You are on page 1of 67

LAPORAN KASUS

TINEA KORPORIS ET KRURIS
Preseptor : Dian Mardianti, dr., Sp.KK.
KELOMPOK XLVI-D
Presentan :
Guti Putri Ramadhan (4151141419)
Anis Nur Fatimah
(4151141434)
Deviani Nur Amalina (4151141446)
Miranda Alina Nugrahananti
(4151141470)
Partisipan :
Allysa
(4151141435)
Vina Hardianti
(4151141431)
Dimas Dwi Harryadi
(4151141003)
Gita Normala Dewi

Keterangan Umum
Nama : Tn. DA
Suku Bangsa : Sunda
Umur : 22 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Jalan Pahlawan Desa no 60 RT 03 RW 15
Kampung Cibodas Kelurahan Utama,
Cimahi Selatan
Jaminan sosial : BPJS
Pendidikan : SMK
Pekerjaan : Teknisi pada perusahaan teknik elektronika
Agama : Islam
Status Marital : Belum Menikah

Keluhan Utama (Autoanamnesis)

Bruntus-bruntus kemerahan pada lengan bawah
kanan dan kedua lipat paha yang terasa gatal.

sehingga os sering menggaruknya. ± 3 minggu yang lalu bruntus-bruntus kemerahan pada lengan bawah kanan melebar hingga menjadi sebesar telapak tangan bayi dan pada kedua lipat paha berukuran kira-kira sebesar telapak tangan dewasa . yang terasa gatal terutama bila os berkeringat. Penjabaran Keluhan Utama (Autoanamnesis) Sejak ± 2 bulan yang lalu bruntus-bruntus kemerahan meluas hingga meliputi lengan bawah kanan dan kedua lipat paha. karena sering digaruk.

Perjalanan Penyakit (Autoanamnesis) Keluhan pertama kali timbul + 4 bulan yang lalu berupa bruntus-bruntus kemerahan hanya di lengan bawah kanan yang berukuran kira-kira sebesar pangkal jarum pentul yang terasa gatal terutama saat berkeringat. 50.. karena sering digaruk sejak ± 3 bulan yang lalu bruntus-brtuntus kemerahan pada lengan bawah kanan menjadi sebesar uang logam Rp. keluhan bruntus-bruntus kemerahan pada kedua lipat paha menjadi sebesar telapak tangan bayi.dan pada saat yang bersamaan timbul bruntus- bruntus kemerahan yang serupa sebesar uang logam Rp 50.pada kedua lipat paha.. Karena digaruk.5 bulan yang lalu. .± 2. sehingga Os sering menggaruknya.

Penyakit ini baru dialami oleh os untuk pertama kali sejak 4 bulan yang lalu. kedua siku. Bercak-bercak kemerahan bersisik tidak ditemukan di perbatasan kulit berambut dengan dahi. dan belakang telinga. kedua lipat lutut. . punggung bawah. kedua lutut. kedua lutut. dan belakang telinga. punggung bawah. dan kedua lipat lutut. kedua lipat siku. Pada keluarga yang sedarah menyangkal keluhan serupa berupa bercak-bercak merah bersisik tebal yang ditemukan di perbatasan kulit berambut dengan dahi. kedua siku. Bercak-bercak kemerahan serupa tidak ditemukan pada kedua lipat ketiak. kedua lipat siku. Keluarga yang sedarah juga menyangkal adanya keluhan bercak-bercak kemerahan pada kedua lipat ketiak.

Faktor Etiologi, Predisposisi, Presipitasi

Os tinggal serumah bersama kedua orang tua dan adik os,
namun os memiliki kebiasaan tidur sendiri. Os menyangkal
adanya keluhan bruntus-bruntus kemerahan serupa di keluarga
os. Os memiliki kebiasaan tidur di kosan temannya, namun os
tidak memiliki kebiasaan meminjam baju, jaket, atau handuk dari
teman os. Os tidak mengetahui temannya memiliki keluhan
bruntus-bruntus kemerahan yang terasa gatal terutama jika
berkeringat.
Os tidak memelihara binatang seperti kucing, anjing,
hamster, kambing, sapi, ayam, dan burung. Os tidak memiliki
kebiasaan melepaskan alas kaki saat bekerja. Sumber air di
rumah os berasal dari air sumur bor. Jamban yang digunakan os
adalah jamban pribadi.

