You are on page 1of 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN

DENGAN ABSES OTAK


Kelompok 3 : Disusun Oleh:
1. Aida Safitri 1. Aida Safitri
1. 2. Bangun Sutopo
2. 3. Devi wahyu Ardani

2. Bangun Sutopo kelas 3b


1. S1 Keperawatan
3. Devi Wahyu Ardani
DEFINISI
Abses otak adalah kumpulan nanah yang
terbungkus oleh suatu kapsul dalam jaringan otak
yang disebabkan karena infeksi bakteri atau jamur.
Abses otak dapat terjadi di serebum (otak
besar) maupun serebelum (otak kecil).
ETIOLOGI

Menurut Long (1996), berbagai mikroorganisme dapat


ditemukan pada Abses otak, yaitu:
1. Bakteri
2. Jamur
3. Parasit
Lanjutan
Adapun beberapa proses infeksi yang dapat
menyebabkan abses menurut Muttaqin Arif (2008) :

a. Invasi otak langsung dari trauma intrakranial atau


pembedahan.

b. Penyebaran infeksi dari daerah lain.

c. Penyebaran infeksi dari organ lain


WOC
TANDA DAN GEJALA
Manifestasi abses otak sebenarnya didasarkan dengan
adanya( Elizabeth J,2009).

1. Manifestasi peningkatan intra kranial

2. Manifestasi supurasi intra kranial

3. Tanda infeksi

4. Tanda lokal yang terkena jaringan otak


PENATALAKSANAAN
Menurut Sucipto, 2011. Penetalaksaan medis yang dilakukan
pada abses otak. yaitu:menghilangkan

1.1. Penatalaksanaan umum

2.2. pembedahan

3.3.pengobatan
4.Pemberian antibiotik yang tepat selama 6-8 minggu
untuk mengecilkan abses dan 10 minggu untuk
menghilangkan efek massa dari abses otak
5. Tindakan pembedahan ( aspirasi maupun eksisi )
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Adapun jenis pemeriksaan penunjang yang bias
dilakukan pada penderita abses otak :
1. Radiologi, seperti :

a. Foto polos kepala

b. Pemeriksaan EEG

c. CT scan dan scanning otak

d. MRI (Magnetic Resonance Imaging)


LANJUTAN....

2. Laboratorium Haematologi, seperti :

a. Pemeriksaan darah perifer

b. Pemeriksaan cairan Serebrospinal


KOMPLIKASI
Menurut komaludin, 2008. Abses otak menyebabkan
kecacatan bahkan kematian, adapun komplikasinya adalah :

1. Robeknya kapsul abses kedalam ventrikel atau keruangan


subarakhnoidal

2. Penyumbatan cairan serebrospinal yang menyebabkan


hidrosefalus

3. Edema otak

4. Herniasi tentorial oleh massa abses otak


DIAGNOSA BANDING
Menurut komaludin, 2008. diagnosa banding dari abses
otak adalah:

1.1. Meningitis

2.2. Ensefalitis

3.3. Tumor Serebri


ASUHAN KEPERAWATAN
1. PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Menurut Muttaqin, Arif, 2008. Adapun pengkajiannya adalah:


a. Anamnesis
. 1. Identitas pasien
. 2. Keluhan utama
. 3. Riwayat penyakit sekarang
. 4. Riwayat penyakit terdahulu
. b. Pemeriksaan fisik
. 1. TTV
. 2. B1
. 3. B2
. 4. B3
. 5. Pengkajian tingkat kesadaran
. 6. pengkajia sistem motorik
. 7. pengkajian sistem sensorik
lanjutan
3c. Pemeriksaan diagnostik
1. Pemeriksaan darah
2. Pemeriksaan radiologi
2. DIANOSA KEPERAWATAN

1. Perubahan perfusi jaringan serebral yang berhubungan dengan


proses inflamasi sekunder dari invasi kuman dan proses
supurasi disaraf pusat.
2. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan
dengan tidak adekuatnya batuk efektif dan peningkatan
produksi secret dijalan nafas.
3. Hipertermi yang berhubungan dengan inflamasi sekunder pada
pusat pengatur suhu tubuh
4. Nyeri yang berhubungan dengan proses inflamasi sekunder dari
invasi kuman dan proses supurasi disaraf pusat.
5. Resiko inggi cidera yang berhubngan dengan ketidakmampuan
dalam mengontrol mobilitas.
Lanjutan
6. Resiko perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan yang
berhubungan dengan asupan nutrisi yang tidak adekuat.
7. Gangguan pemenuhan ADL yang berhubungan dengan
kelemahan fisik umum.
8. Gangguan persepsi sensori yang berhubungan dengan
menurunnya input kepengatur persepsi sensori sekunder dari
proses inflamasi
9. Koping keluarga tidak efektif yang berhubungan dengan
kondisi kritis, prognosis penyakit yang tidak jelas,
ketidakmampuan dalam mengambil koping yang efektif
10. Ansietas keluarga yang berhubungan dengan krisis keluarga,
prognosis penyakit.
3. INTERVENSI KEPERAWATAN
4. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Implementasi keperawatan adalah serangkaian


kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk
membantu klien dari masalah status kesehatan yang
dihadapi kestatus kesehatan yang baik yang
menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan.
5. EVALUASI KEPERAWATAN

Evaluasi keperawatan : membandingkan efek / hasil


suatu tindakan keperawatan dengan norma atau kriteria
tujuan yang sudah dibuat. Evaluasi merupakan tahap
akhir dari proses keperawatan.
S : Pasien mengatakan keluhan-keluhan yang dirasakan
saat pengkajian
O : Pemeriksaan TTV
A : Masalah teratasi, belum teratasi, atau teratasi
sebagian
P : Planing selanjutnya