You are on page 1of 15

ISLAM DAN

PERSOALAN EKONOMI
Oleh :
Yunanda NA

ekonomi ialah satu pengkajian berkenaan dengan kelakuan manusia dalam menggunakan sumber-sumber untuk memenuhi keperluan mereka.  .  Dalam pengertian Islam pula. Dalam pengertian masa kini. ekonomi ialah satu sains sosial yang mengkaji masalah- masalah ekonomi manusia yang didasarkan kepada asas-asas dan nilai-nilai Islam. Pengertian ekonomi dalam islam  Ekonomi adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan usaha-usaha yang bertujuan untuk memenuhi segala keperluan hidup manusia.

Manusia harus memanfaatkannya seefisien dan seoptimal mungkin. berbagai jenis sumber daya dipandang sebagai pemberian atau titipan Tuhan kepada manusia. .Prinsip-prinsip ekonomi dalam islam Menurut Metwally : 1)Dalam ekonomi islam. Namun yang terpenting adalah bahwa kegiatan tersebut akan dipertanggung jawabkan di akhirat nanti.

termasuk kepemilikan alat produksi dan faktor produksi. . kepemilikan individu dibatasi oleh kepentingan masyarakat. Pertama.2)Islam mengakui kepemilikan pribadi dalam batas-batas tertentu. apalagi usaha menghancurkan masyarakat. dan kedua. islam menolak setiap pendapatan yang diperoleh secara tidak sah.

penjual.. “ (QS 4:29) .pembuat keuntungan dan sebagainya. janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan batil. Seorang muslim.Kekuatan penggerak utama ekonomi islam adalah kerja sama..3.. kecuali dengan perdagangan yang dilakukan secara suka sama suka diantara kalian. harus berpegang pada tuntunan Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Hai orang-orang yang beriman.penerima upah. apakah ia sebagai pembeli.

zakat dikenakan 2. perak dan permata.5% (dua setengah persen) untuk semua kekayaan yang tidak produktif (idle assets). Menurut pendapat para ulama. yang ditujukan untuk orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Zakat merupakan alat distribusi sebagian kekayaan orang kaya (sebagai sanksi atas penguasaan harta tersebut).4.Seorang muslim yang kekayaannya melebihi ukuran tertentu (nisab) diwajibkan membayar zakat. pendapatan bersih dari transaksi ( net earning from transaction) dan 10% (sepuluh persen) dari pendapatan bersih investasi. termasuk didalamnya uang kas. deposito. emas. .

perusahan perorangan.tambahan. . apakah pinjaman itu berasal dari teman.Islam melarang setiap pembayaran bunga (riba) atas berbagai bentuk pinjaman.perluasan ataupun peningkatan.  Riba berarti meningkat. pemerintah ataupun institusi lainnya. Dalam islam riba dapat didefinisikan sebagai “premi” yang harus dibayar dari si peminjam kepada yang meminjamkan bersama dengan jumlah pokoknya sebagai kondisi dari jatuh tempo atau berkahirnya masa pinjaman.5.

ditangguhkan. Riba terdiri dari Riba al Nasi’ah dan Riba al Fadl.  Riba al Nasi’ah  Pengertian Nasi’ah berasal dari kata nasa’a yang artinya tertunda. menunggu dan mengacu kepada waktu dimana peminjam harus membayar pinjaman sebagai gantinya atas “premi” atau “tambahan” tersebut. sebagaimana firman Allah dalam Surah Al Baqarah (2) ayat 275 .

. Tujuan dari pernyataan ini adalah adanya imbalan dalam pengembalian pinjaman tersebut. Menurut islam. menunggu hasil dari suatu pinjaman bukanlah sebuah imbalan yang bersifat positif. Larangan terhadap riba al nasi’ah dapat diartikan jumlah yang akan diterima nantinya dari hasil pinjaman tersebut sebagai imbalan yang tidak diperbolehkan dalam islam.

. perak. Riba al Fadl  Pembahasan mengenai riba al fadl telah dimulai sejak hadits menyatakan bahwa emas. gandum dan garam dapat ditukar baik dengan barang itu sendiri maupun dengn barang yang lain dengan jumlah yang sesuai.

. sedangkan untuk riba al fadl diperkenalkan oleh islam dan menggambarkan karakteristik yang konsisten dalam keadaan ekonomi dan sosial.  Riba al Nasi’ah dikenal pada masa jahilliyah. Sehingga dapat disimpulkan Riba nasi’ah adalah yang yang berhubungan dengan pinjaman uang sedangkan Riba al Fadl berhubungan dengan perdagangan.

H Ahmad Azhar Basyir. serta tabi’in. K. .A mengungkapkan bahwa perjanjian asuransi adalah hal yang baru dan belum pernah terjadi pada masa Rasullullah SAW dan para sahabat. M. Kenyataan ini memberi intrepertasi bahwa apabila berbicara tentang dasar hukum perasuransian menurut syari’at islam hanya dapat dilakukan dengan metode ijtihad. Melalui ijtihad itu pulalah dicari dan ditetapkan hukumnya. Pandangan Islam terhadap Persoalan Ekonomi Bank Asuransi.

1992 : 128-1230) .  Melakukan interpretasi atau penafsiran hukum secara analogi ( metode kias ) ( Masjfuk Zuhdi. Untuk mengambil ketetapan hukum dengan menggunakan metode ijtihad dapat dipergunakan beberapa cara. antara lain :  Marslahah Mursalah/untuk kemaslahatan umum.

asuransi dengan segala bentuk perwujudannya dipandang haram menurut ketentuan islam. ◦ Asuransi pada hakikatnya sama atau serupa dengan judi . Ahli hukum islam Sayyid Sabiq mengungkapkan bahwa perjanjian asuransi ditinjau dari segi mana tetap tidak cocok dengan sah shahih yang dibenarkan oleh syari’at islam( Sayyiq Sabid (13). 1998 : 187 ) dengan alasan pokok keharaman perjanjian asuransi : ◦ Mengandung unsur tidak jelas dan tidak pasti ( unvertainty ) ◦ Mengandung unsur riba/renter. Pendapat pertama. ◦ Mengandung unsur eksploitasi.

◦ Saling menguntungkan kedua belah pihak. Pendapat yang mengatakan bahwa perjanjian asuransi dibolehkan dalam syariat islam antara lain Abdul Wahab Khallaf. Adapun alasan yang dikemukakan untuk menyatakan perjanjian asuransi itu tidak bertentangan dengan syariat islam adalah : ◦ Tidak ada nash Al-Qur’an dan Hadits yang melarang asuransi. dan Abdurrahman Isa. ◦ Ada kesepakatsn/kerelaan kedua belah pihak. Pendapat kedua. Mustafa Ahmad Zarqa ( Guru Besar Universitas Kairo ). pengarang Al-Muamalat al Hasitsah wa Ahkamuha ). . Perjanjian Asuransi tidak Bertentangan dengan Syariat Islam.