You are on page 1of 37

TUGAS AKHIR

“STUDI KEKUATAN CROSSED HELICAL GEAR DENGAN VARIASI
SUDUT HELIX UNTUK PERANCANGAN SEPEDA TANPA RANTAI”

Oleh :
Dera Fadhlih Supriyo (2110100141)

Dosen Pembimbing : Dr. Ir. Agus Sigit Pramono, DEA

Jurusan Teknik Mesin FTI ITS Surabaya

LATAR BELAKANG
Evaluasi sepeda rantai:
1. Chainbite
2. Maintanance sulit
3. Kotoran pada rantai
4. Modifikasi merusak frame

Evaluasi Cross Section Gear :
LATAR BELAKANG 1. Bevel dan spiral bevel merusak frame
2. Hypoid dan Sphiroid masih sulit dalam
manufaktur
3. Worm hanya untuk mereduksi putaran
besar

Evaluasi Kekuatan crossed helical gear (FEM):
1. Dibutuhkan keamanan design dan kekuatan gear saat beban dinamis
2. Pengoptimalan design terhadap sudut helix crossed helical gear

KONSTAN KEKUATAN KEKUATAN 7. DIMENSI GEAR SESUAI BENDING KONTAK SPACE PADA TRANSMISI SEPEDA (jarak antar pusat gear 2. DAN DINAMIS. BATASAN 4. ANALISA PADA GEAR . PEMBEBANAN DIANGGAP SIMULASI STATIS SIMULASI STATIS DAN DINAMIS. DIGUNAKAN MATERIAL BATASAN MASALAH YANG SUDAH ADA DI PASARAN ( AISI 4340).5in. sudut poros 90) 8. diameter outside driver IDE RANCANGAN maksimal 3. PERUBAHAN PANAS AKIBAT GESEK TIDAK DIANALISA EVALUASI EVALUASI 6.5in. diameter outside driven minimal 1. 3. GETARAN TIDAK DIANALISA. PELUMASAN TIDAK TUGAS DIANALISA AKHIR INI 5.8in. DILAKUKAN PADA CROSSED RUMUSAN DAN HELICAL GEAR 2.

6W PEMBALAP 286W PEMBALAP 245.6W DEWASA 81.1W TERLATIH 163.4W TERLATIH 122. PENGUJIAN TERHADAP 10 ORANG PENGENDARA UNTUK PENELITIAN MENGETAHUI POWER TERDAHULU OUTPUT PENGENDARA SEPEDA SAAT MEMBERI BEBAN PEDAL RPM SUTHERLAN D BOMISETTY JENIS DAYA PENGENDARA OUTPUT PEMBALAP 326.8W .6W DEWASA 40.TINJAUAN PUSTAKA SUTHERLAND.2W PEMBALAP 196.1W PEMBALAP 204.

METODE TETRAHEDRON LEWIS MINIMAL SIZE 0.1IN .TINJAUAN PUSTAKA BOMISETTY MENGANALISA SIMULASI STATIK KEKUATAN BENDING DAN PENELITIAN KONTAK SPUR GEAR TERDAHULU DENGAN VARIASI TIP FILLET FUNGSI BEBAN RPM MENGGUNAKAN FEM SUTHERLAN D BOMISETTY DEFINISI KONTAK: 1. JOINT FIX PADA DRIVEN DEFINISI SOLUTION DAN DEFINISI MESH: VALIDASI: 1.3IN PERMUKAAN TOOL (PRESSURE)-HARTIZIAN KONTAK 2. ANALISA BENDING STRESS (RADIAL DIRECTION). JOINT REVOLUTE PADA DRIVER. ANALISA KONTAK CONTACT SIZING 0. ANALISA KONTAK FACE 1. ANALISA BENDING NORMAL 2. FRICTIONLESS PADA KONTAK 2.

