korea Development Bank sedang
mempertimbangkan membeli Lehman Bro. Pada 9 September, saham Lehman merosot
45% menjadi $ 7,79, setelah perusahaan Korsel tersebut membatalkan perjanjian untuk
membeli. Tanggal 17 September 2008, Swiss Re memperkirakan keseluruhan rugi
Lehman Brothers mencapai CHF 50 juta.
Analisa Kasus Lehman Brothers

 Kepercayaan investor terus turun karena saham Lehman kehilangan kira-kira
setengah nilainya dan mendorong S & P 500 turun 3,4% pada 9 September. Dow
Jones kehilangan 300 poin hari yang sama karena investor merasa khawatir akan
keamanan bank. Pemerintah AS tidak mengumumkan rencana apapun untuk
membantu dengan segala kemungkinan yang muncul krisis keuangan di Lehman.
 Keesokan harinya, Lehman mengumumkan kerugian $ 3,9 miliar dan niat mereka
untuk menjual saham mayoritas dalam manajemen investasi-usaha, termasuk
Neuberger Berman. Saham turun tujuh persen hari itu. Lehman, setelah
sebelumnya menolak pertanyaan soal penjualan perusahaan, dilaporkan mencari
pembeli lagi, dan akibatnya harga saham turun lagi 40 persen pada 11 September
2008.
 Tepat sebelum runtuhnya Lehman Brothers, eksekutif di Neuberger Berman
mengirim e-mail yang berisi bahwa Lehman Brothers ‘atas orang-orang melupakan
multi-juta dolar bonus untuk “mengirim pesan kuat untuk tidak melalaikan
tanggung jawab terhadap karyawan dan investor. Direktur Manajemen Investasi
Lehman Brothers George Herbert Walker IV dan meminta maaf ke public.
Analisa Kasus Lehman Brothers

Kesimpulan
 Perbedaan pandangan mengenai strategi yang tepat untuk membesarkan Lehman Brotehrs menjadi dasar
dari pertentangan di antara kedua kubu tersebut. Kedua kubu tersebut yaitu; kubu trading dan kubu
banking. Dimana kubu trading sebagai pemenang persaingan justru  malah mengikuti strategi yang  diusung
oleh kubu banking,  yang  dulu menjadi kubu pesaingnya.
 Subprime Mortgage berbeda dengan bentuk kredit perumahan tradisional. Indvidu yang dijadikan pangsa
pasar Subprime Mortgage adalah individu yang sebenarnya tidak memiliki kemampuan dalam transaksi
kredit. Produk kredit Subprime dianggap sebagai investasi yang menguntungkan karena dapat memberikan
return yang tinggi kepada para investor. Terlebih lagi dengan adanya CDS (Credit Default Swap), yaitu
sebuah asuransi yang menjamin apabila terjadi kegagalan pembayaran.
 Manuver investasi Lehman Brothers di sektor properti akhirnya berakibat buruk pada kelangsungan usaha
dari perusahaan yang pada tahun 1970 memiliki peran dalam mempopulerkan instrumen investasi
perumahan. Lehman Brothers menginvestasikan  2 milliar Dollar AS kepada Sun Cal Co., pihak pengembang
perumahan sektor prime yang bernama  Mc  Allister  Ranch. Ketika  terjadi  penurunan  harga  dan 
permintaan  akan properti di Amerika Serikat, nilai nominal aset yang dimiliki oleh Lehman Brothers pun
mengalami  penurunan  dan  menjadi  semakin  tidak  cair.  Akumulasi   aset   tidak   likuid   dan  
penurunan   drastis   pertumbuhan   sector perumahan,  menekan  nilai  nominal  aset  likuid  perusahaan 
yang  sempat  dianggap sebagai  “mesin  ATM”  bagi  usaha  real  estate.  Kondisi  likuiditas  Lehman 
Brothers kembali   mendapatkan   pukulan   ketika   perusahaan   tersebut   harus   membayarkan sejumlah 
kerugian  akibat  kejatuhan  sektor  Subprime  kepada  lembaga-lembaga  yang terlibat perjanjian CDS.
Analisa Kasus Lehman Brothers

 Di Inggris, kantor Lehman Brother diakuisisi oleh PricewaterhouseCoopers. Di Jepang,
cabang Jepang, Lehman Brothers Japan Inc, dan perusahaan holding terkait dinyatakan
bangkrut oleh pengadilan sipil pada 16 September 2008, di pengadilan Kabupaten Tokyo.
 Pada tanggal 17 September 2008,  account dan nama Lehman Brothers dihapuskan
dalam daftar perdagangan di New York Stock Exchange.
 Paulus Brough, Edward Middleton, dan Patrick Cowley dari KPMG cina menjadi likuidator
sementara terhadap Lehman untuk dua unit perusahaan Lehman berbasis di Hong Kong,
yaitu Lehman Brothers Securities Asia Limited dan Lehman Brothers Futures Asia Limited.
 Barclays mengumumkan perjanjian untuk membeli divisi perbankan investasi dan
perdagangan Lehman di Amerika Utara bersama gedung kantor pusatnya di New York
tergantung persetujuan regulasi. Tanggal 20 September 2008, versi revisi perjanjian
yang disetujui oleh Hakim James M. Peck dariPengadilan Kepailitan AS.
 Selanjutnya, Nomura Holdings mengumumkan bahwa mereka akan membeli cabang
Lehman Brothers di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Jepang, Hong Kong dan Australia,
termasuk operasi perbankan investasi dan saham Lehman Brothers di Eropa dan Timur
Tengah. Persetujuan ini diberlakukan pada 13 Oktober 2008.