You are on page 1of 38

LAPORAN KASUS

ILEUS OBSTRUKSI
Oleh
dr. Maria Nindya Prawita
 
Pembimbing:
Dr. Arief,Sp.B
dr. Anita Fadhilah
dr. Ricky Septafianty

Identitas Pasien
• Nama : ST
• Jenis kelamin : Laki-Laki
• Usia : 29 tahun
• Alamat : Tawang Mangu
• Pekerjaan : Pegawai
Suku : Jawa
• Agama : Islam
• Tanggal Pemeriksaan : 29 Juni 2016

• Anamnesis
• Keluhan Utama : Nyeri perut
• RPS : Pasien mengeluh nyeri perut di ulu hati sejak tadi
pagi disertai mual dan muntah 4x pagi ini. Pasien juga
merasa badan meriang. Batuk (-), Pilek(-) , diare (-). Makan
menurun dikarenakan munntah setelah makan. Minum
normal. Buang air besar tadi pagi 1x, buang air kecil normal
seperti biasanya.
• Riwayat Pengobatan : Pasien belum melakukan
pengobatan sama sekali
• Riwayat Penyakit Dahulu : riwayat sakit seperti sekarang
disangkal, gasstritis disangkal, HT disangkal, DM disangkal.
• Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga
yang pernah mengalami hal serupa seperti keluhan pasien.
Riwayat penyakit lainnya dalam keluarga juga disangkal.
• Riwayat Sosial : Penderita saat ini bekerja,merokok dan
riwayat minum alkohol disangkal.

- . rhonki -/- • Abdomen : Distensi (-). edema . - + + . Bising usus (+) • Ekstremitas : Hangat + + .5 oC  Status General • Kepala : Normocephali • Mata : Anemia -/-. Ikterus -/- • THT : dbn • Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur - • Pulmo : Ves +/+. Whezing -/-.• T : 110/70 mmHg • N : 88 kali/menit • R : 20 kali/menit • tax : 36.

defans muskuler (-) Perkusi : tympani • Pemeriksaan Laboratorium : HB 12 Leukosit 9600 Trombosit 12500 Urin : leukosit : 10-15 Epitel : 15-18 .Status lokalis : • Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (-) Auskultas I: Bising usus (+) Palpasi : nyeri tekan (+) di regio epigastrium.

• Diagnosis : Colic Abdomen + ISK • Terapi : inf RL 20tpm Inj Buscopan 3x1 Inj Vometras 8mg 3x1 Inj Gastrofer 2x1 Po: Cefilla 200mg 2x1   .

- + + . Mual+ Muntah +. rhonki -/- Abdomen: Distensi (-). Bab sedikit tadi pagi. defans muskuler (-) Perkusi : tympani • Diagnosis:Colic Abdomen • Terapi : inf RL 20tpm Inj Buscopan 3x1 kp Inj Vometras 8mg 3x1 kp Inj Lapirom 2X1 Drip Tamoliv 3x1 Inj Gastrofer 2x1 Po: Cefilla 200mg 2x1 stop Profennid supp k/p .8 oC • Status General Kepala : Normocephali Mata : Anemia -/-. Ikterus -/- THT : dbn Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur - Pulmo : Ves +/+. Whezing -/-. edema . - • Status lokalis : • Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (-) Auskultas I: Bising usus (+) Palpasi : nyeri tekan (+) di regio epigastrium dan lumbal dan iliaca dekstra. Bising usus (+) Ekstremitas : Hangat + + .demam + • O : T:110/70 N :80x t:37.30 juni 2016 • S : Nyeri perut semakin bertambah.

rhonki -/- Abdomen : Distensi (-).5 oC • Status General Kepala : Normocephali Mata : Anemia -/-. Hanya berkurang sebentar setelah diberi obat anti nyeri .Mual+ Muntah -. - + + . Nyeri di daerah kanan bawah. • O : T:120/70 N :90x t:38. Bab -.Demam +. Nyeri tekan di Mc burney Ekstremitas : Hangat + + . Whezing -/-. - • Status lokalis : • Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (-) Auskultas I: Bising usus (+) Palpasi : nyeri tekan (+) di Mc Burney Rovsing sign + Psoas sign + Obturator sign + Perkusi : tympani . edema . Ikterus -/- THT : dbn Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur – Pulmo : Ves +/+. Bising usus (+). kentut + Bak normal .• 01 JULI 2016 • S : Nyeri perut semakin bertambah.