16 Jumlah persam gigi toot aan 4 (Nt) h 2.20 PERANCANGAN BEBAN SEPEDA CROSSED pressur persam HELICAL GEAR e angle aan 2 (teta) deg 2.20 persam diamet aan 5 er (d) in 2.23 GEOMETRI diametr persam al pitch aan BEBAN 3 (P) /in 2. GEOMETRI TINJAUAN PUSTAKA N BESAR PERSAMAAN O AN SATU KETERA AN NGAN velocity persam DASAR TEORI ratio aan 1 (Rv)   2.22 helix   angle 45 PEMILIH 8 (helix) deg AN .11 circular persam pitch aan 6 (p) in 2.13 shaft persam angle aan 7 (sigma) deg 2.

13 normal normal tooth tooth 1 1 thicknes thicknes persama persama 2 2 s s (tn) (tn) in in an an 2.2 1 clearanc TABEL 6 e (cl) in 2. GEOMETRI TINJAUAN PUSTAKA NO BESARAN diamter PERSAMAAN   SATUAN KETERANGAN al pitch DASAR TEORI normal PEMILIHA 9 (Pn) /in N BEBAN SEPEDA PERANCANGAN CROSSED normal   HELICAL GEAR pressure pressure 1 1 angle angle PEMILIHA PEMILIHA GEOMETRI 0 0 (teta (teta n) n) deg deg N N circular circular BEBAN pitch pitch 1 1 normal normal persama persama 1 1 (pn) (pn) in in an an 2.29 2.29 tooth tooth 1 1 thicknes thicknes persama persama 3 3 s s (t) (t) in in an an 2.30 2.30 1 1 adendu adendu TABEL TABEL 4 4 m m (a) (a) in in 2.2 2.2 .2 1 dedendu TABEL 5 m (d) in 2.13 2.

29 2.30 1 adendu TABEL 4 m (a) in 2.2 whole 1 depth TABEL 8 (whd) in 2.2 normal normal GEOMETRI tooth tooth 1 1 thicknes thicknes persama persama BEBAN 2 2 s s (tn) (tn) in in an an 2.2 1 clearanc TABEL 6 e (cl) in 2.29 tooth tooth 1 1 thicknes thicknes persama persama 3 3 s s (t) (t) in in an an 2.2 working 1 depth TABEL 7 (wod) in 2. GEOMETRI TINJAUAN PUSTAKA NO BESARAN working PERSAMAAN SATUAN KETERANGAN 1 depth TABEL DASAR TEORI 7 (wod) in 2.30 2.2 1 dedendu TABEL 5 m (d) in 2.2 .2 whole BEBAN SEPEDA PERANCANGAN CROSSED 1 depth TABEL HELICAL GEAR 8 (whd) in 2.

26 2 base persamaa 2 pitch(pb) in n 2.2 BEBAN whole 1 depth 8 (whd) in TABEL 2.19 HELICAL GEAR 2 persamaa 1 lead (L) ft/min n 2.27 lead . GEOMETRI TINJAUAN PUSTAKA NO BESARAN diameter PERSAMAAN SATUAN KETERANGAN 1 outside persamaa DASAR TEORI 9 (do) in n 2.19 base 2 circle persamaa 1 (Rb) in n 2.18 2 diameter persamaa BEBAN SEPEDA PERANCANGAN CROSSED 0 root in n 2.18 2 diameter persamaa 0 root in n 2.21 GEOMETRI working 1 depth 7 (wod) in TABEL 2.27 base pitch 2 normal(p persamaa 3 bn) in n 2.2 diameter 1 outside persamaa 9 (do) in n 2.

3 27 lead (L) n an 2.04 in an 2.17 .31 2 normal ft/mi persama contact 8 (ABn) n an 2.31 ratio 2 normal   persama contact 9 (Crn)   an 2.3 2 backlas TABEL GEOMETRI 6 h ft/mi in persama 2.21 BEBAN ft/mi persama 27 lead (L) n an 2.04 TABEL 6 h in 2.21 contact a)Interference b)Contact Length length contact 2 normal ft/mi persama c)Backlash length 8 (ABn) n an 2.32 ratio 2 normal persama 9 (Crn)   an 2.25 BEBAN SEPEDA CROSSED HELICAL GEAR 2 backlas 0. GEOMETRI TINJAUAN PUSTAKA NO NO BESARAN BESARAN PERSAMAAN SATUAN SATUAN KETERANGAN KETERANGAN DASAR TEORI 2 face persama 5 2 width face in an 2.25 persama PERANCANGAN 5 width 0.32 contact 3 length persama 0 (AB) in an 2.

