You are on page 1of 96

ANTENATAL

CARE
dr. Dewi Martha Indria, M. Kes, IBCLC

Estimates of maternal mortality ratio (MMR, maternal deaths per
100 000 live births), number of maternal deaths, 2013

No Negara MMR Jumlah kematian Ibu
1 Brunei Darussalam 27 2
2 Cambodia 170 670
3 Indonesia 190 8800
4 Laos 220 400
5 Malaysia 29 150
6 Myanmar 200 1900
7 Philippines 120 3000
8 Singapore 6 3
9 Thailand 26 180
10 Timor Leste 270 110
11 Vietnam 49 690

.Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan hasil SDKI 2007 228 per 100.000 Indonesia menduduki nomor 3 tertinggi di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara untuk jumlah AKI.000 Angka Kematian Ibu (AKI) berdasarkan hasil SDKI 2012 359 per 100.

4 TERLALU 3 Terlalu Muda TERLAMBAT Terlambat Terlalu Tua mencapai Terlalu Sering fasilitas Melahirkan Terlambat Terlalu ditolong Banyak Terlambat .

THE PILLARS OF SAFE MOTHERHOOD SAFE MOTHERHOOD Essential Obstetric Care Clean/safe Delivery Postpartum Care Family Planning Antenatal Care Postabortion BASIC HEALTH SERVICES EQUITY EMOTIONAL AND PSYCHOLOGICAL SUPPORT .

MDG 5 – IMPROVE MATERNAL HEALTH  Target 5. universal access to reproductive health  Indicator 5.5 – Antenatal care coverage  At least 1 antenatal care visit .b – Achieve by 2015.

the proportion of women receiving antenatal care has increased substantially in all regions.ANTENATAL CARE – AT LEAST ONE VISIT PROPORTION OF WOMEN (15-49 YEARS OLD) ATTENDED AT LEAST ONCE BY SKILLED HEALTH PERSONNEL DURING PREGNANCY. more pregnant women are offered at least minimal care  Since 1990. 1990 AND 2009 (PERCENTAGE)  Across all regions.  Important progress since 1990 in developing regions : 64 % in 1990 to 81% in 2009 Source: MDG report 2011 .

Source: MDG report 2011 . though progress is being made. 1990 AND 2009 (PERCENTAGE)  Not enough women receive the recommended frequency of care during pregnancy.  The proportion of women receiving the recommended number of visits in developing regions remains low.ANC4 – AT LEAST FOUR VISITS WITH ANY PROVIDER PROPORTION OF WOMEN (15-49 YEARS OLD) ATTENDED FOUR OR MORE TIMES BY ANY PROVIDER DURING PREGNANCY. increasing from 35 per cent in 1990 to 51 per cent in 2009.

Persentase ibu hamil yang memeriksakan kehamilan ke tenaga SURVEI 92 % kesehatan 96 % DEMOGRAFI (2002) (2012) KESEHATAN INDONESIA Persentase ibu yang bersalin dengan (SDKI) 66 % 83 % bantuan tenaga kesehatan (2002) (2012) Persentase ibu yang bersalin di fasilitas kesehatan 40 % 63 % (2002) (2012) .

WHAT IS ANTENATAL CARE (ANC)  For pregnant women.  micronutrient supplementation. such as:  treatment of hypertension to prevent eclampsia.  tetanus immunization. and  birth preparedness. including information about danger signs during pregnancy and childbirth. regular contact with skilled health personnel (doctor. nurse or midwife) allows for a better management of their pregnancy including a variety of services. .

WHY IS ANTENATAL CARE IMPORTANT?  Health care during pregnancy is vitally important in detecting and managing conditions that may complicate pregnancy and childbirth. .  The antenatal period presents important opportunities for reaching pregnant women with a number of interventions that may be vital to their health and well-being and that of their infants.

surgical or obstetric: current problems. not predictions .OBJECTIVES OF ANC Promote and maintain the physical. rest. sleep and personal hygiene PLUS the environment of the pregnancy and birth. Keeping normal “normal” Detect and manage complications. nutrition. mental and social well-being of both the mother and baby by providing education on danger signals. whether medical.

and take good care of the child physically. psychologically and socially . experience normal puerperium. necessary items (blanket/towels. where. clean razor blade. finances. communication Help prepare the mother to breastfeed successfully. communication/transportation. clean setting Develop complication readiness plan: where. potential blood donor. who accompanies. who stays with children. clean plastic cover.OBJECTIVES OF ANC Develop birth preparedness plan: who attends. transportation. who makes decisions if primary decision-maker not available. who accompanies. birth attendant.

