You are on page 1of 29

TUBERKULOSIS

Retno Widyastuti, S.Ked
04054821618080

Pembimbing: Dr. Azwar Aruf, SpA
BAGIAN/DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN ANAK
FK UNSRI /RSUP DR. MOH. HOESIN PALEMBANG
2017

DEFINISI
adalah infeksi M. tuberculosis disertai dengan
reaksi inflamasi granulomatosa

• Kasus BTA positif pada TB anak tahun 2010 adalah 5.2% • kasus pada kelompok umur 5-14 tahun >> 0-4 tahun.4% dari semua kasus TB anak. (2012) menjadi 8.3% dan tahun 2012 menjadi 6%. .EPIDEMIOLOGI • proporsi kasus TB Anak (2010) adalah 9.5%.4%. (2011) menjadi 8. sedangkan tahun 2011 naik menjadi 6.

konsumsi obat imunosupresi. higiene dan sanitasi lingkungan tidak baik. • Risiko Sakit TB ▫ Usia ≤ 5 tahun ▫ Malnutrisi ▫ Keadaaan imunokompromais (HIV. diabetes melitus. kemiskinan. daerah endemis. tempat tinggal padat penduduk.Faktor Risiko • Risiko Infeksi TB ▫ Terpajan orang dewasa dengan TB aktif. keganasan. transplantasi organ. gagal ginjal kronik .

PATOGENESIS • Droplet nuklei melalui udara • berkembang biak di dalam makrofag  lisis makrofag dan membentuk lesi di tempat tersebut (fokus primer Ghon) • TB menyebar melalui saluran limfe menuju kelenjar limfe regional limfangitis dan limfadenitis (kompleks primer) • Interaksi limfosit T dengan antigen M. • aktivasi dan ekspresi MHC kelas II antigen dan IL-2R pada limfosit T. • Terjadi akumulasi makrofag dan terbentuk granuloma. tuberculosis dipresentasikan pada permukaan sel APC  pelepasan limfokin. dan interferon. . interleukin.

.

batuk bersifat non-remitting (tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah) dan sebab lain batuk telah dapat disingkirkan. 6. 2. 8. anak kurang aktif bermain.Diagnosis 1. disertai gagal tumbuh (failure to thrive). Diare persisten/menetap (>2 minggu) yang tidak sembuh dengan pengobatan baku diare. Gejala sistemik/umum TB anak adalah sebagai berikut: 3. Nafsu makan tidak ada (anoreksia) atau berkurang. Demam lama (≥2 minggu) dan/atau berulang tanpa sebab yang jelas 5. Anak yang mempunyai tanda dan gejala klinis yang sesuai dengan TB anak. Batuk lama ≥3 minggu. Lesu atau malaise. Anak yang kontak erat dengan pasien TB menular. 7. . Berat badan turun tanpa sebab yang jelas 4.

Tuberkulosis organ-organ lainnya. Skrofuloderma 5.GEJALA SPESIFIK ORGAN 1. Tuberkulosis kelenjar (terbanyak di daerah leher atau regio colli) 2. Tuberkulosis sistem skeletal 4. . Tuberkulosis mata 6. Tuberkulosis otak dan selaput otak 3. misalnya peritonitis TB. TB ginjal dicurigai bila ditemukan gejala gangguan pada organ-organ tersebut tanpa sebab yang jelas dan disertai kecurigaan adanya infeksi TB.

• Pemeriksaan mikroskopis ▫ Apusan langsung ▫ Biopsi jaringan ▫ Kultur . cairan pleura ataupun biopsi jaringan. Pada pemeriksaan sputum.PEMERIKSAAN PENUNJANG • Diagnosis pasti TB  menemukan kuman penyebab TB yaitu kuman Mycobacterium tuberculosis. bilas lambung. cairan serebrospinal.

Tuberkulin Skin Test (TST) • Intradermal 5U (0. batas tegas diameter >10 mm.1 ml) di anterior lengan. • Reaksi: indurasi eritema. . Imunocompromasi (HIV)  ≥5mm • Hasil tes positif 2-3 minggu setelah infeksi. Diperiksa setelah 48 – 72 jam penyuntikan.

PEMERIKSAAN PENUNJANG • Foto toraks. Kalsifikasi dengan infiltrat 8. Konsolidasi segmental/lobar 3. ▫ Gambaran radiologis yang menunjang TB: 1. Tuberkuloma . Milier 5. Pembesaran kelenjar hilus atau paratrakeal dengan/tanpa infiltrat 2. Kavitas 7. Efusi pleura 4. Atelektasis 6.