.

.

• Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (-) Flat Auskultas I: Bising usus (+) Palpasi : nyeri tekan (+) di Mc Burney Rovsing sign + Psoas sign + Obturator sign + Perkusi : tympani • *tidak didapatkan tanda-tanda peritonotis • *saran appendicogram .B Keluhan nyeri perut kanan bawah. • Diagnosis : Colic Abdomen ec Apendicitis + Peritonitis • Terapi : inf RL 20tpm Inj Buscopan 3x1 kp Inj Vometras 8mg 3x1 kp Inj Lapirom 2X1 DriP Tamoliv 3x1 Inj Gastrofer 2x1 Profennid supp k/p   • Konsul Sp.

rhonki -/- Abdomen : Distensi (-). Whezing -/-. Ikterus -/- THT : dbn Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur - Pulmo : Ves +/+. Nyeri tekan di Mc burney • Ekstremitas : Hangat + + . Bising usus (+). - .• 02/07/2016 • S : Nyeri perut + demam – BAB – kentut - • O : T:120/70 N :94x t:37 oC • Status General Kepala : Normocephali Mata : Anemia -/-. - + + . edema .

.

• Kontras belum turun. rencana foto ulang   • A : Colic Abdomen s Appendicitis • P : inf RL 20tpm Inj Buscopan 3x1 kp Inj Vometras 8mg 3x1 kp Inj Ceftriaxon 2X1 Drip Tamoliv 3x1 Inj Pantoprazole 2x1 Profennid supp k/p Po : episan syr 3xc1 .

03/06/2016 • S : Nyeri perut +. - • Status lokalis : Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (-) Auskultas I: Bising usus (+) Palpasi : nyeri tekan (+). defans muskuler + Perkusi : tympani . Bising usus (+) ↑ Ekstremitas : Hangat + + . Mual+ Muntah -. - + + . Whezing -/-.5 oC • Status General Kepala : Normocephali Mata : Anemia -/-.kentut - • O : T:120/80 N :88x t:36.mc burney +. Bab -. Ikterus -/- THT : dbn Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur – Pulmo : Ves +/+. edema . rhonki -/- Abdomen : Distensi (-).

.

.

B .• Diagnosis:Illeus Obstruksi • Terapi : inf RL 20tpm Inj Buscopan 3x1 kp Inj Vometras 8mg 3x1 kp Inj Lapirom 2X1 Drip Tamoliv 3x1 Inj Pantoprazole 2x1 Profennid supp k/p Po: Episan syr 3xc1 Salofalk 3x1 • Konsul Sp.

mc burney +.• 04/07/2016 • S : nyeri +. Whezing -/-. demam. Bising usus (+) Ekstremitas : Hangat + + . Mual +. - • Status lokalis : • Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (+) Auskultas I: Bising usus (+) Palpasi : nyeri tekan (+). Muntah +. edema . keluarga menolak inf RL 20tpm Inj Vometras 8mg 3x1 kp Inj Pantoprazole 2x1 Inj ceftriaxon 2X1 Profennid supp k/p Po: Episan syr 3xc1 Salofalk 3x1 Inj Buscopan 3x1 stop Drip Tamoliv 3x1 stop .bab - • O: O : T:120/80 N :84x t:37 oC • Status General Kepala : Normocephali Mata : Anemia -/-. defans muskuler +. Ikterus -/- THT : dbn Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur - Pulmo : Ves +/+. rhonki -/- Abdomen: Distensi (+). Perkusi : hipertympani • Diagnosis:Illeus Obstruksi • Terapi : Motivasi operasi laparotomy. - + + .

