You are on page 1of 185

PENYAKIT KULIT DAN

KELAMIN PADA SISTEM
UROGENITAL
Dr. AM ADAM, SpKK (K)

Subdivisi Infeksi Menular Seksual
Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan
Kelamin
FK Univ. Hasanuddin
Makassar 2012

Meliputi :

• Gonorea
• Uretritis Non Gonorea
• Sifilis
• Herpes Genitalis
• Ulkus Mole
• Limfogranuloma venereum
• Granuloma inguinale
• Kondiloma akuminata

Non Infeksi

Penyakit
Genital IMS

Infeksi

Non IMS

Infeksi Menular Seksual

Duh tubuh

Ulkus

Tumor/ vegetasi

Manifestai kulit

Manifestasi organ yang
terlibat

Diagnosis IMS

Anamnesi
s Pemeriksa
• Faktor an fisis/
resiko klinis

Pemeriksa
Periksa
an
laboratori
penunjang
um
lain

Penatalaksanaan
Terapi sistemik

• Oral
• Injeksi

Terapi topikal

Edukasi

Konseling

Gonorea .

faring dan EPIDEMIOLOGI konjungtivitis • Prevalensi tertinggi pada laki-laki berumur antara 20-24 tahun. seviks. dan perempuan antara 15-19 tahun .DEFINISI • Gonore merupakan suatu penyakit menular seksual disebabkan oleh Neisseria gonore yang dapat menginfeksi lapisan uretra.

Albert Lugwid Sigismund Neisser pertama kali menemukan agent penyebab gonore • Gram negatif • Bakteri berbentuk kokus bersifat aerobik • Organisme yang biasanya dilihat di dalam & luar leukosit PMN • . ETIOLOGI • Pada tahun 1879.

pria dan anaerob wanita . PATOGENESIS Kerusakan Bereplikasi Bakteri msk lapisan dan tumbuh ke lapisan mukosa Terjadi invasi pd linkungan epitel traktus RX Inflamasi lokal aerobik melalui fili urogenital maupun atau fimbra.

MANIFESTASI KLINIS PADA PRIA Waktu inkubasi 2.8 hari 10% pada laki-laki tidak bergejala. Sekret purulent Nyeri berkemih Bengkak dan merah .

MANIFESTASI KLINIK PADA WANITA 40 % wanita asimptomatik Umumnya mengenai sampai endiserviks Sekret mukupurulen. pruritus pd vagina & disuria .

MANIFESTASI KLINIK PADA BAYI Neonatus mendapatkan infeksi N. Gonorrhoeae pada saat melewati jalan lahir Infeksi mata disebut juga ophthalmia neonatorum dan dapat meluas menjadi perforasi kornea atau skar .

Sediaan langsung • Pemeriksaan gram Didapatkan bakteri diplokokus di dalam & luar leukosit PMN . yakni: 1. DIAGNOSIS Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis . pemeriksaan klinis dan laboratorium Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan.

DIAGNOSIS 2. Media stuart & media transgrow) . Kultur Dua macam media yang dapat digunakan : .Media pertumbuhan ( Mc Leod’s chocolate agar.Media transpor ( cth. Modified Thayer Martin agar) . Media thayer Martin.

maltosa & sukrosa. Positif apabila koloni yg semula bening berubah menjadi merah bata. Tes oksidatif : Reagen oksida yang mengandung larutan tetrametil-p-feniladiamin hidroklorida 1 % ditambahkan pada koloni gonokokuk yg tersangka. dimana kuman gonokok hanya dpt meragikan glukosa. 2. DIAGNOSIS 3. Tes Fermentasi Jika Tes oksidatif positif dpt dilanjutkan dgn fermentasi memakai glukosa. . Tes definitif : 1.

BBL 961192 mengandung chromogenic cephalosporin yang menyebabkan perubahan warna dari kuning menjadi merah apabila kuman mengandung beta-laktamase.4. Tes beta-laktamase Pemeriksaan beta laktamase dengan menggunakan cefinase TM disc. .

Sebaiknya dilakukan setelah bangun pagi . Tes Thomson Tes thomson ini berguna untuk mengetahui sampai dimana lokasi infeksi berlangsung. . syarat-syarat yang mesti diperhatikan : .5.Urin dibagi dalam dua gelas .Tidak boleh menahan kencing dari gelas I ke gelas II Syarat mutlak ialah kandung kencing harus mengandung air seni paling sedikit 80-100 ml .

Pada hasil pembacaan didapatkan : Gelas I Gelas II Arti Jernih Jernih Tidak ada infeksi Keruh Jernih Infeksi uretritis anterior Keruh Keruh Panuretritis Jernih Keruh Tidak mungkin .

Meningitis . KOMPLIKASI • Penyakit gonore yang tidak diterapi dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut: .Pada wanita juga dpt terjadi Pelvic inflamatory disease (PID) .Kerusakan sendi yg permanen ( sepsis arthritis) .Endokarditis .

