You are on page 1of 144

PENYUSUNAN STUDI

PERENCANAAN SISTEM
DRAINASE

Definisi
Definisidan
dan Issue
Issue
Pengertian
Pengertian Drainase
Drainase

Bangunan
Bangunan Bangunan
Bangunan
Resapan
Resapan Pelengkap
Pelengkap

Dimensi
Dimensi Master
MasterPlan
Plan
Saluran
Saluran
Drainase
Drainase
Intensitas
Intensitas Perkotaan
Perkotaan Studi
Studi
Curah
CurahHujan
Hujan Kelayakan
Kelayakan

Koefisien
Koefisien Peran
PeranSerta
Serta
Limpasan
Limpasan Masyarakat
Masyarakat

Daerah
Daerah
Tangkapan Kelembagaan
Kelembagaan
Tangkapan Operasi
Operasidan
dan
Pemeliharaan
Pemeliharaan
EL KHOBAR M. NAZECH

Perencanaan Drainase
1. Menerapkan teknis hidraulik yang benar, meliputi:
- Kegiatan perencanaan agar selalu berpedoman pada
kriteria hidrologi, kriteria hidraulika dan kriteria struktur
yang ada
- Kegiatan pelaksanaan pembangunan, agar selalu
berpedoman pada peraturan-peraturan pelaksanaan,
spesifikasi administrasi, spesifikasi teknik dan
gambar-gambar perencanaan yang ada
- Kegiatan pelaksanaan operasi dan pemeliharaan agar
selalu berpedoman pada criteria sistim drainase
perkotaan dan peraturan-peraturan pelaksanaan
operasi dan pemeliharaan yang ada.

Perencanaan Drainase 2. – Peningkatan peranserta masyarakat dan peranserta swasta dalam penanganan drainase perkotaan. Pembenahan aspek non struktural. meliputi: – Pemantapan perundangan dengan persampahan. masterplan drainase. baik untuk pembangunan maupun untuk biaya operasi dan pemeliharaan. secara berkesinambungan. perumahan. dan lain-lain. – Pemantapan organisasi pengelola yang ada. – Penyediaan dana yang mencukupi. peil banjir. – Dan lain-lain .

EL KHOBAR M. NAZECH . Drainase permukaan tata letaknya akan mengikuti jaringan jalan raya yang ada dan tata guna lahannya. kemampuan air mengalir secara gravitasi dan sistem drainase alam menjadikan pedoman penyusunan tata letak. Drainase bawah permukaan arah aliran air tanah.TATA LETAK SISTEM DRAINASE Tata letak sistem drainase pada model drainase permukaan dan drainase bawah permukaan berbeda.

TATA LETAK SISTEM DRAINASE Secara umum tata letak drainase dapat : • Acak tidak teratur (terutama daerah yang perkembangannya tidak terencana) • Sejajar satu dengan yang lainnya • Memotong lereng atau mengikuti garis tinggi Sistem drainase yang baik adalah mempunyai ciri-ciri : • Mudah dikerjakan dengan biaya relatif murah • Memungkinkan kapasitas penyaluran air sesuai aliran • Dapat dikerjakan baik dengan tenaga manusia ataupun mekanis • Pemeliharaan dan operasinya mudah dan murah EL KHOBAR M. NAZECH .

Drainase Kota: Direncanakan dengan Hidrologi dan Hidrolika Hidrologi: Data Curah Hujan dianalisis untuk mendapatkan “debit” rencana dari saluran dan bangunan-bangunan drainase Hidrolika: Debit dari hasil perhitungan analisis hidrologi. dengan kaidah-kaidah hidrolika dapat dihitung “dimensi” saluran dan bangunan-bangunan drainase EL KHOBAR M. NAZECH .

melalui koordinasi dgn instansi yang berwenang 2. Direncanakan terpisah. NAZECH . dll EL KHOBAR M. Direncanakan sebagai saluran terbuka atau tertutup. dengan pertimbangan tersedianya tanah/alam setempat. kemudahan Operasi dan Pemeliharaan. pada kondisi tertentu bisa gabungan.PERENCANAAN DRAINASE 1.

STUDI PERENCANAAN DRAINASE • Rencana Induk (Master Plan) • Outline Plan • Studi Kelayakan (Feasibility Study) • Detailed Engineering Design EL KHOBAR M. NAZECH .

RENCANA INDUK/MASTER PLAN Rencana induk sistem drainase perkotaan adalah perencanaan dasar yang menyeluruh pada suatu daerah perkotaan untuk jangka panjang .

NAZECH .RENCANA INDUK/MASTER PLAN • Penanganan harus memakai pendekatan sistem. Kota-kota yang mempunyai nilai strategis nasional atau regional • Outline Plan sama dengan Master Plan yang tingkat kerincian dan komprehensifitasnya lebih kecil EL KHOBAR M. Seluruh kota Metro & Besar 2. parameter-parameter teknis ditentukan faktor alam setempat • Physical Plan dalam wujud Master Plan/ Outline Plan menjadi vital/mendasar: 1. Kota sedang dengan teknis sulit/spesifik 3.

JANGKA WAKTU TERTENTU (20 atau 25 Thn) .TERPADU DENGAN PRASANA & SARANA KOTA LAINNYA .TATA CARA RENCANA INDUK DRAINASE PERKOTAAN • RENCANA INDUK PERENCANAAN DASAR YANG MENYELURUH PADA DRAINASE PERKOTAAN UNTUK JANGKA PANJANG. .DISAHKAN INSTANSI BERWENANG .

dll) • Metode penanganan drainase lokal (gravitasi.Rencana Induk Drainase Berisi Informasi/Gambaran antara lain : • Jaringan saluran drainase existing. dasar saluran • Dimensi pokok bangunan pelengkap (PA. polder) • Perkiraan biaya awal (fisik+tanah) • Urutan prioritas program setelah melalui analisa tertentu • Kelayakan ekonomis • Jadwal rencana pelaksanaan • Organisasi pelaksana yang diperlukan . elevasi m-a. kaitan dengan sektor lain • Distribusi Debit Air (Q) • Tampak lintang saluran utama. waduk.

