You are on page 1of 22

IDENTIFIKASI KUALITAS MASSA BATUAN

DENGAN KLASIFIKASI ROCK MASS QUALITY


(RMQ-Q SYSTEM) (Barton, 1974) , LOKASI PANTAI
TAPAK ANTU, 09 Mei 2015

Oleh:
KELOMPOK 6
Elisa
Erfiandi Syahputra
Eranda Lerian
Fajar Kurniawan
Hendra Susanto
Pantai Tapak Antu berlokasi di Desa
Batubelubang, Kecamatan Pangkalanbaru,
Kabupaten Bangka Tengah dengan jarak
dari pangkalpinang ke lokasi sekitar 11
km, waktu tempuh 30 menit, bisa
ditempuh dengan kendaraan roda dua
maupun roda empat namun harus berhati-
hati kaena konstruksi jalan yang belum
diaspal dan bergelombang
DESKRIPSI BATUAN (PETROLOGI)
Granit (Batuan beku asam), warna segar: . warna lapuk: abu-
abu gelapfanerik kasar, holokristalin, inequigranular, struktur
massive terkekarkan, sangat kompak, dominan mineral kuarsa

Lokasi: Pantai Tapak Antu

Koordinat: 0200857,444LS
dan 10600824,84 BT
Tujuan klasifikasi massa batuan :
1. Mengelompokkan jenis massa
batuan berdasar perilakunya
2. Dasar untuk memahami karakter
tiap-tiap kelas
3. Memberikan data kuantitatif untuk
rancangan rekayasa batuan
4. Sebagai dasar komunikasi diantara
para perancang dan ahli rekayasa
batuan

Rock Mass Quality (Bieniawski, 1973)


terowongan dan gua-gua.
Rock Mass Quality (Q)
System
Rock Mass Quality (Q) System atau disebut juga
sebagai Tunneling Quality Index pertama kali
diusulkan oleh Barton, Lien dan Lunde pada tahun
1974 di Norwegian Geotechnical Institute (NGI).

Q-System sebagai salah satu dari klasifikasi


massa batuan dibuat berdasarkan studi kasus
dilebih dari 200 kasus terowongan dan gua-gua.
Ada 6 parameter yang diberikan pada
persamaannya, tujuan dari sistem Q adalah untuk
mengkarakterisasi massa batuan dan desain awal
dari sistem dukungan untuk terowongan dan gua-
gua.
KLASIFIKASI ROCK MASS
RATING (RMR)
Q = [RQD/Jn] [Jr/Ja] [Jw/SRF]
dimana,
1. RQD : Rock Quality Designation
2. Jn : Joint set number
3. Jr : Joint roughness number
4. Ja : Joint alteration number
5. Jw : Joint water reduction factor
6. SRF : Stress Reduction Factor
DATA ORIENTASI DISKONTINUITAS
NO. SET 1 SET 2 SET 3
1 N124 E/86
0 N78 E/77
0 N1510E/64
2 N1230E/76 N1240E/86 N1630E/62
3 N1220E/81 N840E/82 N1640E/68
4 N1040E/64 N860E/68 N1950E/77
5 N1090E/72 N760E/68 N1160E/81
6 N1120E/60 N810E/65
7 N1080E/65
8 N109 E/64
0

9 N126 E/64
0

10 N1370E/78
11 N1300E/82
12 N128 E/80
0

13 N126 E/58
0

14 N1140E/73
15 N132 E/66
0

16 N141 E/62
0

17 N1160E/56
HASIL PENGAMATAN
Analisa Kualitas Massa Batuan
dengan Rock Mass Quality (Q)
System (Barton,1974)...
1. Rock Quality Designation (RQD)

Jv
Jv
Jv= 3,012+0,909+4
= 7,921
RQD = 115-3,3 (7,921) =
88,87

Jadi, nilai RQD berada di rank 75-90 dengan bobot


17 dan sifat kualitatif nya Good
2. Joint Set Number (Jn)

Dari hasil pengamatan dan


pengukuran yang dilakukan ada 3
set kekar yang terdapat pada
singkapan batuan beku granit, jadi
diperoleh bobot Three joint sets
= 9
3. Joint Water Reduction Factor
(Jw)

Dari hasil pengamatan jika dicocokkan dengan


tabel diatas maka deskripsi untuk faktor
reduksi air pada kekar (Jw) yaitu perantara
atau tekanan, kadang-kadang outwash
dari pengisi kekar dengan bobot 0,66.
4. Joint Roughness Number (Jr)

Dari hasil pengamatan jika dicocokkan dengan


tabel diatas maka deskripsi untuk angka
kekasaran kekar (Jr) yaitu Discontinuous
joints dengan bobot 4.
5. Joint Alteration Number
(Ja)

Dari hasil pengamatan jika dicocokkan dengan


tabel diatas maka deskripsi untuk Angka
alterasi kekar yaitu erat, keras, tidak
lembut, dan tertutup rapat pengisi
dengan bobot 0,75
6. Stress Reduction Factor
(SRF)

TABEL SRF

jika dicocokkan dengan tabel diatas maka


deskripsi untuk Stress Reduction Factor
(SRF) yaitu tegangan rendah, dekat
permukaan dan kekar terbuka dengan
bobot 2,5

= 2,659

Jadi, dari hasil


pembobotan kondisi
batuan dengan metode
Rock Mass Quality (Q)
System maka diperoleh
klasifikasi Poor= Jelek
Estimasi Suppport Pressure
(Tekanan Dukung)

Jr = 4,0 ; Rock Mass Quali


(Q)= 2,659 jadi Estimasi
Suppport Pressure (Tekana
Dukung) nya = 0,5 MPa
Menggunakan pendekatan Barton et al
(1974) untuk mengetahui (Pv) tekanan
dukung atap, (Ph) tekanan dukung
dinding dan Qw= Faktor Dinding
Pv = (0,2/Jr) Q-1/3 Range of Q Wall Factor Qw
Ph = (0,2/Jr) Qw-1/3
>10 5,0 Q

0,1-10 2,5 Q
Pv= (0,2/4) 2,659-1/3 <0,1 1,0 Q

= 0,0361 MPa
Ph= (0,2/4) 2,5. 2,659-
1/3

= 0,090 MPa
Bhasis dan Grimstad (1996)
menyarankan korelasi berikut untuk
memprediksi tekanan dukungan di
terowongan melalui massa batuan yang

jelek (Q<4)

= 36,090 Kpa

B = diameter atau rentang terowongan dalam


meter.
(asumsi: 5 meter)
TERIMAKASIH