Os tidak merasa berat badannya bertambah. Os tidak
memiliki riwayat kencing manis. Os juga tidak mengkonsumsi obat
dalam jangka panjang, terutama kortikosteroid dan antibiotik.
Sejak ± 4 tahun yang lalu, Os bekerja sebagai teknisi di
perusahaan teknik elektronika yang setiap harinya bekerja dengan
lama kerja 8 jam dalam sehari dan sering terpapar sinar matahari.
Namun ± 6 bulan yang lalu, Os mengaku pekerjaan os lebih sibuk
dibandingkan biasanya sehingga os bekerja lembur hingga 10 jam
sehari. Sejak saat itu, os merasa sering berkeringat dan lengannya
gatal. Lalu, os menggaruknya. Os menggunakan seragam khusus
dengan bahan yang panas dan tidak menyerap keringat, seragam
tersebut diganti 2 hari sekali dan dicuci sendiri 2 hari sekali.

Os memiliki kebiasaan mandi 2 kali sehari dengan
menggunakan sabun, mengeringkan dengan handuk yang
dipakai sendiri. Os mengganti celana dalam 2 kali sehari
setelah mandi. Namun jika bekerja lembur os hanya mandi 1
kali pada pagi hari karena os lelah dan langsung tidur.

Riwayat Pengobatan Karena keluhan bruntus-bruntus kemerahan tersebut ± 3. namun setelah obat habis. oleh dokter umum os diberikan salep dalam kemasan pot berwarna putih tidak lengket tidak berbau yang dioleskan ke lengan bawah kanan 3 kali sehari setelah mandi selama 2 minggu serta obat minum berupa pil berwarna putih yang diminum 2 kali sehari selama 5 hari. Keluhan gatal menghilang. . keluhan bruntus-bruntus kemerahan timbul kembali sehingga Os datang berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Dustira.5 bulan yang lalu os berobat ke Puskesmas.

. Os menyangkal mempunyai riwayat sakit maag (mengkonsumsi obat antasida). Anamnesis Tambahan Os menyangkal mempunyai riwayat sakit kuning.

S=36. N=64x/mnt. o= karies Mukosa Buccal: Leukoplakia (-) Lidah : Geographic Tongue (-) . Pemeriksaan Fisik Status Generalis Kesan sakit : tampak sakit ringan K. R=20x/mnt.U : TD=120/80mmHg.50C Status Gizi : Berat Badan : 60 kg Tinggi Badan : 165 cm IMT : normoweight Kepala : Mata : Sklera ikterik -/-.konjungtiva anemis -/- Mulut : Gigi geligi : x= tanggal.

THT : Tonsil : T1/T1 tenang Faring : Tidak hiperemis Leher : KGB : Inspeksi : tidak terlihat membesar Palpasi : Tidak teraba Dada : Bentuk dan gerak simetris Jantung : bunyi jantung I dan II murni reguler. ronki-/-. BU (+) normal. NT (-) Hepar : tidak teraba . batas jantung normal Paru :VBS kanan=kiri. wheezing-/- Abdomen : Datar lembut.

onikolisis (-) .Ekstremitas : KGB Aksila : Inspeksi : tidak terlihat membesar Palpasi : tidak teraba KGB Inguinal:Inspeksi : tidak terlihat membesar Palpasi : tidak teraba Sendi interphalang manus dan pedis : Eritem (-). leukonikia (-). nyeri tekan (-) Kuku : pitting nail (-). onikodistrofi (-).

