You are on page 1of 54

Pemicu 1 Kelompok 4

27 Maret 2017

Kelompok 4
Tutor: dr. Sari
Ketua : Azizia Dini Astungkari405150185
Sekretaris : Cindy Putri 405150147
Penulis : Siti Nur Rokhmah Firda F 405140134
Anggota : Aryananda Haris Wardoyo 405120192
Shynta Amelia 405150007
Sandi Asbandi 405150031
Elvina Liniarto 405150045
Michell 405150065
Eko Siswanto 405150087
Novitasari 405150160
Jonathan Charles Tandaju 405150166
William Tanaka 405150179

Mata Kuliah Penunjang
• Anatomi
• Histologi
• Fisiologi
• Pemeriksaan penunjang

Pemicu: TETAP BUGAR WALAU
SUDAH TUA
Dua orang karyawan dari sebuah perusahaan dating ke rumah sakit untuk
melakukan medical check up tahunan.
Tuan A, 49 tahun, senior manager, mempunyai kebiasaan bersepeda setiap
minggu dan makan teratur. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TB 170cm; BB
65kg; tekanan darah 130/80 mmHg; nadi 80x/menit; pernafasan 16x/menit;
afebris. Pada saat dilakukan tes uji jantung (treadmill) dia dapat menyelesaikan
tes.

Tuan B, 25 tahun, marketing, tidak pernah berolahraga dan merokok. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan Tb 175cm; BB 75kg; tekanan darah 140/90 mmHg;
nadi 85x/menit; pernafasan 16x/menit; afebris. Dia tidak dapat menyelesaikan
tes uji jantung.

Apa yang dapat dipelajari dari kasus diatas?

Mind Mapping
Norm TTV &
Tes Uji al Pemeriksaan
Jantung Tidak Fisik &
Norma Penunjang
l

Struktur Mikro
Makro
BMI
Nutrisi
Kebiasa
Olahrag
an
Fisiologi a
Usia Rokok

Histologi Sistem kardiovaskular 3. Pemeriksaan . Fisiologi Sistem kardiovaskular 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi system kardiovaskular 5.Learning Issues 1. Anatomi Sistem kardiovaskular 2.

LI 1 .ANATOMI .

8 .

otot • Fibrosum serat khusus • Serosum • Septum cordis • Facies : • Endokardium • Pars diaphragmatica • Lapisan dalam jantung • Pars dorsalis • Tdd jaringan epitel (endotel) • Pars sternocostalis • Lateralis • Berhubungan langsung • Cupula pericardii dengan ruang jantung Sherwood L. . Schneiderman H. 2009. Willms JL. Diagnosis fisik: evaluasi diagnosis dan fungsi di bangsal. TIGA LAPIS DINDING JANTUNG • Miokardium • Perikardium • Kantung fibrosa yang membungkus • Lapisan tengah jantung jantung dan pangkal pembuluh besar • Tdd 3 macam otot : otot • Tdd : atrium. Fisiologi manusia: dari sel ke sistem. 1994. otot ventrikel. Jakarta: EGC. Edisi 6. Jakarta: EGC. Algranati PS.

Cardiovascular System 10 .External Heart: Anterior View Figure 18.4b Chapter 18.

Cardiovascular System 11 Figure 18.4d .External Heart: Posterior View Chapter 18.

Gross Anatomy of Heart: Frontal Section Figure 18.4e Chapter 18. Cardiovascular System 12 .

Cardiovascular System 13 . b Chapter 18.8a.Heart Valves Figure 18.

7a .Coronary Circulation: Arterial Supply Chapter 18. Cardiovascular System 14 Figure 18.

Cardiovascular System 15 Figure 18.Coronary Circulation: Venous Supply Chapter 18.7b .

LI 2 .HISTOLOGI .

(2009).Mescher. L. Junqueira's Basic Histology Text and Atlas. English: . A.