PENGOBATAN Pengobatan gonore tampa komplikasi ke serviks. uretra dan rektum Regimen yang disarankan: Ceftriakson 250 mg secara oral (dosis tunggal) Jika tidak ada pilihan lain Cefixime 400 mg secara oral (dosis tunggal) Atau Sefalosporin injeksi (dosis tunggal) Ditambah Azitromycin 1 gram secara oral ( dosis .

Infeksi gonokokus pada faring tampa komplikasi Rejimen yang dapat diberikan : Ceftriaxone 250 mg IM in a single dose Ditambah Azithromycin 1 g secara oral dalam dosis tunggal Atau Doksisiklin 100 mg sehari selama 7 hari .

Pengobatan untuk kongjungtivitis gonore Rejimen yang direkomendasikan • Ceftriaxone 1 g IM dalam dosis tunggal Pengobatan untuk Meningitis dan Endokarditis gonore Rejimen yang direkomendasikan • Ceftriaxone 1–2 g IV setiap 12 jam .

Gonore dengan komplikasi Rejimen yang direkomendasikan Ceftriakson 1 g IM atau IV setiap 24 jam Pengobatan alternatif lain: Cefotaxime 1 g IV setiap 8 jam Atau Ceftizoxime 1 g IV setiap 8 jam .

PROGNOSIS Prognosisnya baik jika diterapi dengan segera .

Dari pemeriksaan Gram didapatkan adanya bakteri Diplokokus. Gram Negatif. Riwayat berhubungan seksual dengan PSK ±1 minggu yg lalu. usia 20 tahun. Diagnosis yang paling mungkin??? Uretritis Gonore .Laki-laki. mahasiswa. sejak kemarin. mengeluh keluar cairan berwarna putih kekuningan & purulen dari penis disertai nyeri saat kencing.

Uretritis Non Gonore .

DEFINISI .

.

Chlamydia trachomatis .

terjadi keadaan laten yang dapat ditemukan pada genitalia maupun kongjingtiva. Bila vakuol pecah kuman keluar dalam bentuk badan elementer yang dapat menimbulkan infeksi pada hospes yang baru . diisebut badan inklusi Fase II : Fase penularan. Chlamydia trachomatis Dalam perkembanganya mengalami 2 fase: Fase I : disebut juga fase noninfeksious. Pada saat ini kuman sifatnya intraseluler dan berada dalam vakuol yang letaknya melekat pada inti sel hospes.

Chlamydia trachomatis .

TRANSMISI .

MANIFESTASI KLINIS PADA PRIA .

MANIFESTASI KLINIS PADA WANITA .

MANIFESTASI KLINIS PADA ANAK-ANAK .

rektum dan kongjungtiva . uretra pada pria.Kultur jaringan yang berasal dari : endoserviks pada wanita.Pewarnaan Giemsa . DIAGNOSIS Pemeriksaan Laboratorium: .

DIAGNOSIS . ada beberapa cara: Direct fluorescent antibody (FDA) Tes untuk menggunakan antibodi monoklonal atau poliklonal dengan mikroskop elektron.Pemeriksaan antigen. Deteksi chlamidia trachomatis oleh immunofluoresen monklonal antibodi . Enzyme immunoassay/ enzyme linked immunosorbent (EIA/ ELISA) Tes ini menggunakan antibodi monoklonal atau poliklonal dan alat spektrofotometri.

dimana memiliki spesifitas & sensitivitas tinggi.Trachomatis:  Hibridisasi DNA probe ( Gen Probe ) Metode ini untuk mendeteksi DNA CT. lebih sensitif dibandingkan dengan cara ELISA. DIAGNOSIS . . karena dpt mendeteksi DNA dalam jumlah kecil  Amplifikasi asam nukleat Termasuk dalam kategori ini .Dgn cara mendeteksi asam nukleat C. yaitu: tes Polimerasi Chain Reaction (PCR) dan Ligase Chain Reaction (LCR).

PENGOBATAN Rejimen yang direkomendasikan: Azithromycin 1 g (oral) dalam dosis tunggal Atau Doxycycline 100 mg (oral ) dua kali sehari selama 7 hari .

PENGOBATAN Rejimen alternative Erythromycin base 500 mg oral empat kali sehari selama 7 hari Atau Erythromycin ethylsuccinate 800 mg oral empat kali sehari selama 7 hari Atau Levofloxacin 500 mg secara oral sekali sehari selama tujuh hari Atau Ofloxacin 300 mg oral dua kali sehari selama tujuh hari .

KOMPLIKASI • Komplikasi pada uretra. serviks dan rektum • Komplikasi terjadi akibat penyebaran infeksi secara ascendens ke tuba falopi sehingga menyebabkan infertilitas • Komplikasi pada bayi: Kongjunctivits hingga dapat menyebabkan kebutaan Pneumonia .