menimbul dari permukaan. bentuk tidak teratur. dan kedua lipat paha. plakat. Status Dermatologikus • Distribusi : Regioner • Ad regio: 1/3 tengah permukaan ekstensor lengan bawah kanan. tepi lesi lebih aktif daripada tengah lesi (central healing). • Efloresensi: Papula eritem dan plak eritem dengan skuama halus diatasnya terutama dibagian tepi lesi. makula hipopigmentasi dengan sedikit skuama halus diatasnya terutama pada tengah lesi. . diskret. kering. Makula eritem. • Deskripsi lesi: Lesi 3 buah. batas tegas.

Kedua Lengan Bawah .

.

Lengan Bawah Kanan .

Kedua Lipat Paha .

Lipat Paha Kiri .

Lipat Paha Kiri .

Lipat Paha Kanan .

Lipat Paha Kanan .

Epitel (+) . bercabang.hifa (+) panjang.Spora (+) arthrospora . ditemukan : . bersepta. double contour(+) . Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium •Pada sediaan dari kerokan lesi dengan KOH 10%.

Tinea Korporis (100X) Epitel .

Tinea Korporis (400x) Epitel .

Tinea Korporis (400x) hifa spora .

bercabang. dinding double contour .Tinea Korporis (400x) Hifa Bersepta.

Tinea Korporis (100x) / Selotip Epitel bertumpuk Hifa .

Tinea Korporis (400x) / Selotip hifa .

Tinea Kruris (100x) epitel .

Tinea Kruris (400x) epitel spora .

Tinea Kruris (400x) hifa .

Tinea Kruris (400x) epite l spora .

Auspitz ( pin point bleeding .) 4. Pemeriksaan lampu WOOD’S 2. Tetesan lilin tidak dilakukan 3. Koebner tidak dilakukan .Pemeriksaan Khusus 1.

sejak ± 3 minggu yang lalu plak eritema pada lengan bawah kanan melebar kira-kira sebesar plakat dan pada kedua lipat paha berukuran kira-kira sebesar telapak tangan dewasa . Resume Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang dengan keluhan utama plak eritema pada permukaan ekstensor lengan bawah kanan dan kedua lipat paha yang terasa gatal sejak ± 2 bulan yang lalu terutama saat berkeringat sehingga os sering menggaruknya. Karena sering digaruk.

karena sering digaruk sejak ± 3 bulan yang lalu papula eritema pada lengan bawah kanan menjadi sebesar numuler dan pada saat yang bersamaan timbul papula eritema yang serupa pada kedua lipat paha berukuran numuler. keluhan papula eritema pada kedua lipat paha menjadi sebesar plakat . Resume Keluhan pertama kali timbul + 4 bulan yang lalu berupa papula eritema hanya di lengan bawah kanan yang berukuran kira-kira sebesar lentikuler yang terasa gatal terutama saat berkeringat. sehingga Os sering menggaruknya. ± 2.5 bulan yang lalu.

atau handuk dari teman os. Sumber air di rumah os berasal dari air sumur bor. namun os tidak memiliki kebiasaan meminjam baju. Os tidak mengetahui temannya memiliki keluhan bruntus-bruntus kemerahan yang terasa gatal terutama jika berkeringat. namun os memiliki kebiasaan tidur sendiri. . anjing. Jamban yang digunakan os adalah jamban pribadi. kambing. Os tidak memiliki kebiasaan melepaskan alas kaki saat bekerja. Os memiliki kebiasaan tidur di kosan temannya. jaket. Os menyangkal adanya keluhan bruntus-bruntus kemerahan serupa di keluarga os. hamster. sapi. dan burung. Resume Os tinggal serumah bersama kedua orang tua dan adik os. ayam. Os tidak memelihara binatang seperti kucing.