number of visits reduced without affecting outcome for mother or baby Recommendations  Minimum of 4 visits (see table) – with quality services  Individualized delivery plan depending on risk profile  One PNC visit at referral hospital  Health promotion (to individual and community)  Emergency transport . NUMBER OF ANTENATAL CARE VISITS WHO multi-center study .

or provider changes frequency based on findings (history. testing) or local policy . followup or referral is needed. exam. SCHEDULING AND TIMING OF ANC VISITS  First visit: By 16 weeks or when woman first thinks she is pregnant  Second visit: At 24–28 weeks or at least once in second trimester  Third visit: At 32 weeks  Fourth visit: At 36 weeks  Other visits: If complication occurs. woman wants to see provider.

pdf 17 . activities and support needed during pregnancy and childbirth by the family. the type of providers required and the recommended interventions and commodities at each level.who. Table 4 lists key interventions provided to women before conception and between pregnancies. community and workplace. childbirth and in the postpartum period.int/hq/2007/WHO_MPS_07. Table 5 addresses unwanted pregnancies.05_eng. Antenatal Care http://whqlibdoc. and to the newborn soon after birth. Table 2 lists the places where care should be provided through health services. WHO MNH GUIDELINES 5 pages of tables Table 1 lists interventions delivered to the mother during pregnancy. Table 3 lists practices.

38 Kunjungan antenatal komprehensif yang berkualitas  minimal 4 x (termasuk minimal 1 x kunjungan diantar suami/pasangan atau anggota keluarga .KUNJUNGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL Jumlah Trimest Waktu kunjungan yang kunjungan er dianjurkan minimal I 1x Sebelum minggu ke 16 II 1x Antara minggu ke 24 – 28 Antara minggu ke 30 -32 III 2x Antara minggu ke 36 .

.

.

.

.

.

KUNJUNGAN 1 .

RIWAYAT MEDIS IBU IDENTITAS RIWAYAT RIWAYAT KONTRASEPSI KEHAMILAN SEKARANG • Nama • Hari pertama haid • Riwayat kontrasepsi terakhir. telepon • Mual dan muntah • Tahun menikah • Masalah/kelainan (jika sudah pada kehamilan ini menikah) . siklus haid terdahulu • Usia • Taksiran waktu • Riwayat kontrasepsi persalinan terakhir sebelum kehamilan ini • Nama suami (jika • Perdarahan ada) pervaginam • Alamat • Keputihan • No.

persalinan. & nifas terdahulu • Jumlah aborsi • Durasi menyusui eksklusif .RIWAYAT OBSTETRI LALU • Jumlah kehamilan • Adanya hipertensi dlm kehamilan pada kehamilan terdahulu • Jumlah persalinan • Riwayat BB lahir bayi < 2. • Riwayat pertumbuhan janin jenis kelamin terhambat • Cara persalinan • Riwayat penyakit dan kematian perinatal.5 kg atau > 4 kg • Jumlah persalinan cukup bulan • Riwayat kehamilan sungsang • Jumlah persalinan prematur • Riwayat kehamilan ganda • Jumlah anak hidup. dan kematian janin (komplikasi) • Jumlah keguguran • Adanya masalah lain selama kehamilan. berat lahir. neonatal.

gemelli. HT. kelainan kongenital • Talasemia & gangguan • Riwayat trauma hematologi lain .RIWAYAT MEDIS LAINNYA • Penyakit jantung • Asma • Hipertensi • Epilepsi • Diabetes Mellitus • Riwayat penyakit kejiwaan • Penyakit hati seperti hepatitis • Riwayat operasi selain SC • HIV (jika diketahui) • Obat yang rutin dikonsumsi • Infeksi Menular Seksual (IMS) • Status imunisasi tetanus • Tuberkulosis • Riwayat transfusi darah • Alergi obat/makanan • Golongan darah  rhesus • Penyakit ginjal kronik • Riwayat penyakit di keluarga : DM.

