You are on page 1of 39

DEFINISI

 Ketuban pecah dini adalah robeknya
selaput korioamnion dalam kehamilan
(sebelum onset persalinan berlangsung).
Dibedakan menjadi 2, yaitu:
- PPROM (pre term premature rupture of
membranes) Ketuban pecah pada saat
usia kehamilan < 37 mgg
- PROM (premature rupture of membranes) :
Ketuban pecah pada saat usia > 37 mg

EPIDEMIOLOGI
 Beberapa peneliti melaporkan insidensi
KPD berkisar antara 8 – 10 % dari semua
kehamilan. Hal ini menunjukkan, KPD
lebih banyak terjadi pada kehamilan yang
cukup bulan dari pada yang kurang bulan,
yaitu sekitar 95 %, sedangkan pada
kehamilan tidak cukup bulan atau KPD
pada kehamilan preterm terjadi sekitar 34
% semua kelahiran prematur.

ETIOLOGI
 Kehamilan multipel : kembar dua (50%), kembar tiga
(90%)
 Riwayat persalinan dengan KPD sebelumnya : risiko
2 - 4x
 Tindakan sanggama : tidak berpengaruh kepada
risiko, kecuali jika higiene buruk, predisposisi
terhadap infeksi.
 Perdarahan pervaginam : trimester pertama (risiko
2x), trimester kedua/ketiga (20x)
 Bakteriuria : risiko 2x (prevalensi 7%)
 pH vagina di atas 4.5 : risiko 32%
 Servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25%

dsb.  Kadar CRH (corticotropin releasing hormon) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis. Menjelang aterm kelemahan fokal terjadi pada selaput janin di atas os serviks internal yang memicu robekan selaput. dapat menjadi stimulasi persalinan preterm. .  Sosio-ekonomi rendah : Def Gizi & Vit C  Polihidramnion (cairan ketuban berlebih)  Inkompetensi Servik ( leher rahim ) yang pendek < 25mm pada usia kehamilan 23 minggu.

FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KPD  Usia  Sosial ekonomi (pendapatan)  Paritas  Anemia  Perilaku merokok  Riwayat KPD  Serviks yang inkompetensik  Tekanan intra uterm yang meninggi atau meningkat secara berlebihan .

atau mengeluarkan cairan yang banyak secara tiba-tiba dari jalan lahir. 2. 3. Apakah ada tanda infeksi. nadi. dan perlu juga diperhatikan warna keluanya cairan tersebut. tekanan darah. pernafasan dan suhu badan. his belum teratur atau belum ada. DIAGNOSIS 1. terus menerus atau tidak. Dari anamnesis 90% sudah dapat mendiagnosa KPD secara benar. Pemeriksaan fisik  Periksa tanda-tanda vital pasien yaitu kesadaran. Anamnesa Penderita merasa basah pada vagina. . seperti suhu badan meningkat dan nadi cepat. pemeriksaan ini akan lebih jelas. dan belum ada pengeluaran lendir darah. Cairan berbau khas. Inspeksi Pengamatan dengan mata biasa akan tampak keluarnya cairan dari vagina. bila ketuban baru pecah dan jumlah air ketuban masih banyak.

Cairan yang keluar dari vagina ini kecuali air ketuban mungkin juga urine atau sekret vagina.4.  Tes Lakmus (tes Nitrazin). 5. Pemeriksaan dengan spekulum. Pemeriksaan laboraturium Cairan yang keluar dari vagina perlu diperiksa : warna. Pemeriksaan dalam Didapat cairan di dalam vagina dan selaput ketuban sudah tidak ada lagi. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) . Pemeriksaan Penunjang a.  Pemeriksaan inspekulo secara steril merupakan langkah pemeriksaan pertama terhadap kecurigaan KPD. konsentrasi. bau dan pH nya.  Mikroskopik (tes pakis) b. 6.

PENATALAKSANAAN  KPD Prematur  KPD aterm .

.

.

Terhadap janin Walaupun ibu belum menunjukkan gejala- gejala infeksi tetapi janin mungkin sudah terkena infeksi. vaskulitis) sebelum gejala pada ibu dirasakan. karena infeksi intrauterine lebih dahulu terjadi (amnionitis. Janin yang mengalami takikardi mungkin mengalami infeksi intrauterin. Jadi akan meninggikan mortalitas dan morbiditas perinatal. KOMPLIKASI 1. .

