You are on page 1of 30

OFTALMOLOGI

KOMUNITAS

dr. Ahmad Ashraf, Sp.M


Oftalmologi Sosial = Oftalmologi Komunitas adalah
cabang oftalmologi yang berorientasi pada
kesehatan masyarakat paripurna (promotif,
preventif, kuratif dan rehabilitatif) dengan
menekankan pada aspek-aspek promotif dan
preventif

Oftalmologi Klinik adalah cabang ilmu kedokteran


yang memfokuskan pada individu dan berorientasi
pada pelayanan sekunder dan berlokasi pada
institusi. Mis: Bagian Mata RSUP dr. Wahidin
Sudirohusodo.
Dalam Oftalmologi mencakup:

Promotif
Targetnya adalah masyarakat
Preventif atau community guna
mempertahankan kualitas hidup pada
level yang baik

Promotif = Promosi adalah suatu proses


pembelajaran dari, oleh, untuk masyarakat yang
disesuaikan dengan sosial budaya setempat.
Promotif = Promosi adalah suatu proses
pembelajaran dari, oleh, untuk masyarakat
yang disesuaikan dengan sosial budaya
setempat.
Jadi
Community = masyarakat diberdayakan
Sehingga

Masyarakat mampu mengenali,


memelihara, melindungi dan meningkatkan
kesehatan indera penglihatan.
Preventif dalam oftalmologi komunitas
dititikberatkan pada:
- Glaukoma
- Refraksi
- Degenerasi
- Corneal disorder

Preventif 3 jenis:
1. Primer mencegah terjadi penyakit
2. Sekunder mencegah hilangnya visus
3. Tertier memperbaiki visus pada
orang buta. Mis: katarak
Pencegahan primer pencegahan penyakit
agar tak terjadi.
Misal:
Defisiensi vitamin A: beri gizi yang baik
Trachoma: dengan air dan sanitasi yang bersih
Cacar/Campak: dengan imunisasi
Kelainan Refraksi: nonton TV pada jarak minimal
5X diagonal TV. Jarak baca 30 cm pada tempat
yang cukup terang.
Glaukoma: diatas umur 40 tahun, kontrol tekanan
bola mata secara teratur
Pencegahan Sekunder: mencegah hilangnya
tajam penglihatan dari penyakit yang sedang
diderita, misalnya:
defisiensi vitamin A: bila ada gejala-gejala buta
senja, segera beri vitamin A 2X setahun dan
perbaiki gizi
katarak: operasi bila visus menurun
Glaukoma: penyelamatan penglihatan dengan
operasi atau terapi secara teratur
Retinopati diabetik: menyelamatkan
penglihatan dengan terapi laser pada retina
Pencegahan tertier: diperbaiki visusnya orang
yang telah buta, misalnya:
Katarak: operasi
Sikatriks kornea: keratoplasty
Penderita Low Vision: pakai alat bantu
penglihatan, misalnya kaca pembesar
Kebutaan: keadaan penglihatan seseorang yang
hanya dapat menghitung jari pada jarak kurang
dari 3 meter, sehingga mengalami hambatan
dalam melakukan kegiatan sehari-hari

Visusnya < 3/60 dengan koreksi maksimal


Berapa banyak yang buta:
Hampir 50 juta orang yang buta didunia dimana
1,5 juta dibawah umur 16 tahun.

Prevalensi kebutaan bervariasi diberbagai tempat.


Di Indonesia prevalensi kebutaan 1,5%
Dikenal beberapa istilah:
UKM/PK : upaya kesehatan mata dan
pencegahan kebutaan
PKKP : penanggulangan kebutaan katarak
paripurna

Keduanya dilaksanakan secara terintegrasi lintas


sektoral dan peran aktif masyarakat untuk
terwujudnya sehat mata untuk semua
Berapa besar masalah kebutaan di Indonesia:
Dari hasil survey penglihatan tahun 1993-1996 angka
kebutaan 1,5% 1,5% X 200 jt = 3 juta

Penyebab kebutaan:
- 52% oleh katarak: 52% X 3 jt = 1.560.000
- 9,5% oleh kelainan refraksi:
9,5% X 3.000.000 = 285. 000
- 13,4% akibat glaukoma: 13,4%X3 jt = 402.000
- 8,5% akibat kelainan retina:
8,5% X 3.000.000 = 255.000
- 6,4% oleh kelainan kornea: 6,4%X3 jt= 192.000
- 10,2% oleh penyakit lain: 10,2%X3.000.000 = 306.000
Buta katarak pada usia produktif terjadi pada + 14-
16% dari semua buta katarak = 249.000
Bila rata-rata penghasilan Rp. 80.000/bulan maka
kerugian ekonomi akibat buta katarak diusia
produktif sebesar
250.000 X 12 X Rp. 80.000,- = Rp. 240.000.000
Ini belum termasuk kerugian akibat buta katarak
usia lanjut yang jadi beban keluarganya.
Penderita baru katarak 0,1%
0,1% X 200.000.000 = 200.000
Bila semua terjadi pada usia lanjut akan
menimbulkan kerugian baik pada keluarga
maupun pada pendapatan daerah karena
berkurangnya produktifitas
Hasil survey Indera Penglihatan:
1982 1,2% blind rate
1993-1996 1,5% (52% disebabkan oleh
katarak)
8 propinsi
Kenapa meninggi: 1,2% 1,5% disebabkan
Oleh:
1. UHH: usia harapan hidup bertambah 60 tahun
66 tahun
2. Sekarang penyakit degenerasi mendominasi
penyakit infeksi
3. Kurangnya pelayanan kesehatan mata.
Dalam masyarakat timbul problem:

1. Prevalensi meningkat : 1,5%


2. Man Power: dokter spesialis mata, paramedis
mata masih kurang
3. Budget kurang, kemampuan masyarakat untuk
membayar juga berkurang
4. Kebijakan politik tak cukup untuk menarik
partisipasi masyarakat.
THE MAIN EYE MORBIDITY PREVALENCI

Refractive Error 22,1


Pterygium 13,9
Cataract 7,3
Conjuntivitis 2,0
Corneal Scar 1,4
Glaucoma 0,4
Blepharitis 0,3
Retinopathy 0,2
Hordeolum 0,3
Strabismus 0,3
BLINDNESS PREVALENCE AND CAUSES OF
BLINDNESS OF BOTH EYE

Lens 0,78
Glaucoma / N II 0,20
Refractive Error 0,14
Retina 0,13
Cornea 0,10
Others 0,15
Total blindness 1,5
Blind Rate: 1,5%
Penduduk 200.000.000

Yang buta: 1,5% X 200.000.000 = 3.000.000


Oleh katarak: 0,78% x 200.000.000 = 1.560.000

Jumlah operasi seluruh Indonesia/tahun:


+ 60.000 tersisa: 1.560.000-60.000= 1.500.000
Angka ini disebut BACK LOG
Defenisi Back Log: jumlah penderita katarak yang
tidak dioperasi pada tahun itu
Incidense: jumlah penderita baru pada tahun
tersebut: 1 o/oo

Artinya: setiap tahun penderita katarak baru:


1o/oo X 200.000.000 = 200.000/tahun
Penyebab Back Log:
- Sosial ekonomi
- Ketidaktahuan masyarakat
- Geografis
- Dokter spesialis mata masih kurang
- Penduduk mayoritas di pedesaan
- Fasilitas pelayanan terutama di kota besar
Langkah operasional penanggulangan katarak:
- Sosial marketing
- persiapan operasional
- pelaksanaan operasi
- Follow up oleh dokter spesialis mata atau dokter
puskesmas
Sosial marketing:
Jumlah penduduk setempat
Peta daerah tinggal
Tentukan target operasi
Kerja sama dengan infra struktur kesehatan
Pemberitahuan PEMDA
Keterlibatan LSM setempat
Menurut WHO bila angka kebutaan:
0,5% : masalah medis
>0,5% - < 1% : masalah masyarakat
>1% : masalah sosial sangat
mempengaruhi pembangunan kesehatan
nasional, khususnya kesehatan mata.
Program Nasional adalah:
Menurunkan angka kebutaan < 1% pada 2003
Menurunkan angka kesakitan mata
Mendekatkan pelayanan kesehatan mata
kepada masyarakat
Buta menurut WHO:

Bila visus < 3/60 dengan koreksi maksimal

Ratio : 1 dokter mata untuk 350.000


penduduk
Menurut WHO : 1 dokter mata untuk 250.000
penduduk
Langkah-langkah pemerintah mengatasi angka
kebutaan yang tinggi ini bekerja sama

Dengan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) baik dalam


negeri maupun dari luar negeri:
Training UKM/PK bagi kader kesehatan untuk mencari
kasus katarak siap operasi
Training bagi para medis untuk cari kasus katarak, dan
perawatan post op katarak
Training bagi dokter puskesmas
Training bagi guru-guru SD untuk deteksi dini kelainan
refraksi
Operasi katarak secara massal disebut SAFARI
KATARAK dengan biaya murah ataupun gratis bagi gakin
(keluarga miskin)
Glaukoma juga sebagai penyebab kebutaan no. 2
setelah katarak yaitu 0,2%

Untuk menurunkan angka ini dianjurkan untuk


melakukan pemeriksaan Tekanan Intra Okuler
(TIO) pada usia 40 tahun keatas untuk
melacak kronik simple glaukoma:
Gejalanya:
tekanan intra okuler > 20,6 mmHg
defek pada lapangan penglihatan
terbentuknya cupping of the disc
Besarnya lapangan pandang seseorang:
Medial : 50 o
Superior : 60 o
Inferior : 70 o
Lateral : 90 o

Kategori kemampuan visus dalam opthalmology:


Visus > 6/18 : normal
6/60 - 6/16 : visual impairment
3/60 6/60 : low vision
< 3/60 : blind
Beberapa LSM pernah/masih membantu
penanggulangan katarak:

yayasan Dharmais Perdami


Lions Club
Rotary Club
Hellen Keller International
Dark and Light International
Christoffell Blinden Mission: CBM
dll
Infra struktur pelayanan mata:
Yan. Mat. Primer : Puskesmas
Yan. Mat. Sekunder : RS tipe C/B dan BKMM
Yan. Mat. Tertier : RS tipe A
pelayanan subspesialistik

BKMM: Balai Kesehatan Mata Masyarakat


pelayanan sekinder oleh dokter
spesialis mata
aktifitas apa yang penting untuk menurunkan
kebutaan

Di semua tempat harus ada:


1. Penyediaan pelayanan katarak
2. Deteksi dini/skrining dan pengobatan kelainan
refraksi
3. Di tempat tertentu ada
- suplemen vitamin A
- penanggulangan trachoma dengan SAFE
(Surgery, antibiotic, Face washing,
Environmental)
Pelayanan spesialis:
1. Diagnosa dan pengobatan glaukoma
2. Diagnosa dan pengobatan retinopati
3. Pusat-pusat spesialis untuk penanggulangan
hilangnya tajam penglihatan pada anak-anak
TERIMA KASIH