RIWAYAT SOSIAL EKONOMI • Usia ibu saat pertama kali • Pekerjaan & aktivitas sehari-hari menikah • Status perkawinan. sanitasi. berapa kali • Pekerjaan pasangan menikah & lama pernikahan • Respon ibu dan keluarga • Pendidikan  buta huruf atau terhadap kehamilan & persiapan tidak persalinan • Jumlah keluarga di rumah yg • Penghasilan (bila mungkin) membantu • Siapa pembuat keputusan dalam • Kehidupan seksual & riwayat keluarga seksual pasangan • Kebiasaan / pola makan-minum • Kekerasan dalam rumah tangga • Kondisi rumah. listrik & • Pilihan pemberian makanan bayi alat masak .

tulang belakang  Abdomen: terutama bekas operasi terkait uterus . karies. tiroid  Thorax: Jantung. meliputi:  Kepala/Leher: mata. payudara (apakah terdapat benjolan. Tinggi badan. Lingkar lengan atas (LILA)  Muka  apakah ada edema atau terlihat pucat  Status generalis atau pemeriksaan fisik umum lengkap. bekas operasi di daerah areola. frekuensi napas  Berat badan. bagaimana kondisi puting). frekuensi nadi. paru. higiene mulut dan gigi. suhu badan.PEMERIKSAAN FISIK UMUM  Tanda vital  tekanan darah.

& uretra (*bila usia kehamilan <12 minggu)Pemeriksaan inspekulo  serviks. kelenjar skene. cairan dari ostium uteri . hemoroid. edema. kondiloma. kelenjar Bartholin. adneksa*. PEMERIKSAAN FISIK OBSTETRI  Tinggi fundus uteri  menggunakan pita ukur jika usia kehamilan > 20 minggu  Vulva/perineum  periksa adanya varises. tanda infeksi. atau kelainan lainnya  Pada kondisi tertentu dapat dilakukan:  Pemeriksaan dalam  serviks*. uterus*.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Lab Rutin • Urinalisis  ada tidaknya bakteriuria dan proteinuria • ABO. ditawarkan pada ibu hamil dengan IMS & TB. Rh • Tes HIV : ditawarkan pada ibu hamil di daerah epidemi meluas & terkonsentrasi. • Rapid test / apusan darah tebal-tipis utk malaria : utk ibu hamil yg tinggal di daerah endemik atau memiliki riwayat bepergian ke . Sedangkan di daerah epidemi rendah.

5 cm • Tes sifilis • Gula darah puasa .Pemeriksaan lab sesuai indikasi • Hb  jika curiga anemia berat • BTA  ibu hamil dgn riwayat def. imun. LILA < 23. batuk > 2mgg.

Pemeriksaan USG • Menentukan usia gestasi • Viabilitas janin • Letak & jumlah janin • Deteksi abnormalitas janin yg berat .

KONDISI KHUSUS  Lakukan rujukan ke pelayanan kesehatan tingkat lanjut jika menemukan kondisi:  Gestational Diabetes Mellitus  Penyakit jantung dan ginjal  Drug abuse  Riwayat penyakit genetik  Komplikasi pada kehamilan yang lalu  Kehamilan sebelumnya IUGR  Eklampsia/preeklampsia  Epilepsi  advis untuk tetap melanjutkan pengobatan .

5 atau > 32.3 kg/m2  evaluasi nutrisi .KONDISI KHUSUS  Tanda-tanda anemia berat dengan Hb < 7 g/dL  berikan suplementasi Fe. rujuk jika ada gejala anemia berat : sesak nafas  HIV (+)  KIE hubungan seksual yg aman. rujuk untuk pencegahan transmisi HIV ibu ke anak dan terapi  Tekanan darah > 140/90 mmHg  evaluasi lebih lanjut di pertemuan selanjutnya  BMI < 18. resiko ke bayi dan pasangan.

dilanjutkan ke trimester 3)  Rujuk semua kasus yang masuk kategori resiko tinggi .INTERVENSI YANG DAPAT DILAKUKAN  Suplementasi Fe dan folat  1 tab 60 mg Fe (jika Hb < 7 g/dL  naikkan dosis dua kali lipat)  250 µg folat 1 – 2 x/hari  Rapid test sifilis (+)  terapi untuk sifilis  Berikan imunisasi Tetanus Toxoid  Di daerah endemik malaria  Sulfadoxine / pyrimethamine 1 x 3 tab (trimester 2.

nyeri abdomen & kegawatdaruratan lainnya  Informasikan untuk mencatat kapan janin terasa bergerak untuk pertamakalinya  Advis mengenai rencana persalinan  Anjuran melibatkan keluarga (terutama pasangan) saat ANC selanjutnya  Jadwalkan pertemuan selanjutnya .ADVIS DAN HAL-HAL LAIN YG DIANGGAP PERLU  Anjuran berhubungan seksual yg aman (HIV. kapan harus berhenti dan hal-hal lain yg dirasa perlu)  Informasi tindakan awal yg dapat dilakukan jika menemui kondisi perdarahan vagina. ISK)  Anjuran stop merokok dan penggunaan alkohol atau zat aditif lainnya  Menyusui (jika masih menyusui anak sebelumnya.

