You are on page 1of 22

JOURNAL READING

Smoking and the risk of dry eye
Li-Xu, Wei-Zhang, Xiao-Yu Zhu, Tao Suo, Xian-Qun Fan, Yao Fu

Disusun oleh :
Sigit Wahyu Santoso
20110310154

ABSTRAK
Tujuan

Kesimpulan .

Pendahuluan Mata kering adalah penyakit multifaktorial yang ditandai dengan perubahan permukaan mata yang mengakibatkan kerusakan pada air mata. jenis kelamin. mata kemerahan. penglihatan kabur. riwayat obat. hipersensitivitas cahaya. usia. dan gejala lain dan atau ketidaknyamanan Mata kering diasosiasikan dengan banyak faktor risiko seperti lingkungan. gaya hidup. di antaranya faktor gaya hidup mungkin memainkan peran penting Merokok sudah dikenal sebagai faktor risiko yang penting untuk banyak penyakit kronis. mata gatal. dan penyakit sistemik. namun masih merupakan faktor risiko yang tidak jelas pada mata kering .

Namun. Di antara data yang analisis.Oleh karena itu. penelitian lain menunjukkan hasil yang masih diperdebatkan.Namun. Meta-analisis ini bertujuan untuk merangkum asosiasi . hasil ini mungkin tidak dapat mewakili populasi yang lebih besar. sebagian besar dari penelitian tersebut menunjukkan investigasi mereka dilakukan pada populasi tertentu.Sejumlah penelitian mengevaluasi asosiasi antara merokok dengan risiko mata kering. yang menunjukkan bahwa merokok dapat meningkatkan risiko mata kering.

dan dipilih artikel yang memenuhi kriterian inklusi sbb : 1. Dan kriteria eksklusi adalah sebagai berikut: 1.publikasi berulang. CBM (Chinese BioMedical Literature Database) and CNKI (China National Knowledge Infrastructure/Chinese Academic Journals full-text Database) dicari untuk artikel yang relevan yang diterbitkan dari Januari 1964 sampai Desember 2015 Kemudian dilakukan seleksi penelitian. surat. The Cochrane Central Register of Controlled Trials (CENTRAL. .estimasi korelasi antara merokok dan risiko mata kering. pelaporan data yang memadai untuk memperkirakan risiko relatif (RR) dan / atau odds ratio (OR) dengan interval kepercayaan 95% . 3. literatur non-original (misalnya komentar. review. 2.Subyek dan Metode Database dari PubMed. EMBASE. 2. case-control atau penelitian kohort desain. dll). last issue). cross-sectional.

Status paparan merokok (yaitu perokok aktif dan/atau pernah merokok) diambil dari masing-masing artikel secara langsung. tahun publikasi. dan variable yang disesuaikan. OR dengan CI 95% yang sesuai.Ekstrasi data : Informasi berikut diekstraksi dari setiap penelitian yang diinklusi: penulis pertama. ukuran sampel. status eksposur merokok. desain penelitian. Analisis statistik untuk menyelidikis asosiasi antara merokok dengan mata . rentang usia. lama masa follow up atau masa penelitian. negara.

.

76.99-1. 95% CI: 0. di antaranya enam penelitian variable yang dapat disesuaikan termasuk usia dan jenis kelamin.32.Ditemukan bahwa hubungan antara perokok aktif (OR = 1. Perokok aktif : sepuluh penelitian di mana dua penelitian kohort dan delapan survei cross-sectional dimasukkan dalam analisis hubungan antara perokok aktif dan risiko mata kering.Sampel penelitian yang dimasukkan dalam Meta-analisis ini diringkas dalam Tabel 3.055) dan peningkatan risiko mata kering secara statistik tidak signifikan . P = 0.Hasil Sepuluh penelitian yang memenuhi kriteria inklusi diidentifikasi. dan tujuh penelitian adalah penelitian berbasis populasi (Tabel 4).

.

95% CI: 0.98-1. p = 0.Pernah merokok : Tiga penelitian di mana dua penelitian kohort dan satu survei cross- sectional termasuk dalam analisis hubungan antara yang pernah merokok dan risiko mata kering (Tabel 4).107) dan peningkatan risiko mata kering juga tidak signifikan secara statistik .Ditemukan bahwa hubungan antara pernah merokok (OR = 1.28.12.