Makin lama periode laten. Hal tersebut akan meninggikan angka kematian dan angka morbiditas pada ibu. nadi cepat dan nampaklah gejala-gejala infeksi.2. . leukosit darah >15. sehingga memudahkan terjadinya infeksi ascenden. persalinan prematuritas dan selanjutnya meningkatkan kejadian kesakitan dan kematian ibu dan bayi atau janin dalam rahim. makin besar kemungkinan infeksi dalam rahim. Selain itu juga dapat dijumpai infeksi puerpuralis (nifas). Ibu akan merasa lelah karena terbaring di tempat tidur.  Ketuban pecah dini menyebabkan hubungan langsung antara dunia luar dan ruangan dalam rahim. serta dry – labor. apalagi bila terlalu sering diperiksa dalam. Terhadap ibu  Karena jalan terlalu terbuka. Tanda adanya infeksi bila suhu ibu ≥ 38ºC. partus akan menjadi lama. peritonitis dan septikemia.000/mm3. air ketuban yang keruh dan bau. maka dapat terjadi infeksi intrapartal. Salah satu fungsi selaput ketuban adalah melindungi atau menjadi pembatas dunia luar dan ruangan dalam rahim sehingga mengurangi kemungkinan infeksi.

motivasi untuk menambah berat badan yang cukup selama hamil. . anjurkan pasangan agar menghentikan koitus pada trimester akhir. PENCEGAHAN  Pada pasien perokok. diskusikan tentang pengaruh merokok selama kehamilan usaha untuk menghentikan.

Begitu juga dengan umur kehamilan. semakin cepat terjadinya Ketuban pecah dini pada kehamilan kurang dari 37 minggu semakin buruk prognosisnya baik bagi ibu maupun janinnya. PROGNOSIS  Ditentukan oleh cara penatalaksanaan dan komplikasi-komplikasi yang mungkin timbul serta umur dari kehamilan. . Semakin cepat dan tepat penanganannya semakin baik prognosisnya.

LAPORAN KASUS OBSTETRI Identitas pasien Identitas suami  Nama : Ny. Wiraswasta Tanjung Morawa  Pendidikan : SMA  No RM : 24-14-99  Alamat : Jl.  Tanggal masuk : 28-11- Tangkusan.00 WIB . Tanjung 2015 Morawa  Pukul :11. L  Nama suami : Aslam  Umur : 30 Tahun  Umur : 33 Tahun  Agama : Islam  Agama : Islam  Pekerjaan : IRT  Suku : Melayu  Pendidikan : SMA  Pekerjaan :  Alamat : Jl. Tangkusan.

Riwayat keluar lendir darah dari kemaluan (-).A. riwayat demam kahamilan (-). SMA. riwayat mules-mules mau melahirkan (-). Islam. 33 tahun. Melayu.00 WIB. IRT. Anamnesa Ny. G2P1A0. Islam. pukul 08. L. KU : keluar air-air dari kemaluan Telaah : Hal ini dialami OS sejak jam tgl 28-11- 2015. riwayat terjatuh terbentur di daerah perut (-). Wiraswasta. Air yang keluar tidak bisa ditahan. Jawa. Riwayat keputihan selama kehamilan (-). Air berbau amis. . warna putih jernih. 30 tahun. riwayat berhubungan dengan suami pada saat kehamilan (-) BAK (+) normal. BAB (+) normal. SMA. i/d Tn.

 RPT : -/-  RPO : -/-  Riwayat KB : (-)  Riwayat Operasi : SC 1x  HPHT : 27-02-2015  TTP : 04-12-2015  Usia Kehamilan : 39 Minggu. 01 Hari  ANC : Ke PIH 3x .

tanda keracunan Antepartum : kehahamilan :  Kapan mulai : (-)  Edema : (+)  Perdarahan ke : (-)  Vertigo : (-)  Banyaknya : (-) Pening : (-)  Darah Beku : (-) Gangguan visus : (-)  Rasa Nyeri : (-) Mual : (-)  Trauma : (-) Kejang – kejang : (-)  Muntah : (-)  Coma : (-)  Nyeri ulu hati : (-)  Icterus : (-) . Perdarahan Tanda.

