You are on page 1of 31

HIPERTIROID

ABYAN SHAFLY NUR FIRDAUS (131511133112)
AYU OKTA MIFTACHUL JANNAH (131511133113)

PENGERTIAN

 Hipertiroidisme adalah suatu kondisi di mana kelenjar tiroid terlalu aktif dan membuat

jumlah berlebihan hormon tiroid. Kelenjar tiroid adalah organ yang terletak di depan leher
dan mengeluarkan hormon yang mengontrol metabolisme, pernapasan, denyut jantung,
sistem saraf, berat badan, suhu tubuh, dan banyak fungsi lainnya dalam tubuh. Ketika
kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) proses tubuh bertambah cepat dan
merasakan kegelisahan, kecemasan, denyut jantung yang cepat, tremor tangan, keringat
berlebihan, berat badan, dan masalah tidur, dan lain-lainnya.

GEJALA

 kelelahan atau kelemahan otot
 tremor tangan
 perubahan suasana hati
 kegelisahan atau kecemasan
 denyut jantung yang cepat
 palpitasi jantung atau denyut jantung tidak teratur
 kulit kering
 kesulitan tidur
 penurunan berat badan
 peningkatan frekuensi buang air besar

 Hipertiroidisme juga bisa disebabkan oleh nodular atau multinodular goiter toksik. Selain itu.ETIOLOGI  Kelenjar tiroid membuat hormon tiroksin (T4) dan triiodothyronine (T3) yang memainkan peran penting dalam cara seluruh fungsi tubuh. tubuh membuat antibodi (protein yang diproduksi oleh tubuh untuk melindungi terhadap virus atau bakteri) yang disebut thyroid-stimulating immunoglobulin (TSI) yang menyebabkan kelenjar tiroid untuk membuat terlalu banyak hormon tiroid. Dalam gangguan ini.  Penyebab paling umum dari hipertiroid adalah penyakit autoimun. . beberapa orang yang mengkonsumsi terlalu banyak yodium (baik dari makanan atau suplemen) atau yang mengambil obat yang mengandung yodium (seperti amiodarone) dapat menyebabkan kelenjar tiroid untuk kelebihan hormon tiroid. radang tiroid kelenjar-disebut tiroiditis-akibat virus atau masalah dengan sistem kekebalan tubuh dapat menyebabkan gejala hipertiroidisme sementara. Selain itu. yang benjolan atau nodul pada kelenjar tiroid yang menyebabkan tiroid untuk memproduksi jumlah yang berlebihan dari hormon tiroid. Jika kelenjar tiroid membuat terlalu banyak T4 dan T3. ini didefinisikan sebagai hipertiroidisme. Penyakit Graves berjalan dalam keluarga dan lebih sering ditemukan pada wanita.

WOC .

peningkatan kepekaan terhadap Katekolamin  Peningkatan laju metabolisme basal. iritabilitas. intoleran terhadap panas. peningkatan pembentukan panas.MANIFESTASI KLINIS  Peningkatan frekuensi denyut jantung  Peningkatan tonus otot. keringat berlebihan  penurunan berat badan  Kelelahan  Tidak tahan panas  Palpasi dan pembesaran tiroid . tremor.

kebingungan 2.KOMPLIKASI 1. Demam. Perubahan kesadaran (bahkan sampai terjadi koma) 4. Pembesaran hati disertai penyakit kuning yang ringan . Kelemahan dan penyusutan otot yang luar biasa 3. perubahan suasana hati. kegelisahan.

atau sesudah pengobatan pada pasien yang mendapat yodium radioaktif Persiapan tiroidektomid Pengobatan pasien hamil dan orang lanjut usia Obat Dosis awal Pemeriksaan Pasien dengan krisis tiroid (mg/hari) (mg/hari) Obat antitiroid yang sering digunakan : Karbimatol 30 – 60 5 – 20 Metimazol 30 – 60 5 – 20 .PENATALAKSANAAN 1. Obat antitiroid Digunakan dengan indikasi : Terapi untuk memperpanjang remisi atau mendapatkan remisi yang menetap pada pasien muda dengan struma ringan sampai sedang dan tirrotoksikosis Obat untuk mengontrol tirotoksikosis pada fase sebelum pengobatan.

