You are on page 1of 32

LAPORAN KASUS

TB PARU KASUS KAMBUH
DISUSUN OLEH:
Nasruddin Efendi
Khusnul Khatimah
Sari Rajwani Artika
Nurfaidah
Fausiah Jamil
Galuh Isra Arfany Fakshirie
Jefry Usman

PEMBIMBING:
dr. Rina Anggriany
Departemen Pulmonologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Makassar 2017

IDENTITAS PASIEN
 Nama: Tn. A
 No. RM : 790963
 Umur : 35 tahun
 Jenis Kelamin : Laki-laki
 Pekerjaan : Wiraswasta
 Ruang Perawatan : IC Lantai 3 RS WS
 Tanggal Masuk: 22 februari 2017

ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA
Demam
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien masuk ke IC lantai 3 tanggal 22/2/2017 dari IGD Non bedah RSWS
dengan keluhan demam yang dialami sejak 2 minggu sebelum masuk rumah
sakit, demam naik turun disertai batuk tidak berdahak sesekali. Nafsu makan
menurun karena merasa nyeri pada rongga mulut dan tenggorokan. Pasien juga
mengeluhkan kulitnya terkelupas dan sedikit gatal. Sebelum masuk rumah
sakit pasien juga menderita diare. Nyeri dada tidak ada, Mual tidak, muntah
tidak ada, sesak tidak ada, dan riwayat keringat malam disangkal. 2 tahun
yang lalu pasien meminum OAT selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh. Sekitar
3 minggu sebelum masuk RS dia kembali dengan BTA (+) dan telah diberikan
terapi OAT Kategori II dari puskesmas. Setelah 2 minggu mengkomsumsi OAT
pasien mengeluh gatal dan ada ruam-ruam di kulit sehingga OATnya dihentikan
selama 5 hari. Pasien juga memiliki riwayat B20 (+) sejak tahun 2015 dan tidak
pernah terapi. Riwayat penyakit lain disangkal.

Sudah berhenti selama 5 tahun  Riwayat keluarga menderita HIV tidak ada  Riwayat keluarga menderita tuberkulosis ada (ibu pasien) . RIWAYAT PENYAKIT RIWAYAT PENYAKIT DAHULU  Riwayat hipertensi tidak ada  Riwayat stroke dan penyakit jantung disangkal.  Riwayat DM disangkal  Riwayat konsumsi OAT 2 tahun yang lalu tuntas  Riwayat HIV sudah diketahui sejak 2 tahun yang lalu namun tidak pernah berobat RIWAYAT PRIBADI DAN KELUARGA  Pasien adalah seorang wiraswasta  Pasien sudah menikah dan memiliki 2 orang anak  Riwayat merokok selama 10 tahun setengah bungkus/hari (IB : 60).

RIWAYAT PENYAKIT RIWAYAT PSIKOSOSIAL  Riwayat merokok ada  Riwayat konsumsi alkohol ada  Riwayat penggunaan narkoba disangkal  Riwayat pergaulan bebas ada  Riwayat sex : heteroseksual dan biseksual .

5°C  Pernapasan : 18 x/menit .65 kg/m2 (Gizi Baik) Tanda-tanda vital :  Tekanan Darah: 120/80 mmHg  Nadi : 80 x/menit. PEMERIKSAAN FISIS Keadaan umum : Sakit sedang/ Gizi baik/ GCS 15: E4M6V5 (compos mentis)  BB : 56 Kg (sebelumnya 60 Kg)  TB : 169 cm  IMT : 19. reguler. kuat angkat  Suhu : 36.

