REKAYASA REPRODUKSI PADA IKAN

DYAH HARIANI

PERSYARATAN TEKNIS REKAYASA REPRODUKSI PADA IKAN
1.

2. 3. 4. 5.

Bagaimana cara memperoleh telur dan sperma yang baik Kapan peloncatan polar bodi II akan terjadi Kapan proses mitosis pada ikan terjadi Metode irradiasi yang cepat Metode kejutan (suhu, tekanan, bahan kimia) yang tepat

Ad 1. Telur & sperma yang baik 
 

Pembuahan/fertilisasi eksternal, perlu telur & sperma matang & harus dikeluarkan Dapat digunakan metode Hormonal Inducing Breeding atau kawin suntik dengan menggunakan hormon atau laserpunktur Contoh : carp Pituitary Gland (cPG)/kelenjar hipofisa ikan mas (cPG)/kelenjar Human Chorionic Gonadotrophine (HCG) Diperhatikan : hubungan antara jenis hormon, dosis, suhu air untuk inkubasi induk & waktu laten (jarak antara penyuntikan dengan stripping) Contoh : Ikan lele lokal (Clarias batracus L) disuntik dengan 4 mg cPG/kg bobot tubuh, atau dengan cPG segar dengan dosis 2 (perbandingan ikan donor : resipien = 2 : 1) pada suhu air (secara berurutan) 30; 27,5 ; 250 C dengan waktu laten optimal : 11, 15, 17 dan 21 jam

Gb. Pemilihan induk di kolam

Gb. Ikan betina matang gonad di stripping

Ad 2. Pengujian peloncatan polar bodi II 
   

   

Masukkan telur ikan dalam cawan petri yang telah diberi NaCl fis 0,9 % atau air garam 0,9% & diletakkan di bawah mikroskop Ambillah satu tetes sperma yang telah dimasukkan ke dalam air garam 0,9% Dimasukkan sperma ke dalam telur tersebut & dilihat di bawah mikroskop Ditetesi dengan air biasa untuk mengaktifkan sperma dan mulai saat itu waktunya dihitung (menit/detik), dianggap menit ke nol Sperma akan masuk ke dalam telur melalui lubang mikrofil Telur diamati terus di bawah mikroskop Setelah beberapa menit loncatnya polar bodi II akan terlihat Kalau loncatnya tidak terlihat, maka dapat dipakai kriteria menutupnya lubang mikrofil tersebut Pada ikan mas, ikan lele Afrika dan lele lokal, hal ini terjadi pada saat 5 menit setelah telur dibuahi

Ad 3. Pengujian mitosis    

Untuk melihat saat mitosis secara langsung di bawah mikroskop agak sulit Metode yang lebih mudah adalah dengan mencobanya langsung dengan pemberian kejutan suhu pada telur yang telah dibuahi pada kisaran waktu 10-60 menit 10setelah pembuahan Jika kejutan suhu tidak tepat, akan diperoleh larva haploid (mati beberapa saat setelah menetas) Pada ikan mas maupun Tilapia, mitosis terjadi 26-30 26menit setelah pembuahan pada suhu 400 C

Ad 4. Inaktivasi sperma
Inaktivasi yaitu melemahkan sperma agar kromosom dari sperma tidak masuk ke dalam perkembangan embrio (maternal inheritance) inheritance)  Inaktivasi sperma dapat dilakukan dengan radiasi sinar seperti sinar X atau sinar UV 

Ad 5. Penahanan peloncatan polar bodi II  

 

Untuk menahan loncatnya 1N kromosom pada telur yang telah dibuahi (pada saat meiosis II) ataupun untuk mencegah pembelahan sel telur pada saat mitosis dapat digunakan beberapa cara yaitu : Dengan kejutan suhu (dingin maupun panas) Secara fisik (hydrostatic pressure) pressure) Secara kimiawi : bahan kimia (Cytochalasin B, Kolkhisin)

Prinsip Teknik Manipulasi Kromosom
Perkembangan telur secara normal (diploid) 

Telur ikan (2N kromosom) x sperma (1N) 3N kromosom Telur akan mengalami peloncatan polar bodi II (meiosis II), dimana 1N kromosom dari telur akan loncat ke luar sehingga di dalam telur tinggal 2N kromosom (masing-masing berasal dari induk jantan (masing& betina) Proses selanjutnya adalah terjadinya pembelahan sel (mitosis), kemudian embrio berkembang dan menetas menjadi ikan normal yang mempunyai kromosom 2 N  

Proses perkembangan ikan haploid  Apabila telur normal (2N) dibuahi oleh sperma yang diirradiasi (0N) maka di dalam telur hanya akan ada 2N kromosom berasal dari induk betina karena sperma yang diirradiasi kromosomnya akan mati (tujuan dari irradiasi dengan UV adalah untuk menonaktifkan kromosom)  Telur akan mengalami peloncatan polar bodi II, dimana 1N kromosom akan loncat ke luar sehingga di dalam telur hanya tinggal 1N saja  Telur akan mengalami proses mitosis, kemudian berkembang dan menetas  Larva ikan yang dihasilkan akan mempunyai 1N kromosom yang disebut haploid Namun ikan tersebut tidak dapat hidup lama dan akan mati beberapa saat setelah menetas, sehingga tidak berguna bagi produksi ikan, namun untuk penelitian dapat digunakan sebagai kontrol

