You are on page 1of 47

Laporan Kasus

BBLR DAN SEPSIS

Oleh
Ivan Choirul wiza

Pembimbing :
dr. Fajar Hendra P., M.Sc. Sp. A

KEPANITERAAN KLINIK MADYA
LABORATORIUM ILMU KESEHATAN ANAK
RSUD MARDI WALUYO BLITAR
2016

STATUS PASIEN
 Nama : By. A
 Tanggal lahir : 28 desember 2016
 Umur : 20 Hari
 Alamat : Sukorejo blitar
 Jenis kelamin : perempuan
 Nama Ayah : Tn. S
 Tanggal pemeriksaan : 16 januari 2017

ANAMNESA

• Bayi Baru Lahir
Keluhan Utama

• Bayi lahir secara spontan.
Lahir pada tanggal 28
desember 2016, pukul 00.25.
Riwayat Pada saat lahir bayi langsung
menangis dengan sisa ketuban
Penyakit jernih. Apgar score 5-6. Ibu
memiliki riwayat G4P20012, UK
Sekarang 34-35 minggu.

PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS

KU / Kesadaran Tampak lemas / Compos mentis
Tanda Vital N: 145 S: 37,1 RR: 41 Sp02: 92
Kulit Ikterik (-) Cyanosis (-)
Kepala Normocephali
Mata a-/i-/c-/d-
Hidung / Telinga Dbn
Mulut/orofaring Dbn
Leher Pembesaran KGB (-)
Thorax Simetris +. Retraksi +
S1-S2, tunggal, Reguler
Simetris ves +/+ rh -/- wh -/-
Abdomen Dbn

 Ballard score: 29  UK: 34-36 minggu .

 Kurva Lubchenco  Kecil Masa Kehamilan (KMK) .

5jt/CMM. P:0-20/jam Hitung Jenis -/-/-/24/53/23 1-2/0-1/3-5/54-62/25-33/3-7 Eritrosit 7.400 4000-11000/CMM Led/Bbs # L:0-15/jam.4 /38.0jt/CMM Trombosit 228.5-6.070.0 g/dL Hitung Leukosit 23.000 150.8/31.8% 40-54% Mcv/Mch/Mchc 81.4 80-97fL/ 27-31pg/ 32-36% . P:3.000 L:4.000-450.2 13-17.000/cmm Hematokrit 57.PEMERIKSAAN PENUNJANG Jenis Tes Hasil Tes Nilai Normal Jenis Tes Hasil Tes Nilai Normal Darah lengkap     Hb 22.0-6.

DIAGNOSIS BBLR dan SEPSIS .

5 mg .PENATALAKSAAAN  Termoregulasi (inkubator dengan suhu 340C)  O CPAP 2  D10% 0.18 NS 6 TPM  Injeksi : ampi 2x100 mg  Injeksi : genta 2x 3.

BBLR  BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2500 gram .

 Bayi cukup bulan adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan 38-42 minggu. . dengan berat lahir <1000 gram.  Bayi berat lahir sangat rendah (BBLSR).  Bayi berat lahir rendah (BBLR). Usia kehamilan  Bayi premature adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan belum mencapai 38 minggu. dengan berat badan 1500- 2500gram. dengan berat lahir 1000-1500 gram.KALSIFIKASI BBLR Berat badan lahir  Bayi berat lahir amat sangat rendah (BBLASR).  Bayi lebih bulan adalah bayi yang lahir dengan usia kehamilan lebih dari 42 minggu.

 Bayi yang beratnya kurang dari berat semestinya menurut masa kehamilannya (kecil untuk masa kehamilan=KMK) .Usia kehamilan dan berat badan lahir  Masa kehamilan kurang dari 38 minggu dengan berat yang sesuai dengan berat badan untuk usia kehamilan (sesuai untuk masa kehamilan=SMK). dimana masa kehamilan dihitung mulai hari pertama haid terakhir dari haid yang teratur.