KUNJUNGAN 2 .

Riwayat Pribadi • Perubahan data jika ada Riwayat Medis • Review ulang riwayat medis yang sudah didata pada ANC1 • Kondisi tertentu yang muncul setelah ANC1 • Tanyakan kembali obat-obatan yg dikonsumsi • Respon dari suplementasi Fe .

konsumsi obat-obatan yg berpotensi .Riwayat Obstetri • Review ulang hal-hal yang dirasakan perlu sesuai rekam medis ANC1 Riwayat Kehamilan Sekarang • Masalah yg muncul setelah kunjungan ANC1 • Perubahan pada tubuh dan kemampuan fisik yg mungkin mengganggu • Gerakan janin • Review kebiasaan merokok.

frekuensi nadi. pernafasan napas  Berat badan  Edema  Pemeriksaan terkait masalah yang telah teridentifikasi pada kunjungan sebelumnya . suhu badan.PEMERIKSAAN FISIK UMUM  Tanda vital  tekanan darah.

PEMERIKSAAN FISIK OBSTETRI
 Pantau tumbuh kembang janin dengan
mengukur tinggi fundus uteri
 Palpasi abdomen dengan menggunakan
manuver Leopold I-IV
 Auskultasi denyut jantung janin
menggunakan fetoskop/doppler (usia
kehamilan > 16 minggu)
 Pemeriksaan vagina (hanya dilakukan jika
pada ANC1 tidak dilakukan)
 Jika ditemukan perdarahan vagina  Jangan lakukan

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan Laboratorium

• Ulangi periksa urinalisis, jika:
• Ditemukan masih ada gejala klinis mengarah
ke ISK
• Cek proteinuria (jika nullipara, riwayat
eklampsia/preeklampsia)
• Semua ibu HT harus dilakukan pemeriksaan
urinalisis ulang
• Ulangi pemeriksaan Hb, jika
• Kadar Hb pada ANC1 < 7 g/dL
• Ditemukan kembali tanda & gejala anemia
berat

Pemeriksaan USG

• Menentukan usia gestasi
• Viabilitas janin
• Letak & jumlah janin
• Deteksi abnormalitas janin
yg berat

eklampsia/preeklampsia  rujuk  Suspek IUGR  rujuk  Jika ibu belum bisa merasakan gerakan janin  gunakan pemeriksaan suara jantung janin dengan Doppler  jika tidak terdengar  rujuk  Hasil urinalisis bakteriuria (+) (dengan kondisi sudah dilakukan terapi sejak ANC1)  rujuk .KONDISI KHUSUS  Hb masih ditemukan < 7 g/dL dan muncul gejala anemia berat  naikkan dosis Fe dua kali lipat dan rujuk  Jika ditemukan tanda perdarahan vagina  rujuk jika diperlukan  Proteinuria (+).

nyeri abdomen & kegawatdaruratan lainnya  Jadwalkan pertemuan selanjutnya .ADVIS DAN HAL-HAL LAIN YG DIANGGAP PERLU  Ulangi semua anjuran yang telah disampaikan pada ANC1  Informasi tindakan awal yg dapat dilakukan jika menemui kondisi perdarahan vagina.

KUNJUNGAN 3 .

Riwayat Pribadi • Perubahan data jika ada Riwayat Medis • Review ulang riwayat medis yang sudah didata pada ANC2 • Kondisi tertentu yang muncul setelah ANC2 • Tanyakan kembali obat-obatan yg dikonsumsi • Respon dari suplementasi Fe .

Riwayat Obstetri • Review ulang hal-hal yang dirasakan perlu sesuai rekam medis ANC2 Riwayat Kehamilan Sekarang • Masalah yg muncul setelah kunjungan ANC2 • Perubahan pada tubuh dan kemampuan fisik yg mungkin mengganggu • Gerakan janin • Review kebiasaan merokok. konsumsi obat-obatan yg berpotensi .

suhu badan.PEMERIKSAAN FISIK UMUM  Tanda vital  tekanan darah. pernafasan napas  Berat badan  Edema  Pemeriksaan terkait masalah yang telah teridentifikasi pada kunjungan sebelumnya . frekuensi nadi.