Scoring TB .

TATALAKSANA Terdiri dari fase intensif dan fase lanjutan. • Fase intensif selama 2 bulan dengan minimal 3 kombinasi obat • Fase lanjutan minimal selama 4 bulan dengan minimal 2 kombinasi obat .

TATALAKSANA .

TATALAKSANA .

TATALAKSANA .

dan batuk berkurang.EVALUASI PENGOBATAN • Pada fase intensif  kontrol tiap minggu ▫ melihat kepatuhan. ▫ Gejala klinis berkurang. respon pengobatan pasien harus dievaluasi. . • Setelah diberi OAT selama 2 bulan. toleransi dan kemungkinan adanya efek samping obat. • Pada fase lanjutan  kontrol tiap bulan. nafsu makan meningkat. berat badan meningkat. demam menghilang.

STATUS PASIEN .

Palembang . IDENTIFIKASI Nama : MA Umur : 11 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Sukabakti Sukawinatan. 19 IDENTIFIKASI I. Sukarami.

4 januari 2016 Keluhan Utama Sesak napas Keluhan Tambahan Batuk . 20 ANAMNESIS Aloanamnesis.

Pasien rutin minum obat TB. nyeri dada (-). Sesak tidak disertai dengan suara mengi atau mengorok. Pasien juga mengeluh batuk kering. Pasien telah terdiagnosa TB paru sejak 6 bulan yll. Sesak tidak dipengaruhi cuaca. BAB dan BAK biasa. 21 Riwayat Perjalanan Penyakit Sejak 1 minggu SMRS. dan tidak dipengaruhi oleh posisi tertentu. pasien mengeluh sesak napas. Ibu pasien mengatakan anaknya bertambah kurus terutama sejak 1 tahun SMRS. terutama saat malam hari atau cuaca dingin. . Pilek (-). menggigil (-). tidak berkurang dengan istirahat. demam (-). nafsu makan berkurang.

22 ANAMNESIS RIWAYAT PENYAKIT DAHULU • Riwayat sesak napas sebelumnya disangkal RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA • Riwayat sesak napas dalam anggota keluarga disangkal • Riwayat batuk lama dan berat badan menurun dalam anggota keluarga ada .

23 ANAMNESIS • Riwayat kehamilan dan kelahiran Lahir cukup bulan. spontan ditolong bidan • Riwayat Imunisasi Imunisasi dasar lengkap. Skar BCG (+) • Riwayat Tumbuh kembang Berdiri usia 1 tahun Berjalan usia 14 bulan • Riwayat diet ASI sampai usia ± 3 bulan Makan nasi biasa dengan lauk ikan atau telur. Frekuensi 1 – 2 kali perhari .

5% TB/U : 76.3 Kg Tinggi badan : 108 cm BB/U : 36. 24 PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Keadaan umum : sedang Kesadaran : kompos mentis Tekanan darah : 100/70 mmHg Nadi : 96 x/menit Pernapasan : 28 x/menit Suhu : 36.5% BB/TB : 63.6C Berat badan : 12.1% Kesan Status gizi : gizi buruk .

BU (+) normal. murmur (-). lemas. retraksi (+) intercostal dan subcostal cor: BJ I – II normal. gallop (-) pulmo: Vesikuler (+) normal. Wheezing -/- Abdomen : datar. CRT < 3”. hepar dan lien tidak teraba Ekstremitas : akral hangat. ronkhi +/+. 25 Keadaan Khusus Kepala : NCH (-). clubbing finger (+) . grey patch alopesia Thoraks : simetris.

26 DIAGNOSIS KERJA TB paru on therapy + Pneumonia + Marasmus Kondisi V + Hipertensi Pulmonal + Tinea Capitis .

27 TATALAKSANA Farmakologis Ampicilin 3 x 400 mg (iv) Cefotaxim 3 x 300 mg (iv) FDC OAT 1 x 3 tab (po) Sildenafil 4 x 6 mg (po) Griseofulvin 1 x 250 mg (po) Ketokonazol shampo 3 x 1 minggu Diet Bubur biasa 3 x 1 porsi (375 kal) F135 3 x 100 cc (405 kal) .

28 PROGNOSIS .

Terima Kasih .