You are on page 1of 23

FARMAKOTERAPI II

PIELONEFRITIS AKUT

OLEH
Rolita (1501097)

DOSEN :
HUSNAWATI, M.Si, Apt
PROGRAM STUDI SI FARMASI
SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI
RIAU
PEKANBARU
2017

INFEKSI SALURAN
KEMIH
Infeksi saluran kemih adalah suatu infeksi
yang melibatkan ginjal, ureter, buli-buli, ataupun
uretra. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah istilah
umum yang menunjukkan keberadaan
mikroorganisme (MO) dalam urin.

INFEKSI SALURAN INFEKSI SALURAN
KEMIH BAWAH KEMIH ATAS

DEFENISI Pielonefritis adalah inflamasi atau infeksi akut pada pelvis renalis. penyakit ginjal lainnya. . infeksi yang berasal dari darah. tubula dan jaringan interstisiel.Penyebab lain pielonefritis mencakup obstruksi urine atau infeksi. Penyakit ini terjadi akibat infeksi oleh bakteri enterit (paling umum adalah Escherichia Coli) yang telah menyebar dari kandung kemih ke ureter dan ginjal akibat refluks vesikouretral. atau gangguan metabolic. kehamilan. trauma.

20% dari infeksi yang berulang terjadi dua minggu setelah terapi selasai • Infeksi bakteri dari saluran kemih bagian Pielonefritis bawah kearah ginjal akan mempengaruhi fungsi ginjal.Ginjal biasaya membesar disertai infiltrasi interstisiil sel-sel inflamasi • Abses dapat dijumpai pada kapsul ginjal dan pada taut kortikomedularis dan pada akhirnya akan menyebabkan atrofi dan kerusakan tubulus serta glomerulus. .Secara Umum Terdapat Dua Jenis Pielonefritis • Pyelonefritis akut biasanya singkat dan sering terjadi infeksi berulang karena terapi yang tidak sempurna atau infeksi baru. Infeksi saluran urinarius bagian Akut atas dikaitkan dengan selimut antibody bakteri dalam urine.

. Proses perkembangan kegagalan ginjal kronis dari infeksi ginjal yang berulang-ulang berlangsung beberapa tahun atau setelah infeksi yang gawat. berkontraksi dan tidak berfungsi. • Pyelonefritis kronis dapat merusak jaringan ginjal secara permanen akibat inflamasi yang berulang kali dan timbulnya parut dan dapat menyebabkan terjadinya renal failure (gagal ginjal) yang Pielonefritis kronis • Ginjal pun membentuk Kronis jaringan Parut progresif.

Perbandingannya penyakit ini pada perempuan dan laki-laki adalah 2 : 1. 5%-10% pada perempuan usia subur.Studi epidemiologi menunjukkan adanya bakteriuria yang bermakna pada 1% sampai 4% gadis pelajar. EPIDEMIOLOGI Berdasarkan hasil penelitian pielonefritis lebih sering terjadi pada anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki. dan sekitar 10% perempuan yang usianya telah melebihi 60 tahun. . Pada hampir 90% kasus.Karena bentuk uretranya yang lebih pendek dan letaknya berdekatan dengan anus. pasien adalah perempuan.

ETIOLOGI Kencing Manis Keadaan- keadaan Escherichia menurunnya coli imunitas untuk melawan infeksi Kehamilan .

PATOFISIOLOGI .

• nyeri panggul • keletihan • nyeri tekan pada sudut kostovetebral (CVA) • sakit kepala • lekositosis • nafsu makan rendah • adanya bakteri dan sel darah putih pada urin • poliuria • disuria • haus yang berlebihan • biasanya terjadi pembesaran ginjal disertai • kehilangan berat badan infiltrasi interstisial sel-sel inflamasi • infeksi yg menetap menyebabkan jaringan parut di ginjal. TANDA DAN GEJALA Pielonefritis akut Pielonefritis kronis • demam • tanpa gejala infeksi. . kecuali terjadi • menggigil eksaserbasi. disertai gagal ginjalpada akhirnya.

 Piuria Infeksi saluran kemih dapat dipastikan bila terdapat leukosit sebanyak > 10 per mikroliter urin atau > 10.000 per ml urin. antara lain : 1. Piuria yang steril dapat ditemukan pada keadaan :  Infeksi tuberkulosis  Urin terkontaminasi dengan antiseptik  Urin terkontaminasi dengan leukosit vagina  Nefritis intersisial kronik (nefropati analgetik)  Nefrolitiasis  Tumor uroepitelial  Silinder . DIAGNOSIS a. Laboratorium Pemeriksaan laboratorium yang dapat dilakukan untuk menunjang menegakkan diagnosis infeksi saluran kemih.Urinalisis  Eritrosit Ditemukannya eritrosit dalam urin (hematuria) dapat merupakan penanda bagi berbagai penyakit glomeruler maupun non-gromeruler.