luas. lama. frekuensi dan kedalaman rata-rata) • Identifikasi keadaan jaringan saluran dan kapasitasnya • Hasil analisis permasalahan dan rumusan persoalannya (problem statement).Data/Informasi atau kajian antara lain • Peta genangan (lokasi. teknis/non teknis • Studi – studi yang relevan • Hasil analisis alternatif yang ditinjau • Kriteria desain yang dipakai • Analisis/perhitungan hidrolik dari sistem drainase utama • Kerugian/kerusakan (loss and damage) akibat banjir/genangan .

sehingga dapat meminimalkan biaya pelaksanaan. • Rencana induk disusun dengan memperhatikan keterpaduan pelaksanaannya dengan prasarana dan sarana kota lainnya. biaya operasional dan pemeliharaan.Ketentuan ketentuan umum yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : • Rencana induk disusun dengan memperhatikan rencana pengembangan kota dan rencana prasarana dan sarana kota lainnya. • Rencana induk disahkan oleh instansi atau lembaga yang berwenang. dan dapat dilakukan peninjauan kembali disesuaikan dengan keperluan. • Rencana induk disusun untuk arahan pembangunan sistem drainase didaerah perkotaan selama 25 tahun. .

peta tata guna lahan.000 sampai dengan 1 : 50. karakteristik daerah aliran dan data pasang surut. peta topografi masing-masing berskala antara 1 : 5. pengaruh air balik. debit sungai. • Data peta yang terdiri dari peta dasar (peta daerah kerja). kepadatan.000 atau disesuaikan dengan tipologi kota. • Data kependudukan yang terdiri dari jumlah. peil banjir. penyebaran dan data kepadatan bangunan. • Data sistem drainase yang ada yaitu : data kuantitatif banjir/genangan berikut permasalahannya dan hasil rencana induk pengendalian banjir di daerah tersebut. laju pertumbuhan. . peta sistem drainase dan sistem jaringan jalan yang ada. kelembaban dan temperatur dari station klimatologi atau Badan Meteorologi dan Geofisika terdekat. • Data hidrologi terdiri dari data tinggi muka air. angin.Data dan informasi yang diperlukan adalah sbb : • Data klimatologi yang terdiri dari data hujan. laju sedimentasi.

• kumpulkan data sosial ekonomi. sifat tanah dan tata guna lahan. institusi dan kelembagaan dan peran serta masyarakat. pembiayaan. hidrolika dan bangunan pelengkap. foto udara. morfologi. • kumpulkan data rencana pengembangan kota. penduduk dan data lainnya yang ada hubungan dengan studi terkait. • kumpulkan data hidrologi. • kumpulkan data daerah pengaliran sungai atau saluran meliputi topografi. • kumpulkan data prasarana dan fasilitas kota yang telah ada dan yang direncanakan. sistem. . geometri dan dimensi saluran. • kumpulkan data keadaan saluran drainase dan badan air penerima yang ada. MENGUMPULKAN DATA Data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut : • kumpulkan studi-studi terkait.CARA PENGERJAAN A.

tengah. serta mencatat kondisinya saat ini dan tahun pembuatannya. • kumpulkan data. . sungai. • catat permasalahan utama yang terjadi pada masing-masing saluran. saluran. dan akhir) dari masing-masing saluran. gambar dan kapasitas bangunan pelengkap yang ada dan dilengkapi dengan mencatat kondisi saat ini dan tahun pembuatan. • gambar bentuk dan ukuran penampang saluran-saluran yang ada. • ukur penampang saluran dan kemiringan saluran minimal 3 titik berbeda (awal.B. • hitung panjang saluran (dalam m’) dan nama badan air penerimanya dari setiap saluran yang ada. menjadi sub-sub sistem daerah pengaliran. MENYUSUN KONDISI SISTEM DRAINASE Menyusun kondisi sistem drainase dilakukan dengan langkah-langkah sbb: • susun besaran daerah pengaliran (cathment area) dalam ha.

C. tinggi. dan lamanya genangan. MEMBUAT PETA GENANGAN Membuat peta genangan meliputi genangan rutin dan genangan potensial yang perlu dilakukan meliputi : • petakan lokasi genangan yang berada dalam area studi. • catat luas. serta frekuensi dan waktu kejadian dalam satu tahun. • catat penyebab genangan. . • taksiran dan catat besaran kerusakan atau kerugian yang ditimbulkan dalam bentuk biaya. untuk setiap daerah genangan.

ANALISIS Analisis yang dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut : • Analisis kondisi yaitu : – analisis kapasitas saluran dan genangan. – analisis perbedaan antara kebutuhan dan kondisi yang ada. – analisis intensitas hujan sesuai dengan kala ulang. – hitung debit rencana masing-masing saluran. – analisis struktur saluran dan bangunan pelengkap. – tentukan kala ulang pada masing-masing saluran. . • Analisis kebutuhan : – tentukan rencana alur saluran sesuai topografi dan tata guna lahan.D. – analisis kapasitas bangunan pelengkap.

• usulkan skala prioritas.E. • susun kegiatan berdasarkan tahapan mendesak 5. • catat kepentingan daerah yang strategis. 10. . • catat pengaruh terhadap pengembangan tata ruang perkotaan. • analisis berdasarkan pembobotan. 20 dan 25 tahun. • catat fasilitas umum dan fasilitas sosial. MENYUSUN USULAN PRIORITAS Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyusun usulan prioritas adalah sebagai berikut: • susun tabel skala prioritas berdasarkan kepentingan dan pengembangan daerah. • catat pengaruh langsung terhadap daerah lingkungan kumuh.

• tentukan debit rencana (m3/detik) dari masing-masing saluran. • tentukan luas yang akan dibebaskan. • buat urutan prioritas sub sistem drainase. MENYUSUN USULAN SISTEM DRAINASE PERKOTAAN Menyusun usulan sistem drainase perkotaan dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut : • susun pola aliran dan sistim drainase kota dengan alternatif sistem. • perkirakan besar biaya ganti rugi lahan.F. • rencanakan bentuk-bentuk penampang dan bangunan pelengkapnya pada masing-masing saluran. .

• tentukan waktu pembuatan studi kelayakan.MEMBUAT JADWAL KEGIATAN PEMBANGUNAN SISTEM DRAINASE Membuat jadwal kegiatan pembangunan sistem drainase dilakukan sebagai berikut: • tentukan jadwal prioritas zona yang akan ditangani. • tentukan waktu kegiatan operasional dan pemeliharaan dimulai. • tentukan waktu pelaksanaan pembangunan fisik. • tentukan waktu pembuatan rencana teknik.G. . • tentukan zona sistem drainase yang akan dikerjakan.