candidiasis oral ada  Thorax a. Mata : Konjungtiva anemis (-). Perkusi : Sonor di kedua lapangan paru. pupil isokor. udem palpebra (-)  Leher : Nyeri tekan tidak ada. Nyeri tekan (-). wheezing tidak ada . sklera ikterik (-). Batas paru hepar dalam batas normal Auskultasi : Bunyi pernapasan : Bronchovesikuler. Massa (-). Bunyi tambahan : Ronkhi ada . DVS R+2 cmH2O (tidak meningkat)  Mulut : sariawan ada. Tidak ada pembesaran kelenjar limfe. sela iga melebar tidak ada. Paru Inspeksi : Pegerakan dada simetris kiri dan kanan Palpasi : Vocal Fremitus kanan = kiri.

akral hangat. reguler.   . Edema pretibial tidak ada. Hepar dan lien tidak teraba Perkusi : tympani. Tidak ada bising  Abdomen Inspeksi :thoracoabdominal Auskultasi : peristaltik (+) kesan normal Palpasi : nyeri tekan (-). normal. Cor Inspeksi : ictus cordis tidak tampak Palpasi : ictus cordis tidak teraba Perkusi : batas jantung kanan dan kiri normal Auskultasi : Bunyi Jantung I/II murni.    Extremitas : Wasting tidak ada.

50 PLT 208 X 10^3/uL 150 – 400x 103/uL NEUT 81.75% MONO 4.0 .1 % 40 .5% 20 .4 g/dL 12 .3% 2–8% EO 4.0 X 10^3 RBC 3.16 HCT 32.6.0 X 106 HGB 10.7 x 10^3/uL 4.7 X 10^6/uL 4.0 1 – 3% LYM 9.8 % 52 .PEMERIKSAAN LABORATORIUM 21 FEBRUARI 2016 TEST RESULT NORMAL VALUE WBC 3.40% .0 -10.

6 – 1.111 Antibody HIV 19.76 mg/dL 0.00 Ureum 19 mg/dL 0 – 53 mg/Dl Kreatinin 0.1 3.25 (non reactive) <1.5 – 5.PEMERIKSAAN LABORATORIUM 21 FEBRUARI 2016 SGOT 94 u/L <35 SGPT 66 u/L <45 HbsAg (elisa) 0.3 mg/dL Na 136 136 – 145 K 4.82 (Reaktif) < 0.25 COI .1 Cl 100 97 .13 Anti HCV (elisa) 0.01 (non reactive) <0.

FOTO THORAK 21/02/2017  Tb paru lama aktif  Bronkiektasis .

CMV. dan Rubella .Diagnosis  Tuberkulosis paru kasus kambuh  HIV/AIDS  Suspek drug induced dermatitis  Peningkatan Enzim Transeminase Planning  Foto thorax ulang  Gen Xpert  Drug challenging  Cek CD4  Rencana ARV  Pemeriksaan Toxo.

Terapi:  IVFD asering 20tetes/menit  Cotrimoxazole 960 mg/24jam/oral  Nystatin drops 10 tetes/8 jam  Mycamin 500mg/24jam/drips  OAT Kategori II intensif Maxiliv 1 tablet/12jam/oral Interhistin 1 tab/12 jam/oral .

Novalgin 1 ampul dalam asering 20 tetes per menit/drips Pemeriksaan lanjutan: -Cek CD4 -Pemeriksaan Toxo. Pasien memiliki .4 -Cotrimoxazole 960 mg/24jam/oral riwayat B20 sejak Lab : -Triple Adult / tahun 2015 WBC : 3. Sebelum pasien Limfosit : 9. Kelelahan -Tampak Candidiasis oral -Mycamin . DAFTAR MASALAH No Diagnosa Subjektif Objektif Planning 1 HIV AIDS S: Pemeriksaan fisis Terapi : . dan masuk RS. pasien HIV reaktif : 19.5% lamivudine.S : 39. Demam pada lidah 500mg/24jam/drips . dan Rubella .7 x 10^3/uL 24jam/oral (tenofovir.82 efavirenz) mengalami diare -Nystatin drops 3 x 10 tetes . CMV. .