Satu atau dua lapis sel Jaringan ikat jarang serat palade otot polos saraf • Lamina basal • Lapisan subendotel tidak jelas • Sejumlah serat elastin Metarteriol • Endotel Sel otot polos • Tidak padat • Lamina basal membentuk sfingter • Jaringan ikat jarang prakapilar . • Sampai 40 lapisan sel • Lapisan jaringan ikat palade otot polos fibroelastin tipis muskular • Lamina basal • Tunika elastika • Vasa vasorum tidak • Lapisan subendotel eksterna tebal terlalu banyak • Tunika elastika interna tebal • Pembuluh limf • Serat saraf Arteriol • Endotel dengan badan weibel. KARAKTERISTIK ARTERI TIPE TUNIKA INTIMA TUNIKA MEDIA TUNIKA ARTERI ADVENTISIA Arteri • Endotel dengan badan weibel. • 40-60 membran • Lapisan jaringan ikat palade elastin berpori fibroelastin tipis elastis • Lamina basal • Sel otot polos berada • Vasa vasorum • Lapisan subendotel diantara membran • Pembuluh limf • Tunika elastika interna tidak elastin • Serat saraf sempurna • Tunika elastika eksterna tipis • Vasa vasorum di setengah permukaan luar Arteri • Endotel dengan badan weibel.

KARAKTERISTIK VENA TIPE VENA TUNIKA TUNIKA MEDIA TUNIKA INTIMA ADVENTISIA Vena besar • Endotel • Jaringan ikat • Sel-sel endotel • Lamina basal • Sel-sel otot polos polos tersusun • Katup pada longitudinal dalam beberapa tempat berkas • Jaringan ikat • Ada otot jantung subendotel di bag. venul • Sedikit sel otot pasca kapiler) polos . muara vena ke jantung • Lapisan kolagen dgn fibroblas Vena sedang • Endotel • Serat elstin dan Lapisan kolagen • Lamina basal serat reticular dengan fibroblas dan vena kecil • Katup pada • Sejumlah sel otot beberapa tempat polos • Jaringan ikat subendotel venul • Endotel • Jaringan ikat Sejumlah kolagen • Lamina basal jarang dan sedikit fibroblas (perisit.

.diFiore's Atlas of Histology with Functional Correlations.

Arteri kecil dan vena diFiore's Atlas of Histology with Functional Correlations. .

.Arteri muskular dan vena diFiore's Atlas of Histology with Functional Correlations.

Arteri elastis diFiore's Atlas of Histology with Functional Correlations. .

Vena besar diFiore's Atlas of Histology with Functional Correlations. .

dan kel. Memiliki pori pada dindingnya dan dilapisi diafragma • Kapiler sinusoid: memiliki sel endotel dan lamina basal kontinu.KAPILER • Pembuluh darah terkecil • Dibentuk oleh epitel selapis gepeng • Sitoplasma: komples golgi. Tidak memiliki pori atau tingkap pada dindingnya • Kapiler berpori: pankreas. saraf dan jaringan ikat. < mitokondria. Endokrin. usus halus. ribosom bebas • Klasifikasi: • Kapiler kontinu: otot. RER. memiliki pori besar tanpa diafragma .

ANTUNG • Endokardium • Endotel • Jar ikat fibroelastin & fibroblas yg tersebar • Jar ikat padat • Di bawah endokardium  lap. saraf dan serat purkinye) • Miokardium • Di tengah & paling tebal • Tdr dr sel otot jantung tersusun kompleks spiral mengelilingi orifisium ruang jantung • Epikardium • Terluar • Disebut juga perikardium viseral • Disusun oleh mesotel • Pada pangkal tempat pembuluh masuk dan keluar jantung  bergabung dengan perikadium parietal  ruang perikardium (berisi sedikit cairan serosa) . Subendokardium ( jar ikat jarang yg mengandung P.D kecil.

English: . (2009).Mescher. A. Junqueira's Basic Histology Text and Atlas. L.

Jantung: dinding ventrikel . . media  miokard ‘M’ (terdiri atas otot jantung) .T.T. . intima  endokard ‘E’ (lapisan terdalam) .T.Arteri koronaria ‘A’  merupakan vasa vasorum bagi jantung. adventisia  epikard ‘Epi’ (lapisan terluar) .Muskulus papilaris ‘P’ Buku Ajar & Atlas Wheater. Histologi Fungsional.