Lalu. Os mengaku pekerjaan os lebih sibuk dibandingkan biasanya sehingga os bekerja lembur hingga 10 jam sehari. Sejak saat itu. . os menggaruknya. terutama kortikosteroid dan antibiotik. Resume Os tidak merasa berat badannya bertambah. Sejak ± 4 tahun yang lalu. os merasa sering berkeringat dan lengannya gatal. Os juga tidak mengkonsumsi obat dalam jangka panjang. seragam tersebut diganti 2 hari sekali dan dicuci sendiri 2 hari sekali. Os menggunakan seragam khusus dengan bahan yang panas dan tidak menyerap keringat. Namun ± 6 bulan yang lalu. Os bekerja sebagai teknisi pada perusahaan teknik elektronika yang setiap harinya bekerja dengan lama kerja 8 jam dalam sehari dan sering terpapar sinar matahari. Os tidak memiliki riwayat kencing manis.

. Namun saat bekerja lembur os hanya mandi 1 kali pada pagi hari. Os mengganti celana dalam 2 kali sehari setelah mandi. karena sepulang bekerja os kelelahan. mengeringkan dengan handuk yang dipakai sendiri. Resume Os memiliki kebiasaan mandi 2 kali sehari dengan menggunakan sabun.

keluhan timbul kembali sehingga Os datang berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Dustira.5 bulan yang lalu os berobat ke Puskesmas. oleh dokter umum os diberikan salep dalam kemasan pot berwarna putih tidak lengket tidak berbau yang dioleskan ke lengan bawah kanan 3 kali sehari setelah mandi selama 2 minggu serta obat minum berupa Pil berwarna putih yang diminum 2 kali sehari selama 5 hari. namun setelah obat habis. . Keluhan gatal menghilang. Resume Karena keluhan bruntus-bruntus kemerahan tersebut ± 3.

tepi lesi lebih aktif daripada tengah lesi (central healing). menimbul dari permukaan. diskret. dan kedua lipat paha. . batas tegas. • Deskripsi lesi: Lesi 3 buah. makula hipopigmentasi dengan sedikit skuama halus diatasnya terutama pada tengah lesi. • Efloresensi: Papula eritem dan plak eritem dengan skuama halus diatasnya terutama dibagian tepi lesi. plakat. bentuk tidak teratur. kering. Status Dermatologikus • Distribusi : Regioner • Ad regio: 1/3 tengah permukaan ekstensor lengan bawah kanan. Makula eritem.

Tinea Korporis et Tinea Kruris 2. Diagnosis Banding 1. Psoriasis Vulgaris dan Tinea Kruris 3. Tinea Korporis dan psoriasis inversa .

Diagnosis Kerja Tinea Korporis et Kruris .

Usulan Pemeriksaan •Kultur pada media Sabouraud Glucose Agar (SGA) •Pemeriksaan SGOT/SGPT .

terutama pakaian dalam  Mandi diusahakan 2x sehari dan setiap setelah mandi mengganti baju dan pakaian dalam dengan yang baru dicuci . PENATALAKSANAAN • Umum  Pasin dilarang menggaruk lesi  Menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat dan tidak ketat.

pasien diharuskan kontrol kembali . ◦ Sistemik : ketokonazol 1x 200 mg/hari selama 1 minggu. Cetirizine 1x10 mg/hari selama 5 hari Setelah menjalani pengobatan selama 1 minggu.Khusus ◦ Topikal : krim ketokonazole 2% dioleskan 2x/hari selama 4 minggu setelah mandi.

R/ krim ketokonazol 2% tube No I ( 10 gr) ∫ u. DA Usia : 22 tahun . R/ ketokonazol tab 200 mg No XIV ∫ 1 dd 1 pagi pc R/ Cetirizine tab 10mg No V ∫ 1 dd 1 uc Pro : Tn.e.

PROGNOSIS • Quo ad Vitam : ad bonam • Quo ad Functionam : ad bonam • Quo ad Sanationam : dubia .

PEMBAHASAN .