H. – usulkan koordinasi kegiatan pembangunan prasarana dan sarana kota lainnya. – usulkan peningkatan fungsi organisasi pengelola. REKOMENDASI Untuk mendukung pengembangan sistem drainase perkotaan perlu diusulkan langkah-langkah sebagai berikut : • usulkan bentuk kelembagaan. . – usulkan jumlah personil dan uraian tugas dari masing- masing satuan organisasi. • usulkan mekanisme dan peningkatan partisipasi masyarakat dan swasta. – usulkan instansi yang berwenang menangani sistem drainase. • usulkan kebutuhan aspek hukum dan peraturan.

.

.

Diperlukan kajian kelayakan secara : .Ekonomi .STUDI KELAYAKAN Suatu studi kelayakan dilaksanakan untuk menindaklanjuti Rencana Induk Sistem Drainase. NAZECH . Sasaran hasil studi kelayakan dipusatkan pada implementasi sistem drainase untuk alternatif yang terpilih.Teknis .Sosial EL KHOBAR M.Lingkungan .

Kelayakan adalah rencana kegiatan yang diusulkan telah memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan. dan pemeliharaan harus dilakukan terlebih dahulu Studi Kelayakan. .Tahap awal sebelum dilakukan proses perencanaan. konstruksi. operasi.

Ketentuan-ketentuan umum yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut : • penyusunan studi kelayakan drainase dilakukan berdasarkan prioritas zona yang telah ditentukan dalam Rencana Induk Sistem Drainase. • pengesahan rencana teknik oleh penanggung jawab yang ditunjuk instansi yang berwenang menggunakan data paling mutakhir. .

data hidrolik dan data kapasitas dan struktur bangunan  Ekonomi : kumpulkan data aspek sosial ekonomi. MENGUMPULKAN DATA Data yang dikumpulkan adalah sebagai berikut :  Umum : kumpulkan rencana induk. CARA PENGERJAAN A. studi terkait. data penduduk dan data sosial ekonomi  Teknis : inventarisasi sistem drainase. kumpulkan data hidrologi. data kerugian langsung dan tidak langsung  Lingkungan: kumpulkan data lingkungan .

 sedimentasi. KELAYAKAN TEKNIK  Kelayakan teknik meliputi :  analisis permasalahan :  lakukan evaluasi terhadap kapasitas sistem saluran berdasarkan data primer dan sekunder yang tersedia.  lakukan evaluasi permasalahan :  frekuensi genangan.  bangunan pelengkap yang tidak berfungsi.B.  tinggi.  pemeliharaan yang tidak memadai. . lamanya genangn serta luasnya genangan.

– buat kebutuhan penampang saluran dan besaran fasilitas bangunan pelengkapnya. – buat rencana pembangunan baru sistem drainase yang dibutuhkan. berdasarkan arah perkembangan kota dan permasalahan yang ada. – buat rencana perbaikan dan pemeliharaan yang disesuaikan dengan kondisi setempat. – tentukan rencana teknik untuk masing-masing saluran dan bangunan pelengkapnya. – buat rencana kerja pembangunan masing-masing usulan. – hitung besaran penampang saluran dan besaran fasilitas bangunan pelengkapnya. – lakukan kajian teknis terhadap rencana kegiatan dan tentukan kelayakannya berdasarkan kriteria kelayakan teknis. .• analisa kebutuhan – tentukan lokasi prioritas yang akan ditangani. dengan prioritas produksi dalam negeri. – hitung debit rencana untuk masing-masing sistem saluran dan bangunan perlengkapannya.

NPV.C. KELAYAKAN EKONOMI  Kelayakan ekonomi akibat banjir atau genangan :  hitung biaya kerugian akibat banjir atau genangan.  hitung rencana biaya pembangunan operasi dan pemeliharaan. perbaikan dan pemeliharaan .  tentukan sumber pembiayaan untuk pembangunan.  tentukan kelayakan proyek berdasarkan kriteria yang berlaku. dan BCR).  buat analisis ekonomi dan keuangan (besaran EIRR.

ekonomi dan lingkungannya susun jadwal kegiatan pelaksanaan yang meliputi:  kegiatan persiapan.  kegiatan pengadaan jasa pemborong.  kegiatan uji coba.E.  kegiatan operasi dan pemeliharaan.  kegiatan konstruksi. USULAN KEGIATAN PROYEK  Untuk rencana kegiatan yang telah teruji kelayakan teknis.  kegiatan rencana detil. .  kegiatan pembebasan tanah.

KELAYAKAN LINGKUNGAN  Analisis kelayakan lingkungan dilaksanakan berdasarkan peraturan yang berlaku:  buat klasifikasi kegiatan yang memerlukan Amdal dan yang tidak memerlukan Amdal.  buat UPL dan UKL untuk kegiatan yang tidak memerlukan Amdal (sesuai dengan tata cara penyusunan UKL dan UPL drainase perkotaan).  buat RKL dan RPL untuk kegiatan yang memerlukan kegiatan Amdal (sesuai dengan ketentuan yang berlaku).  buat Amdal untuk kegiatan yang memerlukan .D.

TATA CARA STUDI KELAYAKAN DRAINASE • Teknis – Hidrologi & Hidrolika – Ada Alternatif – Struktur – Material – Pelaksanaan – Kemudahan O & P • Ekonomi – NPV (Net Present Value) > 1 – EIRR > Tingkat Bunga Yang Berlaku – BCR > 1 .

Lanjutan : • Menyusun Urutan Prioritas • Menyusun Usulan Sistem Drainase Perkotaan • Menyusun Usulan Biaya • Jadwal Kegiatan Pembangunan • Rekomendasi – Aspek Kelembagaan – Aspek Hukum dan Peraturan – Partisipasi Masyarakat & Swasta .