FISIOLOGI .LI 3 .

Fisiologi Manu .Lauralee Sherwood.

Fisiologi Manusia .Lauralee Sherwood.

Perjalanan impuls/rangsang Nodus SA (sino atrial) traktus internodal Brachman bundle Nodus AV (atrio ventrikel) Bundle of HIS ( bercabang menjadi dua: kanan dan kiri): Right bundle branch & Left bundel branch Serat Purkinye .

.

Diagram Wigger .

Pengontrolan Kerja Jantung .

Potensial aksi di sel otot jantung .

.

LI 4 – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI .

• Fibrilasi atrium • Aterosklerosis PD kalsifikasi. degenerasi jaringan elastic) mukoid katup jantung • Peningkatan deposisi • Fibrosis pd lapisan lipid di endotel PD  endokard dan katup penurunan debit aliran . kehilangan besar. Usia Perubahan anatomis : Perubahan patologi • Penebalan dinding anatomi : ventrikel kiri ( hipertrofi) • Degeneratif dan atrofi • Fibrosis dan kalsifikasi lapisan jantung dan PD katup jantung • Brown atrophy • Penurunan jumlah SA Perubahan fisiologis : (Akumulasi pigmen Node  hantaran listrik • Perubahan fungsi sistol lipofuksin didalam sel terganggu ventrikel  HR otot jantung shg otot • Penurunan elastisitas meningkat menjadi warna coklat) pembuluh darah (krn • Kerja jantung semakin • Kalsifikasi lapisan proliferasi kolagen. berat  lemah jantung jantung dan PD hipertrofi otot polos.

dll . Olahraga Induksi Peningkatan Peningkatan metabolisme angiogenesis NO aerob Lewat peningkatan zat angiosintetis Vasodilatasi dan Peningkatan ROS peningkatan aliran darah Mekanisme Terjadi kompensasi(ion pembentuka Elstisitas pembuluh logam.Atherosklerosis. dan pelebaran pembuluh darah Mengurangi resiko Stroke.vitamin) n pembuluh darah terjaga darah baru.

merokok Pertukaran zat kimia di paru CO dan Nikotin CO= mengikat Iritasi oksigen pada endotel.dan eritrosit Tingkatkan induksi Agregasi inflamasi trombosit dan Clot Atherosklerosis Suplai oksigen terganggu Iskemia jaringan .

. Pemberian efedrin intravena meningkatkan tekanan darah. Untuk mengatasi keadaan hipotensi. denyut jantung dan curah jantung.Kopi (kafein) • merangsang sistem saraf simpatis sehingga meningkatkan heart rate • merangsang adrenalin (epinefrin) sehingga tekanan darah juga meningkat Obat (efedrin) Mekanisme utama efek efedrin terhadap kardiovaskular adalah dengan meningkatkan kontraktilitas otot jantung.

PEMERIKSAAN .LI 5.

Denyut pd apeks jantung 3. Denyut vena . Bentuk prekordium 2. Pemeriksaan pembuluh darah perifer PEMERIKSAAN JANTUNG DAN AORTA A. Denyut nadi pd daa 4.• Pemeriksaan susuna kardiovaskuler dlm pemeriksaan klinis umumterdiri dari: 1. Inspeksi Jantung = mencari tanda2 yg mengungkapkan keadaan jantung pd permukaan dada dg cara melihat/ mengamati: 1. Pemeriksaan jantung dan aorta 2.

lalu dg ujung jari • Urutan palpas dl pemeriksan jantung:  Pemeriksaan iktus cordis  Pemeriksaan getaran/ thrill  Pemeriksaan gerakan trachea C. . Palpasi Jantung • Palpasi pd prekordium harus dilakukan dg telapak kan. di line parasternalis kanan. Perkusi Jantung • Untuk menentukan batas-batas jantung • Batas kiri bawah jantung: ruang intercostal V kiri agak ke medial dari linea midklavikularis sinistra • Batas kiri atas jantung: ruang intercostal II kiri di linea parasternalis kiri • Batas bawah kanan jantung: ruang intercostal III-IV kanan.B. • Batas ataskanan jantung: ruang intercostal II kanan linea parasternalis kanan.