. Dari keluhan ini juga dapat ditegakkan diagnosis banding Psoriasis Vulgaris karena tinea korporis termasuk penyakit EPS Like eruption. tinggal di pemukiman yang tidak padat penduduk dengan sosial ekonomi menengah datang dengan keluhan utama bruntus-bruntus kemerahan pada lengan bawah kanan dan kedua lipat paha yang terasa gatal terutama saat berkeringat. Keterangan Umum Berdasarkan keterangan umum. os seorang laki-laki usia 22 tahun. namun pada Psoriasis Vulgaris keluhan gatal minimal dan tidak berhubungan dengan gatal saat berkeringat. Dari keluhan bruntus-bruntus kemerahan pada lengan bawah kanan yang gatal terutama saat berkeringat dapat ditegakkan diagnosis banding tinea korporis karena tinea korporis menyerang kulit yang berambut halus. bekerja di perusahaan teknik sebagai teknisi pada perusahaan teknik elektronika.

karena Tinea Kruris merupakan bagian dari Tinea Korporis yang menyerang kulit berambut halus dan memiliki predileksi pada lipat paha. . Dari keluhan ini juga dapat ditegakkan diagnosis banding Psoriasis Inversa karena Tinea Kruris merupakan EPS Like Eruption dan memiliki predileksi yang sama yaitu di daerah lipatan atau fleksor.• Keluhan utama yang lain berupa bruntus-bruntus kemerahan pada kedua lipat paha yang terasa gatal terutama saat berkeringat dapat ditegakkan diagnosis banding yaitu Tinea Kruris.

• Terdapat keluhan gatal terutama saat berkeringat. Menggaruk bruntus-bruntus kemerahan pada kedua lipat paha merupakan faktor presipitasi pada penyakit Tinea Kruris dan Psoriasis Inversa. menyebabkan os menggaruk bruntus-bruntus kemerahan tersebut. . • Menggaruk bruntus-bruntus kemerahan pada lengan bawah kanan merupakan faktor presipitasi pada penyakit Tinea Korporis dan Psoriasis Vulgaris. Garukan merupakan faktor presipitasi yang menyebabkan lesi melebar pada lengan bawah kanan dari sebesar numuler hingga sebesar plakat dan pada kedua lipat paha dari sebesar plakat menjadi sebesar telapak tangan dewasa.

Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan penyakit pada os ini kronis. Os sebelumnya tidak memiliki riwayat sakit gigi. Hal ini sesuai dengan predileksi tinea korporis yaitu pada permukaan ekstensor. karena sering digaruk. Keluhan serupa yaitu bruntus-bruntus kemerahan sebesar uang logam Rp 50. 50. karena sering digaruk sejak ± 3 bulan yang lalu bruntus-brtuntus kemerahan pada lengan bawah kanan menjadi sebesar uang logam Rp. yang belum diobati yang merupakan salah satu presipitasi penyakit Psoriasis vulgaris dan Psoriasis inversa. sesuai dengan perjalanan penyakit pada tinea korporis dan tinea kruris. sedangkan pada Psoriasis vulgaris dan Psoriasis inversa perjalanan penyakitnya kronik residif. .pada kedua lipat paha yang terasa gatal terutama saat berkeringat sehingga os menggaruknya. sehingga Os sering menggaruknya. Hal ini sesuai dengan predileksi pada Tinea Kruris. Perjalanan Penyakit dan Etiologi Keluhan pertama kali timbul kurang lebih 4 bulan yang lalu. keluhan bruntus-bruntus kemerahan pada kedua lipat paha menjadi sebesar telapak tangan bayi.± 2.-.5 bulan yang lalu. Keluhan pertama kali timbul berupa bruntus-bruntus kemerahan hanya di permukaan ekstensor lengan bawah kanan yang berukuran kira-kira sebesar pangkal jarum pentul yang terasa gatal terutama saat berkeringat. penyakit infeksi THT..