000.000 hingga 500. Curah hujan rencana Disain Periode Ulang Curah Hujan Rencana untuk Drainase Kota Kelas Kota Luas Daerah Tangkapan (catchment area) 10 ha 10 – 100 ha 100 – 500 ha > 500 ha Metropolitan 1–2 2–5 5 – 10 10 – 25 Besar 1–2 2–5 2–5 5 – 15 Sedang 1–2 2–5 2-5 5 – 10 Kecil 1–2 1–2 1–2 2–5 Sangat Kecil 1 1 1 - Metropolitan: Jumlah penduduk > 1.000 hingga 100.000 orang Kota Sedang: Jumlah penduduk antara 100.000. NAZECH .000 orang Kota Kecil: Jumlah penduduk antara 20.000 orang EL KHOBAR M.000 hingga 1.000 orang Kota Besar: Jumlah penduduk antara 500.

NAZECH . • Sungai/ kali • Iklim (musim) • Selokan (Got) • Cuaca • Bendungan dll Curah Hujan Infrastruktur Air DRAINASE Daerah Resepan Pengelolaan Lahan Terbuka • Kepadatan penduduk • Peran serta masyarakat • Jumlah bangunan • Pemerintah • Lahan (luas) EL KHOBAR M.

A V = 1/n x R2/3 x S1/2 Ar = Qr / V DIMENSI GAMBAR TEKNIS EL KHOBAR M. PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DIAGRAM ALIR PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PENINJAUAN LAPANGAN PETA SITUASI POLA ALIRAN DATA CURAH HUJAN PEMBAGIAN DAERAH ALIRAN DATA CURAH HUJAN HARIAN MAKSIMUM DENGAN CATCHMENT AREA Tc = To + Td PERIODE ULANG TERTENTU INTENSITAS CURAH HUJAN Qr = C . I . NAZECH .

EVALUASI SISTEM DRAINASE DIAGRAM ALIR EVALUASI SALURAN DRAINASE EL KHOBAR M. NAZECH .

PERBEDAAN ANTARA PROSES PERENCANAAN DENGAN PROSES EVALUASI SISTEM DRAINASE hanya pada proses setelah perhitungan dimensi. debit yang terjadi dapat dibandingkan dalam prosentase antara evaluasi dengan existing. NAZECH . apakah penampang yang ada masih efektif. yaitu : . . EL KHOBAR M.Pada proses perencanaan setelah diperoleh dimensi penampang maka langsung dibuat gambar teknis lengkap dengan skema penampang.Pada proses evaluasi setelah diperoleh dimensi penampang maka langsung dibandingkan dengan besar penampang existing. atau sudah tidak mampu lagi menampung jumlah debit yang terjadi. over.

drainase) • Data kependudukan (sebaran. pertumbuhan) • Data bangunan (peruntukan. kepadatan) • Fasilitas umum dn fasilitas sosial dll EL KHOBAR M. sebaran.000 s/d 1:50. kepadatan. NAZECH . PROSES PERHITUNGAN PENINJAUAN LAPANGAN Data-data lapangan yang diperoleh berupa : • Peta wilayah (1:5.000) • Peta kontur / topography (penentuan alur saluran) • Foto-foto lapangan • Data saluran existing (untuk evaluasi sal.

EL KHOBAR M. berdasarkan tabel nilai koefisien C (koefisien run-off)).PETA WILAYAH Dari peta wilayah yang ada dilakukan : • Pembagian menjadi beberapa jenis wilayah tangkapan hujan/ catchment area. NAZECH . • Pembagian dan perencanaan jumlah dan letak saluran kemudian hitung kemiringan slope saluran-saluran tersebut.

NAZECH . • Koefisien runoff masing-masing jenis catchment area untuk masing-masing saluran.PETA SITUASI Dari peta situasi diperoleh data: • Kemiringan saluran rencana atau existing (untuk evaluasi) • Panjang saluran rencana atau existing (untuk evaluasi) • Luas masing-masing jenis catchment area untuk masing- masing saluran. • Sodetan pengaliran aliran sungai • Aliran Saluran dengan energi Gravitasi dan Pompa • Kawasan yang perlu dibangun dengan sistem polder EL KHOBAR M. • Luas total catchment area untuk masing-masing saluran.

Ditjen SDA. NAZECH . 30 EL KHOBAR M. Seminar Sehari “Air Jakarta 2005”. PRINSIP DASAR PENGENDALIAN BANJIR dan DRAINASE JAKARTA LAUT Pompa Pompa Pompa WADUK WADUK WADUK WADUK Daerah Rendah Pompa Pengaliran Dengan Mekanisasi (Sistem Polder) WADUK WADUK WADUK Main Drain Daerah Cukup Tinggi Pengaliran Dengan Gravitasi BANJIR KANAL BARAT (7.500 ha) SUNGAI YG MASUK DKI JAKARTA BANJIR KANAL TIMUR (16. Dept PU.500 ha) WADUK Sumber: Pengendalian Banjir DKI Jakarta.

EL KHOBAR M. NAZECH . Waduk & Pompa Sumber: Djakarta Master Plan for Drainage & Flood Control . Drainasi Sistem Polder*di DKI-Jakarta Marund Pluit a Sunter Banjir * Sistem Kanal Banjir Drainasi Barat Kanal terdiri dari Timur Saluran.

Sistem polder Daerah rendah dilindungi dengan cara membuat tanggul sepanjang aliran sungai atau laut Waduk dibuat untuk menampung limpasan hujan Stasiun pompa dibangun untuk memompa air waduk ke sungai atau ke laut Sumber: Pengendalian Banjir DKI Jakarta. Seminar Sehari “Air Jakarta 2005”. NAZECH . Ditjen SDA. Dept PU. 30 EL KHOBAR M.

Masyarakat 5. PU. Penentuan Lokasi • Penjelasan/ penyuluhan Pemda • Izin lokasi • Menyerahkan lokasi 2. Kegiatan 1. Survey dan Penyuluhan • Izin mengukur Dep. PERAN SERTA MASYARAKAT No Tahapan Pelaksanaan Partisispasi dari Masyarakat Instansi . Pelaksanaan • Pengerahan tenaga Pemda. Pemda. NAZECH . • Ikut menyuluh Masyarakat • Ikut partisipasi/ penyuluhan • Format dan bangunan 3. Perencanaan •Memberikan masukan dalam Pemda dan masyarakat Perencanaan 4. Operasional & Pemeliharaan • Pengerahan tenaga Pemda dan masyarakat EL KHOBAR M.