32 2.33 .17 BEBAN ran actual ≤ ran a)Interference b)Contact Length c)Backlash interference interfer persama 33 ence   an 2.32 PERANCANGAN BEBAN SEPEDA CROSSED HELICAL GEAR center center distanc distanc persama persama GEOMETRI 32 32 e e (C) (C) in in an an 2. GEOMETRI TINJAUAN PUSTAKA NO NO BESARAN BESARAN PERSAMAAN SATUAN SATUAN KETERANGAN KETERANGAN contact contact DASAR TEORI   ratio ratio persama persama 31 31 (Cr) (Cr)    an an 2.17 2.

39  4 (f) power   an 2.6 GEOMETRI n Grafik   Power  3 pedal(hp) Pemiliha hp 2.41 koef gesek Persama  4 (f)     Persama an 2.39 velocity power Persama Persama  7  6 (V) output Ft/min hp anan 2.43 2.40   an 2.62.6 Putaran Power   n Grafik Pemiliha  2 pedal input (n) RPM 2.44  5 Angular eff (eff) % an 2.44 Angular   velocity Persama  7 (V) Ft/min an 2.40 Persama  6 output hp Persama an 2.41 Persama  5 koef gesek eff (eff) % Persama an 2.6 BEBAN input Persama n Grafik  3 pedal(hp)   hp an 2. NO BESARAN PERSAMAAN SATUAN KETERANGAN Torsi TINJAUAN PUSTAKA NO BESARAN SATUAN KETERANGAN maksimal Torsi (T) maksimal DASAR TEORI 1  (T)   Lb-in   1      Lb-in Pemiliha   BEBAN SEPEDA PERANCANGAN CROSSED Putaran   n Grafik RPM Pemiliha HELICAL GEAR  2 pedal (n) 2.43 BEBAN .

41 DASAR TEORI  8 (Vs) Ft/min an 2.37 Normal Persama  12 force (Fn) lb an 2.47 Axial Axial BEBAN thrust thrust load load Persama Persama  10  10 (Fthrust) (Fthrust) lb lb an an 2.38 2. PERSAMAAN NO BESARAN SATUAN KETERANGAN TINJAUAN PUSTAKA NO BESARAN SATUAN KETERANGAN Sliding Sliding velocity   Persama  8 velocity (Vs) Ft/min Persama an 2.38 Radial or separating Persama  11 force (Fr) lb an 2.36 BEBAN .41 Transmited Transmited PERANCANGAN load = BEBAN SEPEDA CROSSED load = Tangential Persama HELICAL GEAR Tangential Persama  9 force lb an 2.47 GEOMETRI  9 force lb an 2.

392 0..55   Dimana : S : Tegangan bending statis yang diizinkan   Fb : Beban bending maksimum   Y : Faktor Lewis pada Worm Gear   Pn : Diametral Pitch Normal .47 0.50 200 250 300   Y 0.TINJAUAN PUSTAKA BEBAN KONTAK DASAR TEORI PERANCANGAN Dimana : BEBAN SEPEDA CROSSED HELICAL GEAR σH : Tegangan kontak Hertz pada gear GEOMETRI r : DIAMETERgearset b : lebar gigi BEBAN E : modulus young   .1..2 : driver dan driven gear BEBAN BENDING LEWIS BEBAN DINAMIK �n 14.314 0.

METODOLOGI PENELITIAN .

METODOLOGI PENELITIAN .