PROGNOSIS • Pengobatan awal yang diberikan dapat menghasilkan hasil yang memuaskan .

sejak ±2 minggu yang lalu. mengeluh keluar cairan berwarna putih dari penis disertai nyeri saat kencing. usia 35 tahun. penganguran.• Laki-laki. Dari pemeriksaan gram tidak ditemukan kuman diplokokus Diagnosis yang paling mungkin??? Uretritis Non Gonore .

Sifilis .

.

EPIDEMIOLOGI .

ETIOLOGI .

Pallidum melakukan penetrasi ke dalam lapisan mukosa atau kulit manusia yang tidak intak. PATOGENESIS STADIUM PRIMER • T. • Terjadi kemotaksis neutrofil pada lapisan inokulasi • Kerusakan kulit yang dinilai dengan chancre • Neutrofil digantikan oleh limfokin dan mengaktifkan makrofag .

. IL-10 dan IL-12. Interferon γ. PATOGENESIS • Makrofag menelan dan menghancurkan organisme tsb • T helper menghasilkan IL-2.

PATOGENESIS STADIUM SEKUNDER • Setelah beberapa minggu. ditandai dengan proliferasi spirochetes yg meningkat • Lesi sifilis sekunder muncul 3 sampai 12 minggu setelah munculnya chancre tetapi dapat terbentuk hingga beberapa bulan kemudian .

TAHAP-TAHAP SIFILIS Kontak ( 1/3 menjadi (10-90 hari) terinfeksi) (10-90 hari) Primer ( Chancre) (3-12 minggu) Sekunder ( terjadi gangguan pd mukokutaneus. organ) (4-12 minggu) Laten awal ( lebih dari satu tahun) Tertier Laten benigna Remisi Kardiovaskular Neurosifilis .

PRIMER .MANIFESTASI KLINIS PD ST.

PRIMER .MANIFESTASI KLINIS PD ST.

SEKUNDER .MANIFESTASI KLINIS PD ST.

MANIFESTASI KLINIS PD ST. SEKUNDER .

MANIFESTASI KLINIS PD ST. SEKUNDER .

LATEN • Tidak ada tanda dan gejala sifilis • Munculnya tes serologis yang reaktif • St. Laten dibagi menjadi dua: awal ( kurang dari satu tahun) & akhir (lebih dari satu tahun) . MANIFESTASI KLINIS PD ST.

MANIFESTASI KLINIS PD ST. BENIGNA .

MANIFESTASI KLINIS PD ST. BENIGNA .

MANIFESTASI KLINIS PD ST. BENIGNA .

MALIGNA Pre maligna.MANIFESTASI KLINIS PD ST. kronik. glossitis intetisial sekunder pada infiltrat gumma pada lidah .

SIFILIS KARDIOVASKULAR .

NEUROSIFILIS  Infeksi terjadi pada stadium dini  Sebagian kasus tidak memberikan gejala. Sifilis parenkim : tabes dorsalis dan demensia paralitika . setelah bertahun-tahun baru memberikan gejala  Terdiri dari : 1. Sifilis meningovaskuler ( sifilis serebrospinalis). end arteritis sifilika 3. Neurosifilis asimptomatik 2. misalnya meningitis .

. infeksi janin pada kehamilan berikutnya menjadi berkurang. apabila ibunya terkena sifilis. SIFILIS KONGENITAL • Sifilis kongenital pada bayi terjadi. terutama sifilis dini banyak beredar dalam darah • Pada tahun I setelah infeksi tidak diobati terdapat kemungkinan penularan sampai 90% • Pada kehamilan yang berulang.

pemeriksaan fisis.l : 1. Dengan cara mengambil serum dari kulit dan dilihat bentuk dan pergerakannya dengan mikroskop lapangan gelap. DIAGNOSIS Untuk menegakkan diagnosis diperlukan anamnesis. Pemeriksaan T. . dan laboratorium Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan. a. Pallidum a.

b. Pemeriksaan menurut buri Tidak dapat dilihat pergerakannya karena troponema tersebut telah mati. jadi hanya bentuknya saja 2. Serologis Tests for Syphilis (STS) Dibagi menjadi 2 berdasarkan reagen yang dipakai: 1) Nontroponemal. kolmer d. Tes fiksasi komplemen : Wasseman (WR). Tes flokulasi : VDRL (Venereal Disease Research Laboratories) RPR ( Rapid Plasmid Reagin) . berupa : c.

2) Tes Troponemal Tes ini bersifat spesifik karena antigennya ialah troponema atau ekstraknya dan digolongkan menjadi : a)Tes imobilisasi : TPI (Troponemal pallidum Imobilization Test) b)Tes Fiksasi komplement : RPCF (Reiter Protein Complement Fixation Test) c)Tes Imunofluoresen : FTA-Abs (Fluorecent Troponemal Antibody-Absorbtion Double Staining) d) Tes hematiglutisasi :TPHA (Troponemal pallidum Haemoglutination Assay). MHA-TP ( Microhemagglutination Assay for Antibodiess to Troponema pallidum) . HATSSS (Haemagglutination Troponemal Tes Syphilis). 19S IgM SPHA (solid phase hemabsorption Assay).

