You are on page 1of 42

Asuhan Keperawatan Kesehatan

Jiwa pada Populasi Khusus

Sri Warsini, S.Kep.,Ns.,M.Kes


Askep Keswa pada Anak
Stuart & Sundeen (1998), memperkirakan
terdapat 7,5 juta (12%) dari anak di AS
mengalami gangguan jiwa
Dua juta diantaranya membutuhkan treatment
tertentu.
Lebih dari 130.000 anak dirawat di RSJ
setiap tahunnya.
Data di Indonesia sebanyak 7-14% dari populasi
anak dan remaja mengalami gangguan kesehatan
jiwa.
Termasuk kedalamnya anak dgn tuna grahita,
ggn perilaku, kesulitan belajar, hiperaktif
Sebanyak 13,5% anak balita mrpkn kelompok
usia beresiko tinggi mengalami ggn
perkembangan, sedangkan 11,7% anak pra
sekolah beresiko mengalami ggn perilaku
Gangguan kejiwaan pada anak berdasarkan
DSM IV
Retardasi mental (mental retardation)
Gangguan belajar (learning disorders)
Gangguan perkembangan pervasif (Pervasive Developmental
disorders/PDD)
Perilaku disruptif dan gangguan defisit perhatian (ADHD, ODD,
Conduct disorder)
Gangguan makan pada anak
Gangguan eliminasi
Gangguan pergerakan dan TIC disorders (TIC dan Tourette
syndrome)
Gangguan komunikasi (communication disorders)
Anxiety Disorders (panic, agoraphobia, obsesif compulsif
disorder, PTSD, separation anxiety)
Disorders of Relationship (sibling relational problem)
Retardasi Mental
Fungsi intelektual yang berada dibawah rata
rata, yaitu IQ dibawah 70
Penurunan/ kerusakan fungsi adaptif yg
bersamaan pada plg tidak 2 hal dibawah ini
yaitu komunikasi, kebersihan diri, ketrampilan
sosial/interpersonal
Terjadi sebelum usia 18 thn
Pembagian Retardasi Mental

1. RM ringan : skor IQ 55 70
2. RM sedang : skor IQ 40 54
3. RM berat : skor IQ 25 39
4. RM sgt berat : skor IQ kurang dari 25
Kesulitan belajar
Mengalami tingkat ketrampilan akademik
yang lebih rendah dari yang diharapkan
(sesuai usia kronologis) & mengalami
kesulitan lebih banyak dlm hal pembelajaran
akademik dibandingkan anak lain.
Pertimbangan pada tingkat intelegensia, usia
dan pengalaman pendidikan
Berkaitan dgn kemampuan membaca,
matematika atau menulis
Gangguan Perkembangan pervasif

Perkembangan yang lambat, ketidakmampuan untuk


bersosialisasi, berkomunikasi dan mengontrol
pergerakan motorik
Tiga indikator ggn perkembangan pervasif yaitu
1. Kerusakan interaksi sosial
2. Kerusakan komunikasi
3. Pengulangan perilaku yang terbatas
Termasuk didalamnya : Autisme, Asperger disorder
Autisme/Autistic Spectrum Disorder
Gangguan genetik neuronal
Pengembangan bahasa lambat, isolasi sosial,
kurang responsif thd sosial cues
(senyum/kontak mata)
Diagnosis ditegakkan jika paling tidak
memiliki 6 item dr gejala-gejala dibawah ini
1. Kerusakan kualitas interaksi sosial (2)

a. penggunaan perilaku non verbal multipel


b. gagal mengembangkan hub dgn peer yg sesuai
dgn tgkt perkembangan
c. gagal scr spontan membagi
perhatian/menerima dgn yg lain
d. kurang dlm hal slg membalas kebaikan baik
secara emosional maupun sosial
2. Kerusakan kualitas komunikasi (1)
a. terlambat/kurangnya pengucapan bahasa
b. ketidakmampuan utk inisiatif
bicara/mempertahankan pembicaraan
c. penggunaan bahasa aneh/mengikuti ucapan
orang lain
d. kurang bervariasi, kurang spontannya
permainan sesuai dgn tingkat perkembangan
anak
3. Anak memiliki pola perilaku, ketertarikan dan
aktivitas yang terbatas & berulang-ulang yang
dimanifestasikan dlm (1)
a. kesenangan yg abnormal thdp satu atau lebih
perilaku yang berulang-ulang
b. tidak patuh terhadap peraturan,rutinitas & ritual
c.kebiasaan yang aneh dan diulang-ulang
d. asyik terhadap suatu bagian dari benda
Perilaku disruptive & ggn defisit perhatian
perilaku maladaptif yg berkaitan dgn tdk
ada/kurangnya perhatian.
Terdiri dari tiga macam gangguan
1. ADHD
2. ODD
3. Conduct Disorder
Attention Deficit & Hiperactivity
Behavior Disorder
ADHD: perilaku anak yang terdiri dr defisit
perhatian/hiperaktifitas dan impulsif .
Berkembang sebagai akibat kegagalan
mekanisme otak utk mengontrol diri dan
menghambat impuls
Tanda & gejala : lupa mengerjakan PR, gagal
mendengarkan arahan, tidur saat sekolah/saat
perhatian diperlukan, bicara byk & tdk sesuai,
bergerak & memanjat scr konstan, kehilangan
objek (buku, pensil)
Perhatian

