You are on page 1of 4

Hal – hal yang Alat yang digunakan

harus dipicu
Rasa jijik Transect walk
Demo air yang mengandung tinja, untuk
digunakan cuci muka, kumur-kumur, sikat
gigi, cuci piring, cuci pakaian, cuci makanan /
beras, wudlu, dll
Rasa malu Transect walk (meng-explore pelaku open
defecation)
FGD (terutama untuk perempuan)
Takut sakit FGD
Perhitungan jumlah tinja
Pemetaan rumah warga yang terkena diare
dengan didukung data puskesmas
Alur kontaminasi
Aspek agama Mengutip hadits atau pendapat-pendapat
para ahli agama yang relevan dengan
perilaku manusia yang dilarang karena
merugikan manusia itu sendiri.
Privacy FGD (terutama dengan perempuan)
Kemiskinan Membandingkan kondisi di desa/dusun yang

kita tidak membawa bantuan Faktor gengsi. malu untuk Gali model-model jamban membangun jamban yang menurut masyarakat dan sangat sederhana (ingin jangan memberikan 1 pilihan jamban permanen) model jamban Tidak ada tokoh panutan Munculkan natural leader. jangan mengajari dan biarkan masyarakat mengerjakannya sendiri. Hal-hal yang menjadi Solusi penghambat pemicuan di masyarakat Kebiasaan dengan subsidi Jelaskan dari awal bahwa kita / bantuan tidak punya apa-apa. .

hentikan proses. Mengajari Memfasilitasi Menyuruh membuat jamban Memfasilitasi masyarakat untuk menganalisa kondisi mereka. Memberikan alat-alat atau Melibatkan masyarakat dalam petunjuk kepada orang setiap pengadaan alat untuk perorangan proses fasilitasi. JANGAN LAKUKAN LAKUKAN Menawarkan subsidi Memicu kegiatan setempat. Dari awal katakan bahwa tidak akan pernah ada subsidi dalam kegiatan ini. yang memicu rasa jijik dan malu dan mendorong orang dari BAB di sembarang tempat menjadi BAB di tempat yang tetap dan tertutup. . Jika masyarakat bersedia maka kegiatan bisa dilanjutkan tetapi jika mereka tidak bisa menerimanya.

Memberitahukan apa yang Membiarkan mereka menyadarinya baik dan apa yang buruk sendiri Langsung memberikan Kembalikan setiap pertanyaan dari jawaban terhadap masyarakat kepada masyarakat itu pertanyaan-pertanyaan sendiri. JANGAN LAKUKAN LAKUKAN Menjadi pemimpin. Fasilitator hanya menyampaikan mendominasi proses diskusi “ pertanyaan sebagai pancingan” (selalu menunjukkan dan dan biarkan masyarakat yang menyuruh masyarakat berbicara/diskusi lebih banyak melakukan ini dan itu pada (masyarakat yang memimpin). misalnya: “jadi bagaimana masyarakat sebaiknya menurut bapak/ibu?” . saat fasilitasi).