You are on page 1of 21

Pengelolaan Gambut Lestari

di Riau

1. Luas dan Penyebaran Gambut
di Riau

Luas gambut di Indonesia berbeda-beda karena definisi, cara
mengukur/menghitung, dan perubahan gambut menjadi non gambut.
Kami menyarankan luas 14.9 juta ha.

Kalimantan. 14. .9 juta ha (8%) merupakan lahan gambut • Tersebar di Sumatera. sementara itu gambut di Papua belum banyak diteliti dan dimanfaatkan. dan Papua • Gambut di Sumatra dan Kalimantan telah banyak digunakan untuk perkebunan dan HTI. Penyebaran Tanah Gambut Indonesia • Dari 190 juta daratan Indonesia.

Gambut Sumatera lebih subur daripada Kalimantan 2. Kesuburan Gambut sangat tergantung bahan gambut.1. pengkayaan dari luapan sungai. dan lapisan tanah di bawah gambut .

Luas Provinsi Riau: 8. Sebagian besar lahan gambut tergolong gambut dalam .1 juta Ha) adalah lahan gambut 3.9 juta Ha. 1. Source: Center for Soil and Agroclimate Research (2011). 2. Hampir setengah dari luas wilayah Provinsi Riau (4.

BD (Bulk Density/bobot isi) tanah rendah.17 5-10 0.49 3.4 646 90 2470 1.13 3.09 1.96 15-20 0.11 0. pH tanah rendah Peat BD Ash Ammoni Nitrat Total N Depth (g/cm3 Conten pH EC um e (%) (cm) ) t (%) (ppm) (ppm) 0-5 0.73 3.09 0.Gambut Indonesia termasuk gambut tropika yang berbeda sifatnya dibandingkan dengan gambut subtropika.2. 2.70 .88 20-25 0.46 3.3 100 134 1698 0.57 3.08 0.80 25-30 0.4 80 134 1389 0.87 3.3 131 96 2869 0.16 4.3 108 179 1698 0.08 0.99 10-15 0. Sifat-Sifat Gambut 1.3 145 187 1947 0.

5 15 0.4 29.02 377 6.04 0.2 5-10 0. 22.05 0.34 0.06 0.4 22.04 0.87 25.05 985 4 6 5 4. 75. 3.06 0.09 0.6 13.05 448 7 7 6 1.57 15.49 .25 0.7 13. 16.4 28. Miskin unsur hara makro dan mikro kecuali besi Soil Ash Dept Macro Nutrients (%) Micro Nutrient (ppm) Content (cm) (%)   K Na Ca Mg Fe Mn Cu Zn   37.0 20 0.73 10.03 591 9.67 1 7 0.03 0.81 5 5 0. Kandungan abu rendah 4.20 0.0 19.07 0.3 22.07 0.18 0.27 0.46 20. 61.04 5 4 0.12 0.01 206 4.8 0-5 0.04 0.13 10.7 30 0.45 6 4 0.2 25 0.02 0.01 162 5.05 0.3 15.

3. Di Riau hanya dilakukan di Bunga Raya. . • Pada tahun 1970’ – 1980’ lahan gambut di Kalimantan and Sumatera banyak direklamasi untuk padi sawah melalui proyek transmigrasi. penduduk lokal di Kalimantan dan Sumatera telah sukses memanfaatkan gambut untuk tanaman padi dan kelapa. • Pada tahun 1995 pemerintah membuka proyek sawah 1 juta ha di Kalimantan Tengah dari lahan gambut. • Tahun 1990 an dimulai pembukaan gambut untuk HTI di Riau. Sejarah Pemanfaatan Gambut • Sejak abad 19. Akhirnya gagal.

. Terjadi oksidasi pirit 3.Tanah Sulfat Masam: 1. pH tanah 2-3 sangat rendah 2. Beberapa lokasi yang dekat dengan sungai masih dapat dikembangkan padi dengan produksi 3 ton/ha.

Pemanfaatan Lahan Gambut di Indonesia • Dari total lahan gambut di Indonesia 14. sekitar 6 juta ha telah dibuka untuk berbagai keperluan. Sumatera Selatan. • Kerusakan terbesar terjadi di Kalimantan Tengah bekas proyek padi 1 juta ha.9 ha.5 juta ha mengalami kerusakan. . • Dari lahan yang telah dibuka lebih dari 3. Jambi. • Kerusakan lahan terutama di Kalimantan Tengah.

