You are on page 1of 14

AKHLAK MUAMALAH

Kelompok 6
Nama Kelompok:
1. Chaerani Noor Savitri (F120155007)
2. Ima Alimatul Habibah (F120155011)
3. Ridyasari Kamela Devi (F120155026)
4. Yulius Tri Handoko (F120155030)
Pengertian Muamalah
Dari segi bahasa, "muamalah" berasal
dari kata aamala, yuamilu, muamalat yang
berarti perlakuan atau tindakan terhadap
orang lain, hubungan kepentingan.
Sedangkan dalam arti yang sempit
pengertian muamalah yaitu semua
transaksi atau perjanjian yang dilakukan
oleh manusia dalam hal tukar menukar
manfaat.
Berikut contoh dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.
Diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu anhu ,













:



!


Artinya :
Suatu hari aku berjalan bersama Nabi
Shallallahu alaihi wa sallam dan saat itu
beliau mengenakan pakaian (kain) buatan
Najran yang tepinya kasar. Tiba-tiba
datanglah seorang Arab badui dari belakang
dan menarik keras kain beliau, hingga aku
melihat di pundaknya tergaris merah bekas
kasarnya tarikan orang itu, sembari berkata,
Berilah aku sebagian dari harta yang Allh
berikan padamu!. Beliau pun menengok
kepadanya sembari tersenyum lalu
Hubungan Akhlak dengan Muamalah
Kegiatan ekonomi sebagai salah satu bentuk dari
hubungan antara manusia bukan bagian dari
aqidah, akhlaq dan ibadah melainkan bagian dari
muamalah. Namun demikian masalah ekonomi
tidak lepas dari maspek aqidah, akhlak maupun
ibadah sebab dalam prespektif islam prilaku
ekonomi harus selalu diwarnai oleh nilai-nilai
aqidah, aklak dan ibadah.
Ilmu yang menjelaskan baik dan buruk,
menjelaskan yang seharusnya dilakukan
manusia kepada yang lainya, yang disebut
dengan akhlak. Dengan akhlak yang baik
seseorang akan bisa memperkuat aqidah dan
bisa menjalankan ibadah dengan baik dan
benar. Ibadah yang dijalankan dinilai baik
apabila telah sesuai dengan muamalah.
Muamalah bisa dijalankan dengan baik
apabila seseorang telah memiliki akhlak yang
baik.
Contohnya :
Jika berjanji harus ditepati yaitu apabila
seorang berjanji maka harus ditepati. Jika
orang menepati janji maka seseorang telah
menjalankan aqidahnya dengan baik.
Dengan menepati janji seseorang juga telah
melakukan ibadah. Pada dasarnya setiap
perbuatan yang dilakukan manusia arus
didasari denga aqidah yang baik.
1. Memberi Salam
Memberi salam merupakan syiar
Islam yang di dalamnya tersimpan
hikmah yang amat positif. Salam
merupakan satu sebab terciptanya
saling mengenal, bertautnya dua hati,
dan akan menumbuhkan rasa cinta
kasih di antara sesama.
2. Menjawab Salam
1. Menjawab Salam dengan
Lengkap
2. Menjawab Salam ketika
Salam

3. Menjenguk Orang
Sakit
Dalam pandangan Islam, seorang muslim
bagi muslim lainnya seperti sebuah bangunan
yang sebagian menguatkan sebagian yang
lain. (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Ini artinya,
kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari
masyarakat, karenanya kita tidak boleh
menutup mata dan telinga dari keadaan
lingkungan sekitar. Kita harus memerhatikan
mereka, menjalin hubungan baik dengan
mereka, dan apabila tenaga kita dibutuhkan,
Dalam menjenguk orang sakit kita harus
memerhatikan dan mengikuti berbagai tuntunan
yang telah Allah dan Rasul-Nya ajarkan,
diantaranya :
1. Berpakaian Rapi dan Sopan
2. Tenang dan Turut Berbela Sungkawa
3. Tidak berlama-lama Menjenguk Orang Sakit
4. Pilihlah Waktu yang Tepat
5. Hiburlah Orang yang Sakit dan Keluarganya
6. Memberi Nasihat kepada Orang yang Sakit
7. Mendoakan kesembuhan
8. Membantu Meringankan Beban
9. Membimbing Membaca Kalimat Tauhid
4. Menghadiri Undangan
Allah memerintahkan kita untuk saling
kasih mengasihi dan membina hubungan
kekerabatan (silaturrahim) dengan sesama
muslim. Menjalin hubungan baik dengan
sesama, selain akan menjadikan hidup kita
terasa lebih indah dan bermakna, juga akan
menghilangkan rasa gundah dan gelisah,
menambah teman (relasi), memanjangkan
umur, dan menjadikan rezeki berlimpah.
Demikianlah sabda Rasulullah yang
mengatakan :
Barang siapa yang menginginkan rezekinya
dimudahkan dan usianya dipanjangkan, maka
hendaklah dia menyambung silaturahmi. (HR.
Al-Bukhari dan Muslim).
Salah satu sarana yang tepat untuk memelihara
hubungan kekerabatan antarsesama muslim
ialah kita memenuhi undangan saudara kita.
Sebagian di antara tuntunan menghadiri
undangan yang telah Rasulullah diajarkan :
1. Pakaian Harus Bersih, Rapi dan Sopan
2. Tepat Waktu (On Time)
3. Boleh Mengajukan Persyaratan
4. Bersikaplah Tenang
5. Hindarilah Canda Tawa Berlebihan
6. Menghadiri Undangan Berbau Maksiat
7. Memberitahu Apabila Tidak dapat Menghadiri
Undangan
8. Meminta Izin ketika Pulang