Tes Plat – Celup (Dip-Slide) Beberapa pabrik mengeluarkan biakan buatan yang berupa lempengan plastic bertangkai dimana pada kedua sisi permukaannya dilapisi pembenihan padat khusus.2. 4.000 dalam tiap mL urin yang diperiksa.000. Bakteriologis Mikroskopis. pembiakan bakteri sedimen urin dimaksudkan untuk memastikan diagnosis ISK yaitu bila ditemukan bakteri dalam jumlah bermakna sesuai kriteria Catteli. Bakteri dinyatakan positif bila dijumpai satu bakteri lapangan pandang minyak emersi. pada pemeriksaan mikroskopis dapat digunakan urin segar tanpa diputar atau pewarnaan gram. Tes Kimiawi Beberapa tes kimiawi dapat dipakai untuk penyaring adanya bakteriuria. Lempengan tersebut dicelupkan ke dalam urin pasien atau dengan digenangi urin. Dasarnya adalah sebagian besar mikroba kecuali enterococci mereduksi nitrat. Penentuan jumlah kuman/mL dilakukan dengan membandingkan pola pertumbuhan kuman dengan serangkaian gambar yang memperlihatkan keadaan kepadatan koloni yang sesuai dengan jumlah kuman antara 1000 dan 10.Biakan bakteri. 3. . di antaranya yang paling sering dipakai adalah tes reduksi griess nitrate.

• b. 2001) (Sukandar E. 2006). • Indikasi rawat inap pasien pielonefritis akut. Suwanto. • Kegagalan mempertahankan hidrasi normal atau toleransi terhadap • antimikroba oral. 2008). misalnya ultrasonografi dan CTScan. dan usia lanjut . Radiologis dan Pemeriksaan penunjang lainnya • Pemeriksaan radiologis pada ISK dimaksudkan untuk mengetahui adanya batu atau kelainan anatomis yang merupakan faktor predisposisi ISK. Ardaya. Pemeriksaan ini dapat berupa foto polos abdomen. • Pasien sakit berat atau debilitasi • Terapi antibiotik oral selama rawat jalan mengalami kegagalan • Diperlukan investigasi lanjutan • Faktor predisposisi untuk ISK tipe berkomplikasi • Komorbiditas seperti kehamilan. et al. diabetes melitus. pielonegrafi intravena. (Tessy A. demikian pula dengan pemeriksaan lainnya. • Penatalaksanaan • Pada umumnya pasien dengan pielonefritis akut memerlukan rawat inap untuk memelihara status hidrasi dan terapi antibiotika parenteral paling sedikit 48 jam (Sukandar E.

 Jangan menunda keinginan buang air kecil  Jika membersihkan kotoran. sebaiknya kencing terlebih dahulu sebelum berhubungan seksual . PENATALAKSANAAN TERAPI NON FARMAKOLOGI  Menjaga kebersihan alat reproduksi. Sesekali menggunakan pembersih antiseptik untuk membersihkan organ intim  Memakai air yang bersih dan steril  Minum banyak air dan/atau cairan (8-10 gelas per hari)  Hindari konsumsi minuman beralkohol. bersihkan dari arah depan ke belakang  Cuci tangan dan alat kelamin sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual. kopi dan makanan yang kaya rempah .

TERAPI FARMAKOLOGI The Infection Disease Society of America menganjurkan satu dari tiga alternatif terapi antibiotika intravena sebagai terapi awal selama 48-72 jam sebelum diketahui mikroorganisme penyebabnya : 1.disesuaikan dengan hasil biakan urin dan uji sensitivitasnya . Sefalosporin berspektrum luas dengan atau tanpa aminoglikosida Pemberian antibiotik parenteral diteruskan sampai 3-5 hari atau sampai 48 jam penderita bebas demam. Aminoglikosida dengan atau tanpa ampisilin 3. Flurokuinolon 2. kemudian dilanjutkan dengan pemberian oral selama 10-14 hari.

500 mg Setiap 8 14 hari clavulaanat jam . 1 DS Dua kali 14 hari sulfamethoxazole tablet sehari Pielonefritis Akut Ciprofloxacin 500 mg Dua kali 14 hari sehari Levofloxacin 250 mg Satu 14 hari kalisehar i Amoxicillin.Terapi Antimikroba Untuk Infeksi Saluran Kemih Antibiotic Dosis Interval Durasi Trimetropin.