Kel Luas dan kepadatan penduduk Fasilitas sanitasi lingkungan Evaluasi Pengendalian Jumlah Penduduk.Kecamatan EL KHOBAR M. Peran PeranMasyarakat Masyarakatdan danInstansi InstansiTingkat TingkatKelurahan Kelurahandan dan Kecamatan Kecamatan Instansi Kelurahan dan Kecamatan Inventarisasi data Identifikasi dan Evaluasi Jenis Sumber Genangan Bahan Koordinasi Badan air Penyebab Genangan Lokasi genangan RT/RW/Kel Penanganan per instansi Peta Lokasi (RT/RW). NAZECH . di lokasi tsb Daerah rawan Genangan Kebijakan tingkat Kelurahan .

pengendalian Perbaikan pelaksanaan Program Kegiatan EL KHOBAR M. NAZECH . Peran PeranInstansi InstansiPengelola Pengeloladan danPengendali Pengendali Genangan GenanganPerkotaan Perkotaan Jenis Sumber Genangan Kebijakan Lingkungan Lokasi dan luas area Genangan Pemerintah Daerah / Fasilitas pengendali genangan yg ada Kota Badan badan air penerima Peta wilayah genangan Instansi Pengelola & Kegiatan pengelolaan yang ada Pengendali Lingkungan Rencana kegiatan per instansi / sektor Pemerintah Daerah / Kota Program pengelolaan & Inventarisasi data Pengendalian Koordinasi dengan Instansi sektoral & Instansi Instansi sektoral Wil. dan Instansi wilayah Evaluasi keg.

NAZECH . PEMULIHAN DAERAH GENANGAN DI PERKOTAAN Penentu Kebijakan Pelaksanaan Pembangunan Kota Stakeholders Pelaksana Pembangunan Tata Ruang Kota Kebijakan Pemanfaatan Tata Ruang Studi Strategi Pemanfaatan Pemanfaatan Kawasan Tata Ruang Program sektoral Pemanfaatankawasan Sistem Drainase Evaluasi Pola Pemanfaatan Pengelolaan Air Pelaksanaan ruang Existing dan Limbah Program Rencana Sanitasi Wilayah sektoral Kota Pengembangan Pelaksanaan Program Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Pemanfaatan ruang PEMBANGUNAN di lapangan EL KHOBAR M.

NAZECH .EL KHOBAR M.

NAZECH .EL KHOBAR M.

PENGARAHAN & PENGARAHAN & PENGARAHAN & PUSAT BIMBINGAN BIMBINGAN BIMBINGAN 2 PEMDA TKT PENGARAHAN & PEMANTAUAN PEMANTAUAN I BIMBINGAN 3 PEMDA TKT -SURVAI -SURVAI -BIMBINGAN II -INVESTIGASI -DESAIN -INVESTIGASI -DESAIN PERENCANAAN -BEBASKAN TANAH -BEBASKAN TANAH -PEMANTAUAN -PENGAWAS -PENGAWAS -OPERASI -PELAKSANAAN -PELAKSANAAN -PEMELIHARAAN -OPERASI -OPERASI -PEMELIHARAAN -PEMELIHARAAN 4 SWASTA/ PENGGUNA . NAZECH .OPERASI DAN -INVESTIGASI -DESAIN BUMD/ PEMELIHARAAN -BEBASKAN TANAH KOPERASI -PENGAWAS -PELAKSANAAN -OPERASI -PEMELIHARAAN 5 MASYARAK -PENGGUNA -PENGGUNA -PENGGUNA AT -OPERASI -OPERASI -PEMELIHARAAN -PEMELIHARAAN EL KHOBAR M.PENGGUNA -SURVAI BUMN/ .Kelembagaan N LEMBAGA DRAINASI MAYOR DRAINASI MINOR o NON RE/BTN REAL ESTATE/BTN 1 PEM.

IDENTIFIKASI Start Start MASALAH DAN Pengumpulan Pengumpulan data data SOLUSINYA Menghitung Menghitung beban beban banjir banjir (Q (QBB = = C. I. C. A) A) Menghitung Menghitung Kapasitas Kapasitas Saluran Saluran Utama Utama (Q (QSS)) Y Crash Crash Program Program Q QBB > >QQSS N Mempertahankan Mempertahankan kondisi kondisi Alternatif Alternatif existing Solusi Solusi existing Struktural Struktural RUTR RUTR Program Program jangka jangka menengah menengah dan dan N Cek Cek Prasyarat Prasyarat panjang panjang Y SOLUSI SOLUSI Solusi Solusi Crash Crash Program Program terpilih Hidrologi sebagai suatu Framework yang terpadu terpilih Hidrologi sebagai suatu Framework yang terpadu Menggunakan Mikro-manejemen Menggunakan Mikro-manejemen Pengendalian Stormwater pada Sumbernya Pengendalian Penggunaan Stormwater Metode pada Sumbernya yang Sederhana dan Non- Penggunaan Metode struktural yang Sederhana dan Non- Membuat “Landscape “Landscape”struktural ” Multi-fungsional Membuat “Landscape “Landscape” ” Multi-fungsional Implementasi Implementasi EL KHOBAR M. NAZECH . I.

Pengembangan Sungai Alternatif Tanggul Normalisasi Solusi Sodetan Banjir kanal Penampungan Air Dam Retarding Basin Retention Pond Menghitung Menghitung Luasan Luasan yang yang dibutuhkan dibutuhkan untuk untuk menampung menampung banjir banjir (A (ALL)) Menghitung Menghitung Luasan Luasan yang yang bisa bisa dimanfaatkan dimanfaatkan (A Exist)) (AExist N A ALL < <AAExist Exist Y Menghitung Menghitung besarnya besarnya kerugian kerugian bila bila terjadi banjir (C terjadi banjir (CFL ) FL ) Menghitung Menghitung biaya biaya konstruksi/sosial konstruksi/sosial (C SOL)) (CSOL N ALL < AExist Exist Y Solusi Solusi Crash Crash Program Program terpilih terpilih EL KHOBAR M. NAZECH .