Harus memenuhi 6 dr 10 kriteria perhatian


yaitu
tdk bisa memperhatikan, berbuat kecerobohan
di sekolah/aktifitas,tidak bisa mendengarkan,
mengikuti instruksi, mengorganisasi tugas,
menghindari/tidak suka melakukan tugas yg
melibatkan mental, mudah terdistraksi, mudah
lupa
Kriteria Hiperaktif

Harus memenuhi 6 dr 9 kriteria hiperaktif:


bergerak dgn gugup, menggeliat/meliuk2, tdk
dpt duduk tenang, berlari/memanjat pd situasi
yg tdk tepat,sulit bermain/istirahat dgn
tenang,banyak bicara
Kriteria Impulsif

Kesulitan menunggu/antri
Mengganggu orang lain
Blurst out answer
Oppositional Defiant Behavior (ODD)
Negativistik, perilaku menyimpang (keras
kepala), resisten thdp arahan & ketdkinginan
u/negosiasi dgn org dewasa / peer
Terjadi plg tdk 6 bln dgn plg tdk 4 tanda brkt
ini:
- Loses temper, berdebat, menolak mengikuti
aturan, mengganggu OL, menyalahkan OL,
mdh terganggu OL, pemarah, shows
spitefulness/vindictiveness
Perilaku diatas signifikan mengganggu fungsi
sosial, akademik & aktivitasnya
Conduct Disorder
Anak secara berulang & terus menerus
merusak/ melanggar hak dasar OL sesuai umur
norma sosial, dimanifestasikan plg tdk 3 gejala
terjadi selama 1 thn (plg tdk 1 kriteria dlm 6
bln terakhir)
Agresi thdp org&binatang, merusak property,
mencuri, pelanggaraan hukum yg serius
Gangguan makan
perilaku berkaitan dgn memakan zat tdk
nutritif, regurgitasi, gagal utk makan secara
adekuat
Gangguan eliminasi
BAB berulang pd tempat yg tdk tepat, ketika
sdh berumur 4 thn (encopresis)
BAK di tempat tidur atau pakaian setelah
menginjak usia 5 thn (enuresis)
Gangguan pergerakan & TIC disorder

TIC: Pergerakan, gesture, ucapan yang tiba-tiba


& berulang.Meningkat pada keadaan stress dan
berkurang pada saat melakukan kegiatan yg
menarik
Tourette syndrome : ggn TIC yang paling parah.
Dikarakteristikkan dgn multiple TIC dalam 1
hari selama 1thn atau lebih.
Trichotillomania : tidak tahan untuk menarik
rambut.
Gangguan komunikasi
Kesulitan dalam berbahasa , artikulasi dr
pembicaraan
Kebanyakan tidak disadari
Anxiety Disorder
Terdiri dari
1. Obsesif Compulsif Disorder (OCD)
2. Fobia
3. Sosial Fobia
4. Generalized Anxiety Disorder
5. Separation anxiety
6. PTSD
Gangguan cemas perpisahan

