You are on page 1of 18

ASUHAN KEPERAWATAN

KERACUNAN BAYGON

Anggota Kelompok :
1. Aifi Amelia
2. Dennis Danarwati
3. Dwi Setyaning
4. Julius Adi Prayoga
5. Rismaya Felantriardianti
6. Rohmatun Naryaning
7. Zakhariya Yahya
Definisi

Keracunan atau intoksikasi adalah keadaan patologik yang disebabkan oleh obat,
serum, alkohol, bahan serta senyawa kimia toksik.
Racunadalah setiap bahan atau zat yang dalam jumlah relatif kecil bila masuk
kedalam tubuh akan menimbulkan reaksi kimiawi yang akan menyebabkan
penyakit atau kematian (Taylor)

Menurut Taylor racunadalah setiap bahan atau zat yang dalam jumlah relatif kecil
bila masuk kedalam tubuh akan menimbulkan reaksi kimiawi yang akan
menyebabkan penyakit atau kematian . Baygon termasuk kedalam salah satu jenis
racun, yaitu racun serangga (insektisida).
Berdasarkan struktur kimianya insektisida dapat
digolongkan menjadi :

Insektisida golongan fospat organic (IFO), seperti : Malathoin, Parathion,


Paraoxan , diazinon, dan TEP, baygon.
Insektisida golongan karbamat, seperti : carboryl
Insektisida golongan hidrokarbon yang diklorkan, seperti : DDT endrin,
chlordane, dieldrin dan lindane. Keracunan akibat insektisida biasanya terjadi
karena kecelakaan dan percobaan bunuh diri , jarang sekali akibat
pembunuhan .
PATOFISIOLOGI

Insektisida ini bekerja dengan menghambat dan menginaktivasikan enzim


asetilkolinesterase. Enzim ini secara normal menghancurkan asetilkolin
yang dilepaskan oleh susunan saraf pusat, gangglion autonom, ujung-
ujung saraf parasimpatis, dan ujung-ujung saraf motorik. Hambatan
asetilkolinesterase menyebabkan tertumpuknya sejumlah besar asetilkolin
pada tempat-tempat tersebut.
Asetilkholin itu bersifat mengeksitasi dari neuron neuron yang ada di
post sinaps, sedangkan asetilkolinesterasenya diinaktifkan, sehingga tidak
terjadi adanya katalisis dari asam asetil dan kholin. Terjadi akumulasi dari
asetilkolin di sistem saraf tepi, sistem saraf pusatm
neomuscularjunctiondan sel darah merah, Akibatnya akan menimbulkan
hipereksitasi secara terus menerus dari reseptor muskarinik dan nikotinik.
PATHWAY

KLIK DISINI
MANIFESTASI KLINIS
Tanda dan gejala yang mungkin timbul akibat reaksi keracunan adalah
gangguan penglihatan , gangguan pernafasan dan hiper aktif
gastrointestinal.

Keracunan Akut

Keracunan Kronis
Keracunan Akut

Tanda dan gejala timbul dalam waktu 3060 menit dan mencapai
maksimum dalam 28 jam.

Keracunan ringan : Anoreksia, sakit kepala, pusing, lemah, ansietas,


tremor lidah dan kelopak mata, miosis, penglihatan kabur.
Keracunan Sedang : Nausia, Salivasi, lakrimasi, kram perut, muntah
muntah, keringatan, nadi lambat dan fasikulasi otot.
Keracunan Berat : Diare, pin point, pupil tidak bereaksi, sukar bernafas,
edema paru, sianons, kontrol spirgter hilang, kejang kejang, koma, dan
blok jantung.
Keracunan Kronis

Penghambatan kolinesterase akan menetap selama 26 minggu (organofospat).


Keracunan kronis untuk karbomat tidak ada. Gejalagejala bila ada dapat menyerupai keracunan akut yang
ringan, tetapi bila eksposure lagi dalam jumlah yang kecil dapat menimbulkan gejalagejala yang berat.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
Pemeriksaan rutin tidak banyak menolong
Pemeriksaan khusus, misalnya pengukuran kadar AChE dalam sel darah
merah dan plasma, penting untuk memastikan diagnosis keracunan akut
maupun kronik.
Pemeriksaan PA
PENATALAKSANAAN
KEGAWATDARURATAN
Survey Primer
Resusitasi (ABCD)
Airway
Breathing = pernapasan
Circulation
Disability (evaluasi neurologis)
PENATALAKSANAAN
KEGAWATDARURATAN
Survey Sekunder
Dekontaminasi
Eliminasi
Antidotum
KOMPLIKASI

Komplikasi yang bisa muncul pada kasus ini diantaranya adalah:


Shock
Henti nafas
Henti jantung
Kejang
Koma

KONSEP TEORI ASKEP KERACUNAN


BAYGON
Pengkajian
Pengkajian difokusakan pada masalah yang mendesak seperti jalan nafas dan
sirkulasi yang mengancam jiwa, adanya gangguan asam basa, keadaan status
jantung, statuskesadaran.
Hasilpemeriksaan
Tanda-tanda vital
Distress pernapasan
Sianosis
Takipnoe, dispnea
Hipoksia
Peningkatan frekuensi
Kusmaul
PEMERIKSAAN ADL (ACTIVITY DAILY LIVING)
Aktifitas dan istirahat
Gejala: Keletihan,kelemahan,malaise
Tanda: Kelemahan,hiporefleksi
Makanan Cairan
Gejala: Dehidrasi, mual , muntah, anoreksia,nyeri uluhati
Tanda: Perubahan turgor kulit/kelembaban,berkeringat banyak
Eliminasi
Gejala : Perubahan pola berkemih,distensi vesika urinaria,bising usus menurun,kerusakan ginjal.
Tanda:Perubahan warna urin contoh kuning pekat,merah,coklat
Nyaman/ nyeri
Gejala: Nyeri tubuh, sakit kepala
Tanda: Perilaku berhati-hati/distraksi,gelisah
Keamanan
Gejala : Penurunan tingkat kesadaran, koma, syok, asidemia
Sedangkan pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil sebagai berikut :
Eritrosit menurun
Proteinuria
Hematuria
Hipoplasi sumsum tulang
PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Eritrosit menurun
Proteinuria
Hematuria
Hipoplasi sumsum tulang
DIAGNOSA KEPERAWATAN
Pola Nafas tidak efektif b.d.efek stimulasi nikotonink-muskarinink
pada system saraf pusat.
Ketidakseimbangan cairan b.d.peningkatan hilangnya cairan
tubuh.
Resiko ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b.d. tidak adekuatnya intake nutrisi,ketidakinginan untuk makan.
Koping keluarga tidak efektif (tidak mampu) berhubungan
dengan kerentanan pribadi anggota keluarga, krisis situasi,
sosial.
e.Resiko tinggi terhadap tindak kekerasan pada diri sendiri
(berulang) berhubungan dengan perpanjangan depresi/tingkah
laku ingin bunuh diri.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
CONTOH KASUS

ASKEP