(4FDC 4 rumah sakit tablet/24jam/oral) • Nafsu makan Foto thorax : -Streptomycin 1 menurun Kesan : tb paru lama gram/24jam/intramus • Batuk aktif kular) • 2 tahun yang lalu pasien meminum Lab : Pemeriksaan lanjutan: OAT selama 6 bulan Neutrofil : 81.8 % -Tes molekuler cepat dan dinyatakan Sputum BTA (+) (GenXpert) sembuh • 3 minggu sebelum masuk RS dia kembali dengan BTA (+) • Riwayat merokok sekitar 10 tahun setengah bungkus/hari . DAFTAR MASALAH No Diagnosa Subjektif Objektif Planning 2 TB Paru Bakteriologis S: Pemeriksaan fisis Terapi: kasus kambuh • demam yang dialami -Ditemukan ronkhi pada -OAT Kategori II sejak 2 minggu lapangan paru intensif sebelum masuk .

0 setelah mengkonsumsi (meningkat) OAT 4 Peningkatan Enzim S : ada riwayat Pemeriksaan Fungsi Hati Terapi : Transeminase mengkonsumsi alkohol SGOT : 94 u/L Maxiliv 1 SGPT : 66 u/L tablet/12jam/oral Pemeriksaan : Tes HBsAg dan HCV Kontrol Fungsi Hati .Pasien mengeluh gatal Eosinofil : 4. Lab : . DAFTAR MASALAH No Diagnosa Subjektif Objektif Planning 3 Suspek Drug Induced S: Pemeriksaan fisis Terapi: Dermatitis -Setelah 2 minggu -Nampak kulit terkelupas -interhistin 1 mengkomsumsi OAT pada bagian wajah tab/12jam/oral pasien mengeluh gatal disertai warna dan ada ruam-ruam di kemerahan Pemeriksaan lanjutan: kulit sehingga OATnya -Drug challenging dihentikan selama 5 hari.

FOLLOW UP PASIEN .

riwayat OAT .Interhistin 1 tablet/12jam/oral P: Sonor pada kedua lapangan paru . Ronkhi tidak tetes per menit/drips (malam hari saat ada.TANGGAL TERAPI 22-02-2017 S: Lemas.OAT Kategori II intensif O: Sakit sedang/ composmentis E4V5M6. nafsu makan menurun.Dermatitis alergi .Cotrimoxazole 960 mg/24jam/oral pertama kali 2 tahun yang lalu selama 6 bulan .9^C) normal BP:110/80mmHg N : 82 kali/mnt P : 20 kali/mnt S : 37’C A: -Tuberkulosis kasus kambuh kategori II fase intensif . ikterik (-) Streptomicin 1 gram/24jam DVS R+2 cmH20 /intramuskular) I : Simetris kiri dan kanan . (4FDC 4 tablet/injeksi/oral dan Anemis (-). gatal-gatal setelah minum OAT sekitar 1 .Nystatin drops 3 x 10 tetes tuntas. Riwayat OAT . peristaltik kesan suhu 38. IVFD asering 20tetes/menit Jam: 16.HIV + candidiasis oral .00 Kategori II sekitar 2 minggu. wheezing tidak ada.Mycamin 500mg/24jam/drips pekan yang lalu . vokal fremitus sama -Maxiliv 1 tablet/12jam/oral kiri dan kanan .Novalgin 1 ampul dalam asering 20 A: Bunyi nafas bronkovesikular.Peningkatan enzim transaminase P: Pemeriksaan sputum (resistensi OAT) Drug challenging Cek CD4 Cek TORCH Rencana ARV Tes HbsAg dan HCV .N-Ace 200g/8jam/oral P : Nyeri tekan ridak ada.