Obat Parenteral pada ISK atas akut berkomplikasi Antimikroba Dosis Interval Sefepim 1 gram 12 jam Siprofloksasin 400 mg 12 jam Levoflpksasin 500 mg 24 jam Ofloksasin 400 mg 12 jam Gentamisin (+ 3-5 mg/ kgBB 24 jam ampisilin) 1 mg/ kgBB 8 jam   1-2 gram 6 jam Ampisilin (+ 3.2 gram 8 jam gentamisin) Tikarsilin- klavulanat .

nyeri pada sendi dan otot termasuk nyeri pinggang . awalnya 400 mg dua kali sehari dengan infus intravena. PENYELESAIAN KASUS (Pielonefritis Akut) Nyonya ws seorang perempuan 26 tahun. kultur darah . setelah 2 hari ia mengaku menggigil. dan pada gerakan juga diperburuk.4 mmol/L (Normal :3. .0-6. Nyonya ws diresepkan ciprofloxacin . pada pemeriksaan didapat : Suhu tubuh = 38.sampel urin untuk analisis urin dan kultur dan USG ginjal. disertai dengan demam tinggi dan nyeri. Dia mengeluh mual .5 mmol/L) Dokter memerintahkan dilakukan tes lengkap darah. sebelumnya ia sehat dan baik . sakit kepala. sehingga di diagnosis terkena Pyelonefritis bakteri akut. Diketahui tumbuh Escherichia coli dalam kultur. kemudian setelah 48 jam diberikan dosis 500 mg dua kali sehari secara oral untuk total perawatan 14 hari. perhitungan darah lengkap. termasuk u & e.5oC Urinalisis = Tanda hematuria nyata dan bau yang tidak menyenangkan Serum kreatinin = 136µmol/L (Normal : 65-115 µmol/L) Serum urea = 8.

. SUBJEK TIVE Nama : Ny. demam. mual. kemudian setelah 48 jam diberikan ciprofloxacin 500 mg dua kali sehari selama 14 hari. nyeri pada sendi dan otot . dan sakit kepala. Riwayat pengobatan: Di resepkan ciprofloxacin 400 mg dua kali sehari secara intravena. nyeri pinggaang. WS Umur : 26 tahun Jenis Kelamin : Perempuan Gejala : Menggigil.

0- laboratorium 6.5 • serum kreatinin=136 mikromol/L(normal 65- Pada 115 µmol/L) pemeriksaan • serum urea = 8. OBJEKTIVE Pada pemeriksaan • Suhu tubuh = fisik 38.coli .4mmol/L (normal 3.5mmol / L ) • Urinalisi = tanda hematuria nyata dan bau yang tidak menyenangkan • Pemeriksaan kultur darah dan urin terdapat bakteri E.

dan sakit kepala. Hal ini didasarkan karena nyonya WS yang menggigil tiba-tiba. . ASSESMANT Berdasarkan tanda dan gejala pasien didiagnosa menderita Infeksi Saluran Kemih bagian atas (Pyelonephritis akut). Serta setelah dilakukan Diagnosis piielonephritis bakteria akut pada kultur urin terdapat pertumbuhan dari Escherichia coli. Ia juga mengeluh mual. disertai dengan demam tinggi dan nyeri pada sendi dan otot termasuk nyeri pinggang. yang membuatnya lebih buruk pada gerakan. kehilangan appetide.

• obat analgetik dan antipiretik untuk mual dan muntah menurunkan suhu tubuh yang tinggi atau demam ( Misalnya PCT) . interval waktu dua kali penyebab infeksi sehari selama durasi pemberian terapi 14 hari. • meredakan sakit kepala.PLAN TERAPI FARMAKOLOGI TUJUAN TERAPI • Ciprofloxacin untuk mengatasi infeksi • meredakan gejala oleh bakteri yang dialami pasien perlu menifestasi klinis akibat dilakukan. dengan dosis 400 mg melalui infuse intravena dilanjutkan adanya infeksi pemberian oral setelah 48 jam dengan • membunuh bakteri dosis 500 mg.

Bersihkan dari dalam jumlah yang depan ke belakang. depan. Jangan gunakan Tidak menahan bila sabun pembersih ingin berkemih khusus yang dijual bebas di pasaran . TERAPI NON FARMAKOLOGI Bagi perempuan. bukan dari belakang ke banyak. bersihkan dan keringkan vagina setelah buang air kecil atau buang Minum air putih air besar dengan benar.