PENGOBATAN SIFILIS ST.PRIMER
& SEKUNDER

Rejimen yg direkomendasikan
Benzathine penicillin G 2.4 Juta units
IM dalam dosis tunggal

PENGOBATAN SIFILIS FASE
LATEN
Rejimen yang direkomendasikan untuk
orang dewasa
• Sifilis laten awal
Benzathine penicillin G 2.4 juta units IM
dalam dosis tunggal
• Sifilis laten dengan durasi yang tidak
diketahui
Benzathine penicillin G 7.2 juta unit, dibagi
tiga dosis, 2.4 juta unit IM tiap interval 1
minggu

PENGOBATAN SIFILIS
FASE LATEN
Rejimen pengobatan untuk anak-anak
Sifilis laten awal
• Benzathine penicillin G 50,000 units/kg IM,
sampai dosis dewasa 2,4 juta unit dalam
dosis tunggal
Sifilis laten lambat yang durasinya
tidak diketahui
• Benzathine penicillin G 50,000 units/kg IM,
sampai dosis dewasa 2,4 juta unit, dibagi
3 dosis dlm interval 1 minggu( total
150000 unit/ kg sampai dosis total dewasa
7,2 juta unit)

PENGOBATAN SIFILIS ST.2 juta unit total. yakni 2. dibagi 3 dosis. . TERSIER Rejimen yang direkomendasikan • Benzathine penicillin G 7.4 juta unit IM tiap interval 1 minggu.

Herpes Genitalis .

DEFINISI Merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Herpes Simpleks Virus .

ETIOLOGI Penyebabnya adalah Herpes Simpleks virus tipe 2(HSV 2).dapat juga karena virus tipe 1(HSV) .

epidermal and dermal Episode manifestasi awal .PATHOGENESIS Herpes simplex virus masuk ke dlm tubuh karena abrasi kulit .melalui kontak seksual langsung dengan sekresi atau permukaan mukosa orang yang terinfeksi Multipel Daerah limfonodus Melalui sirkulasi darah Multipelpd lap.

virus masuk ke nervus sensoris ganglion dorsalis (fase laten) Reactifasi Manifestasi rekurensi .Infeksi awal.

GAMBARAN KLINIS Fase Infeksi (lesi) Primer . . Terjadi pembesaran kelenjar getah bening pd lesi . Timbul vesikula (bintik-bintik) bergerombol. lemas sekujur tubuh (malaise) dan nyeri otot.nyeri. mudah pecah menimbulkan perlukaan (mirip koreng) di permukaan kulit yang kemerahan (eritematus). terbakar dan gatal pada lesi . Dapat tanpa gejala (asimptomatis) . . Dapat diikuti dengan demam. Awalnya rasa panas.

Gambaran penyakit bersifat lokal pada salah satu sisi bagian tubuh (unilateral). berbentuk vesikuloulseratif (bercak koreng) yang biasanya dapat hilang dalam 5 hingga 7 hari. misalnya kelelahan fisik maupun psikis. gejala dan keluhan pada umumnya lebih ringan. alkohol. didahului dengan rasa panas. Adapun kekambuhan terjadi karena berbagai faktor dan dapat dipicu oleh beberapa faktor pencetus. . -Seseorang yang pernah infeksi primer. dapat mengalami kekambuhan.Fase Infeksi (lesi) Rekuren (kambuh). gatal dan nyeri. Pada infeksi kambuhan (rekuren). menstruasi dan perlukaan setelah hubungan intim. Sebelum muncul bercak berkoreng.

namun pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HSV di ganglion dorsalis ( simpul saraf di bagian belakang tubuh). .fase laten yakni fase dimana penderita tidak mengalami keluhan dan gejala klinis.

buah zakar. pada wanita gejala itu sulit terdeteksi karena letaknya tersembunyi. klitoris. labia minora. batang penis. . atau daerah anus. pada pria gejala akan tampak lebih jelas karena tumbuh pada kulit bagian luar kelenjar penis. Herpes genitalis pada wanita biasanya menyerang bagian labia majora. malah acap kali leher rahim (serviks) tanpa gejala klinis. Gejala itu sering disertai rasa nyeri pada saluran kencing.

Fig 1. Genital Herpes on penis .

Genital Herpes on vulva perineum . Genital Herpes on Fig 3.Fig 2.

bayi lahir prematur. neonatus dan herpes kongenital . KOMPLIKASI Aseptic meningitis Symptoms of automatic nervous system Wanita hamil : Abortus Spontan.