Mycamin 500mg/24jam/drips O: Sakit ringan/ composmentis E4V5M6.TANGGAL PERJALANAN PENYAKIT (S. edema tidak /intramuskular) ada. kulit pasien nampak terkelupas (4FDC 4 tablet/injeksi/oral dan dan kemerahan di daerah wajah. dan nampak Streptomicin 1 gram/24jam candidiasis oral di lidah pasien. . vokal fremitus sama gatal) kiri dan kanan -Moxifloxacin 400g/24jam/drips P: Sonor pada kedua lapangan paru A: Bunyi nafas bronkovesikular.Cotrimoxazole 960 mg/24jam/oral tenggorokan. Demam tidak ada.4’C A: Tuberculosis paru kasus kambuh on treatment kat. ikterik (-). Ronkhi tidak ada. nyeri dada tidak ada.Interhistin 1 tablet/12jam/oral (bila P : Nyeri tekan ridak ada. batuk tidak . O. sesak tidak ada . II HIV + candidiasis oral Dermatitis alergi Peningkatan enzim transaminase P : cek CRP Foto thorax ulang .N-Ace 200g/8jam/oral DVS R+2 cmH20 -Maxiliv 1 tablet/12jam/oral I : Simetris kiri dan kanan .OAT Kategori II intensif ada.Nystatin drops 3 x 10 tetes ada. wheezing tidak ada BP: 90/60mmHg N : 80 kali/mnt P : 28 kali/mnt S : 37. Anemis . nafsu makan . A) TERAPI 23-02-2017 S: Pasien mengeluh lemas. IVFD asering 20tetes/menit Jam: 17.00 menurun karena sariawan dan nyeri di .

dan nampak candidiasis /intramuskular) oral di lidah pasien.30 menurun karena sariawan dan nyeri di . igM : 0. edema tidak ada.Mycamin 500mg/24jam/drips tidak ada . igM : 0.N-Ace 200g/8jam/oral DVS R+2 cmH20 . O. Ronkhi tidak ada.OAT Kategori II intensif O: Sakit ringan/ composmentis E4V5M6. wheezing tidak ada. nafsu makan -Infus asering 20tetes/menit Jam: 15. A) TERAPI 24-02-2017 S: Pasien mengeluh lemas. sesak . peristaltik normal. batuk sesekali . vokal fremitus sama .0’C Lab : Anti toxo igG : 11 (meningkat).Cotrimoxazole 960 mg/24jam/oral tenggorokan.06 Anti Rubella igG: 75 (meningkat).Maxiliv 1 tablet/12jam/oral P : Nyeri tekan ridak ada. igM : 0. hepar dan lien tidak teraba BP: 120/80mmHg N : 87 kali/mnt P : 20 kali/mnt S : 37. ikterik tidak ada.Moxifloxacin 400g/24jam/drips (2) kiri dan kanan -Eymeven 50mg/24jam/drips (1) P: Sonor pada kedua lapangan paru A: Bunyi nafas bronkovesikular.3 (meningkat) CD4 : 10 A: Tuberculosis paru kasus kambuh on treatment fase intensif HIV + candidiasis oral Dermatitis alergi Peningkatan enzim transaminase P : Foto thorax ulang .TANGGAL PERJALANAN PENYAKIT (S.14 CRP : 53.01 Anti CMV igG : 120 (meningkat). Anemis (4FDC 4 tablet/injeksi/oral dan ada.Nystatin drops 3 x 10 tetes tidak berdahak.Triple Adult /24jam/oral I : Simetris kiri dan kanan . nyeri dada tidak ada. Demam tidak ada. . kulit daerah wajah Streptomicin 1 gram/24jam sudah tidak terkelupas.