bab 1x sedikit • O: O : T:130/90 N :88x t:36.4 oC • Status General • Kepala : Normocephali • Mata : Anemia -/-. - • Status lokalis : • Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (+) • Auskultas I: Bising usus (+) • Palpasi : nyeri tekan (+). tx ganti per os • Cefixim 3x100 • Metronidazole 3x1 • Donperidone 3x1 • Spasmomen 3x1 • Pronalges 3x1 • episan syr 3xc1 . - • + + . edema . Bising usus (+) • Ekstremitas : Hangat + + . demam-. defans muskuler +. • Perkusi : hipertympani • Diagnosis:Illeus Obstruksi • Terapi : keluarga pasien menolak operasi • infus stop. Muntah -. Whezing -/-.• 05/07/2017 •   • S : nyeri + hilang tibul . Mual + menurun . rhonki -/- • Abdomen : Distensi (+). Ikterus -/- • THT : dbn • Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur - • Pulmo : Ves +/+.mc burney +.

demam-.bab - • O: O : T:120/70 N :88x t:36 oC • Status General Kepala : Normocephali Mata : Anemia -/-. Ikterus -/- THT : dbn Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur - Pulmo : Ves +/+. Perkusi : hipertympani • Diagnosis:Illeus Obstruksi • Terapi : keluarga pasien menolak operasi Cefixim 3x100 Salofalk 3x1 Metronidazole 3x1 Donperidone 3x1 Spasmomen 3x1 Pronalges 3x1 Profenid supp 2x1 Po: episan syr 3xc1 . Muntah -. rhonki -/- Abdomen : Distensi (↓). - • Status lokalis : • Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (↓) Auskultas I: Bising usus (+) Palpasi : nyeri tekan (+). defans muskuler -.06/07/2017 • S : nyeri + hilang timbul . Mual menurun . Bising usus (+) Ekstremitas : Hangat + + . edema . Whezing -/-.mc burney +. - + + .

Muntah -.mc burney +. demam-. edema . Perkusi : hipertympani •   . defans muskuler -. Bising usus (+) Ekstremitas : Hangat + + . - • Status lokalis : • Regio Abdomen : Inspeksi : Distensi (↓) Auskultas I: Bising usus (+) Palpasi : nyeri tekan (+). bab- • O: O : T:120/70 N :88x t:36 oC • Status General Kepala : Normocephali Mata : Anemia -/-. Mual menurun .07/07/2016 • S : nyeri berkurang . Whezing -/-. Ikterus -/- THT : dbn Thorax : Cor : S1S2 Tgl Reg Murmur - Pulmo : Ves +/+. - + + . rhonki -/- Abdomen : Distensi (↓).

.

• Diagnosis:Illeus Obstruksi • Terapi : keluarga pasien menolak operasi Cefixim 3x100 Salofalk 3x1 Metronidazole 3x1 Donperidone 3x1 Spasmomen 3x1 Pronalges 3x1 Profenid supp 2x1 Po: episan syr 3xc1 • *pasien pulang paksa .

ILEUS OBSTRUKTIF • Ileus obstruktif adalah kerusakan atau hilangnya pasase isi usus yang disebabkan oleh sumbatan mekanik. Rintangan pada jalan isi usus akan menyebabkan isi usus terhalang dan tertimbun di bagian proksimal dari sumbatan. sehingga pada daerah proksimal tersebut akan terjadi distensi atau dilatasi usus .

Etiologi • Adhesi intestinal : adanya jaringan fibrosa pada usus yang ditemukan saat lahir (kongenital). . • Hernia inkarserata : bila sudah terjadi penjepitan usus. • Tumor (primer. maka dapat menyebabkan obstruksi usus. metastasis) : dapat menyebabkan sumbatan terhadap jalannya makanan dan cairan. Namun jaringan fibrosa ini paling sering terjadi setelah operasi abdominal. Usus halus yang mengalami perlengketan akibat jaringan fibrosa ini akan menghalangi jalannya makanan dan cairan. • Divertikulum Meckel • Intussusception (masuknya usus proximal ke bagian distal) • Volvulus (terpuntirnya usus) • Striktur yang menyebabkan penyempitan lumen usus • Askariasis • Impaksi faeces (faecolith) • Benda asing.

