You are on page 1of 57

PEREKONOMIAN INDONESIA

A. PENDAHULUAN.
Proses dan dinamika pembangunan eko.suatu negara
ditentukan banyak faktor:

1.Internal (Domestik):-Kondisifisik/iklim,lokasi
geografi, jlh & kualitas SDM,kondisi
awal eko,sosbudpol serta peranan
pemerintah.
2.Eksternal: Perkembangan tehnologi,kondisi
perekonomian dan politik dunia
serta Keamanan global.

Keadaan Perekonomian Negara-negara Berkembang
(LDCs)

 Indonesia,Suriname,beberapa.neg.
 Afrika
Malaysia,Hongkong,
Singapura,Korea,Brunei.
 tidak lepas dari pengaruh sistim perekonomian &orientasi
pembangunan eko.yg telah dicapai pd masa lampau, namun terjadi
perbedaan yang sudah sangat jauh. Berarti yg sangat menentukan
keberhasilan pembangunan ekonomi bukan “warisan”
neg.jajahan,melainkan orientasi politik,sistem ekonomi serta
kebijakan yg diterapkan oleh rezim pemerintah yg berkuasa setelah
lenyapnya kolonialisasi.

Cara yang paling sempurna untuk memperoleh gambaran
yang utuh mengenai PI dengan melihat dan mempelajari
perspektif sejarah secara kronologis-historis, berdasar
substansinya dapat dipilah-pilah menjadi beberapa
babakan sejarah sbb:

 1. Masa sebelum Terjajah (pra 1600)
 2.Masa Penjajah) ( 1600-1945)
 3.Masa sebelum 1966 (sejak merdeka ORLA)
 4. Masa sesudah 1966 ( ORBA )
 5. Masa Krisis Moneter ( minggu ke 3,1997 )
 6. Masa Transisi(B.J.Habibie)
 7. Masa Pemulihan Ekonomi (1997 – 2007)

 Kondisi politik dalam negeri tdk mendukung
 Keterbatasan faktor-faktor produksi: SDM, Jiwa kewirausahaan,
tehnologi
 Ketidak mampuan pemerintah dalam menyusun rencana
strategi pembangunan yg baik.
 Rasa anti kolonialisasi,imperialisasi dan kapitalisasi
 direflesikan dg memilih haluan politik yg berbau komunis
 Sulit mendapat bantuan dana dari negara-negara Barat baik
pinjaman maupun PMA.
 30 September 1965 ketidakstabilan politik di Indonesia
memuncak dg terjadinya kudeta yg gagal dari partai Komunis
Indonesia (PKI),muncul pemerintahan ORBA.
 Sejak itu terjadi perubahan politik yg berbeda, yang selanjutnya
merubah sistem politik &ekonomi yg dianut Ind.

c. Pemerintahan Orde Baru (ORBA Maret 1966)
 Perhatian kpd peningkatan kesra dan sos.melalui proses
industrialiasasi dalam skala besar.
 Menjalin kembali hub. Dg pihak barat, menjauhi ideologi kom.
 Kembali menjadi anggota PBB dan lembaga lain( IMF,ADB,IGGI)
 Indonesia dianggab sbg negara satu-satunya di Asia yg anti komunis
serius melakukan pembangunan ekonominya yg kelihatan jelas
dimata kelompok negara Barat.

Menyediakan/menciptakan lap.Tahap konsolidasi ( Juli – Desember 1967 4. Tahap Stabilisasi ( januari – Juni 1968).Mencukupkan stok bahan pangan (beras)  3. . Beberapa langkah prioritas kebijakan ekonomi berupa upaya-upaya:  1.Meningkatkan ekspor  5.Tahap Rehabilitasi ( Januari – Juni 1967) 3.kerja 6.Mengundang kembali investasi asing. Program Ekonomi jangka Pendek: 1.Tahap Penyelamatan ( Juli – Desember 1966) 2. Memerangi hiperinflasi (500 – 600 %)  2.Merehabilitasi prasarana perekonomian  4.

70 % . PELITA IV (1984). . devisa utama dr minyak ( sekitar 80 %).  Economic Performances selama dua PELITA sangat memuaskan ( tumbuh rata-rata 7 %) dg laju tkt investasi 11 s/d 24 %. Indonesia dikategorikan sbg NIC (a new Industrialized country) Negara Industri Baru. Era pembangunan JP. berhasil mengekspor berbagai produk industri non migas.pertumbuhan rata-rata 6.berhasil berswasembada beras PELITA V.I (1 April 1969)  Dibagi menjadi tahapan-tahapan REPELITA: dg tiga prioritas sasaran (Trilogi Pembangunan) : -Stabilitas Pembangunan -Pertumbuhan Ekonomi -Pemerataan hasil-hasil pembangunan.