Operasi Tiroidektomi subtotal efektif untuk mengatasi hipertiroid.2. Indikasi operasi adalah : Pasien umur muda dengan struma besar serta tidak berespons terhadap obat antitiroid Pada wanita hamil (trimester kedua) yang memerlukan obat antitiroid dosis besar Alergi terhadap obat antitiroid. Pengobatan dengan yodium radioaktif Indikasi pengobatan dengan yodium radiaktif diberikan pada : Pasien umur 35 tahun atau lebih Hipertiroid yang kambuh sesudah di operasi Gagal mencapai remisi sesudah pemberian obat antitiroid Tidak mampu atau tidak mau pengobatan dengan obat antitiroid Adenoma toksik. goiter multinodular toksik 3. pasien tidak dapat menerima yodium radioaktif Adenoma toksik atau strauma multinodular toksike Pada penyakit graves yang berhubungan dengan satu atau lebih nodul Sebelum operasi biasanya pasien diberi obat antitiroid sampai eutitiroid sampai eutiroid kemudian diberi cairan kalium yodida 100-200 mg/hari atau cairan lugol 10-14 tetes/ hari selama 10 hari sebelum dioperasi untuk mengurangi vaskularisasi pada kelenjar tiroid. .

Pengobatan tambahan  Sekat β-adrenergik  Yodium  Ipodat  Litium .4.

dan TRH akan memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah di tingkat susunan saraf pusat atau kelenjar tiroid  TSH (Tiroid Stimulating Hormone)  Bebas T4 (tiroksin)  Bebas T3 (triiodotironin)  Diagnosa juga boleh dibuat menggunakan ultrasound untuk memastikan pembesaran kelenjar tiroid . PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK  Pemeriksaan darah yang mengukur kadar HT (T3 dan T4). TSH.

X pada tanggal 15 Agustus 2016 dengan keluhan seluruh tubuhnya terasa lemas.5°C. suhu 37. . Keluhan ini dirasakan sejak 2 bulan yang lalu dan semakin sering terasa sejak 2 minggu yang lalu. masuk Rs.ASKEP KASUS  Ny. Hasil pemeriksaan fisik TD = 110/150 mmHg. denyut nadi = 125x/menit. RR = 30x/ menit. umur 30 tahun. Klien didiagnosis mengalami hipertiroid. BB = 45 kg dan TB = 157 cm. R.

PENGKAJIAN  Anamnesa  Data demografi  Nama Lengkap : Ny R  Jenis Kelamin : Perempuan  Umur / Tanggal Lahir : 30 Tahun  Kawin / Belum Kawin : Sudah kawin  Agama : Islam  Pekerjaan : Ibu rumah tangga  Alamat : Malang .

pasien kehilangan energi yang tubuh akibat peningkatan laju metabolisme berlebihan serta terjadi peningkatan suhu tubuh di atas normal. Keluhan dirasakan klien metabolisme tubuh. Rasa lemas dirasakan di seluruh tubuh Keluhan lebih sering dirasakan klien sekitar seiring dengan peningkatan laju 2 minggu yang lalu. Kelelahan dan rasa yang dingin atau bertambah berat jika lemas yang dirasakan klien berada pada melakukan aktivitas yang menambah tingkat yang sedang. peningkatan laju metabolisme Timing Quality/quantity Keluhan dirasakan klien 2 bulan yang lalu. Region/radiation Rasa lemas di rasakan di seluruh tubuh . rasakan membuat klien tidak bisa menjalankan aktivitas seperti biasa.KELUHAN UTAMA Provoke Severity scale Yang menyebabkan keluhan tubuh terasa Dengan peningkatan laju metabolisme lemas adalah terjadinya peningkatan suhu tubuh.Rasa lemas yang di secara perlahan-lahan. tubuh sehingga menyebabkan terjadinya Yang membuatnya keluhan bertambah kelelahan dan rasa lemas yang dapat baik /ringan jika klien berada pada tempat mempengaruhi aktivitas.

Keluhan dirasakan klien secara perlahan-lahan. .RIWAYAT PENYAKIT SAAT INI  Klien sudah merasakan lemas sejak 2 bulan yang lalu dan lebih sering dirasakan klien sekitar 2 minggu yang lalu. Selain itu klien juga mengalami kesulitan menelan.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU  Klien pernah di rawat di rumah sakit sebelumnya karena demam tinggi .

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA  Ayah klien memiliki riwayat penyakit jantung .

RIWAYAT KEBIASAAN  Klien minum kopi 2 kali sehari sejak 5 tahun terakhir .

5 °C  Palpasi  RR : 30x/ menit  Kulit klien terasa kering dan turgor kulit  Berat Badan : 45 Kg bagus  Tinggi Badan : 157 cm . lecet dan jaringan parut  Tanda-tanda vital  Kulit tampak bersih  Tekanan darah : 110/150 mmHg  Tidak terdapat kelainan –kelainan pada  Denyut nadi : 125x/menit kulit  Suhu badan : 37.PEMERIKSAAN FISIK  Keadaan umum  Kulit  Keadaan klien lemah  Tingkat kesadaran  Inspeksi  Kesadaran klien apatis  Tidak terdapat lesi.