peristaltik sudah hilang oleh karena dinding usus kehilangan daya kontraksinya. Hal ini menyebabkan terjadi serangan kolik abdomen dan muntah-muntah. Sebaliknya juga terjadi gerakan antiperistaltik. .Patogenesis • Obstruksi ileus →penyumbatan intestinal mekanik→ penyempitan/ penyumbatan lumen usus→pasase lumen usus terganggu→ pengumpulan isi lumen usus yang berupa gas dan cairan pada bagian proximal tempat penyumbatan→pelebaran dinding usus (distensi) di bagian proximal dari sumbatan→hipersekresi kelenjar pencernaan→akumulasi cairan dan gas makin bertambah→ distensi usus tidak hanya pada tempat sumbatan tetapi juga dapat mengenai seluruh usus di bagian proximal sumbatan→ gerakan usus yang meningkat (hiperperistaltik) sebagai usaha alamiah. Pada obstruksi usus yang lanjut.

maka gambaran klinik yang dapat ditimbulkan sebagai akibat obstruksi usus dapat bersifat sistemik dan serangan yang Gambaran klinik yang Gambaran klinik bersifat kolik . bersifat sistemik serangan kolik meliputi meliputi : Dehidrasi berat Nyeri perut berkala Hipovolemia Distensi berat Syok Mual / muntah Oliguria Gelisah / menggeliat Gangguan keseimbangan Bunyi usus nada tinggi elektrolit Halangan pasase Perut gembung Obstipasi Kelebihan cairan usus Tidak ada flatus Kelebihan gas dalam usus .Gambaran Klinik • Dengan melihat patogenesis yang terjadi.

bising usus bernada tinggi. Adanya adhesi dapat dicurigai bila ada bekas luka operasi sebelumnya. Pada volvulus teraba massa yang nyeri dan bertambah besar. bila feses negatif maka obstruksi usus diduga letaknya lebih tinggi. femoral dan skrotum menunjukkan suatu hernia inkarserata. Benjolan pada regio inguinal. • Perkusi Hipertimpani • Auskultasi Hiperperistaltik. dapat ditemukan darm kontur dan darm steifung. . Bila didapatkan feses yang mengeras kemungkinan adanya skibala. Pada fase lanjut bising usus dan peristaltik melemah sampai hilang. Adanya darah pada pemeriksaan colok dubur dapat menyokong strangulasi atau neoplasma. invaginasi atau hernia.Pemeriksaan fisik • Inspeksi Perut distensi. • Palpasi Kadang teraba massa seperti pada tumor (pada colok dubur teraba massa di rektum atau terdapat darah dan lendir). borborhygmi. Bila ditemukan nyeri tekan lokal atau general pada pemeriksaan palpasi dinding abdomen maka pikirkan adanya peritonitis. Pada Intussusepsi dapat terlihat massa abdomen berbentuk sosis. Ampula rekti yang kolaps juga harus dicurigai adanya obstruksi.

sedangkan bila jumlah loop lebih banyak maka obstruksi usus halus letaknya rendah. Sebaliknya.Pemeriksaan Penunjang Radiologi • Pada foto polos pasien dengan obstruksi yang komplit akan tampak terjadi dilatasi dari usus bagian proksimal sampai ke tempat obstruksi . Pada daerah rektum tidak tampak bayangan gas atau udara. Jumlah loop dari usus halus yang berdilatasi secara umum menunjukkan tingkat obstruksi. Bila jumlah loop sedikit berarti obstruksi usus halus letaknya tinggi. Usus bagian proksimal yang terdistensi oleh gas dan cairan. • Pada foto posisi tegak akan tampak bayangan air fluid level yang banyak dibeberapa tempat (multiple fluid levels) yang tampak terdistribusi dalam susunan tangga (step ladder appearance). Semakin distal letak obstruksi. sedangkan usus sebelah distal dari obstruksi akan tampak kosong. . pada usus bagian distal dari obstruksi tidak tampak bayangan gas. dengan tinggi yang berbeda-beda sehingga berbentuk step ladder appearance. atau bila sumbatannya terjadi belum lama maka tampak bayangan gas yang sangat sedikit di bagian distal obstruksi. jumlah air fluid level akan semakin banyak. akan tampak berdilatasi oleh timbunan udara intraluminer.

