You are on page 1of 29

Pendahuluan

Fitokimia

INSTITUT ILMU KESEHATAN
BHAKTI WIYATA KEDIRI
2015

Definisi Fitokimia....
Fitokimia adalah ilmu yang mempelajari berbagai
senyawa organik yang dibentuk dan disimpan oleh
tumbuhan, yaitu tentang struktur kimia, biosintetis,
perubahan dan metabolisme, serta penyebaran secara
alami dan fungsi biologis dari senyawa organik

Phytochemistry is the study of
phytochemicals produced in plants, describing the
isolation, purification, identification, and structure
of the large number of secondary metabolic
compounds found in plants.

ZAT KANDUNGAN DALAM TUMBUHAN  METABOLISME PRIMER  METABOLISME SEKUNDER .

lipid. Metabolisme dll) umum (ex : kamfer. • Merupakan konstituen fungsional (ex: klorofil. terbatas dalam spesies khusus tertentu.Perbedaan Metabolit Primer & Metabolit Sekunder Metabolit Primer Metabolit Sekunder • Terdapat pada semua tumbuh-tumbuhan terjadi • Senyawa ganjil dari sumber dari pola yang sama. • Tidak merup. sedikit • Merupakan hasil dari • Terbentuk pada semua taksonomi terbatas & tidak keadaan pada semua keadaan. tanin) • Merup. Patokan dasar • Tidak merupakan patokan metabolisme dg penyimpanan dasar metabolisme. .

ALUR PENCARIAN BAHAN AKTIF DARI TANAMAN .

flavonoid. alkaloid dan minyak atsiri . tanin. SKRINING FITOKIMIA  Disebut juga Telaah Fitokimia  Untuk meneliti kandungan kimia yang terdapat dalam tanaman  Contoh : saponin.

di luar pengaruh matahari yang langsung.  Esktraksi adalah proses pemisahan suatu zat atau beberapa dari suatu padatan atau cairan dengan bantuan pelarut  Pemisahan terjadi atas dasar kemampuan larutan yang berbeda dari komponen-komponen tersebut  Ekstraksi biasa digunakan untuk memisahkan dua zat berdasarkan perbedaan kelarutan Ekstrak : Sediaan kering. .Ekstraksi . kental. atau cair dibuat dengan menyaring simplisia nabati dan hewani menurut cara yang cocok...

Tujuan Ekstraksi  Senyawa kimia telah diketahui identitasnya untuk diekstraksi dari organisme  Bahan diperiksa untuk menemukan kelompok senyawa kimia tertentu. meskipun struktur kimia sebetulnya dari senyawa ini bahkan keberadaannya belum diketahui  Organisme (tanaman atau hewan) digunakan dalam pengobatan tradisional  Sifat senyawa yang akan diisolasi belum ditentukan sebelumnya dengan cara apapun . flavanoid atau saponin. misalnya alkaloid.

.

.

 Maserasi merupakan proses pengekstrakan simplisia dengan menggunakan pelarut dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan pada suhu kamar  Metode maserasi digunakan untuk menyari simplisia yang mengandung komonen kimia yang mudah larut dalam cairan penyari.. tidak mengandung benzoin... tiraks dan lilin. .Maserasi .

Larutan yang konsentrasinya tinggi akan terdesak keluar dan diganti oleh cairan penyari dengan konsentrasi rendah ( proses difusi ).. Peristiwa tersebut berulang sampai terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan di luar sel dan di dalam sel . Cairan penyari akan masuk ke dalam sel melewati dinding sel. . Isi sel akan larut karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan di dalam sel dengan di luar sel.Prinsip Maserasi ..

 Keuntungan Metode Maserasi : peralatannya sederhana  Kerugian Metode Maserasi : waktu yang diperlukan untuk mengekstraksi sampel cukup lama. tidak dapat digunakan untuk bahan- bahan yang mempunyai tekstur keras seperti benzoin. cairan penyari yang digunakan lebih banyak.  Modifikasi metode maserasi :  Modifikasi maserasi melingkar  Modifikasi maserasi digesti  Modifikasi Maserasi Melingkar Bertingkat  Modifikasi remaserasi  Modifikasi dengan mesin pengaduk . tiraks dan lilin.

Perkolasi  Perkolasi : Ekstraksi dengan pelarut yang selalu baru sampai sempurna (exhaustive extraction) umumnya dilakukan pada suhu kamar  Perkolasi : proses penyarian simplisia dengan jalan melewatkan pelarut yang sesuai secara lambat pada simplisia dalam suatu perkolator  Tujuan perkolasi : uapaya zat berkhasiat tertarik seluruhnya dan biasanya dilakukan untuk zat berkhasiat yang tahan ataupun tidak tahan pemanasan .

difusi. osmosa. daya larut. dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan. Cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut. Gerak kebawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan diatasnya. daya kapiler dan daya geseran . adesi. yang bagian bawahnya diberi sekat berpori. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat. cairan penyari akan melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. tegangan permukaan.Prinsip perkolasi : serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu bejana silinder. kekentalan.

 Proses perkolasi : Pengembangan bahan Tahap maserasi antara Tahap perkolasi sebenarnya (penetasan/penampungan ekstrak)  Keuntungan : Tidak terjadi kejenuhan Pengaliran meningkatkan difusi (dengan dialiri cairan penyari sehingga zat seperti terdorong u/ keluar dari sel)  Kerugian : Cairan penyari lebih banyak Resiko cemaran mikroba u/ penyari air karena dilakukan secara terbuka .