2 %  Sektor pertanian.5 % Ekspor manufaktur 17.perikanan dan kehutanan 3.5 % Laju inflasi 5% Ekspor non migas 16.5 % Sektor industri 9 % Sektor manufaktur 10 % Sektor jasa 6. Beberapa target yg sudah tercapai:  Ekonomi secara keseluruhan 6.5 % .

eko nasional manufaktur praktis terhenti.kebijakan anti investasi asing. kekurangan kapital. Pemerintah Orde Lama 17 -8-1945: -Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Tkt.mengalami stagflasi.yg menyebabkan perekonomian indonesia memburuk.inflasi mencapai 500-600 %.(Kekuasaan ada ditangan partai-partai politik) 1950:Terjadi nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing. B. 1957 – 1965: Menerapkan sistem demokrasi terpimpin (kekuasaan ditangan militer dan presiden) .dll. hilangnya pangsa pasar. 1949-1956: Pemerintah RI menerapkan sistem politik “Demokrasi Liberal” . kegiatan produksi dan industri Keadaan eko.Ind sangat buruk.

6 T Angka-angka ini juga dipengaruhi oleh jumlah penduduk yang diperkirakan tumbuh 1.6 % Jumlah penduduk berdampak kepada masalah angkatan kerja dan pengangguran.1 Triliun  Dana dalan negeri: Pemerintah (25.4 T Swasta/masyarakat (69.5 %) Rp 36. .5% ) Rp 169. Debt service ratio 20.150.0%) Rp 454.0 triliun  Nilai Investasi Rp 660.0 %  PDB Rp 2.1 T Dana luar negeri (5.

Bukan lagi sebatas aspek perdaganan dan keuangan tapi meluas ke aspek produksi dan pemasarannya bahkan aspek SDM. Kegiatan-kegiatan perekonomian tdk lagi mengenal batas kenegaraan internasional tapi bahkan transnasional. ERA PJP II dan GLOBALISASI(1994 – 2019)  Tahun I PJ pendek adalah APBN 1994-1995  Tahun 1994-1999 tahap I PJ menengah Repelita VI 2019 merupakan era yg berat krn menjelang memasuki th 2020 mrpk masa penuh tantangan krn Globalisasi perekonomian (perdagangan Internasional). .Dumairy)  Globalisasi Ekonomi Didefinisikan sbg mendunianya kegiatan dan keterkaitan perekonomian. segala bentuk proteksi perdagangan antar negara (termasuk jasa) dihapus (hal 9.

yakni 1994 – 2019. Era yang secara administratif akan berakhir pada tahun 2019 yg merupakan era “berat”.  Tahapan I PJM adalah Repelita VI.(1994- 1999) sedangkan tahun I PJ pendeknya adalah APBN 1994-1995. ERA PJP II DAN GLOBALISASI  Seharusnya saat itu Indonesia memasuki era PJP ke II. tapi juga bagi negara-negara berkembang pada umum .tidak saja bagi Indonesia.

Globalisasi menggiring perusahaan-perusahaan raksasa menjadi transnasional. ini menyebabkan:  Meningkatnya peredaran uang dan modal secara globalisasi  Pesatnya alih tehnologi  Cepatnya distribusi hasil-hasil produksi  Munculnya aliansi strategis antar perusahaan sejenis  Munculnya produk-produk berstandar global Semua ini mengakibatkan bisnis dan perdagangan serta perekonomian menjadi kian kompetetif .

Dalam situasi globalisasi: Keunggulan bisnis dan perekonomian bukan lagi berdasar pada strategi Comparatif advantage melainkan strategi Competitive Advantage.  Perusahaan-perusahaan transnasional melebarkan sayap keberbagai negara bukan lagi utk mengejar”Economies of scale. tapi sudah memburu “Economies of Scope .

melainkan jauh lebih penting lagi adalah pengembangan SDM dan pemajuan tehnologi. . Tantangan Pembangunan ekonomi Indonesia di era global:  Bukan lagi sekedar masalah efisiensi produksi dan peningkatan ekspor nonmigas. melibatkan semua lapisan masyarakat dengan otonomi daerah yang lebih berarti.  Demokratisasi ekonomi perlu dikembangkan.