BBLR dapat dibagi menjadi 2 golongan yaitu:  Prematuritas murni Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan pada masa gestasi tersebut. atau biasa disebut dengan neonatus kurang bulan-sesuai dengan masa kehamilan (NKB-SMK)  Dismaturitas Bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya pada masa gestasi. Berarti bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (KMK) .

yaitu preeklampsi dan eklampsi  Kelainan bentuk uterus (contoh: uterus bikornis. penyakit jantung. glomerulonefritis kronis (kronis)  Trauma pada masa kehamilan. cystoma)  Ibu yang menderita penyakit. seperti tifus abdominalis. fisik (jatuh/terbentur).PENYEBAB Faktor Ibu:  Toksemia gravidarum. inkompeten serviks)  Tumor (contoh: mioma uteri. TBC. psikologis (stress)  Usia ibu pada waktu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun . malaria (akut).

toxoplasmosis)  Insufisiensi plasenta  Inkompatibilitas darah ibu dan janin (faktor rhessus.Faktor Janin :  Kehamilan ganda  Hidramnion  Ketuban pecah dini  Cacat bawaan  Infeksi transplasenta (contoh: rubeolla. golongan darah ABO) . sifilis.

virus. mola hidatidosa) . Bakteri.Faktor Plasenta :  Plasenta previa  Solusio plasenta  Plasentitis Villus (ec. parasit)  Berat plasenta berkurang atau berongga  Tumor (contoh: chorioangima.

jarak kelahiran sebelumnya  Kenaikan berat badan selama hamil  Aktivitas  Penyakit yang diderita selama hamil  Obat-obatan yang diminum selama hamil .DIAGNOSA Anamnesa  Umur ibu  Riwayat hari pertama haid terakir  Riwayat persalinan sebelumnya  Paritas.

Pemeriksaaan Fisik  Berat badan > 2500 gram  Tanda-tanda prematuritas (pada bayi kurang bulan)  Tanda bayi cukup bulan atau lebih bulan (bila bayi kecil untuk masa kehamilan). Pemeriksaan penunjang  Ballard score  Kurva lubcenco .

 Lebih rentan terhadap infeksi : imunitas humoral dan seluller masih kurang. .  Sindrom Gawat Nafas pembentukan surfaktan pada paru bayi yang belum matang  Hipoglikemia.KOMPLIKASI  Hipotermia kemampuan untuk untuk mempertahankan panas dan kesanggupan menambah produksi panas sangat terbatas. cadangan glikogen yang belum mencukupi  Hiperbilirubinemia belum maturnya fungsi hepar.

. bila keadaan bayi stabil maka pemberian nutrisi enteral dapat dimulai. selanjutnya dapat mencapai 160 .180ml/kgBB/hari.5-37. dan pada hari ke 4-5 mencapai 150 ml/kgBB.50C  Nutrisi enternal  Infus larutan glukosa 5-10% sejak lahir dan observasi.PENATALAKSANAAN  Pengaturan suhu  suhu tubuh dipertahankan 36.  Kebutuhan Cairan  Jumlah cairan yang dianjurkan pada neonatus yang memerlukan susu botol atau cairan intravena adalah 60-70 mL/kgBB pada hari pertama dan dinaikkan sampai 100-120 mL/kgBB pada hari ke-2 dan ke-3.

. Infeksi  Resiko infeksi tinggi. perawat. kebersihan makanan. bidan dan petugas lain.  Tindakan pencegahan yang dimulai pada masa perinatal. mencegah terjadinya infeksi silang para dokter. yaitu dengan memperbaiki keadaan lingkungan.

DEFINISI  Sepsis pada bayi baru lahir adalah infeksi aliran darah yang bersifat invasif dan ditandai dengan ditemukannya bakteri dalam cairan tubuh seperti darah. cairan sumsum tulang. atau air kemih. .

. Insidensinya mencapai 13-27 per 1000 kelahiran hidup pada bayi dengan berat <1500 gram. sedangkan di negara maju hanya 1-5 pasien per 1000 kelahiran. Angka kematian 13-50%.8- 18 per 1000 kelahiran.EPIDEMIOLOGI  Angka kejadian sepsis di negara yang sedang berkembang masih cukup tinggi berkisar 1. terutama pada bayi prematur (5-10 kali kejadian pada neonatus cukup bulan) dan neonatus dengan penyakit berat dini.

hiv.escherichia coli. Kontak dengan petugas kesehatan lain negatif. Kuman di lingkungan rumah sakit gonokokus dan klamidia . Ibu menderia tbc B Gram 2.citamegalovir Streptococcus Group B us dan hepatititis B (dengan angka morbiditas sekitar 50 – 70 %) Faktor lain: Bakteri:Streptokokus grup 1.Etiologi Penyebab tersering Virus :herpes Escherichia coli dan simplek. 3.