PERENCANAAN O & P: 1. metode) EL KHOBAR M. adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjamin fungsi sarana dan prasarana drainase bekerja sesuai dengan rencana. adalah menjaga agar sarana dan prasarana drainase perkotaan tetap berfungsi sesuai dengan maksud dan tujuannya. alat. PEMELIHARAAN. Meliputi: Perencanaan – Pemrograman – dan Perhitungan Biaya 2. dana. Sumber daya: (5 M: manusia. NAZECH .OPERASI & PEMELIHARAAN OPERASI. material.

yang yang berlandaskan berlandaskan konsep konsep pembangunan pembangunan berwawasan berwawasan lingkungan lingkungan.PERKEMBANGAN KONSEP DRAINASE KONSEP “ LAMA / AWAL “ Air Airsecepatnya secepatnyadapat dapatdialirkan dialirkankebagian kebagianhilir hilirdari daridaerah daerah yang yangtergenang tergenang((ke kesungai. Mengendalikan Mengendalikanair airhujan hujanagar agarlebih lebihbanyak banyakmeresap meresapkedalam kedalam tanah tanahdan dantidak tidakbanyak banyakterbuang terbuangsebagai sebagaialiran aliranpermukaan permukaan Melalui Melaluibangunan bangunanresapan. KONSEP “ BARU / KINI “……………………… pelita V 1989 Drainase Drainase perkotaan perkotaan sebagai sebagai prasarana prasarana perkotaan. NAZECH . Kolam tandon Kolam tandon Penataan Penataanlansekap lansekapdan dansengkedan sengkedan EL KHOBAR M..waduk. ). waduk.laut laut). resapan. perkotaan. sungai.

NAZECH .Dampak Urbanisasi pada Skala Banjir Sesudah Debit Urbanisasi mempersingkat Waktu Konsentrasi & meningkatkan Koefisien Aliran Sebelu m Waktu EL KHOBAR M.

DKI Jakarta 1970 .1990 Sumber: Dinas Tata Kota DKI Jakarta. 2004 EL KHOBAR M. dalam disertasi Rudi Tambunan. NAZECH .

NAZECH .Drainase dan Konservasi Air Curah Hujan Tata Guna Lahan Q Infiltrasi Q limpasan Waktu Konsentrasi Diperlambat Ditahan Q Air Tanah Tanah Q Sungai EL KHOBAR M.

NAZECH .BANGUNAN RESAPAN EL KHOBAR M.

NAZECH .BANGUNAN RESAPAN EL KHOBAR M.

Perkerasan RESAPAN EL KHOBAR M. NAZECH .

EL KHOBAR M. NAZECH .

NAZECH .Median Parkir sebagai Resapan EL KHOBAR M.

NAZECH .Kolam Resapan EL KHOBAR M.

Bidang Resapan EL KHOBAR M. NAZECH .

Saluran Resapan EL KHOBAR M. NAZECH .

EL KHOBAR M. NAZECH .

NAZECH .EL KHOBAR M.

EL KHOBAR M. NAZECH .

Banjir yang harus Domestik dilalukan dengan aman – Industri – Irigasi . Analisis Hidrologi Tujuan dan Manfaat: Pemanfaatan potensi air: Pengamanan terhadap daya rusak air: – Air Rumah Tangga / . NAZECH . EL KHOBAR M.Limpasan hujan yang – PLTA harus dialirkan agar – Perikanan tidak menimbulkan – Pariwisata genangan yang – Transportasi sungai mengganggu – Dll.

Daur hidrologi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu : • daur pendek : pergerakan air laut ke udara kemudian jatuh kembali ke laut. kemudian jatuh ke permukaan tanah dan kemudian mengalir ke laut kembali. • daur panjang : pergerakan air laut ke udara. yaitu pergerakan air laut ke udara. EL KHOBAR M. DAUR HIDROLOGI DEFINISI DAUR HIDROLOGI Pengertian dari daur hidrologi. NAZECH . kemudian jatuh ke permukaan tanah dan kemudian mengalir ke laut kembali.

NAZECH . yaitu : presipitasi.Didalam daur hidrologi terjadi empat macam proses. evaporasi. EL KHOBAR M. serta limpasan permukaan (surface runoff) dan limpasan air tanah (subsurface runoff). infiltrasi.

NAZECH . Debi t I t t Operator  Input Output EL KHOBAR M.

NAZECH .000 m3/menit EL KHOBAR M.01 m/menit.000 m2 Intensitas hujan 10 mm/menit = 0. Debit yang terjadi = 10.Batas DAS Permukaan DAS Batas sistem Aliran sungai Luas DAS = 1 km2 = 1.000.

DAERAH TANGKAPAN: Di mana air hujan yang jatuh di daerah tangkapan mengisi cekungan menuju bagian yang rendah mengalir ke sungai. NAZECH . EL KHOBAR M.

A3 A5 A2 A4 A1 Luas Daerah Tangkapan (A) EL KHOBAR M. NAZECH .

POLA ALIRAN Pola aliran (arah aliran) diperoleh berdasarkan peta situasi. NAZECH . yaitu berdasarkan beda tinggi antara hulu dan hilir saluran. Bila pola aliran dibuat sedemikian sehingga tidak mengikuti kontur maka perlu dilakukan pekerjaan galian atau timbunan agar pola aliran sesuai dengan yang direncanakan. EL KHOBAR M.

NAZECH .PEMBAGIAN DAERAH ALIRAN Pembagian darah aliran juga diperoleh berdasarkan peta situasi dan pola aliran Contoh Skema Pembagian Daerah Aliran & Pola Aliran EL KHOBAR M.

dengan rumus : Ai Ci C Ai EL KHOBAR M. NAZECH . Koefisien runoff rata-rata untuk seluruh catchment area untuk masing-masing saluran.DAERAH TANGKAPAN / CATCHMENT AREA Catchment area merupakan nilai rata-rata koefisien runoff berdasarkan data-data dari peta situasi.

EL KHOBAR M. NAZECH .

dengan rumus: To = S/V EL KHOBAR M. diperoleh nilai • kecepatan rata-rata (V) (dalam ft/sec) • Dari data kecepatan rata-rata diperoleh data To (dlm menit). NAZECH . • Beda tinggi antara bagian hulu dengan hilir saluran • Dari kedua hal diatas dapat diperoleh Slope catchment area rata-rata. Dari data slope diplot ke tabel Hubungan antara Kecepatan rata- rata dengan Slope.MEMPEROLEH WAKTU KOSENTRASI (Tc) (Tc = To + Td) Perhitungan To Data yang diperoleh : • Jarak terjauh yang ditempuh air dari catchment area sampai ke hulu saluran (S).