Anamnesa ginekologi/keluarga  Menarche : 13 tahun  Haid : 4-5 hari (2-3x ganti duk/hari)  Dysmenorrhea : (-)  Hamil Kembar : (-)  Flour Albus : (-)  Lain-lain : (-)  HPHT :27/02/2015  TTP :04/12/2015 .

6 Tahun. Sehat 2.OG. Laki-laki. 3500 gram. SC. aterm. Hamil ini Penyakit yang pernah diderita: Anemia : (-) Veneral diseasoes : (-) Hipertensi : (-) Penyakit jantung : (-) Penyakit Ginjal: (-) Reuma : (-) Diabetes : (-) Operasi : (+) SC 1x Tuberkulosis : (-) Penyakit lain : (-) . Riwayat persalinan 1. dr Sp.

Pemeriksaan fisik Status present :  Sens: CM Anemis : (-/-)  TD : 130/80 mmHgIkterik : (-/-)  HR : 88 x/i Dyspnoe : (-)  RR : 20 x/i Sianosis : (-)  T : 36. bunyi tambahan (-)  Pulmo: Suara pernapasan vesikuler. suara tambahan (-) . reguler.50 C Oedem : (-)  TB : 165 cm  BB : 66 kg  Keadaan gizi: Baik  Tenang/gelisah: Tenang  Cor : Bunyi Jantung normal.

R : DBN  Ring v. Status Lokalis :  Abdomen : membesar.B.bandl : DBN  Taksiran BB anak  Formula Johnson : 3000-3300 gram  Osborn : (+)  Gerak janin : (+)  HIS : -  DJJ : 146 x/menit . asimetris  Fundus uter : 3jari BPX (33 cm)  punggung : Kiri  Bagian terbawah : Kepala  Turunnya : 3/5  S.

Kesan : nitrazin tes (+) Air Ketuban (+) . dimana kertas lakmus merah berubah menjadi biru. kesan : Valsava Test (+)  Dilakukan pemeriksaan nitrazin test. INSPEKULO :  Tampak air menggenang di fornix posterior  Dilakukan valsava test tampak air mengalir dari kanalis endoservikalis.

air ketuban + JH + LK (+)  Mekonium : (-) .15 wib  Dokter/Bidan  Lin. PEMERIKSAAN DALAM  Promontorium : Tidak  Tanggal: 28-11-2015 teraba  Jam : 11.Inominata : Teraba : PPDS  Indikasi: Menilai adekuasi 2/3 anterior panggul dan pembukaan  Sacrum :Cekung  Pembukaan : 3 cm  S.  Vulva : DBN  Sarungtangan : Lendir  Kesan : Panggul adekuat darah (-).Ischiadica :Tidak  Cervix : terbuka Menonjol  Efficement : 40 %  Arcus Pubis : Tumpul  Selaput Ketuban: (-)  Bagian Terbawah: Kepala  Cocccigeus : Mobile  Turunnya : Hodge II  Vagina : DBN  caput :.

Inominata : Teraba 2/3 Dokter/Bidan: PPDS ant Indikasi : Menilai adekuasi Sacrum :Cekung panggul dan pembukaan S. air ketuban (+) Mekonium : (-) Kesan : Panggul adekuat + JH + LK .Ischiadica:Tidak Pembukaan : 3 cm Menonjol Cervix : terbuka Arcus Pubis : Tumpul Efficement : 40 % Cocccigeus : Mobile Selaput Ketuban: (-) Vagina : DBN Bagian Terbawah: Kepala Vulva : DBN Turunnya : Hodge II Sarungtangan : Lendir caput : (-) darah (-). PEMERIKSAAN DALAM : Promontorium : Tidak Tanggal : 28-11-2015 teraba Jam : 11.15 wib Lin.

Pemeriksaan penunjang USG TAS (Tanggal 28-11-2015)  Janin tunggal. FHR (+)  BPD : 92.3 mm  FL : 76. janin hidup. presentasi kepala  FM (+).0 mm  EFBW : 3100 gram  Plasenta : Fundal  Air Ketuban : Sedikit Kesan : IUP (38 W 5 D) + Oligohidramnion + JT + PK + JH .4 mm  AC : 338.

8 36-47 % Hitung trombosit 224.7 3.5 80 – 96 fL MCH 28.000 /µl Index eritrosit MCV 82.000-450.5.6 10*5/µl Hitung leukosit 7.700 4.000 /µl Hematokrit 30.0 27 – 31 pg MCHC 34.11.000.40 wib Hematologi Darah rutin Nilai Nilai Rujukan satuan Hemoglobin 10. Hasil laboratorium tanggal 28-11-2015 pukul 10.000 150.0 30 – 34 % .5 12 – 16 g/dl Hitung eritrosit 3.9 .

Hitung jenis leukosit Eosinofil 1 1–3 % Basofil 0 0–1 % N.Stab 0 2– 6 % N. Seg 82 53–75 % Limfosit 13 20–45 % Monosit 4 4–8 % LED 72 0-20 mm/jam Kimia Klinik Satuan Nilai Rujukan Glukosa Darah Sewaktu : 75 mg/dL < 140 .

Amiruddin.OG Advis:  Dilakukan SC Cyto  Periksa Lab (Darah Rutin) . Sp. Diagnosa  KPD + SG + Previus SC 1x + KDR (38- 40 minggu) + PK + JH + JT + Oligohidramnion + Belum Inpartu  Lapor Supervisor dr.

 Peritonium dijepit dengan klem.OG Tanggal :28/11/2015 Jam :12.  Dibawah spinal anastesi dilakukan insisi pfannensteil mulai dari kutis.25 WIB  Ibu dibaringkan di meja operasi dengan infus dan kateter terpasang dengan baik. H.  Tampak uterus gravidarum. Rotundum. otot dikuakkan secara tumpul. identifikasi SBR dan lig. Amiruddin S. diangkat lalu digunting keatas dan kebawah kemudian dipasang hack blast.  Dilakukan tindakan aseptik dan antiseptik dengan larutan betadin dan alkohol 70% pada dinding abdomen lalu ditutup dengan duck steril kecuali lapangan operasi. Laporan operasi Operator : dr.  Lalu plica vesicouterina digunting kekiri dan kekanan dan disisihkan kebawah arah blast secukupnya.  Dengan menyisipkan pinset anatomis dibawahnya. subkutis. . hingga tampak fascia. fascia digunting kekanan dan kekiri. Sp.

PB 49 cm. lahir bayi perempuan. kesan lengkap.200 gr. AS 8/9. Selanjutnya dinding uterus diinsisi secara konkaf sampai menembus subendometrium. BB 3. Kemudian endometrium ditembus secara tumpul dan diperlebar sesuai arah sayatan. anus (+)  Tali pusat diklem pada 2 tempat dan digunting diantaranya. Selaput ketuban dipecahkan.  Plasenta dilahirkan dengan traksi pada tali pusat dan penekanan pada fundus. air ketuban jernih.  Dengan meluksir kepala. .

2.00 secara simple / continous  Kedua ujung fascia dijepit dengan kocher. Kedua sudut kiri dan kanan tepi luka insisi dijepit dengan oval klem  Kavum uteri dibersihkan dari sisa sisa selaput ketuban dengan kassa steril terbuka sampai tidak ada sisa selaput atau plasenta yang tertinggal. kemudian dilakukan jahitan aproksimal otot dinding abdomen dengan plain cat gut no.2/0.  Lalu peritoneum dijahit dengan plain catgut no. lalu dijahit secara jelujur dengan vycril no. Evaluasi tidak ada perdarahan. Kesan : bersih.1. lalu kavum abdomen dibersihkan dari bekuan darah dan cairan ketuban. kesan : normal.  Dilakukan penjahitan hemostasis figure of eight pada kedua ujung robekan uterus dengan chromic catgut no. dinding uterus dijahit lapis demi lapis jelujur terkunci overhecting.0.00. Reperitonealisasi dengan plain catgut no. Kesan : bersih  Evaluasi tuba dan ovarium kanan kiri. .0  Klem peritonium dipasang.

