You are on page 1of 24

KEBIJAKAN MONETER

Pendamping Buku Pengantar Kebanksentralan

Bagus Shandy Narmaditya

Kebijakan Moneter
Kebijakan bank sentral atau otoritas moneter
dalam bentuk pengendalian besaran
moneter/suku bunga untuk mencapai tujuan
perekonomian yang diinginkan

M0 M1 M2

Tujuan dari Kebijakan moneter meliputi
terjaganya stabilitas ekonomi makro yang antara
lain tercermin oleh stabilitas harga (inflasi),
perkembangan output riil ( pertumbuhan
ekonomi), kesempatan kerja tersedia

Kebijakan Moneter dan Siklus Kegiatan Ekonomi .

Kebijakan makroekonomi aktif seperti kebijakan fiskal dan moneter hanya akan membuat keadaan perekonomian menjadi lebih buruk. Dalam jangka pendek (short run). . sedangkan dalam jangka panjang (long run) jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat harga atau inflasi. jumlah uang beredar mempengaruhi tingkat output dan kesempatan kerja.  Bahkan secara ekstrim mereka mengatakan bahwa “kebijakan makroekonomi yang aktif itu lebih merupakan bagian dari masalah. dan bukan bagian dari solusi”. Monetaris VS Keynesian  Jumlah uang beredar merupakan faktor penentu utama dari tingkat kegiatan ekonomi dan harga-harga di dalam suatu perekonomian.  Aliran moneteris yang dianggap penting di antaranya adalah : Sektor atau perekonomian swasta pada dasarnya adalah stabil.

yang akan menjamin keadaan keseimbangan di dalam perekonomian selalu bisa diwujudkan. Bagi kubu Keynesian fluktuasi terjadi karena berubahnya faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran agregat. Jumlah uang beredar merupakan faktor penentu yang sangat penting dari tingkat kegiatan ekonomi secara keseluruhan  Kaum Keynesian percaya bahwa memang ada kaitan yang sangat erat antara jumlah uang beredar dengan fluktuasi ekonomi. melainkan fluktuasi ekonomi yang mempengaruhi jumlah uang beredar. Monetaris VS Keynesian  Kaum moneteris berpendapat bahwa harga-harga dan upah di dalam perekonomian adalah relatif fleksibel. . Tetapi bagi mereka bukan keadaan moneter yang mempengaruhi fluktuasi. dan kebijaksanaan yang paling ampuh untuk meredakan fluktuasi tersebut adalah melalui kebijaksanaan counter-cyclical dengan lebih banyak menggunakan kebijaksanaan fiskal.

Kebijakan Moneter dalam Perekonomian Terbuka Semakin Besar transaksi antar Country A negera maka semakin pula transaksi keluar masuk dari Negara tsb. Hal ini tentu akan Country Country mempengaruhi JUB. Suku D B Bunga. Nilai Tukar dalam Perekonomian yang pada akhirnya berpengaruh terhadap Country pertumbuhan ekonomi dan C inflasi “Mekanisme dan besarnya pengaruh aliran dana luar negeri tsb akan dipengaruhi oleh sistem nilai tukar dan devisa yang dianut suatu negara” .

Sistem Nilai Tukar Fixed Exchange Rate Managed Floating Exchange Rate Floating Exchange Rate .

Kerangka Strategis Kebijakan Moneter Penargetan Nilai Tukar Penargetan Besaran Moneter Penargetan Inflasi Strategi Kebijakan Moneter tanpa jangkar yang tegas .

Alternatif Pelaksanaan  Menetapkan nilai mata uang domestik terhadap harga komoditas tertentu yang diakui internasional (emas)  Menetapkan nilai mata uang domestik terhadap mata uang negara-negara besar dengan inflasi rendah  Menyesuaikan nilai mata uang domestik terhadap mata uang negara tertentu ketika perubahan nilai mata uang diperkenankan sejalan dengan perbedaan laju inflasi diantara kedua negara .Penargetan Nilai Tukar (Exchange rate targeting)  Mendasarkan keyakinan bahwa nilai tukarlah yang paling dominan pengaruhnya terhadap pencapaian sasaran akhir kebijakan moneter.

Penargetan Nilai Tukar (Exchange rate targeting) Kelemahan:  Penargetan nilai tukar dalam kondisi ketika perekonomian suatu negara terbuka dan mobilitas dana luar negeri sangat tinggi akan menghilangkan independensi kebijakan moneter domestik dari pengaruh luar negeri.  Penargetan nilai tukar dapat menyebabkan setiap gejolak struktural yang terjadi di negara lain akan berdampak secara langsung pada domestik .