PEMERIKSAAN FISIK OBSTETRI  Pantau tumbuh kembang janin dengan mengukur tinggi fundus uteri  Palpasi abdomen dengan menggunakan manuver Leopold I-IV  kemungkinan kembar  Auskultasi denyut jantung janin menggunakan fetoskop/doppler (usia kehamilan > 16 minggu)  Pemeriksaan payudara  Pemeriksaan vagina (hanya dilakukan jika pada ANC sebelumnya tidak dilakukan)  Jika ditemukan perdarahan vagina  Jangan lakukan pemeriksaan vagina!  rujuk ke pelayanan kesehatan tingkat lanjut .

riwayat eklampsia/preeklampsia) • Semua ibu HT harus dilakukan pemeriksaan urinalisis ulang • Pemeriksaan Hb pada semua ibu . jika: • Ditemukan masih ada gejala klinis mengarah ke ISK • Cek proteinuria (jika nullipara.PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium • Ulangi periksa urinalisis.

Pemeriksaan USG • Menentukan usia gestasi • Viabilitas janin • Letak & jumlah janin • Deteksi abnormalitas janin yg berat • Trimester ketiga  perencanaan persalinan .

tekanan darah. kemungkinan proteinuria  Jika pada pertemuan selanjutnya ditemukan kelainan  rujuk  Jika ditemukan tanda perdarahan vagina  rujuk  Proteinuria (+).KONDISI KHUSUS  Hb masih ditemukan < 7 g/dL dan muncul gejala anemia berat  naikkan dosis Fe dua kali lipat dan rujuk  Jika Hb > 13 g/dL  buat kunjungan ANC berikutnya sebelum usia kehamilan 36 minggu  cek pertumbuhan janin. eklampsia/preeklampsia  rujuk  Suspek IUGR  rujuk  Jika janin kembar  rencakan persalinan secara tepat  Pemberian imunisasi TT booster kedua .

nyeri abdomen & kegawatdaruratan lainnya  Informasi mengenai laktasi.ADVIS DAN HAL-HAL LAIN YG DIANGGAP PERLU  Ulangi semua anjuran yang telah disampaikan pada ANC1-2  Informasi tanda-tanda persalinan  Konfirmasi ulang rencana persalinan yg akan dilakukan dan bagaimana mempersiapkan menjelang persalinan  Informasi tindakan awal yg dapat dilakukan jika menemui kondisi perdarahan vagina. dan kondisi postpartum  Jadwalkan pertemuan selanjutnya . kontrasepsi.

KUNJUNGAN 4 .

Riwayat Pribadi • Perubahan data jika ada Riwayat Medis • Review ulang riwayat medis yang sudah didata pada ANC3 • Kondisi tertentu yang muncul setelah ANC3 • Tanyakan kembali obat-obatan yg dikonsumsi • Respon dari suplementasi Fe .

Riwayat Obstetri • Final review hal-hal yang dirasakan perlu sesuai rekam medis sebelumnya Riwayat Kehamilan Sekarang • Masalah yg muncul setelah kunjungan ANC2 • Perubahan pada tubuh dan kemampuan fisik yg mungkin mengganggu • Gerakan janin • Tanda-tanda persalinan yang mungkin sudah dirasakan .

PEMERIKSAAN FISIK UMUM  Tanda vital  tekanan darah. frekuensi nadi. pernafasan napas  Berat badan  Edema  Pemeriksaan terkait masalah yang telah teridentifikasi pada kunjungan sebelumnya . suhu badan.

PEMERIKSAAN FISIK OBSTETRI  Pantau tumbuh kembang janin dengan mengukur tinggi fundus uteri  Palpasi abdomen dengan menggunakan manuver Leopold I-IV  kemungkinan kembar  Posisi dan presentasi janin  Auskultasi denyut jantung janin menggunakan fetoskop/doppler (usia kehamilan > 16 minggu)  Pemeriksaan payudara  Pemeriksaan vagina (hanya dilakukan jika pada ANC sebelumnya tidak dilakukan)  Jika ditemukan perdarahan vagina  Jangan lakukan pemeriksaan vagina!  rujuk ke pelayanan kesehatan tingkat lanjut .

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium • Ulangi periksa urinalisis. riwayat eklampsia/preeklampsia) • Semua ibu HT harus dilakukan pemeriksaan urinalisis ulang . jika: • Ditemukan masih ada gejala klinis mengarah ke ISK • Cek proteinuria (jika nullipara.

Pemeriksaan USG • Menentukan usia gestasi • Viabilitas janin • Letak & jumlah janin • Deteksi abnormalitas janin yg berat • Trimester ketiga  perencanaan persalinan .