5 .1 80 78. Rockwell C (converted from No Hp Rpm Torsi (lb-in) Brinell hardness.1 120 52.75 Machinability (based on AISI 1212 as 100 50 4 0.5 range. Brinell 197 POWER OUTPUT PENGENDARA PENGENDARA Hardness.1 60 105 Hardness. Vickers (converted from Brinell 207 hardness) 3 0.70% GRAFIK DATA POWER Hardness. Value below normal HRC 13 1 0. Knoop (converted from Brinell 219 hardness) Hardness. for comparison purposes only) 2 0. Rockwell B (converted from VARIASI BEBAN Brinell hardness) 92 Hardness.1 100 63 MATERIAL PROPERTIES machinability) 5 0.30 Elongation at break (in 50 mm) 25.1 40 157.284 lb/in³ PENGUMPULAN Melting point 2580°F DATA TEKNIS Tensile strength Yield strength & Yield strength 155000 psi 101000 psi compressive PENGUKURAN GEOMETRI FRAME GEAR Bulk modulus (typical for steel) 20300 ksi Shear modulus (typical for steel) 11600 ksi MATERIAL Elastic modulus 30458 ksi DI AISI 4340 PASARAN Poisson's ratio 0.METODOLOGI PENELITIAN Properties Imperial Density 0.

5:47.5) (37. 5) 2 �1: �2 4 �1: �2 = (45:45) = (40:50) .METODOLOGI PENELITIAN PERMODELA N No Model Note No Model Note 1 �1: �2 3 �1: �2 = = (42.5:52.

METODOLOGI PENELITIAN SIMULA SI .

5 Definition   Type Frictionless Scope Mode Manual DEFINISI Behavior Symmetric JOINT Suppressed No .METODOLOGI PENELITIAN Definition   Connection Type Body-Ground BOUNDARY Type Revol Revolute/Fix CONDITION ute ed CONTACT Torsional Stiffness 0 Torsional Damping 0 JOINT Suppressed No LOAD Mobile   Scoping Method Geometry Selection CONSTRAIN Applied By Remote Attachment T Scope 5 Faces Body Driven Driver Object   Initial Position Unchanged Object Name M1T1 Behavior Rigid State Fully Defined DEFINISI Pinball Region All Scope   Behavior Symmetric Scope Method Geometry Selection KONTAK Suppressed No Contact 19 faces Target 38 faces Contact Bodies Driver gear HA 37.5 Target Bodies Driven gear HA 52.

09 in/s2 9step applied) Y Component 0 Z Component 0 Suppressed No Direction X Direction .METODOLOGI PENELITIAN TIME SETTING Object Analysis Settings BOUNDARY Step Control   DEFINISI LOAD CONDITION Number of Step 1 Current Step 1 Scope   CONTACT Number Joint Revolute-Ground To Step End Time 3e.5lbf-in (step d applied) Lock at Load Step Never Initial Time Step 3e-005s Minimum Time 3e-005s Suppressed No Step Maximum Time 6e-005s Scope   Geometry All Bodies Step Definition   Time Integration On Coordinate System Global Coordinate System X Component -386. 1s driver JOINT Definition   003s DOF Rotation Z LOAD Auto Time Setting On Progra Type Moment m CONSTRAIN T Controlle Magnitude 52.

METODOLOGI PENELITIAN BOUNDARY CONDITION MESHING CONTACT Display   Display Style Body Color Defaults   Physics Mechanical Preference Solver Mechanical Preference APDL Relevance 0 Object Face sizing Element 0 MESHING Scoping Geometry Midiside nodes BENDING Sizing   Method Selection Use Advanced Off Geometry 148 faces Scope   Scoping Method Geometry Sizing Named Driven Relevance Coarse Selection Selection Geometry 2 bodies Center Element Size 0.04in Type Element Definition   Initial Size Seed Active Assembly Suppressed No Size Smoothing Medium Method Tetrahedron Element 0.055in .02 in Transition Fast Algorithm Patch Span Angle Coarse Size Independent Center Behavior Soft Min Size Limit 0.

METODOLOGI PENELITIAN BENDIN DEFINISI G OUTPUT KONTAK Scope   Scoping Geometry Geometry Method Selection Selection Geometry All Bodies All Bodies Definition   Type Normal Stress Contact Tool (Coordinat X) (Pressure) By Time Display Last Time Calculate Yes Time History Identifier   Suppress No ed .

avi .1 psi 50181 psi BENDING VIDEO data sidang\ data sidang\ DINAMIS statis\bm1t1.avi statis KONTAK \KM1T1.ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN BENDING TEGANGA N STATIS STATIS KONTAK KETERANGAN BENDING KONTAK DISTRIBUSI TEGANGAN HASIL SIMULASI 3634.