Cemas yg berlebihan yg disebabkan oleh


perpisahan dr rumah atau pd org yg dekat dgn
anak
Terjadi ggn paling tdk 4 bln, pada anak < 18 thn
Proses keperawatan
Pengkajian
Perawat mengkaji penguasaan anak terhadap
area ketrampilan yg dibutuhkan anak untuk
menjadi org dewasa yg kompeten.
Menurut Strayhorn (1989) terdapat 9
ketrampilan ego yg perlu dimiliki oleh semua
anak utk mjd dewasa yg kompeten
9 Ketrampilan kompetensi ego yg perlu
dimiliki anak
1. Menjalin hubungan dekat yg penuh rasa percaya
2. Mengatasi perpisahan dan membuat keputusan yg mendiri
3. Membuat keputusan & mengatasi konflik interpersonal scr
bersama
4. Mengatasi frustasi & kejadian yg tdk menyenangkan
5. Menyatakan perasaan senang & merasakan kesenangan
6. Mengatasi penundaan kepuasan
7. Bersantai & bermain
8. Proses kognitif melalui katakata, simbol & citra (image)
9. Membina perasaan adaptif terhadap arah & tujuan
Mengkaji data demografi
Riwayat kesehatan terdahulu
Kegiatan hidup anak sehari hari (status gizi,
jadual mkn, kebiasaan tidur, eliminasi)
Keadaan fisik
Status mental
Hubungan interpersonal
Riwayat personal dan keluarga
Perencanaan
Tujuan askep disusun berdasarkan kebutuhan anak.
Tujuan umum utk anak yg dirawat ad:
1. Memenuhi kbthn emosi anak & kbthn dihargai
2. Mengurangi ketegangan
3. Membantu menjalin hub positif dgn OL
4. Mengembangkan identitas diri anak
5. Memberikan kesempatan utk menjalani thpn
perkembangan yg belum tercapai
6. Membantu anak berkomunikasi
7. Mencegah anak menyakiti diri sendiri & OL
8. Membantu memelihara kesehatan fisik
9. Meningkatkan uji coba realitas
Diagnosis Keperawatan
Risk for Self Directed Violence
Risk for Other-Directed Violence
Chronic Low Self Esteem
Situational Low Self Esteem
Ineffective Coping
Anxiety
Implementasi
Terapi Bermain
Terapi Keluarga
Terapi Kelompok
Psikofarmakologi (utk hiperaktif, ansietas)
Terapi Individu (psikoanalisis)
Terapi Lingkungan
Askep Keswa pada Remaja
Masalah utama yg biasa dialami remaja
berkaitan dgn perilaku seksual, keinginan
bunuh diri, keinginan utk lari dr rumah,
perilaku antisosial, perilaku mengancam,
penyalahgunaan zat / obat terlarang, ggn body
image, hipokondriasis, mslh diit (anoreksia,
bulimia), dan takut sekolah
Pengkajian
Hal yg perlu dikaji perawat
Pertumbuhan dan perkembangan
Keadaan biofisik (penyakit, kecelakaan)
Keadaan emosi (status mental)
Latar belakang sosial budaya, ekonomi, agama
Penampilan kegiatan hidup sehari hari
Pola penyelesaian masalah
Pola interaksi
Persepsi & kepuasan remaja ttg keadaan
kesehatannya
Lingkungan
Sumber materi
Perencanaan dan Implementasi
Pendidikan pada Remaja dan Orang tua
pemberian informasi yg berkaitan dgn penggunaan
zat terlarang, seks education, pencegahan bunuh diri
Terapi Keluarga
Dibutuhkan bg remaja dgn ggn kronis dlm interaksi
klg yg mengakibatjan ggn perkembangan remaja
Terapi kelompok
memanfaatkan kecenderungan remaja mdpt dukungan
kelompok
Terapi Individu
Dilakukan perawat spesialis jiwa.Terapi yg dilakukan
bertujuan singkat, langsung contoh Terapi perilaku
Hal penting yg harus dimengerti perawat saat
berkomunikasi dgn remaja
Perasaan & konflik cenderung diekspresikan melalui
perilaku kasar daripada secara verbal
Remaja mempunyai bahasa mereka sendiri
Kata kata yg kotor sering diucapkan oleh remaja,
terutama remaja yg sgt terganggu
Banyak data yg dapat diperoleh hanya dgn
mengamati perilaku remaja, cara berpakaian dan
lingkungannya
Askep Keswa pada Lansia
Diperkirakan lebih dr 4 juta lansia di AS
mengalami kerusakan / ggn mental spt
demensia, psikosis, alkoholisme kronis &
bunuh diri.
25% melaporkan percobaan bunuh diri, plg
tinggi kejadiannya pd lansia laki-laki
Sekitar 6 jt lansia butuh perawatan komunitas
jangka panjang krn self care deficit
Teori Penuaan
Teori Biologis
Teori Tear & Wear
perubahan fungsi dan struktur tbh dpt dipercepat krn
abuse, & dpt diperlambat krn perawatan

Teori Sosiokultural
Teori Disengagement
Lansia mengalami menarik diri dari lingkungan
sosialnya
Teori Psikologis
Teori integritas ego Erickson
Tugas lansia adlh memenuhi tgs
perkembangannya yaitu merefleksikan khdpn
& pencapaiannya. Jika tdk tercapai muncul
keputusasaan.
Teori Life Review (Butler, 1964)
Life review ad proses normal yg dibawa oleh
realisasi penerimaan kematian & kehidupan
Pengkajian
Fungsi Kognitif
Alasan dilakukan pemeriksaan status mental:
- meningkatnya resiko demensia pd lansia
- hubungan yg sangat dekat antara gejala klinis
kebingungan dan depresi
- masalah fisik muncul sering disertai masalah
psikis
Status afektif
Alasan dilakukan pemeriksaan status afektif
- prevalens depresi pd lansia
- mendukung keefektifan treatmen
- dampak negatif dr depresi : bunuh diri
- adanya tendensi mengabaikan lansia &
menganggap banyak mengeluh
Geriatric Depression Scale
Respon Perilaku
Kemampuan Fungsional (mobilisasi, ADL)
Fungsi Fisiologis (nutrisi, pengobatan,
penggunaan zat)
Support System
Diagnosis yg kerap muncul pd lansia

Gangguan proses pikir


- kehilangan ingatan, bingung
Respon afektif
- berduka disfungsional, PBD, Harga diri rendah
Respon somatik
- ggn pola tidur, ggn nutrisi
Respon Perilaku
Isolasi sosial, Self care deficit