 Persalinan dan kehamilan kurang bulan.FAKTOR RESIKO Faktor risiko ibu:  Ketuban pecah dini dan ketuban pecah lebih dari 18 jam. >24 jam ↑1% dan bila disertai korioamnionitis↑4x  Infeksi dan demam (>38°C) pada masa peripartum  Cairan ketuban hijau keruh dan berbau. .

 Dirawat di Rumah Sakit.CON’T Faktor risiko pada bayi:  Prematuritas  berat lahir rendah. .

muntah. sklerema atau ikterik • Suhu tidak stabil demam atau hipotermi •Perubahan metabolik hipoglikemi atau hiperglikemi. pucat. takipnu). Gejala Klinis • Bayi yang diduga menderita sepsis bila terdapat gejala : • Letargi. napas cuping hidung. ruam. petekie. takikardi. atau hipotensi (biasanya timbul lambat) • Gejala gastrointestinal: toleransi minum yang buruk. apnu dalam 24 jam pertama atau tiba. .tiba. retraksi. gangguan perfusi. sianosis. diare kembung dengan atau tanpa adanya bowel loop. asidosis metabolik • Gejala gangguan kardiopulmonal gangguan pernapasan (merintih. kulit bintik-bintik tidak rata. iritabel • Tampak sakit • Kulit berubah warna keabu-abuan.

Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang Bila ditemukan dua atau lebih keadaan: SIRS Laju nafas >60x/menit dengan/tanpa retraksi dan desaturasi oksigen(O2) Suhu tubuh tidak stabil (<36ºC atau >37.5ºC) Waktu pengisian kapiler > 3 detik CRP >10mg/dl IL-6 atau IL-8 >70pg/ml Terdapat satu atau lebih kriteria SIRS disertai dengan gejala SEPSIS klinis infeksi Sepsis disertai hipotensi dan disfungsi organ tunggal SEPSIS BERAT Sepsis berat disertai hipotensi dan kebutuhan resusitasi cairan SYOK SEPTIK dan obat-obat inotropik Terdapat disfungsi multi organ meskipun telah mendapatkan SINDROM DISFUNGSI MULTIORGAN pengobatan optimal .

Kriteria SIRS Usia Suhu Laju Nadi Laju napas Jumlah Neonatus per menit per menit leukosit X 103/mm3 Usia 0-7 hari >38.5 atau <5 hari <36ºC <100 .5ºC atau >180 atau >40 >19.5ºC atau >180 atau >50 >34 <36ºC <100 Usia 7-30 >38.

batang gram negatif dan Pseudomonas aeruginosa) . awitan lambat onset neonatal (late-onset sepsis) neonatal sepsis) 1. Klebsiella. Infeksi dengan transmisi terjadi pada saat proses horizontal. Infeksi asenden dan juga dapat 3.Klasifikasi Sepsis Sepsis neonatorum neonatorum awitan dini (early. Negara berkembang  batang 5. Infeksi pascanatal (lebih dari 72 1. Negara berkembang  kuman gram negatif (E. kelahiran atau in utero 4. coli. Negara maju  Coagulase- 4. Terjadi segera dalam periode jam) perinatal (<72 jam) 2. Penyebaran infeksi secara sekitar atau rumah sakit (infeksi transplasental nosokomial). Diperoleh dari lingkungan 2. Negara maju  Streptokokus negative Staphilococci (CoNS) dan Candida albicans Grup B (SGB) 5. 3.

pemeriksaan 1. ratio neutrofil imatur&total.hitung trombosit. Laboratorium • Pemeriksaan Hematologi (hemoglobin. leukosit dan jenisnya.PCR • Uji resistensi antibiotic • Pemeriksaan kuman dengan kultur darah .CRP. Hematokrit.

Penatalaksanaan • Pemberian antibiotik .

TERIMAKASIH .