66% 4.41%   Beban yang ditransmisikan (Ft)  Tegangan Kontak  Kecepatan pitch    Beban Dinamik  Tegangan Bending Statis .3psi PERHITUNGAN   ERROR 6.1 psi 50181 psi TEGANGAN STATIS HASIL 3894.ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN KETERANGAN BENDING KONTAK VALIDASI HASIL SIMULASI 3634.95 52947.

5.365e-003 1.e-005 -866. 3268.3 1859.965e-003 2.9 2.5e-005 -1188.7 4555.8 4648.6 AN 1.1875e-004 -6423.565e-003 55140 2.9437e-003 -3399.6 3737.1875e-004 -1763.925e-003 33119 2.83 1287.445e-003 25060 2.1875e-004 -5166. 4042.6187e-003 -6251.9 3641.545e-003 0.9 -6167.7 4.845e-003 1.57 1255.3 0. 2.745e-003 36049 2. HASIL 5021.3 t1.485e-003 19776 SIMULASI 1.85e-004 2.685e-003 28451 2.3187e-003 -3859.8437e-003 -4013.3 1.1 1833.7 3592.45e-004 2.1 4682.2 -1083.1 1996.9 1830.65e-004 8. 1.385e-003 22256 2.65e-004 63569 4.085e-003 2. 3.3937e-003 -7111. 9.5 1438.0438e-003 1.9625e-003 29202 3.5687e-003 -2925.1 2381.025e-003 81172 73483 2.245e-003 14042 0.7 sidang sidang 1.e-003 35883 .9 2.865e-003 45412 2.7 2.9375e-004 -4461.6 4270.9 2795.2 29088 1.1 1.7 1264.3 5021.e-005 0.3 2.7937e-003 -4736.7 -6123.9187e-003 -5350.4 2.4 1761.9375e-004 -995. 10174 5.4375e-004 -8938.6875e-004 -2147.325e-003 37012 2.005e-003 18930 KETERANG BENDING KONTAK 1.65e-004 68518 2.5 -2294.6 1903.3437e-003 -886.4375e-004 -3245.7187e-003 1.avi t1.6 2.5437e-003 -4766.85e-004 54655 50017 8548.5 1.065e-003 1.265e-003 62084 2.625e-003 30812 2.6875e-004 -995.505e-003 46756 2.6875e-004 -897.8687e-003 -5018. 2.75e-005 -2304.205e-003 62961 2.e-005 3710.0937e-003 -9574.9 N DINAMIS 7.6 1.7 1486.3 6.7 2.2 1595. 4097.8 1375.185e-003 1.3 4.6 4894.425e-003 64663 57367 1. 1.6 4624.7 2.4375e-004 8.8 2.6 TEGANGA 5.3 1.2 3482.9594e-003 -5838.1937e-003 1.5 2652.9 2.05e-004 0.7 2.3 2685.4937e-003 -4746.4687e-003 -5549.305e-003 23086 1.8 4077.9 1691.6 7.5 \video\bm1 \video\km1 1.8 -6407.2 4081.6437e-003 -1236.85e-004 6.e-003 -4428.4187e-003 1.88 1318.725e-003 1.ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Time [s] Minimum [psi] Maximum [psi] Time [s] Minimum [psi] Maximum [psi] 3.1 1.1188e-003 -1366.1 1579.7687e-003 -5210.45e-004 0.2687e-003 -7296.4 1.3 psi 81172 psi 1.8 8.4 1.145e-003 33082 41277 2.57 1258.605e-003 37917 1.785e-003 57664 25399 1.1687e-003 -7119.125e-003 63554 55820 1.0187e-003 -6490.2 2058.7 1651.805e-003 57484 2.4 1450. 2800.05e-004 42887 8.665e-003 64973 VIDEO data data 1. 3.avi 2.9 5.9375e-004 6.25e-004 48865 5.05e-004 18712 3.1 3839.6937e-003 -6591.5 2.905e-003 7511.7 3500.8 -7314.6 2. 9.25e-004 8.2437e-003 -3622.45e-004 7.4 2386.25e-004 36232 1.

5) 45 Linear (45) .ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Grafik Tegangan Bending Statis Fungsi Torsi 52.5) 50 Linear (50) 47.5 Linear (47.5 Linear (52.