DIAGNOSIS Gambaran Klinis Pemeriksaan laboratorium Tzanck test Culture virus Tes Serology PCR Histopatologi .

DIAGNOSIS BANDING Ulkus Durum Ulkus Molle Lymphogranuloma venerum Balanopostitis Skabies .

3 x 250 mg per hari selama 7-10hr . 2 x 500 mg per hr selama 7-10hr Famcyclovir. misalnya: analgesik untuk meredakan nyeri. b) Antivirus: Acyclovir. TERAPI Pada infeksi primer a) Obat untuk mengurangi keluhan (simptomatis). 5 x 200 mg per hari selama 7-10 hr Valacyclovir.

cukup dengan menggunakan obat untuk meredakan keluhan (simptomatis) dan obat antivirus topikal (salep.Pada infeksi kambuhan (rekuren): Infeksi ringan. dioleskan 5 kali sehari atau setiap 4 jam. misalnya acyclovir cream. cream). . selama 5-10 hari.

-Jika kekambuhan (rekuren) terjadi lebih 8 kali dalam setahun. -Acyclovir.Pada infeksi berat: -Acyclovir. 5 x 200 mg per hari selama 5 hari. 2 x 500 mg per hari selama 5 hari. d2 x 800 mg per hari selama 5 hari. 2 x 500 mg per hari selama 5 hari . -Acyclovir. 3 x 400 mg per hari selama 5 hari. -Famcyclovir. menggunakan: -Acyclovir. 2 x 125 mg per hari selama 5 hari. -Valacyclovir. -Valacyclovir. 2 x 800 mg per hari selama 5 hari. maka dilakukan terapi supresif selama 6 bulan.

atau . Pasien HIV/AIDS dengan herpes genitalis: a.Valaciclovir 2x1000 mg/hr for 5-10 hr . episodic treatment .TERAPI KHUSUS I.Famciclovir 2x500 mg/hr for 5-10 hr. .Acyclovir 3x400 mg/hr or 5x200 mg/hr for 5-10 hari.

Valasiklovir 2x500 mg/hr. . Terapi Supresif: .atau . atau .Famsiklovir 2x500 mg/hr.Acyclovir 400-800 mg. 2- 3x/hr.II.

Penularan pada trimester (tiga bulan) pertama kehamilan beresiko terjadinya abortus. .Terapi pada wanita hamil dgn herpes genitalis .Dapat menular melalui plasenta (transplasental) kepada janin dengan berbagai resiko pada janin. .Jika diberi terapi oral : Acyclovir 200-400 mg/hari .operasi caesar . sedangkan pada trimester kedua beresiko terjadinya kelahiran prematur.

Di bagian vagina terasa gatal-gatal.rasa terbakar.Laporan Kasus Wanita berumur 28 tahun ini merasakan sering keputihan. ''Suami saya kadang merasakan gatal-gatal dan ada bintil-bintil yang berair dan memecah pada kelaminnya . dan ada bintil bintil kecil yang melepuh. perih. Hal seperti itu mulai ia rasakan setelah setahun menikah.

.

.

Haemophyllus ducreyi .

MANIFESTASI KLINIK .

MANIFESTASI KLINIK

Bentuk-bentuk Ulkus
1.Ulkus mole folikularis
Timbul pada folikel rambut , dan kemudian dgn cepat
menjadi ulkus
2. Dwart chancroid
Lesi kecil menyerupai erosi pd herpes genital, dasar
tdk teratur & tepi tdk berdarah
3.Transient chancroid
Lesi kecil, sembuh dlm beberapa hari, dlm 2-3 minggu
muncul bubo yang meradang pada bagian inguinal
4.Papular chancroid ( ulkus mole elevatum)
Dimulai dengan ulkus yang kemudian menimbul
terutama tepinya.

Bentuk-bentuk Ulkus
5. Giant Chancroid
Mula-mula timbul ulkus kecil, kemudian
meluas dengan cepat dan menutupi satu
daerah.
6. Phagenic chancroid
Lesi kecil menjadi besar & dekstruktif
dengan jaringan nekrotik yg luas.
7. Tipe Serpiginosa
Lesi mebesar karena perluasan atau
inokulasi dari lesi pertama ke daerah lipat paha

paha. Serviks. khususnya pada lapisan kulum. dan berlokasi pad uretra. jari. Ducreyi • Trauma dan abrasi penting menyebabkan uretritis pada manifestasi ekstargenital purulent . lapisan major dan vestibulum frenulum dan glands • Vagina.MANIFESTASI KLINIK • Setengah laki-laki Pada Laki-laki memilki ulkus tunggal Pada wanita ditemukan pada • Lesi lebih sering muncul pada vulva. dan perianal penis dapat juga terkena • Udem • Lesi ekstragenital chancroid telah dilaporkan pada • Jarang chancre payudara. dalam mulut H.

MANIFESTASI KLINIK Pada Laki-laki Pada wanita .