Faktor Resiko  Early onset neonatal sepsis :  Bayi prematur  Ibu dengan infeksi saluran kencing  Chorioamnionitis  Bayi dengan apgar skor rendah (<6 pada 1 atau 5 menit pertama)  Ibu yang mengalami demam > 38˚C  Nutrisi ibu yang rendah  Riwayat ibu dengan aborsi  Bayi dengan BBLR  Bayi lahir dengan asfiksia  Anomali kongenital Late onset neonatal sepsis:  Bayi lahir prematur  Kateterisasi vena sentral (>10 hari)  Pemakaian nasal kanul dan CPAP yang kontinue  Gangguan pada GIT .

Faktor Resiko Mayor Minor Ibu dengan demam intrapartum > 38°C Kehamilan kembar Korioamnionitis Bayi prematur Fetal takikardi > 160 kali /menit Ruptur membran > 12 jam Ruptur membran ibu yang lama > 24 APGAR score yang rendah jam Berat badan lahir rendah / LBW Ibu Anak Ketuban pecah dini Berat badan lahir rendah Infeksi peripartum Prematuritas Partus lama Defek kongenital Infeksi intrapartum Tindakan resusitasi saat melakukan intubasi .

sitomegalo. korionitis -> melalui umbilkus endotrakea. Kontak langsung melewati dalam ventilator. rawat inap influenza. infus.Patofisiologi Masa antenatal Masa pasca Masa intranatal natal Kuman dari ibu -> melewati plasenta dan 1. seperti herpes genitalis.listeria. toksoplasma. jalan lahir yang terkontaminasi yang terlalu lama dan sifilis . parotitis. triponema pallidum . hepatitis. selang masuk ke tubuh bayi. ataupun saluran cerna kateterisasi umbilikus. Kuman pada vagina dan umbilicus-> masuk serviks naik ke korion dan Infeksi nosokomial: alat- tubuh bayi melalui amnion -> amnionitis dan alat. pengisap lendir. selang sirkulasi darah janin. hunian terlalu padat Candida albicans dan gonorea. bayi yang dapat menembus kuman dari vagina ->masuk mendapat prosedur plasenta :virus rubella. rongga uterus -> kontaminasi melalui saluran pernafasan neonatal invasif seperti herpes. . nasogastrik dan botol Mikroorganisme yang Ketuban pecah ->paparan minuman. 2. bayi koksaki.

.

.

.

.

.

.

.

.

pucat. purpura. fontanela menonjol. tremor. perdarahan Sistem Ginjal Oliguria .Manifestasi Klinis Keadaan umum Demam. pernapasan tidak teratur. refleks Moro abnormal. hipotermia. kejang. hipotonia. lesu. Sistem Gastointestinal Perut kembung. hipotensi. tangisan nada tinggi Sistem Kardiovaskuler Pucat. petekie.kulit lembab. bradikardi Sistem Hematologi Ikterus. splenomegali. grunting. dispnea. takikardi. diare. takipnea. muntah. dingin. retraksi.tidak mau makan. hiporefleksia. sianosis Sistem Saraf Pusat Iritabilitas. hepatomegali Sistem Pernapasan Apnea. mottling.

5ºC) Waktu pengisian kapiler > 3 detik CRP >10mg/dl IL-6 atau IL-8 >70pg/ml Terdapat satu atau lebih kriteria SIRS disertai dengan gejala SEPSIS klinis infeksi Sepsis disertai hipotensi dan disfungsi organ tunggal SEPSIS BERAT Sepsis berat disertai hipotensi dan kebutuhan resusitasi cairan SYOK SEPTIK dan obat-obat inotropik Terdapat disfungsi multi organ meskipun telah mendapatkan SINDROM DISFUNGSI MULTIORGAN pengobatan optimal . Diagnosis dan Pemeriksaan Penunjang Bila ditemukan dua atau lebih keadaan: SIRS Laju nafas >60x/menit dengan/tanpa retraksi dan desaturasi oksigen(O2) Suhu tubuh tidak stabil (<36ºC atau >37.

5ºC atau >180 atau >40 >19.Kriteria SIRS Usia Suhu Laju Nadi Laju napas Jumlah Neonatus per menit per menit leukosit X 103/mm3 Usia 0-7 hari >38.5 atau <5 hari <36ºC <100 .5ºC atau >180 atau >50 >34 <36ºC <100 Usia 7-30 >38.