5) 50 Linear (50) 45 Linear (45) 45 Linear (45) .5 Linear (52.ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Grafik Tegangan Bending Dinamik Fungsi Torsi 52.

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Grafik Tegangan Kontak Statis Fungsi Torsi 52.5 Linear (52.5) 45 Linear (45) .5 Linear (47.5) 50 Linear (50) 47.

5 Linear (47.5) 50 Linear (50) 47.5) 45 Linear (45) .ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Grafik Tegangan Kontak Dinamik Fungsi Torsi 52.5 Linear (52.5) Linear (52.

• Torsi : Semakin besar torsi beban pada geometri gear yang sama maka semakin besar pula gaya yang ditransmisikan dan beban dinamik yang bekerja pada gear.3psi.5 yaitu sebesar 3634. • . Nilai maksimum berada pada torsi 157.5 lb-in pada model dengan pasangan sudut helix 37.5 lb-in pada model dengan pasangan sudut helix 45:45 yaitu sebesar 25280 psi.1psi untuk statis.5:52.5:52.5 yaitu sebesar 5021.ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN  • Nilai maksimum berada pada torsi 157. Nilai minimum berada pada torsi 52. sehingga tegangan yang terjadi juga akan semakin besar.5 lb-in pada model dengan pasangan sudut helix 37.5 lb-in pada model dengan pasangan sudut helix 45:45 yaitu sebesar 11774 psi. Nilai minimum berada pada torsi 52.

Sehingga beban yang ditransmisikan akan semakin kecil dengan torsi yang konstan dan menyebabkan beban dinamik maupun tegangan yang terjadi semakin kecil • .ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN  • Sudut Helix : Semakin besar sudut helix pada gear menyebabkan perubahan geometri diameter gear yang semakin besar dan juga profil gigi yang semakin besar.

5 lb-in pada model dengan pasangan sudut helix 37.5:52. • Torsi : Semakin besar torsi beban pada geometri gear yang sama maka semakin besar pula gaya yang ditransmisikan dan beban dinamik yang bekerja pada gear. Nilai minimum berada pada torsi 52.5 lb-in pada model dengan pasangan sudut helix 45:45 yaitu sebesar 95428 psi.5 lb-in pada model dengan pasangan sudut helix 45:45 yaitu sebesar 181313 psi. . Nilai maksimum berada pada torsi 157. Nilai minimum berada pada torsi 52.5 yaitu sebesar 81172 psi.5 yaitu sebesar 501181psi untuk statis. sehingga tegangan yang terjadi juga akan semakin besar.5:52.ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN  • Nilai maksimum berada pada torsi 157.5 lb-in pada model dengan pasangan sudut helix 37.

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN  • Sudut Helix : Semakin besar sudut helix pada gear menyebabkan perubahan geometri diameter gear yang semakin besar dan juga profil gigi yang semakin besar. Sehingga beban yang ditransmisikan akan semakin kecil dengan torsi yang konstan dan menyebabkan beban dinamik maupun tegangan yang terjadi semakin kecil • .

5 adalah yang terpanjang pada material yang sama dan dapat digantikan dengan grade material yang lebih rendah yang ada di pasaran. .5 merupakan yang teraman dengan tegangan bending statis maupun dinamis dan yang terkecil.5:52.5 merupakan yang teraman dengan tegangan kontak statis sehingga umur dari design gear helix 37.5-52.5-52.5 adalah yang terpanjang pada material yang sama dan dapat digantikan dengan grade material yang lebih rendah yang ada di pasaran.5:52. sedangkan pada kondisi dinamis dengan beban torsi melewati 105lbin tegangan kontak yang terjadi melewati batas tegangan maksimal compressive yield AISI 4340 sehingga tidak aman. sehingga umur dari design gear helix 37.KESIMPULAN • Semakin besar sudut helix pada gear menyebabkan tegangan bending maupun tegangan kontak yang terjadi pada gear pada beban statis maupun dinamis akan semakin kecil • Hasil yang didapatkan besar pasangan sudut helix 37. • Hasil yang didapatkan besar pasangan sudut helix 37.