 Penglihatan : Kabur dan mulut tidak berbau  Palpasi  Nyeri Tekan (+)  Tekanan Intra Okuler . pecah – pecah.  Keadaan mata  Inspeksi  Sclera : Berwarna  Mulut kemerahan  Inspeksi  Gerakan bola mata : Pasien sulit menggerakkan matanya karena nyeri saat  Lidah menggerakan mata  Lidah klien tampak kotor  Penutupan kelopak mata : Pasien sulit menutup mata  Bibir  Keadaan visus : 15/20  Bibir klien pucat. kering.

 Thorak  Leher  Inspeksi  Inspeksi  Klien mengalami Takipneu  Kelenjar Thyroid : Membesar  Ada retraksi  Ada pembengkakan/benjolan pada leher  Ictus Cordis terlihat ditemukan pada ICS 5  Tidak ada distensi vena jugularis linea medio clavicularis kiri  Palpasi  Palpasi  Kelenjar Thyroid : Teraba  Saat melakukan palpasi ictus teraba  Kaku kuduk/tidak : +  Auskultasi  Kelenjar limfe : tidak ada benjolan  Irama jantung tidak teratur/ distritmia  Mobilisasi leher normal  Bising jantung : murmur ada .

 Abdomen  Auskultasi  Peristaltik keras dan panjang  Abdomen:   Ekstremitas atas Ekstremitas bawah Motorik Pergerakan kanan/kiri : lemah Gaya berjalan : Normal Pergerakan abnormal : tidak seimbangnya Kekuatan kanan/kiri : kekuatan kanan 4/kiri pergerakan antara kanan dan kiri 4 Kekuatan otot kiri/kanan : kekuatan otot kanan dan kiri Tonus otot kanan/kiri : menurun lemah   Koordinasi gerak : ada gangguan Refleks Biseps kanan/kiri : Normal KPR kanan/kiri : -/- Trisep kanan/kiri : Normal APR kanan/kiri : -/-   Bebinski kanan/kiri : +/+   Sensori Nyeri :+ Nyeri :+ Rangsang suhu :+ Rangsang suhu :+ Rasa raba :+ Rasa raba :+   .

pupil isokor.  Status Neurologi  Saraf-saraf cranial N I (Olfaktorius) Klien mampu membedakan bau kopi dan kulit jeruk. . klien tidak mampu Abdusen) menggerakkan bola mata ke segala arah dan sulit mengangkat mata. Fungsi motorik : Klien dapat menahan tarikan pulpen dengan gigitannya. N II (Optikus) Klien tidak dapat melihat tulisan atau objek dari jarak yang jauh.IV. tidak ditemukan adanya tuli konduktif dan tuli persepsi. asam dan asin N X (Fagus) Klien tidak ada kesulitan mengunyah tetapi klien ada kesulitan menelan. Cochlearis. pahit. N III. N V (Trigeminus) Fungsi sensorik : Klien mengedipkan matanya bila ada rangsangan. N IX (Glosofaringeus) Klien dapat merasakan rasa manis. Mata dapat berkontraksi.VI (Okulomotorius. N VIII (Akustikus) Klien dapat mendengar dan berkomunikasi dengan baik. N VII (Fasialis) Klien dapat mengerutkan dahinya. tersenyum dan dapat mengangkat alis.

hipokalemia akibat dari deuresis dan kehilangan dari GI  Kateklamin serum : menurun  Kreatinin urin : meningkat  EKG : fibrilasi atrium. waktu sistolik memendek kardiomegali .PEMERIKSAAN LABORATORIUM  Pemeriksaan laboratorium  TSH serum (biasanya menurun)  T3 danT4 serum : meningkat  Tiroglobulin : meningkat  Pemberian TRH  Ambilan tiroid 131 : meningkat  Ikatan protein sodium : meningkat  Gula darah : meningkat ( kerusakan adrenal)  Kortisol plasma : turun ( menurunnya pengeluaran oleh adrenal)  Pemeriksaan fungsi hepar : abnormal  Elektrolit : hiponatremi akibat respon adrenal atau efek delusi terapi cairan.

POLA KEGIATAN SEHARI – HARI  Nutrisi  Kebiasaan  Frekuensi makan/hari : 3x/ hari  Nafsu makan : sedang  Makanan pantang : seafood  Makanan yang disukai : ayam goreng  Banyak minuman dalam sehari : 7-8 gelas  Perubahan selama sakit  Klien mengatakan nafsu makan meningkat. sejak sakit makan klien > 3x/hari dan menghabiskan > satu porsi. klien alergi dengan seafood. sejak sakit > 8 gelas/hari. sebelum sakit makan klien 3x/hari habis satu porsi. intake cairan sebelum sakit 7 .8 gelas/hari. klien mengatakan BB badan turun sejak 1 bulan terakhir dari 57 kg menjadi 45kg .