. Issue-Issue Tentang Gambut • Emisi gas rumah kaca khususnya CO2 yang dikaitkan dengan perubahan iklim. • Ketebalan gambut yang dikaitkan dengan boleh tidaknya gambut dibuka. • Kebakaran yang dikaitkan dengan kedalaman muka air tanah. 4.

. Apakah gambut sebagai sumber emisi CO2 ? • Apakah tanah gambut mengemisi gas CO2 lebih banyak dari tanah bukan gambut? • Apakah penurunan gambut/subsiden setelah lahan gambut didrainase menjadi CO2? • Penurunan gambut lebih disebabkan oleh pemadatan gambut.

• Masyarakat dalam membuka lahan gambut untuk kebun dilakukan dengan cara membakar. • Daerah yang banyak lahan gambutnya secara berkala terjadi kebakaran gambut. Kebakaran yang dikaitkan dengan kedalaman muka air tanah. • Para peneliti menghubungkan hotspot dengan kebakaran.4 m. • Untuk mengurangi kebakaran maka perusahaan harus ditutup melalui PP 71/2014 yang berisi pertaturan tentang kedalaman muka air tanah 0. • Disimpulkan perusahaan pemegang ijin perkebunan sawit dan HTI sebagai biang keladi kebakaran lahan gambut. . • Ahli kebakaran lalu menyarankan lahan gambut yang dibuka untuk kegiatan perkebunan sawit dan HTI sebagai penyebab kebakaran.

• Awal pembukaan gambut untuk pertanian dilakukan dengan membuka gambut dangkal kurang dari 3 meter. PT. UU 32/2009. • Sebaliknya lahan gambut dalam yang dibuka oleh swasta PT Sambu pada perkebunan kelapa. • Jadi permasalahan gambut dangkal boleh dibuka dan gambut dalam tidak dapat dibuka seperti pada Keppres 32/1990. Ketebalan gambut yang dikaitkan dengan boleh tidaknya gambut dibuka. PP 71/2014 yang melarang pembukaan gambut > 3 tidak beralasan/tidak ada dasar ilmiah. • Terjadi kerusakan lahan dengan dengan berubahnya lahan gambut menjadi tanah sulfat masam. PT Sinar Mas. . RAPP untuk HTI dapat berkelanjutan.

dan status kawasan hutan (termasuk IUPHHK/ Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu) menjadi tidak pasti. .659 desa yang ada di Riau ternyata 96% Desa-desanya berada di dalam dan di tepi kawasan hutan. Dengan demikian konflik lahan/hutan mempunyai tingkat kerawanan tinggi. KEBERADAAN DESA DI PROVINSI RIAU Dari 1.

.

5. ekonomi. Pengelolaan Gambut Lestari Pendekatan Keberlanjutan Pembangunan Ekonomi Menyokong/men o Lingkungan Sosial pang Hidup • Pendekatan keberlanjutan dalam pembangunan harus seimbang antara tiga pilar yaitu lingkungan hidup. . dan sosial.

Riau •HTI = 1 juta Ha •Sawit = 0.8 juta Ha •Perkebunan/pertanian lain = 0. 2005c). Peta Penggunaan Lahan di Provinsi Riau Pemanfaatan lahan gambut di Prov. Ministry of Forestry (2005a.5 juta Ha Source: BKSDA Propinsi Riau (2010). 2005b. .

aca cia. •Di daerah peat dome dan sempadan sungai harus dipertahankan sebagai hutan.CONTOH TATA RUANG HTI Block Diagram Gambut Yang masih tersisa: •Gambut yang rusak direhabilitasi untuk tanaman yang adaftif. kelapa sawit. •Pemberian ijin sangat selektif pengembangan hutan alam gambut menjadi lahan pertanian 1 . karet.

• Kebakaran gambut terjadi karena sumber api yang berasal dari kegiatan pembakaran lahan di masyarakat. Kesimpulan • Gambut sebagai sumberdaya alam perlu dikelola secara seimbang antara keperluan lingkungan dan ekonomi untuk kemakmuran masyarakat. . • Gambut yang masih baik sebagian perlu dikonservasi dan sebagian ditetapkan sebagai lahan untuk pengembangan pertanian. Perlu penyadaran perilaku masyarakat dalam membuka lahan tidak menggunakan api.

Terima kasih .