Nystatin drips 3 x 10 tetes dan BAK tidak ada keluhan . peristaltik normal. ikterik tidak ada. kulit daerah wajah (4FDC 4 tablet/injeksi/oral dan sudah membaik. wheezing tidak ada.Mycamin 500mg/24jam/drips? O: Sakit ringan/ composmentis E4V5M6. Anemis .300 menelan.N-Ace 200g/8jam/oral I : Simetris kiri dan kanan . A) TERAPI 25-02-2017 S: Pasien mengeluh masih tidak nyaman saat -Infus asering 20tetes/menit Jam: 15.Moxifloxacin 400g/24jam/drips (3) P: Sonor pada kedua lapangan paru -Eymeven 50mg/24jam/drips (2) A: Bunyi nafas bronkovesikular. vokal fremitus sama . hepar dan lien tidak teraba BP: 115/75mmHg N : 87 kali/mnt P : 20 kali/mnt S : 37. edema tidak ada.Maxiliv 1 tablet/12jam/oral kiri dan kanan .0’C Lab :CRP : 53.OAT Kategori II intensif tidak ada. /intramuskular) DVS R+2 cmH20 .Triple Adult /24jam/oral P : Nyeri tekan ridak ada. batuk sesekali. O.Cotrimoxazole 960 mg/24jam/oral makan. mual kalau . dan candidiasis oral berkurang Streptomicin 1 gram/24jam di lidah pasien.3 CD4 : 10 A:Tuberculosis paru kasus kambuh on treatment fase intensif HIV + candidiasis oral Dermatitis alergi Peningkatan enzim transaminase P : Foto thorax ulang .TANGGAL PERJALANAN PENYAKIT (S. sesak tidak ada. Ronkhi tidak ada. BAB . rasa lemas berkurang.

pemberian obat simptomatis. peristaltik sariawan dan nyeri di tenggorokan. Peningkatan enzim tes HbsAg dan HCV transaminase P : Cek CRP . Anemis ada. Riwayat OAT pertama kali 2 tahun yang lalu selama 6 bulan tuntas. PERJALANAN PENYAKIT 22 Februari 2017 23 Februari 2017 Masuk rumah sakit S : : Lemas. dan nampak candidiasis oral di lidah pasien. wheezing tidak ada Lanjut terapi OAT. nafsu makan menurun. (-). Ronkhi tidak ada. kulit pasien nampak terkelupas dan kemerahan di daerah dermatitis alergi wajah. cek CD 4. nyeri dada tidak ada. HIV + GenXpert. nafsu makan menurun karena Ronkhi tidak ada. Dermatitis alergi. ikterik treatment kat. A: Tuberculosis paru kasus kambuh on treatment kat. riwayat OAT Kategori II sekitar 2 minggu. kontrol fungsi hati dan candidiasis oral. S: Pasien mengeluh lemas. II. II. A: Bunyi P: nafas bronkovesikular. rencana terapi ARV. Tb paru kasus kambuh on O: Sakit ringan/ composmentis E4V5M6. sesak tidak ada A : HIV + candidiasis oral. peningkatan enzim transaminase. wheezing tidak ada. Demam tidak ada. gatal-gatal setelah minum OAT sekitar 1 pekan yang lalu O: nampak candidasis oral dan kulit terkelupas di daerah wajah. Auskultasi: Bunyi nafas bronkovesikular. cek TORC. batuk kesan normal tidak ada.

01 Anti CMV igG : 120. Ronkhi tidak ada. sesak treatment fase intensif tidak ada. peristaltik normal. P :Lanjutkan intervensi sebelumnya.3 CD4 : 10 A:Tuberculosis paru kasus kambuh on treatment fase intensif HIV + candidiasis oral Dermatitis alergi Peningkatan enzim transaminase . Ditambahkan Eymeven tidak ada.06 Anti Rubella igG: 75. Anemis ada.14 CRP : 53. batuk sesekali tidak berdahak. Ronkhi tidak ada. peristaltik normal. wheezing tidak ada. igM : 0. edema tidak ada. kulit daerah wajah sudah membaik. Dermatitis alergi ikterik tidak ada. nafsu makan menurun karena sariawan dan nyeri di tenggorokan. rasa A: Tuberculosis paru kasus kambuh on lemas berkurang. Demam tidak ada. dan nampak candidiasis oral di lidah pasien. sesak tidak ada O: Sakit ringan/ composmentis E4V5M6. kulit daerah wajah sudah tidak terkelupas. wheezing Interhistin dihentikan. nyeri dada tidak ada. A: Bunyi nafas bronkovesikular. batuk sesekali. A: Bunyi nafas bronkovesikular. dan Peningkatan enzim transaminase candidiasis oral berkurang di lidah pasien. hepar dan lien tidak teraba 50mg/24jam/drips (1) dan Moxifloxacin 400mg/24jam/drips Lab :CRP : 53. BAB dan BAK tidak ada keluhan HIV + candidiasis oral O: Sakit ringan/ composmentis E4V5M6. mual kalau makan. igM : 0. ikterik tidak ada. igM : 0.3 CD4 : 10 S: Pasien mengeluh masih tidak nyaman saat menelan. 24 Februari 2017 25 Februari 2017 S: Pasien mengeluh lemas. hepar dan lien tidak teraba Lab : Anti toxo igG : 11. Anemis tidak ada.