Refluks  Refluks : ekstraksi dengan pelarut pada temperatur titik didihnya. selama waktu tertentu dan jumlah pearut yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik  Ekstraksi refluks digunakan untuk mengekstraksi bahan-bahan yang tahan terhadap pemanasan  Kerugian : butuh volume total pelarut yang besar .

. Refluks Penarikan komponen kimia yang dilakukan dengan cara sampel dimasukkan ke dalam labu alas bulat bersama-sama dengan cairan penyari lalu dipanaskan. akan menyari kembali sampel yang berada pada labu alas bulat. Filtrat yang diperoleh dikumpulkan dan dipekatkan. penggantian pelarut dilakukan sebanyak 3 kali setiap 3-4 jam. uap-uap cairan penyari terkondensasi pada kondensor bola menjadi molekul-molekul cairan penyari yang akan turun kembali menuju labu alas bulat. demikian seterusnya berlangsung secara berkesinambungan sampai penyarian sempurna.

Soxhlet  Soxhlet : ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru yang umumnya dilakukan dengan alat khusus sehingga terjadi ekstraksi kontinyu dengan jumlah pelarut yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik  Prinsip : ekstraksi menggunakan pelarut yang selalu baru sehingga terjadi ekstraksi kontinyu dengan jumlah pelarut konstan dengan adanya pendingin balik .

Sokhlet  Keuntungan : Dapat digunakan untuk sampel dengan tekstur yang lunak dan tidak tahan terhadap pemanasan secara langsung. ekstrak yang terkumpul pada wadah di sebelah bawah terus-menerus dipanaskan sehingga dapat menyebabkan reaksi peruraian oleh panas. Bila dilakukan dalam skala besar. Jumlah total senyawa-senyawa yang diekstraksi akan melampaui kelarutannya dalam pelarut tertentu sehingga dapat mengendap dalam wadah dan membutuhkan volume pelarut yang lebih banyak untuk melarutkannya. mungkin tidak cocok untuk menggunakan pelarut dengan titik didih yang terlalu tinggi. Digunakan pelarut yang lebih sedikit Pemanasannya dapat diatur  Kerugian : Karena pelarut didaur ulang. .

Koefisien difusi berbanding lurus dengan suhu absolut dan berbanding terbalik dengan kekentalan . Kekentalan pelarut brkurang. sehingga dapat mengakibatkan berkurangnya lapisan2 batas . Daya melarutkan cairan penyari akan meningkat . Digesti  Digesti : maserasi kinetik (dengan pengadukan kontinyu) pada temperatur yang lebih tinggi dari suhu kamar  Secara umum dilakukan pada suhu 40-50 C  Keuntungan dari pemanasan : .

Infus dan Dekok  Infus : ekstraksi dengan pelarut air pada temperatur penangas air (benjana infus tercelup dalam penangas air mendidih. temperatur terukur 96-98 C) selama waktu tertentu (15-20 menit)  Dekok : infus pada waktu yang lebih lama dan suhu (>30 C) atau temperatur sampai titik didih air .

Destilasi Uap  Destilasi Uap : ekstraksi senyawa dengan kandungan yang mudah menguap (minyak atsiri) dari bahan (segar atau simplisia) dengan uap air berdasarkan peristiwa tekanan parsial  Digunakan pada campuran senyawa-senyawa yang memiliki titik didih mencapai 200C atau lebih  Dapat menguapkan senyawa-senyawa dengan suhu mendekati 100C dalam tekanan atmosfer dengan menggunakan uap atau air mendidih  Distilasi uap adalah dapat mendistilasi campuran senyawa di bawah titik didih dari masing-masing senyawa campurannya .

Air dipanaskan dan akan menguap. . dan akan memisah antara air dan minyak atsiri. uap air akan masuk ke dalam labu sampel sambil mengekstraksi minyak menguap yang terdapat dalam simplisia. campuran air dan minyak menguap akan masuk ke dalam corong pisah. lalu akan melewati pipa alonga.Destilasi Penyarian minyak menguap dengan cara simplisia dan air ditempatkan dalam labu berbeda. uap air dan minyak menguap yang telah terekstraksi menuju kondensor dan akan terkondensasi.

.

Ekstraksi Berkesinambungan  Proses ekstraksi dilakukan berulang dengan pelarut yang berbeda atau resirkulasi pelarut dan prosesnya tersusun berurutan beberapa kali  Dilakukan guna meningkatkan efisiensi (jumlah pelarut) dan dirancang untuk bahan dalam jumlah besar yang terbagi dalam beberapa benjana ekstraksi .

Superkritikal Karbondioksida  Digunakan untuk ekstraksi serbuk simplisia dan umumnya digunakan gas karbondioksida  Dengan variabel tekanan dan temperatur akan diperoleh spesifikasi kondisi polaritas tertentu yang sesuaui untuk melarutkan senyawa dengan kandungan tertentu .

Ekstraksi Ultrasonik  Menggunakan getaran ultrasonik > 20000 Hz  Prinsipnya meningkatkan permibelitas dinding sel. menimbulakn gelembung spontan (cavitation) sebagai stres dinamik serta menimbulkan fraksi interfase  Hasil ektraksi tergantung pada : –Frekuensi getaran –Kapasitas alat –Proses ultrasonik .