You are on page 1of 25

Fraktur terbuka type III

A radius ulna dextra
1/3 medial
dr. Alfi Syahreza Octavian
Pembimbing :
Dr. Joko Setyanto

Indentitas
• Nama : Tn.A
• Register : 0380487
• Usia : 44 th
• Alamat : 1/6 Mloko, kalikuning,
tulakan , pacitan
• Pekerjaan : tukang batu
• Tgl MRS : 18-3-2017

Benturan kepala (-) • Riwayat penyakit dahulu : • DM (-). muntah (-). Hardjono dengan keluhan nyeri lengan kanan setelah terkena mesin penggiling batu 4 jam sebelum MRS. HT (-) . Pusing (+). Subyektif • Keluhan utama: Nyeri lengan kanan • Riwayat penyakit sekarang: • Pasien dibawa ke IGD RSUD Dr. mual (-).

terdapat trauma langsung pada lengan kanan yang dapat mengakibatkan fraktur pada tulang . “Dari hasil anamnesis di atas.” .

. nyeri saat digerakan (+). OBYEKTIF • Pemeriksaan Fisik : • Kesadaran : Compos Mentis • GCS : 456 • Vital sign : TD : 130/70 .5oC • Status Lokalis : • Vulnus Laceratum (30 cm x 15 cm x 10 cm). gangguan sensoris (-). perdarahan aktif (-). gerakan terbatas. T : 36. RR : 22 x/min . deformitas (+) pergerakan digiti-digiti manus dekstra (+). N : 100 x/min .

Rh ./ . gallop (-) – Abdomen : jejas (-).icterik -/./ - – Cor : S1S2 tunggal.• Status generalis : – Kepala : anemis -/. hepar lien tidak teraba. murmur (-). regular. supel..pupil bulat isokor 3mm – Thorax : jejas (-) Bentuk normal. BU (+). Wh . gerak simetris – Pulmo : vesikuler. nyeri tekan (-) – Ekstremitas : akral hangat kering merah +/+. CRT <2 detik .

.

• Pemeriksaan penunjang: – Foto rongent antebrachii dextra : .

0 MCV 91.03 106/µL 4.0 .56.1 103/µL 4.300 MPV 7.0 RBC 4.90 P-LCR 14.16.0 .10.0 Mid# 1.82 P-LCC 41 103/µL 30 .2 103/µL 0.0   9.8 103/µL 2.08 .70.0 .0 .0 PLT 290 103/µL 100 .0 .36.0 .• Pemeriksaan DL Analysis item result unit Ref.2 % 3.34.1.0 Lymp% 13.2.54.0 PDW 15.8 fL 80.00 .12 ML/L 1.6 % 50.0 .0 fL 35.3 fL 6. range WBC 16.2 % 20.4 % 11.0 MCHC 34.0 .12.50 HGB 12.17.0 Gran% 79.15.3 Pg 27.0 .0 .8 .4.45.0 .0 RDW-SD 48.6 g/dL 12.2 % 11.0 .16.0 PCT 2.0 .1 103/µL 0.0 HCT 37.0 MCH 31.0 Lymp# 2.0 .7.0 Mid% 7.0 .1 .5 .5 Gran# 12.0 RDW-CV 14.1 g/dL 32.0 % 40.40.100.5.

A. ASSESSMENT • Dari hasil anamnesis. pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang pada Tn. didapatkan diagnose fraktur terbuka tipe IIIA radius ulna dextra 1/3 medial .

Vital sign . PLANNING • Terapi : – Wound Toilet – Imobilisasi – IVFD RL 20 gtt/menit – Inj Ceftriaxon 1g IV – Inj Gentamicin 80mg IV – Inj Ketorolac 1Amp – Inj Asam Tranexamat 1Amp – Inj ATS 1500 IU – Konsul ke Spesialis Bedah Orthopedi • Monitoring kesadaran. perdarahan.

FRAKTUR TERBUKA RADIUS ULNA .

fraktur tertutup dan fraktur dengan komplikasi . baik trauma langsung maupun tidak langsung. • secara klinis dapat diklasifikasikan sebagai fraktur terbuka. PENGERTIAN DAN KLASIFIKASI FRAKTUR • Fraktur adalah terputusnya kontinuitas struktur jaringan tulang atau tulang rawan yang umumnya disebabkan trauma.

Terdapat kerusakan yang sedang dan jaringan. • Tipe II: laserasi kulit melebihi 1 cm tetapi tidak terdapat kerusakan jaringan yang hebat atau avulsi kulit. tidak terdapat tanda-tanda trauma yang hebat pada jaringan lunak. . Gustilo • Tipe I: luka kecil kurang dari 1 cm. terdapat sedikit kerusakan jaringan.

• Tipe III: terdapat kerusakan yang hebat pada jaringan lunak termasuk otot. kulit dan struktur neovaskuler dengan kontaminasi yang hebat – IIIA : jaringan lunak cukup menutup tulang yang patah – IIIB : disertai kerusakan dan kehilangan jaringan lunak. tulang tidak dapat di tutup jaringan lunak – IIIC : disertai cedera arteri yang memerlukan repair segera .

.

mekanisme trauma .

DIAGNOSIS • Film polos tetap merupakan pemeriksaan penunjang radiologis yang utama pada sistem skeletal. – Garis fraktur : garis fraktur dapat melintang di seluruh diameter tulang atau menimbulkan keretakan pada tepi kortikal luar yang normal pada fraktur minor. – Pembengkakan jaringan lunak : biasanya terjadi setelah terjadi fraktur. Gambar harus selalu diambil dalam dua proyeksi. – Iregularis kortikal : sedikit penonjolan atau berupa anak tangga pada korteks .

Fraktur radius ulna • Fraktur Galeazzi – Fraktur pada 1/3 distal radius disertai dislokasi sendi radio-ulna distal .

• Fraktur Colles – Fraktur radius terjadi di korpus distal – Fragmen distal bergeser ke arah dorsal dan proksimal. memperlihatkan gambaran deformitas “garpu-makan malam” (dinner-fork) .

• Fraktur Smith – Fraktur radius bagian distal dengan dislokasi fragmen distal ke arah ventral dengan diviasi radius tangan yang memberikan gambaran deformitas “sekop kebun” (garden spade). .

.• Fraktur Monteggia – fraktur daerah 1/3 proksimal ulna disertai dislokasi kaput radialis proksimal.

PENATALAKSANAAN • TAHAP-TAHAP PENGOBATAN FRAKTUR TERBUKA – pembersihan luka – eksisi jaringan yang mati (debridemen) – pengobatan fraktur itu sendiri – penutupan kulit – pemberian antibiotic (Yang terbaik adalah golongan sefalosforin. diberikan tambahan berupa golongan aminoglikosida. Biasanya dipakai sefalosforin golongan pertama. seperti tobramicin atau gentamicin) – pencegahan tetanus . Pada fraktur terbuka Gustilo tipe III.

• Terapi fraktur : – Rekognisi atau pengenalan • melakukan berbagai diagnosa yang benar sehingga akan membantu dalam penanganan fraktur – Reduksi atau reposisi • tindakan mengembalikan fragmen-fragmen fraktur semirip mungkin dengan keadaan normal – Retensi atau fiksasi • tindakan mempertahankan atau menahan fragmen fraktur – Rehabilitasi • tindakan dengan maksud agar bagian yang menderita fraktur tersebut dapat kembali normal .

TERIMA KASIH .