.

akan tampak di foto sebagai gambaran sirip ikan yang disebut herringbone appearance . maka valvula conniventes agak teregang dan bersama-sama dengan valvula conniventes dari loop yang bertetangga. Akibat distensi usus halus.• Jarak valvula conniventes satu sama lain yang normal adalah 1–4 mm. Jarak ini akan melebar pada keadaan distensi usus halus.

.

terdapatnya abdominal tenderness. adanya tanda-tanda yang bersifat umum. hipotensi atau shock . beberapa gambaran klinik dapat membantu : • Rasa nyeri abdomen yang hebat.• Untuk mengetahui ada tidaknya strangulasi usus. makin lama makin hebat. takikardia. dehidrasi berat. demam. pada pemeriksaan abdomen didapatkan ascites. bersifat menetap.

muntah. muntah. dan muntah. obstipasi.Diagnosa banding   Obstruksi Mekanis Ileus Paralitik Pseudo-obstruksi Sederhana (Ileus Obstruktif) Keluhan Nyeri keram Nyeri abdominal Nyeri keram abdominal. dan anoreksia obstipasi. . terdapat usus besar dengan terisolasi dengan gambaran gas kolon peningkatan diafragma peningkatan diafragma yang terperangkap di bagian distal dari lesi. timpani. distensi. mual. mual. konstipasi. konstipasi. perut kembung. Borborygmi. abdominal. obstipasi. dan anoreksia konstipasi Hasil Pemeriksaan Borborygmi. bising usus hipo atau nyeri terlokalisir hiperaktif. bunyi Bising usus senyap. mual. ringan. distensi dan nyeri terlokalisir Gambaran Foto Bow-shaped loops in Dilatasi usus kecil dan Dilatasi usus besar Polos BOF ladder patern. Fisik peristaltic meningkat distensi. dan timpani terdapat gelombang dengan bising usus peristaltik dengan nada tinggi.

mengatasi peritonitis dan syok bila ada. menghilangkan peregangan dan muntah dengan dekompresi. dan menghilangkan obstruksi untuk memperbaiki kelangsungan dan fungsi usus kembali normal .Penatalaksanaan • Dasar pengobatan ileus obstruksi adalah koreksi keseimbangan elektrolit dan cairan.

strangulata. dan sebagainya. Pada umumnya dikenal 4 macam (cara) tindakan bedah yang dikerjakan pada obstruksi ileus • Koreksi sederhana (simple correction). misalnya pada Ca stadium lanjut. • Melakukan reseksi usus yang tersumbat dan membuat anastomosis ujung- ujung usus untuk mempertahankan kontinuitas lumen usus. Crohn disease. misalnya pada tumor intralurninal. mula-mula dilakukan kolostomi saja. misalnya pada carcinomacolon. jepitan oleh streng/adhesi atau pada volvulus ringan. Hal ini merupakan tindakan bedah sederhana untuk membebaskan usus dari jepitan. dan sebagainya. kemudian hari dilakukan reseksi usus dan anastomosis. . kadang-kadang dilakukan tindakan operatif bertahap. baik oleh karena penyakitnya sendiri maupun karena keadaan penderitanya. misalnya pada Ca sigmoid obstruktif. invaginasi. Pada beberapa obstruksi ileus. Membuat saluran usus baru yang "melewati" bagian usus yang tersumbat. • Membuat fistula entero-cutaneus pada bagian proximal dari tempat obstruksi.Operatif • Tindakan operatif untuk membebaskan obstruksi dibutuhkan bila dekompresi dengan NGT tidak memberikan perbaikan atau diduga adanya kematian jaringan. • Tindakan operatif by-pass. misalnya pada hernia incarcerata non-strangulasi.

3 Prognosisnya baik bila diagnosis dan tindakan dilakukan dengan cepat . Keterlambatan dalam melakukan pembedahan atau jika terjadi strangulasi atau komplikasi lainnya akan meningkatkan mortalitas sampai sekitar 35% atau 40%.Prognosis • Mortalitas obstruksi tanpa strangulata adalah 5% sampai 8% asalkan operasi dapat segera dilakukan.