Penargetan Nilai Tukar (Exchange rate targeting) Kelemahan:  Penargetan nilai tukar dalam kondisi ketika perekonomian suatu negara terbuka dan mobilitas dana luar negeri sangat tinggi akan menghilangkan independensi kebijakan moneter domestik dari pengaruh luar negeri.  Penargetan nilai tukar dapat menyebabkan setiap gejolak struktural yang terjadi di negara lain akan berdampak secara langsung pada domestik .

Penargetan Besaran Moneter (Monetary targeting) Menetapkan pertumbuhan jumlah uang beredar sebagai sasaran antara. (M1) dan (M2) Kelebihan  Dimungkinkan kebijakan moneter yang independen sehingga bank sentral dapat memfokuskan pencapaian tujuan yang ditetapkan misalnya laju inflasi. pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan .

.  Strategi ini tidak didasarkan pada satu indikator saja seperti nilai tukar atau uang beredar saja tetapi mengevaluasi beberapa indikator kunci untuk perumusan kebijakan moneter.Penargetan Inflasi (Inflation targeting)  Penargetan inflasi dilakukan dengan mengumumkan kepada publik mengenai target inflasi jangka menengah dan komitmen Bank Sentral dalam mencapai stabilitas harga sebagai tujuan jangka panjang.

Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter .

Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Suku Bunga “Apabila perekonomian sedang mengalami kelesuan Kebijakan Moneter Ekspansif melalui penurunan suku bunga mendorong aktifitas ekonomi. Penurunan suku bunga kredit juga akan menurunkan biaya modal untuk melakukan investasi. Penurunan suku bunga BI Rate menurukan Suku bunga kredit. Tingkat suku bunga yang rendah akan mendorong aktifitas konsumsi dan investasi sehingga perekonomian semakin bergairah” .

Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Nilai Tukar “Kenaikan BI Rate mendorong kenaikan selisih suku bunga di Indonesia dan Luar Negeri akan mendorong investor menanamkan modal ke dalam instrument keuangan seperti SBI dengan return yang lebih tinggi. Apresiasi Nilai Rupiah mengakibatkan harga impor jauh lebih murah dan barang ekspor lebih mahal dan kurang kompetitif hal ini tentu akan mendorong impor yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi dan kegiatan perekonomian ” . Aliran modal masuk asing pada gilirannya meningkatkan Rupiah.

” .Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Harga Aset “Kenaikan suku bunga akan menurunkan harga aset seperti saham dan obligasi sehingga mengurangi kekayaan individu dan perusahaan yang pada gilirannya mengurangi kemampuan mereka untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti konsumsi dan investasi.

Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Kredit “Lending Channel (jalur pinjaman Bank) dan Balance Sheet Channel (Jalur Neraca Perusahaan)” .

Transmisi Kebijakan Moneter Jalur Ekspektasi Dampak perubahan suku bunga kepada kegiatan ekonomi juga mempengaruhi ekspektasi publik akan inflasi (jalur ekspektasi). .  Penurunan suku bunga yang diperkirakan akan mendorong aktifitas ekonomi dan pada akhirnya inflasi mendorong pekerja untuk mengantisipasi kenaikan inflasi dengan meminta upah yang lebih tinggi.  Upah ini pada akhirnya akan dibebankan oleh produsen kepada konsumen melalui kenaikan harga.

Tugas 1. 2. Perkembangan sistem nilai tukar yang diterapkan di Indonesia. Sejarah penargetan inflasi di Indonesia. .

000 tiba-tiba ketika kita berbelanja bulanan lagi dengan barang yang sama nilainya naik 2 x lipat artinya nilai uang kita menurun. . Fenomena kenaikan harga secara terus menerus dinamakan inflasi. KEBIJAKAN MONETER DI INDONESIA  Kita memiliki berbagai macam kebutuhan seperti makanan minuman pakaian rumah hiburan. Tentu kita menginginkan nilai uang kita gunakan nilainya relatif stabil. Kenaikan harga yang terus menerus akan menyebabkan kehidupan masyarakat yang semakin sulit. Untuk mencapai kebutuhan tersebut memerlukan alat pembayaran uang. Bagaimana kalau nilai uang bergejolak? Contoh hari ini untuk berbelanja kebutuhan bulanan harus mengeluarkan uang 500.

 Kestabilan nilai rupiah tercermin dalam kestabilan harga dan kestabilan nilai rupiah. .  Cara mencapai target inflasi? BI memiliki berbagai instrumen antara lain yang paling sering adalah suku bunga kebijakan (BI Rate)  Keputusan menentukan tingkat BI Rate dilaksanakan oleh Rapat Dewan Gubernur. Tugas bank indonesia menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Operasi Moneter .