Ceftriaxon 1 gr/8jam Inj.  Liang vagina dibersihkan dari sisa sisa darah dengan kapas sublimat hingga bersih.00  Kutis dijahit secara subkutikuler dengan vycril 2/0.  Keadaan umum ibu post operasi : stabil Instruksi : Awasi vital sign. kontraksi dan tanda – tanda perdarahan dan cek darah rutin 2 jam post op.  Luka operasi ditutup dengan kasa steril + betadin solusio. Ketorolac 30 mg/8jam Inj.   Th : IVFD RL + OKSITOSIN 10 IU 20 gtt/menit Inj. Ditranex 1amp/8jam Inj. Gentamycin 2 gr/8jam Inj. Ranitidin 1amp/8jam . Subkutis dijahit secara simple sutura dengan plain cat gut no.

peristaltik (+) TFU : Sejajar umbilikus L/O : Tertutup perban. kesan: kering P/V : Lochia rubra (+) BAK : Via kateter 40cc/jam BAB : (-) Flatus: (+) Diagnosa : Post SC a/i KPD + prev sc 1x + NH1 Terapi : : IVFD RL20 gtt/menit Inj.5ºC Oedem : - SL : Abd : Soepel. Ketorolac 30 mg/8jam Inj.00 WIB   S : nyeri luka operasi O : Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/- TD: 110/70 mmHgIkterik : -/- HR : 86x/menit Dyspnoe : - RR: 20x/menit Sianosis : - T : 36. Ranitidin 1amp/8jam . Gentamycin 2 gr/8jam Inj.FOLLOW UP   Follow Up Tgl 29-11-2015 pukul 06. Ceftriaxon 1 gr/8jam Inj.

kesan: kering P/V : - BAK : Via kateter 45cc/jam BAB : (-) Flatus: (+) Diagnosa : Post SC a/i KPD + prev sc 1x + NH2 Terapi : IVFD RL 20 gtt/menit Inj. Ketorolac 30 mg/8jam Inj. peristaltik (+) TFU : Sejajar umbilikus L/O : Tertutup perban. Ranitidin1amp/8jam . Ceftriaxon 1 gr/8jam Inj. Gentamycin 2 gr/8jam Inj.00 WIB   S : Lemas O : Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/- TD: 110/70 mmHgIkterik : -/- HR: 94x/menit Dyspnoe : - RR: 20x/menit Sianosis : - T : 36ºC Oedem : - SL : Abd : Soepel.Follow Up Tgl 30-11-2015 pukul 06.

peristaltik (+) TFU : Sejajar umbilikus L/O : Tertutup perban. Ceftriaxon 1 gr/8jam Inj.5ºC Oedem : - SL : Abd : Soepel.Follow Up Tgl 01-12-2015 pukul 06. Ranitidin 1amp/8jam . Gentamycin 2 gr/8jam Inj.00 WIB   S :- O : Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/- TD: 110/60 mmHgIkterik : -/- HR: 86x/menit Dyspnoe : - RR: 20x/menit Sianosis : - T : 36. kesan: kering P/V : - BAK : Via kateter 40cc/jam BAB : (-) Flatus: (+) Diagnosa : Post SC a/i KPD + prev sc 1x + NH3 Terapi : : IVFD RL20 gtt/menit Inj.

Ceftriaxon 1 gr/8jam Inj.Follow Up Tgl 02-12-2015 pukul 06. peristaltik (+) TFU : Sejajar umbilikus L/O : Tertutup perban.5ºC Oedem : - SL : Abd : Soepel.00 WIB   S :- O : Sensorium : Compos Mentis Anemis : -/- TD: 110/70 mmHgIkterik : -/- HR: 78x/menit Dyspnoe : - RR: 20x/menit Sianosis : - T : 36. kesan: kering P/V : - BAK : Via kateter 40cc/jam BAB : (-) Flatus: (+) Diagnosa : Post SC a/i KPD + prev sc 1x + NH4 Terapi : : IVFD RL20 gtt/menit Inj. Ranitidin 1amp/8jam .

Sp. mefenamat 3x1 Grahabion 2x1 Antaside sp 3x1 .Amiruddin.diperbolehkan PBJ .Terapi : As.kontrol ulang 2 minggu lagi .OG .Dr.

TERIMA KASIH .