You are on page 1of 32

PENDAHULUAN

sedangkan selama ekspirasi kebocoran akan tersegel. udara memasuki kavitas pleuralis pada inspirasi dengan adanya tekanan intrapleura negatif. Pada pneumotoraks. Pada pneumothoraks. sehingga menciptakan suatu mekanisme katub bola .PNEUMOTORAKS  Definisi Pneumothorak merupakan suatu keadaan dimana terdapat adanya akumulasi gas/udara pada kavum pleura sehingga menyebabkan paru-paru terdesak dan kolaps.

Pneumotoraks Spontan .

PNEUMOTORAKS SPONTAN Pneumotoraks Spontan Primer .

Transthoracic needle aspiration or 24% biopsy Subclavian or jugular vein 22% catherterization PNEUMOTORAKS TRAUMATIK Closed pleural biopsy Thoracentesis 20% 8% -Pneumotoraks Traumatik Iatrogenik Mechanical ventialtion 7% -Pneumotoraks Traumatik Non Iatrogenik •Trauma Tumpul Cardiopulmonary resuscitaion •Trauma Tajam Nasogastric tube placement Transbronchial biopsy Tracheostomy Liver biopsy Miscellanseous: Markedly displaced thoracic spine fracture  Acupuncture has been reported to result in pneumothorax in recent years  Colonoscopy and gastroscopy have been implicated in case reports  Intravenous drug abusers if they choose neck veins  .

PNEUMOTORAKS BERDASARKAN JENIS FISTULANYA Simple Pneumotoraks .

DIAGNOSIS PNEUMOTORAKS 1. kadang bila hilang dalam waktu 24 jam. Anamnesis/Keluhan a) Nyeri dada hebat yang tiba-tiba pada sisi paru terkena khususnya pada saat bernafas dalam atau batuk. b) Sesak. d) warna kulit kebiruan disebabkan karena kurangnya oksigen (Cyanosis) . dapat sampai berat. apabila sebagian paru yang kolaps sudah mengembang kembali c) Mudah lelah pada saat beraktifitas maupun beristirahat.

iktus jantung terdorong kesisi toraks yang sehat. nafas dapat amforik apabila ada fistel yang cukup besar . Fremitus suara menghilang atau melemah. apabila tekanannya tinggi d) Auskultasi: suara nafas melemah hingga menghilang. c) Perkusi: suara ketuk hipersonor sampai tympani dan tidak bergetar. batas jantung terdorong ke toraks yang sehat.2.Pemeriksaan Fisik a) Inspeksi: dapat terjadi pencembungan dan pada waktu pergerakan nafas. tertinggal pada sisi yang sakit b) Palpasi: pada sisi yang sakit ruang sela iga dapat normal atau melebar.

larger lateral costodiaphargmatic recess than on Deep sulcus sign opposite side Diaphragm may be inverted on side with deep sulcus Total/subtotal lung collapse This is passive or compressive atelectasis  Sharp delineation of visceral pelural by dense pleural space  Mediastinal shift to opposite side  Air-fluid level in pleural space on erect chest radiograph  White margin of visceral pleura separated from parietal pleura Radiographic signs in upright position  Usually seen in the apex of the lung  Absence of vascular markings beyond visceral pleural margin  May be accentuated by an expiratory film in which lung volume is reduced while amount of air in pneumothorax remains constrants so that relative size of pneumothorax appears to increase  Anteromedial pneumothorax (earliest location) Radiographic signs in supine position (difficult to see)  Outline of medial diaphragm under cardiac silhouette  Deep sulcus sign . PEMERIKSAAN TAMBAHAN RADIOLOGI Visceral pleural white line Convexity towards hilum Absence of lung markings Distal or peripheral to the visceral pleural white line Displacement of mediastinum Towards opposite side On frontal view.3.

PENATALAKSANAAN AWAL Airway .

HEMATOTORAKS .

bila disertai pneumotoraks disebut hematopneumotoraks . Definisi Penimbunan darah di dalam kavitas pleura disebut hemathotoraks.

 Etiologi  Trauma  Efusi Keganasan  Pneumotoraks Spontan  Tindakan Bedah .

WATER SEAL DRAINAGE (WSD) .

DEFINISI WSD merupakan tindakan invasif yang dilakukan untuk mengeluarkan udara. dan mediastinum dengan menggunakan pipa penghubung. pus) dari rongga pleura. . rongga thorax. cairan (darah.

Pneumothoraks : .INDIKASI a.kerusakan selang dada pada sistem drainase .klem dada yang terlalu lama .Spontan>20% oleh karena ruptur .Luka tusuk tembus .

pasca bedah thoraks .b. Hemothoraks .kelebihan antikoagulan .robekan pleura .

edema paru. Komplikasi Pemasangan WSD9 Komplikasi primer : perdarahan. atrial aritmia Komplikasi sekunder : infeksi. empiema . tension pneumothoraks.

LAPORAN KASUS .