Jelaskan yang dimaksud Economies of scale dan Economies of scope. Uraikan keadaan ketenagakerjaan atau perburuhan Indonesia semasa Orde Lama dan bagaimana semasa Orde Baru.Program Benteng. Jelaskan perioritas pembangunan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan Orba mulai melaksanakan pembangunan ekonominya. Latihan / Quis: 1.Rencana lima tahun. Ungkapkan apa yg anda ketahui mengenai rencana urgensi perekonomian. 6. Bagaimana APBN RI sepanjang periode 1955 – 1965 dan bagai APBN periode 1980 – 1985 ? 5. Rencana Pembangunan Semesta Delapan tahun ? 3. berikan contoh dan apa maknanya . 4. Paparkan dg ringkas situasi politik dan pemerintah di tanah air sebelum dan sesudah tahun 1966 2.

Pemerintah Thailand melakukan intervensi dan didukung oleh Singapura.1997 14-15 Mei Bath Thailand dilanda serangan spenkulan yg mengambil keputusan bahwa kini adalah saatnya utk “ jual “ karena lambannya pertumbuhan ekonomi serta ketidak stabilan politik. Pengumuman itu mendevaluasikan nilai bath sekitar 15% .20 baht per dolar AS.5100 – 2.5250 per dolar AS.5220 per dolar AS setelah mencapai 2. 2 Juli Bank Sentral Thailand mengumumkan pengem bangan terkendali bath dan meminta bantuan teknis IMF. 8 Juli Bank Sentral Malaysia (Bank Negara) melakukan intervensi agresif utk melindungi ringgit.Bank Sentral Filipina melakukan intervensi utk melindungi peso. . Intervensi berhasil dan menguatkan ringgit pd kurs 2.5240 – 2.20 % hingga mencapai nilai terendah.28.Kronologis krisis keuangan Asian hingga jatuhnya Presiden Soeharto dan terbentuknya kabinet Reformasi: Mei 1997 – Mei 1998 PERIODE PERISTIWA I.

650 per dolar Sejak saat itu posisi mata uang Indonesia mulai tidak stabil.Tiba-tiba Bank Indonesia (BI) memperluas rentang intervensi rupiah dari 8 % menjadi 12%  14 Juli IMF menawarkan dukungan keuangan kepada pemerintah Filipina senilai hampir 1.  5 Agust Pemerintah Thailand mengumumkan rencana reformasi sektor keuangan di negara itu seperti yg disarankan IMF. rupiah mulai bergejolak.1 miliar dolar AS yg mengacu pd peraturan darurat (fast-track regulation) yg dirancang IMF berdasarkan kasus Meksiko 1995.500 – menjadi Rp 2. 11 Juli Bank Sentral Fiilipina membiarkan peso bergerak lebih bebas terhadap dolar AS. Sementara itu. .  21 Juli Rupiah merosot dari Rp 2.

1998.682 per dolar AS. BI melakukan intervensi agresif utk mendongkrak rupiah.Rupiah anjlok ke Rp 2. Pada 1 Januari 1998 nilai Won adalah 842 per dolar AS) 16 Sept Indonesia menyatakan akan menunda proyek.655 per dolar AS.755 per dolar AS. 13 Agust Rupiah mulai tertekan dan mencapai rekor terendah dalam sejarah:Rp 2.proyek senilai Rp 39 triliun dalam upaya mengimbangi keterbatasan anggaran belanja negara . sebelum akhirnya ditutup Rp 2. 19 Agust Won Korea Selatan mencapai titik terendah pd 901 per dolar AS. 14 Agust BI menghapus rentangintervensi. (Nilai won terus merosot sejak awal thn.

8 Ok. 23 milyar diantaranya adalah pertahanan lapis pertama ( front-line defence) .845 /Dolar AS. Pem. IMF mengumumkan paket bantuan keuangan pada Ind yg mencapai 40 Milyar US.Dolar.  31 Ok.Ind menyatakan meminta bantuan keuangan kepada IMF. Rupiah jatuh hingga mencapai Rp 3.6 Ok.

9 Nop. 18 Nop. Won sudah mencapai batas harian ( Daily band limit) 1012.75 per dolar AS. Pasar mulai berspekulasi bahwa Korea Selatan harus segera minta pertolongan IMF utk mempertahankan nilai Won.Pimpinan Oposisi (Chuan L) menyanggupi pembentukan Kabinet baru. Seiring dg bantuan paket reformasi dari IMF.95 menjadi 38.000 per dolar AS. Won ditutup pada kurs 979. . 4 Nop. sementara pedagang mentergetkan batasan 1. Chuan dilantik sebagai PM Thailand yang baru. menyusul pengunduran diri PM Chavalid Yongchaiyudh.90 per dolar AS. Nilai Bath naik dari 40.80 per dolar AS. Pemerintah Indonesia mengumumkan pencabutan izin usaha 16 bank swasta yg dinilai tidak sehat.Bank Sentral Korea menyarankan Menteri Keuangannya untuk meminta bantuan IMF. 7 Nop.1 Nop.