. ayam. Os tidak memelihara binatang seperti kucing. Sumber air di rumah os berasal dari air sumur bor. sapi. Jamban yang digunakan os adalah jamban pribadi. Os tidak mengetahui temannya memiliki keluhan bruntus-bruntus kemerahan yang terasa gatal terutama jika berkeringat. Os tidak memiliki kebiasaan melepaskan alas kaki saat bekerja. namun os memiliki kebiasaan tidur sendiri. Hal ini menunjukkan kemungkinan os tertular jamur antropofilik dari teman os. Hal ini menyingkirkan kemungkinan os tertular jamur zoofilik dan geofilik. namun os tidak memiliki kebiasaan meminjam baju. atau handuk dari teman os. Os tinggal serumah bersama kedua orang tua dan adik os. dan burung. jaket. hamster. Os memiliki kebiasaan tidur di kosan temannya. Os menyangkal adanya keluhan bruntus-bruntus kemerahan serupa di keluarga os. anjing. kambing.

Garukan merupakan faktor presipitasi pada tinea. Sejak 4 tahun yang lalu. Berdasarkan keterangan tersebut. os tidak selalu mandi dan hanya mengganti pakaian luar saja. Setelah pulang kerja. . selain itu karena os menggaruk sumber penularan bisa dari dirinya sendiri. seragam tersebut diganti 2 hari sekali dan dicuci sendiri 2 hari sekali. Os juga sering menggaruk bruntus-bruntus tersebut. kelembaban dan cuaca panas sebagai faktor predisposisi eksogen terjadinya tinea korporis dan kruris. Os menggunakan seragam khusus dengan bahan yang panas dan tidak menyerap keringat. Os bekerja sebagai teknisi pada perusahaan teknik elektronika yang setiap harinya bekerja dengan lama kerja 8 jam dalam sehari yang sering terpapar sinar matahari.

karena obat antifungi akan berikatan dengan obat antasida. . Sehingga jika diberikan bersamaan dengan antasida. Anamnesis tambahan Riwayat penyakit maag tidak ada. sehingga obat antifungi tidak akan terabsorbsi dengan baik. akan menurunkan kadar ketokonazol dalam serum. hal ini berhubungan dengan interaksi obat antifungi dengan antasida.

Status gizi pasien normoweight sehingga pada Os tidak terdapat faktor predisposisi endogen berupa obesitas. Pada Psoriasis dijumpai plak putih berkofigurasi mirip peta atau yang disebut lidah geografik. Pemeriksaan Fisik Pada status generalis didapatkan bahwa status generalis dalam batas normal. dan gangguan keratinisasi kuku menyebabkan permukaan kuku tidak rata dan terbentuk sumur-sumur (lubang-lubang di permukaan kuku ) dan disebut sebagai pitting nail. dan pada pasien ini tidak ditemukan . Pemeriksaan sklera pada mata dan pemeriksaan hepar pada abdomen bertujuan untuk pemantauan fungsi hepar normal.

. dan perineum) karena di bagian tersebut terdapat banyak keratin. Status Dermatologikus Distribusinya regioner karena jamur dermatofita butuh waktu lama untuk mencerna keratin. Ad regio tinea korporis terjadi pada kulis yang berambut halus. dan gluteus (sulkus glutealis. perianal. kedua lipat paha. suprapubis. sementara tinea kruris terjadi pada kulit yang berambut halus (glabrous skin) dengan predileksi di perut bagian bawah. Deskripsi lesi didapatkan bentuk yang tidak teratur karena jamurnya mencerna keratinnya tidak merata.