DIAGNOSIS Pemeriksaan Laboratorium • Kultur bakteri Diambil dari pus lesi kemudian dikembangbiakkan dalam medium agar • Pewarnaan gram atau giemsa Pada pewarnaan giemsa . tamapak adanya gambaran “ School of fish” .

• Polymerase chain reaction ( PCR ) .Sangat sensitif untuk diagnosis chancroid .untuk mengidentifikasi DNA bakteri .

DIAGNOSIS BANDING .

PENGOBATAN Rejimen yang disarankan Azithromycin 1 g (oral) dalam dosis tunggal Atau Ceftriaxone 250 mg intramuskular (IM) pada dosis tunggal Atau Ciprofloxacin 500 mg oral dua kali sehari selama 3 hari Atau Erythromycin base 500 mg orall tiga kali sehari selama tujuh hari .

KOMPLIKASI 1. Mixed chancre Jika disertai sifilis st. mula-mula lesi khas ulkus mole. Fimosis dan parafimosis Jika lesi mengenai preputium . 3.1. Abses kelenjar inguinal Abses inguinal tidak diobati hingga pecah menjadi ulkus. kemudian membesar membentuk giant chancroid. tetapi stlh 15-20 hari menjadi manifes. 2.

Infeksi campuran Dapat disertai infeksi organisme Vincent sehingga ulkus menjadi parah dan bersifat dekstruktif. . Fistula urethra Timbulnya karena ulkus pada gland penis yang bersifat dekstruktif 5. KOMPLIKASI 4.

PROGNOSIS • Penyakit ini adalah self limited . dan penyebarannya secara sistemik tidak muncul • Adakalanya dengan tampa pengobatan dilaporkan terjadi terus- menerus elama beberapa tahun .

.

L2. . bersifat sistemik.L3.DEFINISI Limfogranuloma venereum (LGV) adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh chlamydia trachomatis serotipe L1.

SINONIM  Limfogranuloma Inguinal  Limfogranuloma tropikum  Limfopatia venereum. topical bubo  Climatic bubo  Strumous bubo  Paradenitis inguinal  Durand-Nicolas-favre disease .

. • Menyerang banyak pada populasi usia sekitar 20-40 tahun. dengan daerah endemis di negara tropis dan subtropis.EPIDEMIOLOGI • Terdapat di seluruh dunia.

ETIOLOGI Penyakit ini disebabkan oleh golongan Chlamydia Trachomatis salah satu dari 4 spesies dari genus Chlamydia. .

Gambaran Mikroskopis Chlamydia Trachomatis .

PATOGENESIS C. . limfe (limfadenitis & perilimfadenitis).trachomatis tdk dpt menembus membran / kulit yg utuh lalu masuk melalui abrasi / lesi kecil di kulit dan penyebarannya secara limfogen menyebabkan peradangan di saluran limfe (limfangitis & perilimfangitis) lalu timbul peradangan kel.

nyeri.• Kelenjar limfe inguinal membesar. . padat. elongasi.timbul abses multipel lalu pecah mjd sinus atau fistel multipel dan membentuk massa padat kenyal di sekitar inguinal. tidak dapat digerakkan menyebabkan perilimfade nitis lalu terjadi perlunakan yg tidak serentak dan ditandai dgn fluktuasi .

GAMBARAN KLINIS  Masa inkubasi sekitar 3-30 hari setelah muncul lesi primer. . namun dapat lebih lama bila manifestasinya hanya adenopati.  Manifestasi akut dan kronik mempunyai karakteristik pada daerah genital (atau inguinal) dan sindrom daerah rektal.

eritem dan tidak menimbulkan nyeri. . sembuh spontan dalam beberapa hari. • Adenopati inguinal sekunder muncul 1-2 minggu setelah lesi primer menghilang.• Lesi primer berupa erosi lunak berukuran 5-8 mm.

hepatosplenomegali. proksimal & distal lig. . artralgia. Pouporti dan dipisahkan oleh lekuk (sulkus) dinamakan SIGN OF GROOVE. menggigil.  Dapat pula terjadi meningoensefalitis. kaku pada leher dan sakit kepala.  Jika lesi terdapat di bag. malaise. Ada gejala konstitusi seperti demam.

anoreksia dan sakit kepala.menggigil.nausea.setelah lesi primer menghilang. . • Gejala sistemik yang menyertai sindrom ini seperti demam. Sindrom Inguinal • Biasanya terjadi beberapa hari sampai beberapa minggu. • Masa Inkubasi untuk gejala ini berkisar 10 sampai 30 hari.

dan terbentuk fistula rektovagina. . Sindrom Anorektal • Pada laki-laki: • Gejalanya : pruritus anal. • Pada Wanita : • Gejalanya : Septum rektovagina mungkin akan terkikis. diikuti duh anal yang purulen dimana disebabkan oleh edema lokal atau difus mukosa anorektal.