 26 Jan Rupiah melemah sampai posisi Rp 16. beras.00/ dolar AS. Hingga akhirnya turun menjadi Rp 6.500/$ AS karena situasi politik.minyak goreng. Puluhan ribu mahasiswa menduduki gedung DPR.00 /dolar AS.000.00/dolar AS.725.00/dolar AS.mengundurkan diri sebagai presiden dan menyerahkan jabatannya kepada B. Rupiah merosot pada posisi Rp 11.500 / dolar AS. yg menewaskan beberapa mahasiswa.000. 19 Mei Rupiah menyentuh Rp 14.gula susu dan mi instan. terutama. rupiah di Singapura tetap Rp 11.  15 Jan. . Tahun 1988. barang kebutuhan pokok sehari-hari.Smrg) memborong barang.masalah keamanan dan insiden Trisakti.000.  8 Jan. Presiden Soeharto menyatakan tidak bersedia lagi dipilih pada periode mendatang.Habibie.000. /$ AS. 21 Mei Soeharto . 23 Mei Habibie mengumumkan susunan kebinet Reformasi Pembangunan. Rupaih waktu itu Rp 11. DPR juga meminta agar presiden Soeharo mundur dari jabatannya. Presiden Soeharto menandatangani Letter of Intent bersama IMF.000/$ AS  13 Mei Rupiah jatuh lagi dengan ditutup Rp 10. sedangkan di Jakarta dihargai Rp 11. mengumumkan terbentuknya kabinet reformasi. Masyarakat di sejumlah kota besar (Jkt.J.Srby.

Pendekatan Pendapatan 3. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional  Produk Domestik Bruto: 1. Pendekatan Pengeluaran ad1. . Jumlah nilai barang dan jasa akhir yg dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wil. Pendekatan Produksi: 2. Suatu negara dalam jangka waktu 1 th.

.barang-barang ekonomi sebagai obyek.  Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur- unsur manusia sebagai subyek. SISTEM EKONOMI INDONESIA  Sistem Ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.

Pendekatan sejarah ad. Menelusuri perekonomian bangsa Ind diorganisasikan dari waktu ke waktu. . KADAR KAPITALISME DAN SOSIALISME  I. menelaah peranan pemerintah / negara dalam struktural perekonomian ad.Pendekatan Faktual-Struktual  2.2.1.

Perangkat kelembagaan tsb. .:  Lembaga-lembaga ekonomi (formal /non formal)  Cara kerja  Mekanisme hubungan  Hukum dan peraturan-peraturan perekonomian  Kaidah dan norma-norma lain (tertulis/non tulis) Sistem ekonomi berkaitan dengan:  Falsafah  Pandangan  Pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.

mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya . Sistem ekonomi suatu negara bersifat khas berdasarkan beberapa sudut tinjauan:  Sistem pemilikan sumber daya/faktor-faktor produksi  Keleluasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya  Kadar peranan pemerintah dalam mengatur.

BENANG MERAH HUBUNGAN SISTEM EKONOMI DENGAN SISTEM POLITIK  Kutub A Konteks Pengkutuban Kutub Z ======================================= Libralisme Ideologi Politik Komuinisme ( Liberal) (Komuinis) Demokrasi Rejim Pemerintahan Otokrasi (Demokratis) (cara memerintah (Otoriter) Egalitarianisme Penyelenggaraan Etatisme (Egaliter) Kenegaraan (Etatisme) Desentralisme Struktur Birokrasi Sentralisme (Desentralistis) (Sentralistis) Kapitalisme Ideologi Sosialisme (KAPITALIS) Ideologi Ekonomi SOSIALIS) Mekanisme Pasar Pengelolaan konomi Perencanaan Terpusat .

Persamaan Agregat Keynesian Y = C + I + G + S+( X – M ) C = Pengeluaran kons masyarakat I = Pengeluaran Investasi/perusahaan S = Saving G = Pengeluaran konsumsi pemerintah X = Ekspor M = Impor .

1970-1993 (Persentase berdasarkan harga Berlaku) Ket: 1970 1975 1980 1985 1990 1993 C 79.43 I 14.85 X 13.52 58. Tabel.34 20.PDB Indonesia menurut Sektor Pengguna/Pelaku Th.06 60.40 22.64 69.87 28.03 25.18 20.05 36.85 PDB 100 100 100 100 100 100 .05 9.45 25.97 53.89 28.92 10.23 8.47 22.14 22.29 M 16.05 20.24 22.20 25.49 35.32 11.28 G 9.77 52.87 9.92 30.