Central healing dapat terjadi karena jamur dermatofita bersifat mencerna keratin sehingga akan selalu ada pada kulit yang berkeratin.Terdapat kelainan kulit yang khas. yaitu ‘central healing’. Kemudian jika keratin di suatu tempat sudah habis. hifa akan menjalar ke tempat yang masih terdapat keratin di sekitarnya sehingga menyebabkan tepi lesi lebih aktif daripada tengah lesi dan daerah yang habis keratinnya akan terlihat seolah-olah sehat. .

bersepta. dengan dinding double countour. sehingga diagnosis kerja pada pasien ini adalah penyakit dermatofitosis (tinea korporis et kruris). spora (+) arthrospora. . Larutan KOH 10% untuk melisiskan keratin dan kemudian dilewatkan di atas api sebanyak 3x untuk mempercepat lisis keratin. Pembesaran 100x digunakan untuk melihat epitel karena hifa terdapat di antara epitel. Hal ini menunjukkan bahwa bruntus-bruntus kemerahan tersebut disebabkan oleh jamur dermatofita. Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan langsung dari kerokan lesi menggunakan larutan KOH 10%. Namun untuk mendapatkan diagnosis pasti berdasarkan spesies jamur ini maka perlu dilakukan pemeriksaan penunjang tambahan. yaitu kultur pada media Sabouraud Glucose Agar. hifa (+) panjang. bercabang. Pada pembesaran 400x ditemukan epitel (+).

Oleh karena itu diagnosis banding Psoriasis bisa disingkirkan. Pemeriksaan penunjang untuk Psoriasis yaitu pemeriksaan fenomena tetesan lilin tidak bisa dilakukan karena skuama pada pasien tipis. Usulan pemeriksaan SGOT dan SGPT diperlukan untuk pemantauan fungsi hati yang diperlukan pada pemberian obat antifungi sistemik. maka pemilihan antifungi sistemik tidak diberikan dan diganti dengan antifungi topikal. Pemeriksaan yang terakhir adalah fenomena Koebner yaitu dilakukan garukan pada lesi. pada pasien ini tidak didapatkan bintik-binik perdarahan atau pin point bleeding. Jika fungsi hati meningkat 2x lipat dari nilai normal. . pada pasien ini hasilnya negatif yaitu tidak menimbulkan lesi yang baru. Fenomena auspitz dilakukan dengan cara skuama dilepaskan dengan pinset lapis demi lapis.

dan mencegah infeksi sekunder. karena pakaian yang tidak mudah menyerap keringat ini akan membuat kondisi kulit lembab yang merupakan tempat yang baik untuk pertumbuhan jamur. melebar. Pasien diharuskan mandi 2x sehari dan mengganti baju dengan baju yang baru dicuci . PENATALAKSANAAN • Umum Pasien diharuskan menggunakan pakaian yang mudah menyerap keringat dan jangan ketat terutama untuk pakaian dalam. Pasien juga diharuskan untuk tidak menggaruk lesi agar lesi tidak meluas.

mudah di dapat dan merupakan obat standard BPJS . Disamping itu ketokonazol murah. yang dapat menghambat pembentukan ergosterol pada membran sel jamur.• Khusus Krim Ketokonazol 2% dioleskan 2 kali sehari selama 2 minggu Obat ini bersifat fungisidal.

Ketokonazol 200mg/hari. . 1 kali sehari selama 2 minggu Pasien ini diberikan antimikotik sistemik karena penyebabnya dermatofita antopofilik dan keluhan pasien sudah pernah diobati namun timbul kembali.

Cetirizine 10mg/hari selama 5 hari Cetirizine diberikan karena obat ini merupakan obat anti pruritus. untuk mengurangi rasa gatal pada pasien. . Cetirizine merupakan golongan antihistamin antagonis H1 yang bekerja pada kelenjar eksokrin.

sehingga dibutuhkan kepatuhan pasien selama pengobatan berlangsung. . Prognosis • Quo ad Vitam : ad bonam • Quo ad Functionam : ad bonam • Quo ad Sanationam : dubia Quo ad vitam ad bonam karena penyakit ini tidak mengancam jiwa. Quo ad sanationam dubia karena pada kasus ini merupakan tinea antropofilik yang merupakan penyakit kronis dan sulit sembuh. Quo ad functionam ad bonam karena fungsi proteksi kulit dapat kembali normal.