You are on page 1of 17

MANAJEMEN KEPERAWATAN

“Motivasi dan Kepuasan Kerja“

Kelompok II

MOTIVASI • Defenisi Motivasi • Motivasi adalah sebuah alasan atau dorongan seseorang untuk bertindak. . Alasan atau dorongan itu bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. Sebenarnya pada dasarnya semua motivasi itu datang dari dalam diri. faktor luar hanyalah pemicu munculnya motivasi tersebut. Orang yang tidak mau bertindak sering kali disebut tidak memiliki motivasi. Motivasi dari luar adalah motivasi yang pemicunya datang dari luar diri kita. Sementara meotivasi dari dalam ialah motivasinya muncul dari inisiatif diri kita.

kebutuhan seks. kebutuhan akan kasih sayang. yaitu: kebutuhan fisik. menggolongkan tingkat motif menjadi enam.• Menurut Gunarsa (2003) : Terdapat dua motif dasar yang menggerakkan perilaku seseorang.H. kebutuhan akan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri (dalam Mahmud. 1990). yaitu motif biologis yang berhubungan dengan kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan motif sosial yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. kebutuhan rasa aman. Sementara Maslow A. .

TEORI-TEORI MOTIVASI • Teori Insentif • Dorongan Bilogis • Teori Hirarki Kebutuhan • Takut Kehilangan vs Kepuasan • Kejelasan Tujuan .

.M (2001:46) “Prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar”.PENGERTIAN PRESTASI • Menurut Sardiman A. • Sedangkan pengertian prestasi menurut A. Tabrani (1991:22) “Prestasi adalah kemampuan nyata (actual ability) yang dicapai individu dari satu kegiatan atau usaha”.

. 1988). Selanjutnya McClelland dan Atkinson melanjutkannya dengan penelitian tentang hal tersebut dalam bentuk konsep teoritik tentang motivasi berprestasi (Buck.PENGERTIAN MOTIVASI BERPRESTASI • Motivasi berprestasi merupakan konsep yang dikembangkan pertama kali oleh Alexander Murray dengan istilah need for achievement (Petri. 1981).

• Selalu menampilkan perasaan suka bekerja keras dibanding individu lain yang mempunyai motivasi berprestasi rendah. .KOMPONEN MOTIVASI BERPRESTASI • Motivasi berprestasi terdiri atas dorongan-dorongan dari dalam ind ividu untuk dapat mencapai tujuan dan bertahan ketika menghadapi rintangan. • Beranggapan bahwa kegagalan disebabkan oleh kurangnya usaha. yaitu tugas yang tidak terlalu mudah tetapi juga tidak terlalu sukar. • Menyukai aktivitas yang prestatif dan mengaitkan keberhasilan dengan kemampuan dan usaha keras. • Mempunyai satu pertimbangan dalam memilih tugas dengan tingkat kesulitan sedang. Weiner (1972) mengemukakan bahwa motivasi berprestasi terdiri atas empat komponen.

.KEPUASAN KERJA • Pengertian Kepuasan Kerja • Pengertian kepuasan kerja menurut para ahli : • Lock (1995) : Kepuasan kerja merupakan suatu ungkapan emosional yang bersifat positif atau menyenangkan sebagai hasil dari penilaian terhadap suatu pekerjaan atau pengalaman kerja. • Porter (1995) : Kepuasan kerja adalah perbedaan antara seberapa banyak sesuatu yang seharusnya diterima dengan seberapa banyak sesuatu yang sebenarnya dia terima. • Robbins (1996) : Kepuasan kerja merupakan sikap umum seorang karyawan terhadap pekerjaannya.

• Peraturan. kepuasan kerja akan muncul apabila dalam suatu organisasi terdapat hubungan yang baik. • Efisiensi kerja. • Peluang promosi. budaya serta karakteristik yang ada dalam organisasi tersebut. • Rekan kerja atau partner kerja. • Kompensasi dari pekerjaannya yang seimbang dengan pekerjaan yang telah ia lakukan. .Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja • Kondisi kerja.

Aspek-aspek Kepuasan Kerja • Kerja yang Secara Mental Menantang • Ganjaran yang Pantas • Kondisi Kerja yang Mendukung • Rekan Kerja yang Mendukung • Kesesuaian Kepribadian dengan Pekerjaan  .