Pemerintah hanya berkedudukan sebagai “pengamat dan pelindung” perekonomian. How and for whom) . KAPITALSISME DAN SOSIALISME Sistem ekonomi Kapitalis: Mengakui pemilikan individual atas sumber-daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Sistem Ekonomi Sosialis:Sumber daya ekonomi /faktor produksi diklim sebagai milik negara.(What. bukan berdasarkan jasa yang dicurahkan. Setiap orang menerima imbalan sesuai prestasi kerjanya. jusrtru pemeritahlah yg menentukan dan merencanakan 3 persoalan pokok ekonomi.Campur tangan pemerintah/negara sangat minim.Campur tangan pemerintah sangat tinggi.Lebih menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian. Imbalan yang diterima orang-perorang didasarkan pada kebutuhannya.

Diskusikan apa yg dimaksud dg pernyataan pada masing-masing konsep sistem tsb. . 5. Terangkan ciri utama sitem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. 4. ada pula yg mengatakan sistem kerakyatan. Faktor-faktor apa saja yg harus dilihat/digunakan untuk menetapkan atau menamakan sistem ekonomi yg diterapkan oleh suatu negara. Tugas diskusi: 1. Ada yg mengatakan sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila. 2. Adakah hubungan antara sistem politik yg dianut oleh suatu negara dg sistem ekonominya. 3.Jelaskan. shg tampak jelas perbedaan antara keduanya. Sistem ekonomi apa yg dijalankan oleh Indonesia ? Adakah perbedaan sistem ekonomian yg berlangsung di Indonesia masa lalu dg masa kini.

Produk Nasional Neto ( PNN) atau Net National Product ( NPP) atau  merujuk ke Pendapatan Nasional (PN) alias National Income ( NI) . PENDAPATAN NASIONAL.  (Luas): “Produk Domestik Bruto(PDB)/Gross Domestic Product (GDB)  Merujuk Ke Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product (GNP).PETUMBUHAN DAN STRUKTUR EKONOMI  Konsep Pendapatan Nasional  (Sempit):”National Income”.

Pendekatan Pengeluaran  Dimulai dg PDB yg dpt dihitung dg 3 macam pendekatan: 1.Pengeluaran konsumsi RT & Lembaga swasta b. dalam jangka waktu setahun .3.Pendekatan Produksi 2. Pembentukan modal tetapdomestik bruto & prubahan Stock c. Jumlah balas jasa yg diterima oleh faktor-faktor produksi yg turut serta dalam proses produksi diwilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. meliputi al: a.) Ad. (semua dihitung sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya. Adalah jlh nilai brg & js akhir yg dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dlm jgk wkt setahun.Jumlah seluruh komponen permintaan akhir. Pengeluaran konsumsi Pemerintah d.2.atau disebut nilai tambah bruto sektoral.1. meliputi upah dan gaji sewa tanah. Ad.Pendekatan ad. Perhitungan Pendapatan Nasional indonesia  1. Ekspor neto.bunga modal dan keuntungan.Pendekatan Pendapatan 3.

Pertanian 2. 10. Sewa rumah. Jasa-jasa . Bank dan Lembaga keu. Pemerintahan 11. Bangunan 6. Transportasi dan Komunikasi 8. Pertambangan & penggalian 3. Perdagangan 7. Ada 11 unit sektor lapangan ush: 1. Industri Pengolahan 4.lainnya 9. Listrik dan gas 5.

Maksudnya besaran total yang menunjukkan prestasi ekonomi suatu negara.PNB. Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi riil. Metode Perhitungan Pertumbuhan Riil  PDB. . terlebih dahulu harus dihilangkan pengaruh perubahan harga yang melekat pada angka-angka agregat ekonomi menurut harga berlaku (Current prices). sehingga terbentuk angka agregat ekonomi menurut harga konstan (konstan prices).PNN dan PN. secara umum disebut Agregat Ekonomi. Dari agregat ekonomi ini selanjutnya dapat diukur pertumbuhan ekonomi.

Deflasi Ad. Dilakukan dg cr memperbaharui (updating) nilai tahun dasar sesuai dg indeks produksi atau tingkat pertumbuhan riil dari tahun sebelumnya.M.3.1. ad.Ekstrapolasi 3.2. 3 Metode Menurut Harga Konstan 1. M.M. Dilakukan dg cr membagi nilai masing-masing tahun dg harga relatif yg sesuai (indeks harga x 1/100) .:Dilakukan dengan cara menilai produksi masing-masing th dg menggunakan harga tahun tertentu yg dijadikan tahun dasar ad. Revaluasi 2.