KONDISI KHUSUS  Jika ditemukan tanda perdarahan vagina  rujuk  Proteinuria (+). eklampsia/preeklampsia  rujuk  Suspek IUGR  rujuk  Jika janin kembar & breech presentation  rencakan persalinan secara tepat .

kontrasepsi. dan kondisi postpartum  Jadwalkan pertemuan selanjutnya jika belum ada tanda-tanda persalinan sampai usia minggu ke 41  Jadwalkan pertemuan postpartum . nyeri abdomen & kegawatdaruratan lainnya  Informasi mengenai laktasi.ADVIS DAN HAL-HAL LAIN YG DIANGGAP PERLU  Ulangi semua anjuran yang telah disampaikan pada ANC1-2-3  Informasi tanda-tanda persalinan  Konfirmasi ulang rencana persalinan yg akan dilakukan dan bagaimana mempersiapkan menjelang persalinan  Informasi tindakan awal yg dapat dilakukan jika menemui kondisi perdarahan vagina.

KEBIJAKAN PROGRAM .

ASUHAN STANDAR MINIMAL DI PUSKESMAS Standar 10 T • Timbang berat badan • Ukur Tekanan darah • Ukur Tinggi fundus uteri • Imunisasi TT • Pemberian Tablet Fe • Tes penyakit menular seksual • Temu wicara • Penilaian status gizi • Tatalaksana kasus • Tentukan presentasi janin & denyut jantung janin .

PEMBERIAN SUPLEMEN & PENCEGAHA N PENYAKIT .

diare.SUPLEMENTASI ZAT BESI  60 mg zat besi elemental (~ 320 mg sulfas ferosus) segera setelah mual/muntah berkurang  400 μg asam folat 1x/hari sesegera mungkin selama kehamilan  Asam folat sebaik diberikan sejak 2 bulan sebelum hamil (perencanaan kehamilan)  Efek samping yang umum dari zat besi adalah gangguan saluran cerna (mual. muntah. konstipasi) .

SUPLEMENTASI KALSIUM  1.5 – 2 g/hari  utk pencegahan preeklampsia semua ibu hamil terutama ibu hamil dengan resiko tinggi :  Riwayat PE di kehamilan sebelumnya  Diabetes  Hipertensi kronik  Penyakit ginjal  Penyakit autoimun  Kehamilan ganda .

hanya terdapat interval minimal antar dosis TT.5 ml IM disesuaikan dengan jumlah vaksinasi yang pernah diterima sebelumnya seperti pada tabel 2. Pemberian dosis booster 0.5 ml IM di lengan atas sesuai atau sesuai tabel 1.  Dosis booster mungkin diperlukan pada ibu yang sudah pernah diimunisasi. IMUNISASI TETANUS TOXOID  Skrining untuk mengetahui jumlah dosis (dan status) imunisasi tetanus toksoid (TT) yang telah diperoleh selama hidupnya.  Pemberian imunisasi TT tidak mempunyai interval (selang waktu) maksimal.  Jika ibu belum pernah imunisasi atau status imunisasinya tidak diketahui  dosis vaksin 0. .

PEMBERIAN VAKSIN TT UTK IBU YG BELUM PERNAH DIIMUNISASI (DPT/TT/TD) ATAU TDK DIKETAHUI STATUS IMUNISASINYA PEMBERI SELANG WAKTU MINIMAL AN TT1 Saat kunjungan pertama (sedini mungkin pd kehamilan) TT2 4 minggu setelah TT1 (pada kehamilan) TT3 6 bulan setelah TT2 (pada kehamilan. TABEL 1. . jika selang waktu minimal terpenuhi) TT4 1 tahun setelah TT3 TT5 1 tahun setelah TT4 Jangan lupa untuk ingatkan ibu untuk melengkapi imunisasinya hingga TT5 sesuai jadwal (tidak perlu menunggu sampai kehamilan berikutnya).

6 bulan setelah TT2 (pada kehamilan. 1 tahun setelah TT4 5 kali Tidak perlu lagi . jika selang waktu minimal terpenuhi) 3 kali TT4. PEMBERIAN VAKSIN TETANUS UTK IBU YG SUDAH PERNAH DIIMUNISASI (DPT/TT/TD) PERNAH PEMBERIAN & SELANG WAKTU MINIMAL 1 kali TT2. 1 tahun setelah TT3 4 kali TT5.TABEL 2. 4 minggu setelah TT1 (pada kehamilan) 2 kali TT3.