• Kebanyakan terjadi di bagian labia mayora. • Infeksi primer mengenai kelenjar limfe dari skrotum.penis atau vulva yg menyebabkan limfangitis kronis dan progresif. • Ulserasi kronis ini sangat sakit.pada lipatan genitokruris dan pada bagian lateral dari perineum. Sindrom Genetal ( Esthiomene) • Pasien dengan gejala ini biasanya adalah wanita. .

.

PEMERIKSAAN
PENUNJANG
• Tes Frei.

• Tes serologi.

• Kultur jaringan.

• PCR.

• Tes GPR

• Sitologi

DIAGNOSIS BANDING
1. Stadium primer genital :
• Herpes genital.
• Sifilis.
• Ulkus molle.
2.Sindrom Inguinal :
• Granuloma inguinalis.
• Limfadenopati inguinal.
• TBC kulit.

KOMPLIKASI

• Elefantiasis pada penis dan
skrotum.
• Skar, fistula, ulserasi dan
elefantiasis perineum
(esthiomene).

• Sulfonamid 3-5 gr/hari ( 7 hari) • Eritromisin ethylsuccinate 4 x 800mg selama 7 hari • Kotrimoksazol 3 x 2 tab selama 7 hari • Ofloxacin 2 x 400 mg selama 7 hari .TERAPI • Doksisiklin 2 x 100 mg/hr (14-21 hari). • Eritromisin 4 x 500 mg/hr (21 hari).

PROGNOSIS • Jika diobati secara dini prognosisnya baik • Jika terjadi komplikasi bisa menyebabkan kematian. .

mudah berdarah. awalnya hanya timbul bintil yang gatal. . lalu digaruk. lama kelamaan meluas dan timbul ulserasi.ILUSTRASI KASUS • Seorang laki-laki 30 th. Riwayat hub dgn PSK 3 hari yll. datang ke RS dengan keluhan timbul luka didaerah sulkus koronarius penisnya .

.

• Umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. • Disebabkan oleh Calymmatobacterium granulomatis.DEFINISI • Adalah suatu infeksi destruktif yang bersifat progresif . disertai pembentukan granuloma di kulit dan jaringan sub kutan. .

Sinonim • Granuloma venerum. • Donovanosis. • Ulcerating granuloma of pudenda. .

• Prevalensinya pada pria 10 x daripada wanita • Seringnya diderita pada orang dengan kondisi sosial dan higiene yang kurang. dimana lebih dari 70% kasus terjadi pada usia 20-40 tahun. .EPIDEMIOLOGI • Insiden puncak pada umumnya terjadi pada dekade ketiga masa hidup.

India Selatan. . Australia & Brazil.• Terutama didaerah tropis & subtropis & endemik Papua New Guinea. • Amerika Serikat kasus yg dilaporkan kurang dari 100. Asia Tenggara. Afrika Selatan. Carribean.

• Di daerah Barat. . orang kulit hitam dan homoseksual sering terinfeksi.

ETIOLOGI • peny. pleomorfik. dan non motil. yg disebabkan oleh Calymatobacterium granulomatosis yg merupakan bakteri Gram negatif dgn ukuran 1.7 μm.5 μm x 0. .

.• Pewarnaan jaringan dengan menggunakan metode Wright & Giemsa. Calymatobacterium granulomatosis dpt terlihat bersama sel mononuklear yg besar yg dikenal sebagai Donovan bodies.

Gambaran Mikroskopis Calymmatobacterium Granulomatis .

lesi yg pertama muncul berupa nodul yg tdk nyeri & berwarna merah cerah yg akan mengalami ulserasi dlm beberapa hari. lesi berbentuk ulkus & berwarna merah cerah.GAMBARAN KLINIS  Masa inkubasi 14-50 hari tapi bisa lebih lama.  Lesi tampak berbentuk polikistik & bisa didptkan gambaran fenomena satelit. seperti daging .

. Adenopati jarang. granuloma subkutaneus pada daerah inguinal sering dlm btk pseudobubo.  Pseudobubo merupakan nodul subkutaneus yg sering diduga sebagai kelenjar limfe.

Terdapat 4 gejala klinis utama pada penyakit ini : 1. Non tender ulcer yg mudah berdarah saat penyentuhan & menjadi semakin parah bila tdk diterapi. seperti daging. . berwarna merah terang.Ulkus granulomatous Tipe yg paling umum & paling sering ditemukan.

biasanya sangat kering & dpt terjadi edema.Hipertrofi / ulkus vernicosa Tipe ini terdiri dari ulkus bertepi verukoid atau ireguler yg meninggi.2. Tumbuh dengan tepi yg ireguler. . dengan dasar granulomatous.