M.M. M.Nilai tambah sektoral suatu produk mencerminkan nilai tambah produk tsb. Nilai tambah dapat pula dihitung menurut harga konstan menurut tahun dasar tertentu.  Nilai tambah yg dihitung menurut harga tahun yg berjalan disebut nilai tambah menurut harga berlaku.Deflasi Langsung  4. Ada 4 macam cara yaitu:  1.Deflasi Komponen Pendapatan.M. .Deflasi  2. Disektor ybs.Ekstrapolasi Langsung  3. Metode Perhitungan Nilai Tambah  Nilai tambah (added value) adalah selisih nilai akhir (harga jual) suatu produk dg nilai tambah bahan bakunya.

061 148.567 103.885 63.246 376.312 Pertambangan dan penggalia 31.359 112.776 PDB 329.465 124.797 433.641 383.005 - -Penyewaan dan Real Estate 9.556 96.249 26.502 37.26 35.695 25.286* -Jasa lainnya 37.387 101.437 -Perda.739 38.928 -Listrik.424 Pertanian 58.Hotel dan Restoran 55.497 33.456 121.gas dan Air 3.748 64.538 37.956 149.192 -Industri Manufaktur 73.903 .006 102.513 21.709 37.291 61.792 413.776 354.298 59.963 59.460 92.593 -Transrport dan Komunikasi 23.987 -Bangunan 22.051 376.988 37.553 97.782 -Bank dan Keuangan 14.736 65.828 64.127 140.Distribusi PDB menurut Sektor pada harga Pasar Konstan 1993-1998 (Miliar Rp) Sektor HAR GA KONS TAN 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 Primer: 90.277 Tersier: 139.3411 102.290 5.353 Sekunder: 99.210 125.

Tinjauan Birokrasi pengambilan Keputusan  Ad.Tinjauan Makro-Sektoral  2.Tinjauan Penyelenggaraan kenegaraan  4.1.Tinjauan Keruangan (spasial)  3. Struktur Ekonomi Indonesia  1. Berstruktur pedesaan/tradisional dan berstruktur kekotaan/modern .  Ad2.Perekonomian dpt berstruktur :agraris (Agicultur) Industrial niaga (comercia) tergantung sektor mana yg menjadi tulang punggung Perekonomian.

sentralistik atau desentralistis. . ad. Berdasarkan birokrasi Pengambil keputusan. Berstruktur etatisme.egaliter / borjuis mana yang menjadi pemeran utama dalam perekonomian ybs. Ad. Apakah pemerintah/ negara atau rakyat kebanyakan.4.3. Predikat ini tergantung siapa/kalangan mana yg menjadi pemeran utama dalam perekonomian ybs.

100 Indeks atau rasio Gini C 3. Kriteria Bank Dunia. Kurve Lorenz 2. DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN PEMERATAAN PEMBANGUNAN  3 KRITERIA / TOLOK UKUR MENILAI KEMERATAAN : 1. 80 60 40 20 A 10 0 B 20 40 60 80 100 .

Kurvanya sendiri.1.yg berkisar dari angka 0 hingga 1. menjelaskan kadar kemerataan / ketimpangan distribusi pendapatan nasional. 20 % penduduk berpendapatan tertinggi( penduduk terkaya) .Kurva ini terletak di dalam sebuah bujur sangkar yg sisi tegaknya melambangkan % kumulatif pendapatan nasional. adalah suatu koefisien. menggambarkan distribusi kumulatif pendapatan nasional dikalangan lapisan-lapisan penduduk.40 % penduduk berpendapatan terendah (Penduduk termiskin) 2.ditempatkan pada diagonal utama bujur sangkar tsb.Kurve Lorenz. pertanda semakin baik atau merata distribusi. sedangkan sisi datarnya mewakili % kumulatif penduduk. Kurva lorenz yg semakin dekat ke diagonal (semakin lurus) menyiratkan distribusi pendapatan nasional yg semakin merata. Semakin kecil (semakin mendekati nol) koefisien nya.dan sebaliknya.yakni: 1.secara kumulatif pula. Kriteria Bank Dunia didasarkan atas porsi pendapatan nasional yg dinikmati oleh tiga lapisan penduduk. 2. 40 % penduduk berpendapatan menengah 3. Indeks atau Rasio Gini. 3.

strategi pembangunan secara eksplisit diubah dg menempatkan pemerataan sebagai aspek pertama dalam trilogi pembangunan.meliputi:  1. KETIDAK MERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN  Upaya untuk memeratakan pembangunan dan hasil-hasilnya baru nampak nyata sejak Pelita III. Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat  banyak khususnya pangan.sandang dan perumahan.Pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh tanah air  8.Pemerataan kesempatan berusaha  6.  3. .Pemerataan pembagian pendapatan  4.Sejak itu dikenal kebijaksanaan jalur pemerataan.Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam  pembangunan (generasi muda/wnt)  7.Pemerataan kesempatan kerja.Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.  2.  5.Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan .

Pertumbuhan ekonomi yg berkelanjutan dan prokemiskinan 2. Pembangunan Sosial . Pemerintahan yg baik (good governance) 3.Kebijakan anti Kemiskinan: Strategi dan Intervensi  Ada 3 pilar utama strategi pengurangan kemiskinan: 1.

Kota . Penididikan dan kesehatan 6. Desentralisasi 5. Manajemen Pengeluaran Pemerintah (APBN) dan Administrasi 4.) 1. Pembangunan sektor swasta 2. Penyediaan Air bersih danPemba. Kerjasama Regional 3.101. Intervensi jangka Menengah dan Panjang yg penting adalah(hal.

Pembagian pendapatan antardaerah.pedesaan. Pembagian pendapatan antarlapisan pendapatan masyarakat.timur) .  B.Pembagian pendapatan antar wil.perkotaan &wil.tengah.antar propinsi & antar kawasan (barat.Pemerataan pembagian pendapatan (jalur ke tiga) ditinjau dari 3 segi  A.  C.wil.

Pada awal 1970-an pemerintahan Orba.Konsep dan Definisi C. Lain di Indonesia.Jawa khususnya Prop.a.T) A.Pertumbuhan. melalui para pembuat kebijaksanaan percaya bahwa proses pembangunan akan menghasilkan “trickle down effects “oki pembangunan ekonomi yg dianut lebih terfokus pd bgmn mencapai suatu laju pertumbuhan ekonomi yg tinggi dlm suatu periode yg relatif singkat .(di P. Beberapa indikator kesenjangan dan Kemiskinan E.Kesenjangan dan Kemiskinan D.Kebijakan Anti kemiskinan:Strategi dan intervensi Ad.Faktor-faktor penyebab kemiskinan G.Temuan Empiris F.70 Tulus. Kemiskinan dan Kesenjangan (hal.Jawa Barat) dg alasan semua fasilitas yg dibutuhkan lebih tersedia dibandingkan dg prop. .Permasalahan Pokok B.

1969 efek dimaksud dirasakan lambat. tetapi diiringi dg tingkat kesenjangan yg semakin besar dan jumlah orang miskin tetap banyak.hingga pertengahan 1990. sehingga awal 1985. Indonesia memang menikmati laju pertumbuhan ekonomi(PDB) yg relatif tinggi. Setelah 10 th berjalan sejak pelita I dimulai th.sebelum krisis ekonomi. .

dimana kebutuhan minimum utk bertahan hidup tidak dapat dipenuhi.(tiap negara berbeda-beda ukurannya)  Kemiskinan Absolut:adalah derajat kemiskinan d bawah. B.biasanya dpt didefinisikan dalam kaitannya dg tingkat rata-rata dari distribusi yg dimaksud.Konsep dan Definisi  Kemiskinan Relatif:adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan.ini adalah ukuran tetap (tidak berubah)didalam suatu kebutuhan kalori minimum di tambah komponen non makanan yg juga sgt diperlukan utk survive .

yg mengatakan bahwa pada awal pembangunan kesenjangan akan bertambah buruk dan tahap akhir pembangunan kesenjangan dg sendirinya akan hilang. Apakah hipotesis Kuznets. Selama Pemerintahan Orde Baru. tidak berlaku di Ind ? . 2 Pertanyaan Penting: 1. faktor-faktor apa yg menyebabkan kesenjangan dan kemiskinan tetap ada walaupun pada waktu itu pembangunan ekonomi Ind terus berjalan dg baik dan Ind mengalami laju pertumbuhan eko. 2.yg relatif tinggi.

$ 50 pada pertengahan dekade 1960-an menjadi lebih US. tingkat kemiskinan dan Struktur Fiskal.Kontribusi sektoral terhadap PDRB. diantaranya:PDRB. Namun dilihat pada tkt meso dan mikro. PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH A. baik dalam bentuk personal imcome distribution maupun dalam bentuk kesenjangan ekonomi/pendapatan antar daerah/provinsi Sejumlah indikator yg dapat digunakan dalam menganalisis Developmen Gap antar provinsi.000 pada pertengahan dekade 1990. pembangunan selama pemerintahan Orde Baru telah menciptakan suatu kesenjangan yg besar. .Konsumsi RT/kapita.$ 1. HDI.PEMBANGUNA EKONOMI DAERAH Secara makro tingkat pendapatan riil masyarakat rata-rata perkapita mengalami peningkatan dari hanya US.