.

383 ) . 95% CI: 0. P = 0.Pengaturan Umur dan Jenis Kelamin Ketika hanya penelitian yang menyesuaikan usia dan jenis kelamin dimasukkan hasilnya menunjukkan tidak ada korelasi yang signifikan secara statistik antara perokok aktif dan mata kering (OR = 1.16.83-1.64.

.

016) (Gambar 5) . hasilnya menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara perokok aktif dan mata kering (OR = 1.Populasi umum : Dalam analisis sensitivitas yang hanya memasukkan populasi umum.50. p = 0. 95% CI: 1.09.08-2.

.

yang juga dapat mempengaruhi mata.Diskusi Hasil penelitian menunjukkan tidak ada asosiasi yang signifikan antara perokok aktif dan peningkatan risiko mata kering. Seperti yang disebutkan. penurunan sensitivitas kornea dan konjungtiva. merokok merupakan faktor risiko yang terkenal untuk banyak penyakit kronis. Beberapa patogenesis mata kering termasuk peradangan kronis dari permukaan mata. dan neuritis optik . tetapi korelasi antara merokok dan risiko mata kering masih belum jelas . Kesehatan mata dapat dipengaruhi oleh racun rokok yang mengurangi aliran darah dan/atau mempercepat pembentukan trombus di pembuluh kapiler mata.Peneliti juga tidak menemukan asosiasi yang signifikan dalam analisis pada pernah merokok. retinopati diabetes. dan kerusakan epitel telah diusulkan. pengurangan produksi dan/atau stabilitas air mata. Degenerasi macula yang berkaitan dengan usia. Merokok juga dapat menyebabkan risiko yang lebih tinggi dari banyak penyakit mata seperti katarak. glaukoma.

usia tua dan jenis kelamin perempuan adalah dua faktor resiko yang paling konsisten. Pengaruh daripada hormon seks pada homeostasis dari permukaan mata telah diakui. .analisis yang dikumpulkan oleh Thomas et al dan beberapa penelitian lain menemukan bahwa stabilitas air mata dan sensitivitas kornea dan konjungtiva dapat menurun karena merokok yang juga menunjukkan penurunan TBUT. Di antara faktor risiko mata kering. Dilaporkan oleh Sullivan et al.bahwa adanya penurunan tingkat hormon androgen sesuai dengan bertambahnya usia pada laki-laki dan perempuan .

Terlepas dari usia dan jenis kelamin.Misalnya. lingkungan juga dapat mempengaruhi timbulnya mata kering. . para pekerja kantor yang menggunakan visual display terminal (VDT) dan dan pasien glaukoma yang menggunakan obat anti- glaukoma ditemukan memiliki risiko yang lebih tinggi terkena mata kering.

atau penelitian yang terkait dengan populasi tertentu seperti populasi berbasis rumah . hasil dari asosiasi yang tidak signifikan secara statistic berubah menjadi signifikan secara statistik antara perokok aktif dan mata kering ketika. hanya penelitian dimana sampelnya berasal dari populasi umum dimasukkan. Mungkin penjelasan adalah bahwa beberapa penelitian yang termasuk dalam Meta-analisis utama peneliti terkait dengan populasi yang terkena faktor risiko lain dari mata kering seperti penggunaan VDT.Dalam Meta-analisis ini.

Temuan ini mungkin dapat menunjukkan bahwa merokok dapat dikaitkan dengan risiko mata kering pada populasi umum yang mungkin membantu memberi saran pada pasien mata kering.Kesimpulan Kesimpulannya. Oleh karena itu. Meta-analisis dari semua sepuluh penelitianini menunjukkan asosiasi negatif antara perokok aktif dan/atau pernah merokok dan meningkatkan risiko mata kering. Meta-analisis ini tidak dapat mengeksplorasi asosiasi antara berbagai jenis mata kering dan merokok karena keterbatasan data dalam penelitian ini. penyelidikan dan Meta- analisis lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi peran merokok pada kejadian mata kering. itu menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara perokok aktif dan mata kering.Tapi hanya ketika penelitian dimana sampelnya berupa populasi umum dimasukkan. .

TERIMA KASIH .