IDENTITAS PASIEN  Nama : Manaek Siregar  Umur : 59 tahun  Jenis kelamin : Laki-laki  Pekerjaan : Petani  Status : Sudah menikah  No RM : 00.31.51  Alamat : Malautoruan Kel.00 wib . Riantate Kec.Pangururan Toba samosir  Tanggal Masuk: 10 November 2014  Waktu : 23.62.

Batuk darah tidak dijumpai.ANAMNESIS  Keluhan utama : sesak nafas  Telaah : Hal ini dialami pasien sejak 3 hari yang lalu setelah sebelumnya pasien terjatuh dari atap rumahnya ketika sedang memperbaiki atap rumahnya. Riwayat pingsan dijumpai. sebelumnya pasien memiliki riwayat pemasangan toraks drain di dada kiri bulan maret 2014 dirumahsakit daerah. dan ditemukan cairan berwarna kuning kemerahan. muntah tidak dijumpai dan kejang tidak dijumpai. muntah darah tidak dijumpai. Selain itu pasien juga mengeluhkan nyeri didada kiri saat bernafas.  RPT : tidak jelas  RPO : tidak jelas .

2⁰C  Keadaan Umum : sedang  Keadaan Gizi : sedang .STATUS PRESENT (10/11/2014)  Sensorium : Compos Mentis  Tekanan darah: 140/80 mmHg  Nadi : 90 x/i  Pernafasan : 28x/i  Suhu : 37.

sklera ikterik (-/-) Telinga/ hidung/ mulut: tidak dijumpai kelainan Leher : trakea medial.PEMERIKSAAN FISIK Kepala Mata : reflex cahaya (+/+). pupil isokor Ø 3mm. kesan : kiri menghilang Perkusi : hipersonor pada hemitoraks kiri Auskultasi : Paru : Suara pernapasan: vesikuler menghilang pada hemitoraks kiri. Pembesaran KGB (-) Toraks Inspeksi : gerak dada tertinggal dibanding dada kanan Palpasi : Stem fremitus kanan>kiri. konjungtiva palpebra inferior pucat (-/-). .

tidak dijumpai kelainan Ekstremitas : Superior : tidak dijumpai kelainan Inferior : tidak dijumpai kelainan . nyeri tekan (-) Perkusi : Timpani Auskultasi : Peristaltik (+) normal Genitalia : Jenis laki-laki.Abdomen Inspeksi : Simetris Palpasi : Soepel.

8 / 109 KGD ad random: 114.34 x103/mm3 Kontrol : 14 detik Ht : 29.90/ 0.0 detik Eosinofil : 3.99 APTT Plt : 143x103 /mm3 Pasien : 24.40 % INR : 0.3 detik Basofil : 0.2 g/dL Na/K/Cl : 138 / 3.7 detik Leukosit : 7.40 % Waktu Trombin Monosit : 8.1 % D-dimer : 470ng/mL Ur/Cr : 22.5 detik Neutrofil : 78.00 % Kontrol : 36 detik Limfosit : 10.HASIL LABORATORIUM Hb : 10.39x106 /mm3 Pasien : 14.00 % Pasien : 16.3 mg/dl .50 % Kontrol : 17.4 g % Waktu Protrombin Eritrosit: 3.68 Albumin : 4.

FOTO THORAKS .

.

RFT.cek darah lengkap .Bed rest .Inj.O2 3-4 L/i .IVFD RL 20 gtt/i . KGD ad random.Inj. LFT.Inj. HST. Elektrolit. Diagnosis Hematopneumotoraks  Penatalaksanaan . Ceftriakson 1 gr/12 jam (skin test) . . Ketorolac 30 mg/8 jam  Rencana .Foto toraks AP erect . Ranitidin 50mg/12 jam .

jam undulasi (+).tanggal S O A P Hasil Laboratoriu m 11/11/ Sesak Sensorium: Compos Hidropneu . Inj. Pernafasan: 20 x/i dijumpai Ceftriakson Suhu : 36.Ranitidi pada lapangan paru n 50mg/12 kiri. expiratory buble (+) . jam Water seal drainage . Umum:stabil t HR : 92 x/i. IVFD RL 5 2014 napas mentis motoraks 20 gtt tidak Keadaan (L) makro/meni dijumpai. seroushemorrage ± 30 mg/8 100cc/24 jam. terpasang : produksi Ketorolac (+). reg nyeri dada . Inj. Inj.80C Suara pernapasan : 1 gr/12 jam vesikuler melemah .

Ranit terpasang : produksi idin (+). dijumpai Suhu : 37. jam Water seal drainage . expiratory buble (+) Ketorola c 30 mg/8 jam .tanggal S O A P Hasil Laboratoriu m 12/11/ Sesak napas Sensorium: compos Hematopneu .0 0C Suara pernapasan : Ceftriaks vesikuler melemah on 1 pada lapangan paru gr/12 kiri. Inj. Inj. reg enit kiri Pernafasan: 20 x/i . Inj. . jam undulasi (+). 50mg/12 serroushemorrage ± 100 cc/24 jam. IVFD 2014 tidak mentis motoraks(L) RL 20 Keadaan Umum: gtt dijumpai. stabil makro/m nyeri dada HR : 90 x/i.