NAZECH .MEMPEROLEH Tc (Tc = To + Td) (Cont. 1975 EL KHOBAR M.) Tabel Untuk mencari waktu inlet (To) Sumber : SCS.

MEMPEROLEH Tc (Tc = To + Td) (Cont. NAZECH . Bila letaknya misalnya antara 2 dan 3 maka ditarik garis diantaranya dan diperkirakan nilai conduit time-nya EL KHOBAR M.) PERHITUNGAN Td Data yang diperoleh : • Panjang saluran yang ditinjau (meter) • Beda tinggi saluran (meter) Kedua data tersebut diplot ke dalam tabel hubungan antara jarak dengan beda tinggi sehingga diperoleh nilai conduit time (Td) (Td dalam tabel ini dalam satuan 10 menit).

NAZECH .MEMPEROLEH Tc (Tc = To + Td) (Cont. 1984 EL KHOBAR M. Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Cipta Karya.) Tabel Untuk mencari Conduit time (Td) Sumber : Outline study pembuangan air hujan kota Palu.

MEMPEROLEH Tc (Tc = To + Td) PERHITUNGAN Tc Tc diperoleh dengan rumus : Tc = To + Td (dalam menit) Inlet time EL KHOBAR M. NAZECH .

DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM DENGAN PERIODE ULANG TERTENTU Perhitungan Analisa Frekuensi Curah Hujan dengan Metode Gumbel Urutan perhitungan : – Data curah hujan maksimum dapat diperoleh dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika). NAZECH .HIDROLOGI: Data curah hujan didapat dari Badan Meteorologi dan Geofisika terdekat. – Hitung Jumlah data curah hujan maksimum (x) – Data curah hujan maksimum yang masih mentah tersebut terlebih dahulu diurutkan dari yang paling maksimum. – Susun tabel dengan keterangan kolom seperti berikut: EL KHOBAR M.

NAZECH .Data Curah Hujan Tahunan di Stasion Pengamatan Depok Data dari BMG EL KHOBAR M.

5252 EL KHOBAR M.8776 27.20898 1.14286 792.735 27.735 27.85714 20.5252 5 120 99.85714 3.20898 1.14286 1692.0696 0.14286 405.5252 7 120 99.14286 102.85714 62.85714 28.8776 27. x xi  x ( xi  x ) 2 x n DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM DENGAN PERIODE ULANG TERTENTU (Cont.0696 0.0696 0.0696 0.85714 10.85714 41.20898 1.5252 2 141 99.0696 0.0696 0.0696 0. NAZECH .85714 20.14286 3861.7347 27.7347 27.5252 6 120 99.20898 1.20898 x 1.20898 1.20898 1.85714 20.) Contoh perhitungan : No xi x xi  x ( xi  x ) 2 x N Yn 1 162 99.877551 27.14286 969.5252 4 128 99.5252 9 103 99.14286 405.20898 1.85714 31.5252 8 110 99.0696 0.0204 27.7347 27.142857 9.14286 405.20898 1.5252 3 131 99.0696 0.

NAZECH . hujan) Nilai Yn diperoleh dari : Tabel b (berdasarkan jumlah data c. hujan)  x x Nilai x diperoleh dari : N Nilai YT diperoleh dari : tabel c berdasarkan periode ulang yang digunakan Dari data tersebut diperoleh persamaan garis regresi : x xT  x  (YT  Y N ) N EL KHOBAR M.DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM DENGAN PERIODE ULANG TERTENTU Nilai  x diperoleh dari : ( xi  x ) 2 x  N 1 Nilai  N diperoleh dari : Tabel a (berdasarkan jumlah data c.

Graw Hill Publishing Company ltd.0696 EL KHOBAR M. NAZECH . Tata Mc.) Tabel a.DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM DENGAN PERIODE ULANG TERTENTU (Cont.Nemec. New Delhi. Engineering Hidrology. Harga reduced standard deviation (σN) Sumber : J. 1973 Cat : Bila jumlah data 21 maka σN = 1.

New Delhi.5252 EL KHOBAR M. Engineering Hidrology. Harga reduced mean (YN) Sumber : J.Nemec. Tata Mc. Graw Hill Publishing Company ltd. 1973 Cat : Bila jumlah data 21 maka YN = 0.) Tabel b.DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM DENGAN PERIODE ULANG TERTENTU (Cont. NAZECH .

DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM DENGAN PERIODE ULANG TERTENTU (Cont. Harga reduced variated berdasarkan periode ulang (YT) Periode Ulang (tahun) Reduced variate (YT) 2 0.4999 EL KHOBAR M.9700 25 3. Graw Hill Publishing Company ltd.1985 50 3. New Delhi.9019 Sumber : J.4999 10 2. Engineering Hidrology.) Tabel c.2502 15 2.6844 20 2.3665 5 1. Tata Mc. 1973 Cat : bila periode ulangnya 5 tahun maka YT = 1.Nemec. NAZECH .

12)  R  R '24 I   (t  3.(1  t )  1272(t )  1218(t )  54   11300 (t )   R24   11300 (t ) R24 .(1  t )  1272(t )   (t  3. NAZECH .12) t Keterangan : R 24 = curah hujan harian maksimum (mm) yang sesuai dengan periode ulangnya = XT t = durasi hujan (jam) I = Intensitas hujan (mm/jam) EL KHOBAR M.DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM DENGAN PERIODE ULANG TERTENTU (Cont.) Perhitungan Intensitas Hujan dengan Metode Hasper der Weduwen (Menggambar Grafik IDF) Untuk menghitung intensitas hujan dalam satuan waktu tertentu digunakan rumus : 1218(t )  54 R R '24  R24 I t R24 .

NAZECH .DATA CURAH HUJAN MAKSIMUM DENGAN PERIODE ULANG TERTENTU Nilai I diperoleh berdasarkan durasi hujan (t). sehingga dengan nilai t yang berbeda akan diperoleh sebuah grafik IDF (hubungan antara durasi (menit) dan intensitas (mm/jam) Contoh : EL KHOBAR M.

EL KHOBAR M. NAZECH .