D.pulmonalis pd dinding toraks. Tjd kira2 pd permulaan diastol.  Bunyi jantung II: tjd akibat proyeksi getaran menutupnya katu aorta dan a. Auskultasi Jantung • Menggunakan stetoskop • Pada auskultasi akan diperhatikan 2 hal: Bunyi Jantung (BJ I dan BJ II)  bunyiJantung I: terjadi krn getaran menutupnya katup atrioventrikularis. Getaran yg tjd diproyeksikan pd dinding toraks → bunyi jantung I. yg tjd saat kontraksi isometris dr bilik pd permulaan systole. • Bising Jantung/ cardiac murmur:  Bising fisiologis: biasanya bersifat meniup Tdk pernah disertai getaran Tidak begitu kerasa Auskultsi terdengar baik  Bising patologis: Contoh: anemia an hipertiroid ataudemam ( darah mengalir lbh cepat) .

Radialis 1. Nadi normal: 60-90x/ menit 2. Irama Nadi • Irreguler/tidak teratur: pulsus bigeminus. Isi nadi • Pulsus magnus/isi nadi besar: denyutan terasa mendorong jari yg melakukan palpasi . Tegangan • Tegangan nadi nadi tergantung dr desakan darah 3. Macam-macam denyut nadi • Pulsus seler: denyutanmeningkat tinggi dan menurun dg cepat: insufiensi aorta • Pulsus paradoksus: dnyut nadi lemah selama inspirasi dan timbul lg saat ekspirasi: adanya pericarditis konstriktiva dan efusi perikardium • Pulsus alternans: denyut kuat dan lemah berganti-ganti: kerusakan pd otot jantung 5. pulsus trigeminus. • Reguler/teratur 4.PEMERIKSAAN PEMBULUH DARAH PERIFER • Pada pemeriksaan pembulh darah perifer hal yg dilakukan → palpasi nadi dari a. frekuensi nadi: • Jmlh denyut nadi dlm 1 menit • Frek.

https://sulaifi.fil es.wordpress.co m/2010/03/new -picture- .

Aliran darah yg buruk ke jantung 5. 1. Serangan jantung 6. Frekuensi jantung 2. Hipertrofi rongga jantung .Elektrokardiografi  merupakan teknik utk memeriksa aktivitas elektris jantung. EKG direkam lewat 12 EKG berguna sadapan utk menentukan & menegakkan diagnosis keadaan berikut: (lead). Irama jantung 3. Hasil rekaman merupakan penjumlahan aktivitas elektris semua serabut otot KEGUNAAN jantung ygEKGdirekam dari permukaan tubuh. Konduksi jantung yg abnormal 4. Elektrokardiograf  merupakan instrument (mesin EKG) utk merekam aktivitas elektris jantung Elektrokardiogram (EKG)  merupakan rekaman/catatan grafis aktivitas elektris jatung yg tjd sblm dimulainya aktivitas mekanis. Penyakit arteri koronaria 7.

edisi 5 .K. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Sembulingam.

Sembulingam.K. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. edisi 5 .

Sembulingam.K. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. edisi 5 .

Kesimpulan dan saran dari proses pembelajaran Kesimpulan: Kami telah mempelajari anatomi. juga faktor- faktor apa saja yang mempengaruhinya. histologi. Saran: . dan macam- macam pemeriksaan yang dilakukan. dan fisiologi dari system kardiovaskular.

1996.Edisi 20.usu. J. jakarta • http://repository.ac. English:McGrawHill Medical • delps and manning.L. L. Fisiologi manusia : dari sel ke sistem. Egc.id/bitstream/123456789/22791/4/Chapter%20II. 2014.A (2009).EGC.Jakarta:2003. 3th edition. Hiatt. • Mescher. Daftar pustaka • Sherwood. P.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 8. Junqueira’s Basic Histology Text and Atlas. L. J.2007. major diagnosis fisik. Philadelphia: Elsevier Saunders. Color Text Book Of Histologi. Jakarta: EGC • Gartner.pdf . • Ganong WF.