4.3.Nekrotik Berbau busuk. . Kekeringan. ulkus yg dalam yg menyebabkan destruksi jaringan. sklerosis atau lesi sikatriks dengan jaringan fibrous dan parut.

 wanita di labium mayora. Regio genital terkena pada 90% kasus & pada daerah inguinal 10%. serviks & traktus genital atas. regio sub preputium.  Secara anatomi area yg terkena pada pria di daerah sulkus koronarius. . dan anus.

 Dapat mengenai tulang & hepar walaupun jarang & hal ini biasanya berhubungan dgn kehamilan & infeksi servikal. nodul subkutan /ulkus.  Lesi primer bisa di titik seperti papul.  Ulkus lebih sering terjadi pada pria yg tdk disunat dgn hygiene pribadi buruk. .

leher. Selain lesi genital dapat pula terjadi lesi ekstragenital sekitar 6% dari kasus penderita. palatum. hidung. seperti lesi pada bibir. farinks. pipi. . larinks dan dada.

.

.

Squamosus cell carcinoma 7.DIAGNOSIS BANDING 1.Amubiasis 8.Limfogranuloma venereum 4.Tuberkulosis .Sifilis 3.Chancroid/ulkus molle 5.Herpes Genitalis 2.Kondiloma Lata 6.

PEMERIKSAAN PENUNJANG • Hapusan jar. • Biopsi • Biakan • Tes serum • Inokulasi . (tissue smears).

2 x/hr. .PENATALAKSANAAN  Kotrimoksasol. selama 1–2 minggu. (Trimetoprim 160 mg & sulfametoksasol 800 mg) • Dianjurkan 240 mg.

 Tetrasiklin. • Dianjurkan : 500 mg 4 x/hr. Dapat diberikan dgn dosis 500 mg 4 x/hr selama 2 minggu. Diberikan 1 mg/kg BB secara IM 2 x/hr selama 2 – 4 minggu. Tetrasiklin merupakan drug of . Ampisilin. selama 10 – 20 hari.  Gentamisin.

Dianjurkan : 5 mg 4 x/hr selama 2 – 3 minggu.  Kloramfenikol. • Diberikan 500 mg 3 x/hr selam 2 – 4 minggu. . Eritromisin.

• Pada kasus yg terlambat ditangani. dimana telah terjadi destruksi jaringan sehingga memerlukan tindakan pembedahan radikal. .PROGNOSIS • Pada kasus-kasus dini dimana terjadi penyembuhan total prognosisnya baik.

Tidak sakit jika kencing. ILUSTRASI KASUS • Seorang laki-laki. . dan di sertai bengkak di selangkangan. 25 th. riwayat kontak dengan PSK 1 minggu sebelum sakit. datang ke poli kulit dan kelamin dengan keluhan timbul luka di penis kira2 2 minggu yll. belum menikah.

.

DEFINISI .

ETIOLO GI .

KLASIFIKASI .

KLASIFIKASI .

GAMBARAN KLINIS .

GAMBARAN KLINIS .

penetrasi sampai dermis. . Klinis mirip karsinoma. GAMBARAN KLINIS Giant condyloma acuminatum (Buschke-Lowenstein tumor) jarang pertumbuhan condyloma acuminatum yang agresif. histologis jinak.

.

.

.

DIAGNOSIS .

PEMERIKSAAN PENUNJANG Tes menggunakan asam asetat 3-5% Selama 5 – 10 menit Lesi menjadi putih .

Colposcope .

Histopatologis .

achantosys. Histopatologis Hyperkeratosis epidermis. paphylomatosus with choilosytosis .

Mikroskopis .

TERAPI • Kemoterapi : Tingtura Podofilin 25%.5%.Podofilotoksin 0.bedah listrik .bedah beku • Laser Karbondioksida • Interferon • Imunoterapi .Asam Trikloroadetat 25-50% • Pembedahan : Bedah skalpel.

DIAGNOSIS BANDING Veruka vulgaris .

Moluskum Kontangiosum .

Karsinoma Sel Skuamosa .

TERAPI .

PROGNOSIS Dapat sembuh total kecuali ada infeksi yang berulang setelah pengobatan atau timbulnya penyakit yang masih laten .

PENCEGAHAN Vaksin .

2nd month 6th month and 6th month .18 Intramuskular Intramuskular 0 month. Vaksin HPV Quadrivalen vaccine(Gardasil) Bivalen vaccine(GlaxoSmithKline) Content :virus type 6. 1th month and 1th day.18 Content: virus type16.11.16.

.

keluhan benjolan yang sudah besar menyerupai kol.Pasien sdg hamil 7 bln G1POAO.30 thn.dirasakan sejak 3 bln yang lalu.suami dgn keluhan yg sama(riw.berhubungan lebih dari 1 pasangan) .Laporan Kasus Seorang wanita.awalnya kecil lama kelamaan membesar.di daerah kelamin.

Status venereologis : Lokasi : regio labium major et minor Ef : Papul verukous Terapi : -Elektrokauter (Bedah Listrik) .

Terima Kasih .