KONSELING. EDUKASI . INFORMASI.

PASTIKAN BAHWA IBU MEMAHAMI: Persiapan persalinan • Siapa yang akan menolong persalinan • Dimana akan melahirkan • Siapa yang akan membantu dan menemani dalam persalinan • Kemungkinan kesiapan donor darah bila timbul permasalahan • Metode transportasi bila diperlukan rujukan Pentingnya peran suami atau pasangan • Dukungan biaya dan keluarga selama kehamilan dan persalinan .

diwaspadai dan inisiasi menyusu dini (IMD) • Sakit kepala lebih dari • Konseling pemberian biasa makanan bayi sebaiknya • Perdarahan per vaginam dimulai sejak usia • Gangguan penglihatan kehamilan 12 minggu • Pembengkakan pada dan dimantapkan wajah/tangan sebelum kehamilan 34 minggu. • Nyeri abdomen (epigastrium) • Mual dan muntah berlebihan • Demam • Janin tidak bergerak . Tanda bahaya yg perlu air susu ibu (ASI) eksklusif. Pemberian makanan bayi.

dan membasuh vagina • Minum cukup cairan • Peningkatan konsumsi makanan hingga 300 kalori/hari dari menu seimbang. • Latihan fisik normal tidak berlebihan. aktivitas. • Hubungan suami-istri boleh dilanjutkan selama kehamilan (dianjurkan memakai kondom) .Kesehatan ibu termasuk kebersihan. istirahat jika lelah. mengganti pakaian dalam yang bersih dan kering. dan nutrisi • Menjaga kebersihan tubuh dengan mandi teratur dua kali sehari.

serta infeksi menular seksual lainnya. Penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan janin misalnya hipertensi.  Program KB terutama penggunaan kontrasepsi pascasalin  Informasi terkait kekerasan terhadap perempuan . HIV.  Perlunya menghentikan kebiasaan yang berisiko bagi kesehatan. seperti merokok dan minum alkohol. TBC.

RANGKUMAN TATALAKSANA ANC PERTRIMESTE R .

.

2. (√) = rutin. Tabel di atas adalah pedoman untuk ibu yang menjalani asuhan antenatal sesuai jadwal. 4. 3. lengkapi tatalaksana yang terlewatkan pada kunjungan berikutnya. (*) = sesuai indikasi. Lakukan rujukan sesuai indikasi jika menemukan kelainan pada pemeriksaan terutama jika kelainan tersebut tidak membaik pada kunjungan berikutnya.Catatan: 1. (√ *) = rutin untuk daerah endemis . Jika ada jadwal kunjungan yang terlewatkan.

IDENTIFIKASI KOMPLIKASI DAN RUJUKAN .

KLASIFIKASI KEHAMILAN KATEGORI GAMBARAN Kehamilan • Keadaan umum ibu baik normal • Tekanan darah <140/90 mmHg • Bertambahnya berat badan sesuai minimal 8 kg selama kehamilan (1 kg tiap bulan) atau sesuai IMT ibu • Edema hanya pada ekstremitas • Denyut jantung janin 120 – 160 kali/menit • Gerakan janin dapat dirasakan setelah usia kehamilan 18 – 20 minggu hingga melahirkan • Tidak ada kelainan riwayat obstetri • Ukuran uterus sesuai dengan usia kehamilan • Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal Kehamilan dgn Seperti masalah keluarga atau psikososial. kebutuhan khusus finansial. masalah kekerasan dalam rumah tangga. dll .

penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol • LILA <23. DM. penyakit jantung. pembedahan pada organ reproduksi. anemia berat. bayi < 2500g atau > 4500 g.5 cm. pertumbuhan janin terhambat • infeksi saluran kemih. TBC. kesehatan yg hipertensi. membutuhkan • Kehamilan saat ini: rujukan utk • kehamilan ganda konsultasi & • usia ibu <16 atau 40 kerjasama • Rh(-) penanganannya • hipertensi. keguguran ≥ 3x. sifilis. tinggi badan <145 cm • kenaikan berat badan <1kg atau >2kg tiap bulan atau tidak sesuai IMT • TFU tidak sesuai usia kehamilan. KLASIFIKASI KEHAMILAN KATEGORI GAMBARAN Kehamilan dgn • Riwayat pada kehamilan sebelumnya: janin atau neonatus masalah mati. massa pelvis. penyakit ginjal. HIV. dan kondisi-kondisi lain yang dapat . penyakit kelamin • malposisi/malpresentasi • Gangguan kejiwaan. malaria.

eklampsia. gawat janin. atau kondisi-kondisi kegawatdarura kegawatdaruratan lain yang mengancam nyawa ibu tan yg dan bayi membutuhkan rujukan segera . KLASIFIKASI KEHAMILAN KATEGORI GAMBARAN Kehamilan dgn Perdarahan. ketuban pecah kondisi dini. preeklampsia.