Tingakatan-tingakatan yang dimaksud adalah sebagai berikut : • Kebutuhan fisiologis • Kebutuhan keamanan dan keselamatan • Kebutuhan akan rasa memiliki • Kebutuhan untuk dihargai • Kebutuhan akan aktualisasi diri . mulai dari tingkatan yang paling rendah sampai yang paling tinggi.Teori Motivasi dan Kepuasan Kerja • Discrepancy Theory • Equity Theory • Opponent Theory – Process Theory • Teori Maslow : Menurut Maslow. kebutuhan manusia berjenjang atau bertingkat.

Tiga kebutuhan yang dimaksud adalah : • Kebutuhan berprestasi • Kebutuhan berafiliasi • Kebutuhan akan kekuasaan . yaitu teori yang menyatakan bahwa seseorang dengan suatu kebutuhan yang kuat akan termotivasi untuk menggunakan tingkah laku yang sesuai guna memuaskan kebutuhannya.• Teori ERG Alderfer : Alderfer membagi hierarki kebutuhan manusia menjadi 3 tingkatan. yaitu : • Eksistensi • Keterkaitan kebutuhan-kebutuhan akan adanya hubungan sosial dan interpersonal yang baik • Pertumbuhan • Teori Dua Faktor dari Herzberg : Teori ini memandang kepuasan kerja berasal dari keberadaan motivator intrinsik dan bahwa kepuasan kerja berasal dari ketidak-adaan faktor-faktor ekstrinsik. • Teori McClelland : McClelland mengajukan teori kebutuhan motivasi yang dipelajari.

yaitu mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: – Selalu datang tepat waktu. – Mempunyai hubungan harmonis dengan pegawai lain dan atasannya. – Senang dalam melaksanakan pekerjaannya yaitu pekerja dalam bekerja berusaha menyukai pekerjaan yang dikerjakannya. – Selalu belajar untuk lebih baik sehubungan dengan pekerjaan yang dikerjakannya misalnya seorang guru sejarah yang selalu belajar dan mengikuti perkembangan sejarah yang terjadi.Profil Kepuasan Kerja Individu dalam Organisasi • Pegawai yang merasa puas dalam bekerja. – Tidak mengeluh terhadap tugas dan pekerjaan yaitu selalu dapat menerima pekerjaan yang baru dan sulit dengan lapang dada. – Betah berada di tempat kerja yaitu karyawan merasa nyaman berada di tempat kerja. – Selalu semangat dalam bekerja yaitu pegawai dalam bekerja mempunyai suatu energi yang penuh dalam bekerja. artinya pegawai tersebut menghargai pekerjaannya dan bertanggung jawab atas tugas yang harus dikerjakannya. .

Pengukuran Kepuasan Kerja • Pengukuran kepuasan kerja dengan skala job description index : • Pengukuran kepuasan kerja dengan Minnesota Satisfaction Questionare : • Pengukuran kepuasan kerja berdasarkan ekspresi wajah : .

– Kesetiaan (Loyality). Mencakup berbicara membela organisasi menghadapi kritik luar dan mempercayai organisasi dan manajemennya untuk “melakukan hal yang tepat”. mecakup pencarian suatu posisi baru maupun meminta berhenti. dengan aktif dan konstruktif mencoba memperbaiki kondisi. perbaikan. pasif tetapi optimistis menunggu membaiknya kondisi. temasuk kemangkiran atau datang terlambat secara kronis. perilaku yang mengarah untuk meninggalkan organisasi. Stephen Robbins (2003:105) . dan beberapa bentuk kegiatan serikat buruh. – Suara (Voice). upaya yang dikurangi. – Pengabaian (Neglect). membahas problem-problem dengan atasan.Bagaimana Karyawan Dapat Mengungkapkan Ketidakpuasan – Exit. Mencakup saran. dan tingkat kekeliruan yang meningkat. secara pasif membiarkan kondisi memburuk.

Korelasi Kepuasan Kerja • Motivasi : • Pelibatan Kerja : • Organizational Citizenship Behavior : • Organizational Commitment : • Ketidakhadiran (Absenteisme) : • Perputaran (Turnover) : • Perasaan stres : • Prestasi Kerja/Kinerja : .

Terimakasih .