Hidrolika DEBIT PADA SALURAN (Qr) (Cont. NAZECH .A EL KHOBAR M.I.) Dari data-data sebelumnya diperoleh data : • Nilai koefisien runoff rata-rata (C) • Nilai intensitas hujan (I) untuk waktu (Tc) tertentu di saluran yang ditinjau(mm/jam) nilai I diperoleh dengan memasukkan nilai Tc kedalam rumus I atau dengan mengeplotnya pada grafik IDF • Luas catchment area total (A) untuk saluran yang ditinjau (m2) Debit pada saluran dari catchment area dihitung dengan rumus : Qr = C.

Contoh Perhitungan Koefisien Limpasan Kawasan Tata Guna Lahan Luas (ha) Koef.6 + 7x0.38875 EL KHOBAR M.25 Rumus: Ai Ci C (30x0. C Perumahan tunggal 30 0.6 Taman 7 0. NAZECH .4 + 3x0.4 Perniagaan 3 0.25) / (30 + 3 + 7) = Ai = 0.

NAZECH . DEBIT PADA SALURAN (Qr) Selain itu debit pada saluran yang ditinjau juga dapat berasal dari debit saluran lain. misalnya saluran 2 Qn = debit yang berasal dari saluran lain ke saluran x. misalnya saluran 1 Q2 = debit yang berasal dari saluran lain ke saluran x. sehingga Qtotal sal x = Qr + Q1 + Q2 + … + Qn Keterangan : Q total sal x = debit total pada saluran x Qr = debit yang berasal dari catchment area saluran x. bila ada n saluran maka n debit itu dijumlahkan semuanya EL KHOBAR M. nilai ini 0 apabila saluran x tidak memiliki wilayah catchment area Q1 = debit yang berasal dari saluran lain ke saluran x.

A C = koefisien aliran I = intensitas hujan A = luas daerah aliran Bila intensitas hujan: 142 mm/jam Debit kawasan Q = 0.I. DEBIT KAWASAN YANG MASUK KE SALURAN Q = C.1385 m3/detk EL KHOBAR M.38875 x 142 x 40 = 6. NAZECH .00278 x 0.

Dimensi Saluran (rumus Manning) • Q = V. R = A/O • A = Luas penampang saluran • O = Keliling penampang saluran • S = Kemiringan saluran EL KHOBAR M. A • V = kecepatan aliran • n = Koefisien kekasaran dinding saluran menurut Manning • R = Jari-jari hidrolis saluran. NAZECH . (S1/2). (R2/3) . A = (1/n) .

Kecepatan minimum yang diijinkan untuk mencegah pengendapan bila air mengangkut lanau (silt) atau serpihan kasar lainnya (Kecepatan rata-rata untuk mencegah pertumbuhan gulma air > 0. NAZECH . 4. Kemiringan dasar saluran dan kemiringan talud perlu memperhatikan batas kecepatan maksimum yang diijinkan (atau dengan prinsip gaya seret yang tergantung jenis material saluran). 5-30% kedalaman aliran (Chow. yang menentukan koefisien kekasaran.Jenis material yang membentuk badan saluran. Jagaan (freeboard). 3. 2.Faktor Yang Dipertimbangkan dalam Perencanaan Saluran 1. Open Channel Hydraulics) 5. Penampang yang paling efisien secara hidrolis (penampang hidrolis terbaik/ekonomis).70 m/detik). EL KHOBAR M.

NAZECH . y B =A / y O =B + 2y y = A/y + 2y V = C (RI) Q max bila V max B V max bila R max R max bila O min EL KHOBAR M.PENAMPANG HIDRAULIS TERBAIK (EFEKTIF) BENTUK SEGI EMPAT: R =A / O A =B .

PENAMPANG HIDRAULIS TERBAIK (EFEKTIF) BENTUK SEGI
EMPAT
Syarat O minimum : dO/dy = 0
-A/y2+2= 0
A = 2y2
Sedangkan A = B.y diperoleh B = 2.y
Syarat agar diperoleh Q max
R= A/O = B.y = 2y2 = y
B+2y 2y+2y 2
R=y/2
O = B + 2y = 2y + 2y = 4y

EL KHOBAR M. NAZECH

KECEPATAN (V)
Data yang telah diperoleh :
- Debit total pada saluran tertentu (Q total) (m3/s)
- Nilai n manning (sesuai dengan bahan pembentuk saluran)
- Kemiringan saluran (S)
- Misal digunakan penampang berbentuk segi empat
Maka : B = 2y
A = B.y
A = 2y.y = 2y2
O = B + 2y = 2y + 2y = 4y
R = A/O = 2y2/4y = y/2

EL KHOBAR M. NAZECH

KECEPATAN (V) (Cont.)
Rumus Kecepatan :
A = Q
1/n x R2/3 x S1/2
2y2 = Q
1/n x (y/2)2/3 x S1/2
- Pada persamaan di atas yang merupakan variabel hanya y,
sehingga diperoleh nilai y.
- Karena diperoleh nilai y maka, diperoleh nilai B berdasarkan
penampang hidrolis efektif, B = 2y
- Tinggi jagaan yang sebenarnya (H) adalah 20% dari y,
sehingga H = y x 20%
- Dengan demikian diperoleh dimensi penampang saluran yaitu
H dan B

EL KHOBAR M. NAZECH

R2/3.010 S = 0. Contoh Perhitungan Q = 10 m3/det n = 0.005)1/2. b = 2.08 m R = 2y2/4y = 0.(2y2)= 8.5y) 2/3(0. A y V =1/n.005 b = 2y Q = V.04 m.b = 2y2 O = 2y + b = 4 y 10 =1/0. NAZECH .S1/2 R = A/O B A = y.5 EL KHOBAR M.01(0.909y8/3 y = (1.225)3/8 = 1.

Nilai koefisien n Manning EL KHOBAR M. NAZECH .

NAZECH .SALURAN YANG TIDAK DIPERKERAS EL KHOBAR M.

SALURAN YANG DIPERKERAS EL KHOBAR M. NAZECH .

Koefisien Kekasaran Manning (n) TIPE SALURAN n Lapisan beton 0.045 Batu kali tidak diplester 0.050 EL KHOBAR M.025 Batu kali tidak diplester 0.015 Batu kali diplester 0. NAZECH .035 – 0.040 – 0.

NAZECH .EL KHOBAR M.

NAZECH .Kembali Ke Halaman EL KHOBAR Awal M.

EL KHOBAR M. NAZECH .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bangunan liar di talud sungai .

Sebelum Sesudah .

Sebelum Sesudah .