KEHAMILAN DGN MASALAH KESEHATAN YG MEMBUTUHKAN RUJUKAN • Rujuk ke dokter untuk konsultasi  Bantu ibu menentukan pilihan yang tepat untuk konsultasi (dokter puskesmas. dsb) • Lampirkan kartu kesehatan ibu hamil berikut surat rujukan • Minta ibu untuk kembali setelah konsultasi dan membawa surat dengan hasil dari rujukan . dokter spesialis obstetri dan ginekologi.

terutama pada malam hari atau selama musim hujan • Merencanakan pendanaan untuk biaya transportasi dan perawatan • Mempersiapkan asuhan bayi setelah persalinan jika dibutuhkan . KEHAMILAN DGN MASALAH KESEHATAN YG MEMBUTUHKAN RUJUKAN • Teruskan pemantauan kondisi ibu dan bayi selama kehamilan • Lakukan perencanaan dini jika ibu perlu bersalin di fasilitas kesehatan rujukan: • Menyepakati rencana kelahiran di antara pengambil keputusan dalam keluarga (terutama suami dan ibu atau ibu mertua) • Mempersiapkan/mengatur transportasi ke tempat persalinan.

• Mulai berikan cairan infus intravena • Temani ibu hamil dan anggota keluarganya • Bawa obat dan kebutuhan-kebutuhan lain • Bawa catatan medis atau kartu kesehatan ibu hamil. jika perlu berikan pengobatan. surat rujukan. KEHAMILAN DGN KONDISI KEGAWATDARURATAN YG MEMBUTUHKAN RUJUKAN SEGERA • Rujuk segera ke fasilitas kesehatan terdekat di mana tersedia pelayanan kegawatdaruratan obstetri yang sesuai. berikan pertolongan awal kegawatdaruratan. dan pendanaan . • Sambil menunggu transportasi.

SISTEM &
CARA
RUJUKAN

Rujukan Kegawatdaruratan
• Rujukan kegawatdaruratan adalah rujukan yang
dilakukan sesegera mungkin karena
berhubungan dengan kondisi kegawatdaruratan
yang mendesak.
Rujukan Berencana
• Rujukan berencana adalah rujukan yang
dilakukan dengan persiapan yang lebih panjang
ketika keadaan umum ibu masih relatif lebih
baik, misalnya di masa antenatal atau awal
persalinan ketika didapati kemungkinan risiko
komplikasi.

KONTRAINDIKASI
 Kondisi ibu tidak stabil untuk dipindahkan

 Kondisi janin tidak stabil dan terancam untuk
terus memburuk
 Persalinan sudah akan terjadi

 Tidak ada tenaga kesehatan terampil yang
dapat menemani
 Kondisi cuaca atau modalitas transportasi
membahayakan

2003) .Persiapan Rencana Rujukan • Siapa yg akan menemani ibu/bayi baru lahir • Tempat rujukan mana yg lebih disukai ibu & keluarga  jika lebih dari 1 maka pilih tempat rujukan yg paling sesuai dgn jenis asuhan yg diperlukan • Sarana transportasi yang tersedia • Siapa yg akan ditunjuk untuk menjadi pendonor darah jika diperlukan • Uang yg tersedia utk asuhan medis. transportasi. obat. dan bahan-bahan lain • Siapa yg akan tinggal & menemani anak- anak lain saat ibu tdk di rumah (APN.

B Bidan Alat A K Keluarga Surat- surat S Obat- O obat Kendaraa n K U Uang .

WHO RECOMMENDED INTERVENTIONS FOR IMPROVING MATERNAL & NEWBORN HEALTH (2009) .

.

.

Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan. 2009.  The World Bank. http://go.worldbank. 2002. Department of Making Pregnancy Safer. 2013. Geneva: WHO Press. Jakarta. Geneva: WHO Press. WHO Antenatal Care Randomized Trial: Manual for The Implementation of The New Model. Safe Motherhood and Maternal Health.  WHO. WHO Recommended Interventions for Improving Maternal and Newborn Health.  Kemenkes RI.org/V5EPGZUL40 .REFERENCES  WHO.