DISKUSI .

HIV AIDS HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang tergolong dalam famili retroviridae yang menyerang sistem pertahanan tubuh dan mengakibatkan AIDS. . AIDS (Aqcuired Immunodeficiency Symdrome) adalah kumpulan gejala atau penyakit yang diakibatkan menurunnya kekebalan tubuh.

. bahwa Infeksi HIV tidak akan langsung memperlihatkan gejala atau keluhan tertentu.5OC) terus menerus atau intermiten lebih dari satu bulan.  Keluhan disertai kehilangan berat badan (BB) >10% dari berat badan dasar.  Keluhan lain bergantung dari penyakit yang menyertainya.  Diare yang terus menerus atau intermiten lebih dari satu bulan. Pasien datang dapat dengan keluhan:  Demam (suhu >37.GEJALA HIV AIDS Gejala HIV AIDS menurut Depkes 2011.

Virus ini tidak dapat menular melalui kulit utuh hanya bisa melewati luka atau mukosa .RESIKO PENULARAN HIV/AIDS  Free sex  Penggunaan jarum suntik yang tidak steril (narkoba)  Penularan ibu ke anak  Transfusi darah HIV dapat menular melalui cairan tubuh seperti darah dan sperma.

DIAGNOSIS HIV AIDS Pasien memiliki riwayat penyakit HIV pada tahun 2015. . Pasien juga mengaku merasa lelah. demam. dan diare yang diakibatkan oleh penyakit tersebut. Pasien juga memiliki candidiasis oral. Pasien juga memiliki riwayat biseksual dan berganti pasangan.

TB PARU KASUS KAMBUH  Kasus kambuh (relaps) adalah penderita tuberkulosis yang sebelumnya pernah mendapat pengobatan tuberkulosis dan telah dinyatakan sembuh atau pengobatan lengkap. . kemudian kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan dahak BTA positif atau biakan positif (PDPI)  Pemeriksaan resistensi cepat (GenXpert) harus dilakukan pada pasien Tb paru kasus kambuh untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi MDR Tb ataupun adanya resistensi terhadap salah satu OAT.

Demam e. Penurunan berat badan d. Batuk a. Demam f. Nyeri dada c. Gejala Pasien Teori a. Sesak nafas b. Penurunan berat badan . Batuk lebih dari 3 minggu b. Batuk darah c. Sesak nafas d. Nafsu makan menurun f. Nyeri dada e.DIAGNOSIS TB PARU KASUS KAMBUH  Pasien datang kembali berobat dengan hasil sputum BTA (+) dan telah berobat 2 minggu sebelum masuk rumah sakit.

ketika mendapatkan pasien dengan diagnosis Tb. koinfeksi yang sering terjadi adalah Tb. Oleh karena itu. tb dapat dicegah dengan memberikan Isoniazid (INH) dengan dosis 5 mg / kg BB (tidak lebih dari 300 mg ) sehari selama minimal 6 bulan. .  Pada penderita HIV.HIV + TB  pada penderita HIV. dokter sebaiknya melakukan tes skrining untuk HIV. begitupun sebaliknya.

TERIMA KASIH .