Klien tidak pernah menggunakan obat pencahar.2x/hari  Warna : Kuning  Konsistensi : padat/ normal  Perubahan setelah sakit  Sejak sakit defekasi klien 2-3 x/hari bahkan lebih tapi dengan konsistensi encer/cair. Eliminasi  Buang air kecil  Kebiasaan  Frekuensi/hari : Frekuensi bak klien 2-3x/hari  Warna : Karakter urin kuning jerih  Perubahan selama sakit  Tidak ada masalah dalam BAK  Buang air besar  Kebiasaan  Fekuensi/hari : Klien 1 . .

 Selama sakit klien susah tidur. Olahraga dan Aktivitas  Klien mengatakan kurang suka olahraga  Jenis olahraga yang disukai adalah  Hygiene olahraga renang  Kebiasaan  Olahraga tersebut tidak dilaksanakan  Mandi : 2 kali/hari secara teratur  Perubahan selama sakit  Kebiasaan  Tidur malam jam 10 bangun jam 6  Selama sakit klien mengalami kelelahan sehingga pemenuhan kebutuhan sehari-  Tidur siang jam 3 bangun jam 4 hari terganggu termasuk personal  Jumlah jam tidur 7-8 jam hygiene. selama sakit klien hanya mandi 1  Perubahan selama sakit kali/hari. . tidur 5 jam/hari.

ANALISA DATA No Data Etiologi Masalah keperawatan 1 Ds Produksi hormone tiroid meningkat Penurunan curah TD : 110/150 mmHg ↓ Jantung Nadi : 125 x / menit Peningkatan metabolic tubuh RR : 30x/ menit ↓ Klien cemas dan tegang  Peningkatan kerja jantung Ds: ↓  Klien mengatakan Takikardi jantungnya ↓  berdebar – debar Perubahan denyut/irama jantung Klien mengatakan lelah ↓  Penurunan curah Jantung 2 Do : Produksi hormon tiroid meningkat Kelelahan Klien tampak lemas dan  ↓ pucat Hipermetabolik DS : ↓  Klien mengatakan Meningkatnya kebutuhan energi badannya lemah ↓  Kelelahan .

keadaan hipermetabolisme.DIAGNOSA KEPERAWATAN  Penurunan curah jantung berhubungan dengan hipertiroid tidak terkontrol. peningkatan beban kerja jantung  Kelelahan berhubungan dengan hipermetabolik dengan peningkatan kebutuhan energi .

dengan kebutuhan tubuh. Perhatikan 4. istirahat maupun saat aktivitas. mukosa membran kering. Pantau tekanan darah pada posisi 24 jam. curah jantung yang adekuat sesuai memungkinkan.Menjelaskan penggunaan energi 4. Observasi tanda dan gejala haus yang hebat.Nadi perifer dapat teraba normal. Keseimbangan 1.Tidak ada disritmia 4.Status mental baik adanya suara yang tidak normal (00029) (seperti krekels) 5. energi dan merasa lebih baik aktivitas 2. dada atau angina yang dikeluhkan Pulmonary. Sarankan pasien untuk mengurangi energi. dengan tekanan nadi Kardiovaskular/Respon kriteria : 2.  Setelah diberikan askep selama … x 1. Perhatikan besarnya Kelas 4. penurunan produksi urine dan hipotensi Domain 4. Aktivitas/Istirahat. Auskultasi suara nafas. Penurunan curah jantung 3. Pantau tanda vital dan catat nadi baik 24 jam.Pengisian kapiler normal 3. Ciptakan lingkungan yang tenang Kelas 3. diharapkan kelelahan teratasi. pasien. nadi lemah. 2. Berikan tindakan yang membuat pasien Kelelahan (00093) . klien akan mempertahankan baring. dengan kriteria hasil: 2.Vital sign dalam batas normal.Memverbalisasikan peningkatan 3. duduk dan berdiri jika Aktivitas/Istirahat.  Setelah diberikan askep selama … x 1. Periksa kemungkinan adanya nyeri 1.INTERVENSI KEPERAWATAN No Diagnosa keperawatan NOC NIC Domain 4.

EVALUASI  Klien akan mempertahankan curah jantung yang adekuat sesuai dengan kebutuhan tubuh  Klien akan mengungkapkan secara verbal tentang peningkatan tingkat energi .