2) (Jatim 64.8) (Kalbar7.5) (Jateng 41. 4 provinsi dg PDRB terbesar berasal dari Jawa (Jabar 67.2) (Kaltim 11.4) PDRB dengan dan tanpa gas menurut Provinsi atas dasar Harga Konstan 1995-1997 (dalam triliun Rp) . Distribusi PDB menurut Provinsi Tabel 91.1. menunjukkan bahwa sebagian besar PDB nasional berasal dari Jawa khususnya Jawa Barat dan DKI Jakarta.6) (DKI Jakarta 69. yg selama periode 1995-1997 di atas 60 %.

1 20.6 4.6 Lampung 6.9 0.5 71.1 3.0 11.3 1.7 Jawa Timur 57.8 Sumatra Selatan 12.PDRB dg dan tanpa Migas menurut Provinsi atas dasar Harga Konstan 1995- 1997(dalam triliun Rupiah)*) provinsi 95 %)** 96 % 97 % 95 % 96 % 97 % Di Aceh 11.3 13.5 16.8 5.8 Sulawesi Utara 3.0 0.1 64.5 2.8 5.9 8.4 DKI Jakarta 60.8 Jawa Tengah 39.2 16.7 7.5 6.8 15.2 1.4 41.4 1.8 3.0 Riau 18.0 15.9 3.2 0.8 10.4 1.7 0.6 0.9 1.8 9.0 4.3 57.0 Kalimatan Barat 6.3 0.0 10.1 37.5 3.7 16.8 21.8 23.1 66.5 16.3 1.5 2.1 1.7 5.3 0.0 4.6 Bengkulu 1.7 6.5 2.6 Kalimatan Selatan 5.7 6.3 0.7 6.8 2.9 3.5 2.7 Sumatra Utara 21.7 Jawa Barat 62.9 7.2 69.7 5.6 7.0 3.2 1.3 60.0 1.8 0.4 Kalimatan Timur 18.6 3.5 5.2 Jambi 2.7 1.0 DI Yogyakarta 4.7 5.2 3.9 3.1 1.1 0.3 4.4 1.7 1.9 20.4 5.3 10.3 14.8 3.8 7.4 1.4 1.9 1.3 5.5 16.4 4.9 7.3 1.6 0.0 19.1 Sumatra Barat 7.6 67.8 5.9 20.3 5.0 1.1 10.3 4.2 43.6 1.0 .6 1.5 2.8 1.1 2.2 16.8 0.2 6.8 4.1 1.7 59.1 Kalimatan Tengah 3.8 24.9 15.1 61.6 6.8 11.3 Sulawesi Tengah 2.

Peran Alokatif 2. Peran Distributif 3.peranan pemerintah dapat dipilah menjadi 4 macam kelompok peran yaitu: 1. Peran Stabilisatif 4.  Dalam kancah perekonomian Modern. Peran Dinamisatif . Pengeluaran Pemerintah Y= C + I + G + (X-M)  Intervensi dan Fungsi Ekonomi Pemerintah: menjalankan roda pemerintahan tetapi juga membiayai kegiatan perekonomian.

1.3. Peranan pemerintah dalam mendistribusikan sumber daya. Peranan pemerintah dalam mengalokasikan sumber daya ekonomi yang ada agar pemanfaatannya bisa optimal dan mendukung efisiensi produksi  Ad.2. peran pemerintah dalam memelihara stabilitas perekonomian dan memulihkannya jika berada dalam keadaan disequilibirium . Ad.  Ad. kesempatan dan hasil-hasil ekonomi secara adil.

 1.Dampak naik turunnya harga dolar terhadap rupiah impliksinya pelaku bisnis dan masyarakat di Indonesia.Pedagang K-5 sebagai Katub pengaman bagi masyarakat keci di Kalbar.2010-2015  3. II . di Kota Pontianak  2. Permasalahan TKI dan Penanggulangannya di Indonesia Th.  6.Program Paket Ekonomi Jilid I .III dan IV terhadap Pelaku Bisnis Di Indonesia  5.  4.Pengaruh Bantuan Kredit kepada Pengembangan UKM/Koperasi .Dampak Perdagangan Luar Negeri Terhadap Sektor Industri Non Migas Di Indonesia. .