Rekayasa Genetik : 1. Ginogenesis 
 

 

 

Ginogenesis : proses terbentuknya zigot dari gamet betina tanpa konstribusi genetik gamet jantan Macam ginogenesis : Meiosis & Mitosis Ginogenesis meiosis Apabila telur normal (2N) X sperma yang telah diirradiasi (0N), maka jumlah kromosom di dalam telur tetap 2N (kromosom sperma mati) Saat telur mengalami meiosis II dan sebelum terjadinya peloncatan polar bodi II dilakukan kejutan suhu atau tekanan atau bahan kimia untuk menahan loncatnya polar bodi II Dengan demikian, maka jumlah kromosom di dalam telur tetap 2N Selanjutnya telur akan mengalami proses mitosis dan kemudian berkembang dan menetas menjadi ikan yang mempunyai 2N kromosom Jenis kelamin anaknya betina

Ginogenesis mitosis  Untuk ginogenesis mitosis sama halnya dengan proses ginogenesis meiosis tetapi kejutan suhu atau tekanan atau bahan kimia dilakukan pada saat mitosis  Apabila telur normal dibuahi oleh sperma yang diirradiasi/inaktivasi , maka di dalam telur akan terdapat 2N kromosom  Telur akan mengalami peloncatan polar bodi II sehingga di dalam telur tinggal 1N kromosom  Saat telur mengalami proses mitosis (2N kromosom) dilakukan kejutan, misalkan suhu  Dengan demikian, pembelahannya hanya terjadi pada kromosomnya saja, sedangkan selnya tetap sehingga di dalam selnya akan terdapat 2N kromosom, kemudian selnya akan mengalami mitosis seperti biasanya sampai telur menetas dan menjadi ikan yang mempunyai 2N kromosom  Jenis kelamin anaknya betina

Gb. Irradiasi sperma dengan UV

Gb. Menebarkan telur terfertilisasi dalam saringan

Gb. Meletakkan telur terbuahi dalam bak penetasan

Gb. Pemberian shocking/kejutan suhu panas pada telur terfertilisasi

Gb. Meletakkan kembali telur terbuahi setelah diberi shocking suhu ke dalam bak penetasan

2. Poliploidi  

Poliploidi adalah proses atau kejadian terbentuknya individu poliploid Poliploid adalah somatik sel yang mempunyai tiga (triploid), empat (tetraploid) atau lebih set kromosom tetapi tidak mempunyai dua set kromosom seperti organisme diploid

a. Triploidi Meiosis  



Triploidisasi pada telur ikan yaitu proses pembuahan telur pada kondisi normal terjadi pada saat meiosis II dan satu set kromosom yang ada dalam polar bodi II akan memisahkan diri dari inti sel telur karena polar bodi II mengalami degenerasi. Satu set kromosom tetap berada dalam dalam inti akan bergabung dengan satu set kromosom spermatozoa Kemudian akan terbentuk individu diploid dengan dua set kromosom Apabila proses pemisahan satu set kromosom ini dapat dicegah, maka telur tersebut akan tetap memiliki dua set kromosom dan bergabung dengan satu set kromosom spermatozoa, sehingga terbentuklah individu triploid dengan tiga set kromosom

Atau 
 

  

Telur (2N) dibuahi oleh sperma (1N) yang normal 3N Telur mengalami meiosis II, sebelum terjadinya peloncatan polar bodi II, inti sel telur tetap mengandung kromosom 2N & bergabung dengan 1N kromosom dari sptz diberi kejutan/shocking (suhu, tekanan atau bahan kimia) Jumlah kromosomnya tetap 3N Mengalami pembelahan mitosis (somatis) Berkembang dan menetas dengan jumlah kromosom tetap 3N Ikan yang dihasilkan steril

b. Tetraploidi   

Apabila telur normal setelah dibuahi oleh sperma normal akan mempunyai 3N kromosom setelah mengalami peloncatan polar bodi II (dibiarkan terjadi peloncatan polar bodi II), telur mempunyai 2N kromosom Pada proses selanjutnya terjadinya proses mitosis (dari 2 N kromosom mengalami duplikasi kromosom menjadi 4 N kromosom), kemudian telur diberi kejutan suhu sehingga di dalam selnya akan terdapat 4N kromosom dan telah mengalami mitosis Telur akan berkembang dan menetas, selanjutnya menjadi ikan yang mempunyai 4N kromosom yang disebut tetraploid

Lanjutan Poliploidi  

Tetraploid dapat dibuat dengan melalukan kejutan pada zigot diploid saat mengalami fase pembelahan mitosis I Kejutan harus dilakukan setelah kromosom melakukan replikasi dan nukleus zigot akan berjumlah 4 set kromosom bukan 2 set kromosom

Gb. Mengambil telur

Gb. Memasukkan sperma ke dalam telur

Gb. Fertilisasi buatan

Gb. Meletakkan telur terbuahi dalam bak penetasan

Gb. Pemberian shocking/kejutan suhu panas pada telur terfertilisasi

Gb. Meletakkan kembali telur terbuahi setelah diberi shocking suhu ke dalam bak penetasan

3. Androgenosis : adalah proses terbentuknya zigot tanpa konstribusi gamet betina Merupakan kebalikan daripada ginogenesis meiosis Androgenesis buatan lebih sulit dilakukan, oleh karena itu masih sedikit sekali pakar yang menelitinya

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful