You are on page 1of 26

MODUL 2

KEDOKTERAN KERJA
TUTOR: dr. Oktarina , MSc
KELOMPOK 5

Ketua : Diding Kusumawadi 2014730018
Sekretaris : Farkhan Reza S 2014730029
Ramadhan Fauzie N 2014730080
Azkia Rizka Hakim 2014730014
Masithoh Nur Baiti 2014730034
Farabillah Afifah 2014730027
Fanny Destiara 2014730026
Wilda Fahmul U 2014730098
Tri Marzela P Ayu 2014730092
Irmalita 2014730042
SKENARIO
• IDENTITAS PASIEN 

Tn. Saptoni, 42 tahun, Kedudukan dalam keluarga : keponakan KK, Islam, SLTP, Penjual sayur
di pasar, Menikah dengan 2 anak perempuan berusia 10 dan 4 tahun
KU : nyeri, kaku dan pegal pada pinggang dan kadang juga, pada daerah lengan bila lelah
sehabis bekerja sejak sekitar 2 tahun lalu, selain itu juga mengeluhkan nyeri ulu hati berulang,
dan memberat sejak 4 hari lalu. RPS : Nyeri ulu hati berulang sejak sekitar 3 – 4 tahun lalu jika
makan tidak teratur. Nyeri ini memberat sejak 2 hari lalu, setelah os mengkonsumsi puyer obat
sakit kepala karena sakit kepala berdenyut. Nyeri tidak menjalar, terasa perih, sendawa terasa
asam. Biasanya os berobat ke dokter atau puskesmas, dan diberikan obat maag, sehingga
keadaannya membaik, namun akan kembali kambuh bila terlambat makan. Selain itu sejak 2
hari lalu os juga mulai batuk-batuk kering. Sebelumnya tidak ada riwayat batuk lama berulang,
keringat malam --, BB tidak menurun, nyeri menelan --- Os juga mengeluh nyeri, kaku dan
pegal pada pinggang dan kadang juga pada daerah lengan bila lelah sehabis bekerja sejak
sekitar 2 tahun lalu. Biasanya mengkonsumsi obat warung seperti neorheumacyl atau jamu
pegal linu akan hilang. Nyeri pinggang tidak menjalar, hanya di daerah sekitar pinggang, terasa
kaku, dan pegal saja, serta tidak ada gangguan dalam melakukan suatu gerakan. Riwayat
trauma disangkal. Riwayat penyakit dahulu (-) Riwayat penyakit dalam keluarga : 1 tahun lalu
anak I dirawat di RS selama 1 minggu karena DHF, dan pada saat itu diketahui menderita vlek
pada paru, kemudian diterapi selama 1 tahun dan dinyatakan sudah sembuh. Tidak ada riwayat
hipertensi dalam keluarga. Riwayat Kebiasaan: Rokok (-), alkohol (-).
Riwayat perjalanan penyakit
sekarang : Nyeri ulu hati
Identitas Penderita. berulang sejak sekitar 3 – 4
Nama : Tn. Saptoni tahun lalu jika makan tidak
teratur. Nyeri ini memberat
Umur : 42 tahun
sejak 2 hari lalu. 2 hari yang
Kedudukan dalam lalu batuk kering , keringat
Keluarga : keponakan KK malam, nyeri menelan
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : islam Riwayat penyakit terdahulu : -
Pendidikan : SLTP  
Pekerjaan : Kenek batu dan Riwayat penyakit dalam
tukang sayur keluarga : 1 tahun lalu anak I
Status : menikah dirawat di RS selama 1
Riwayat Penyakit minggu karena DHF, dan
Keluhan Utama : nyeri, kaku pada saat itu diketahui
dan pegal pada pinggang dan menderita vlek pada paru,
kadang juga pada daerah kemudian diterapi selama 1
lengan bila lelah sekitar sejak tahun dan dinyatakan sudah
2 tahun yang lalu sembuh. Tidak ada riwayat
hipertensi dalam keluarga.
 
 
Riwayat Pekerjaan
Jenis Bahan / material yang Masa
Tempat Kerja
Pekerjaan digunakan Kerja
Tergantung
lokasi,
1.Kenek Batu bata, semen, batu,
biasanya di 5 tahun
tukang batu pasir
Uraian tugas / pekerjaan : sekitar
(Os mulai berjalan kaki ke kampungnya pasar jam 5 pagi,
diperlukan waktu
-Karungsekitar 10 menit
besar berisi
Pasaruntuk sampai ke
berjarak
2.Tukang
pasar → menurunkan karung-karung berisi sayuran
10 menit 15
sayur di sayuran
dari atas truk. Berat karung tersebut sekitar
berjalan kaki 30 –
tahun
40pasar
kg, dan biasanya terdapat
-Tali pengikat sayur sekitar 4 – 5 karung →
dari rumah
kemudian karung sayuran tersebut di bawa ke
tempat berjualan yang berjarak sekitar 150 meter
dari tempat truk berhenti → selanjutnya sayuran
tersebut dibagi-bagi dan diikat satu persatu →
kemudian sayuran dijual kepada para pembeli →
kegiatan berjualan dilakukan sampai sekitar jam 11
siang. Selama melayani pembeli, os dalam posisi
berdiri.
Pemeriksa
an
Keadaan Umum : Compos Punggung bawah :
mentis - Inspeksi : tulang belakang
tidak tampak deformitas,
Tekanan Darah : 160/100 pergerakan dbn
mmHg, - Palpasi : nyeri tekan (-), otot
Nadi : 88 x / menit, teraba agak tegang di area L1
–5
Nafas : 20 x / menit
- Perkusi : nyeri ()-), Tes Laseque
Suhu : afebris (-), Tes Patrick (-), Tes kontra
Berat Badan : 65 kg Patrick (-), Refleks fisiologis –
dbn, Refleks patologis (-), Lain-
Tinggi Badan : 167,5 cm lain : Normal.
BMI : 23,21.
Risk
Mind Map
managem Risk
ent communic
Risk
Identificati ation
Safety and
on
Risk health
Assessme Worksite training
nt Dasar
analysis hukum
Risk
evaluation PAK
Non- Jenis PAK
PAK PAK

Management
commitment &
Hazard employee
prevention involvement
and control
Analisis Analisis
hubungan Alur okupasi
penyakit diagnosis diagnosis
dengan
Penatalaksa
pekerjaan prognosis naan
Dasar Hukum
Penyakit Akibat
Kerja (PAK)
Peraturan Menteri Kesehatan No. 56 tahun 2016
Pasal 1 : Tujuan Penyelenggara
Pelayanan PAK
Pasal 2 : Pelayanan PAK untuk pekerja
formal maupun informal

Pasal 3 : Bentuk Pelayanan PAK

Pasal 4 : Diagnosis PAK

Pasal 5 : Tatalaksana PAK

Pasal 6 : Penyelenggara Pelayanan PAK
Pasal 7 : Komponen Penyelenggara
Pelayanan PAK
Pasal 8 : Penyelenggara Pelayanan PAK
• pada Fasilitas
Penyelenggara Pelayanan
Pelayanan PAK padaKesehatan
Fasilitas
Tingkat
Pelayanan Kesehatan Pertama
Tingkat Pertama
Pasal 9 : Penyelenggara Pelayanan PAK
pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Rujukan Tingkat Lanjutan
Pasal 10 : Sarana dan Prasarana
Penyelenggara Pelayanan PAK

Pasal 11 : Fasilitas Pelayanan PAK

Pasal 12 : Pembiayaan Pelayanan PAK
Pasal 13 : Pencatatan Pelayanan PAK

Pasal 14 : Ketentuan lebih lanjut terkait
Penyelenggara Pelayanan PAK
Pasal 15 : Menteri kesehatan dan Dinas
Kesehatan Melakukan Pengawasan dan
Pembinaan terkait Penyelenggaraan
Pelayanan PAK
Perbedaan PAK dan PAHK
Penyakit Akibat Kerja Penyakit Akibat
Hubungan Kerja
• Terjadi hanya • Terjadi juga pada
diantara populasi populasi penduduk
kerja • Multifaktorial
• Sebabnya spesifik • Expose di tempat
• Expose di tempat kerja mungkin
kerja sangat merupakan salah
penting satu faktor
• Dapat kompensasi • Kemungkinan bisa
dan tercatat dapat kompensasi
dan tercatat
Comitment &
management pekerjaan
• Program K3 adalah suatu sistem yang dirancang
untuk menjamin keselmatan yang baik pada semua
personel di tempat kerja agar tidak menderita luka
maupun menyebabkan penyakit ditempat kerja
dengan mematuhi atau taat pada hukum dan
aturan k3, yang tercermin pada perubahan sikap
menuju keselamatan di tempat kerja.

Semua karyawan menbutuhkan jaminan keamanan dalam
melakukan pekerjaan, tidak ada yang ingen terkana resiko,
namun semua pekerjaan memiliki resiko . Maka dari itu udi
butuhkan sistem manajemen K3 yang baik untuk
meminimalisir resiko yang dapat terjadi. ( pekerja / karyawan
bekerja pada porsi masing-masing)
Jurnal “PENGARUH KESELAMATAN DAN KSEHATAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL KARAWAN PADA BAGIAN PRODUKSI PT SUMBER KENCANA
DI BOJONEGORO”
Kinerja 
Kecelakaan
Produktivitas
dan
Manajemen 
penyakit
BURUK K3 BAIK  Biaya
akibat +
KOMITMEN kesehatan
kerja PEKERJA  dan asuransi

• Merugikan tenaga
kerja
• Merugikan
perusahaan
• Merugikan Negara (
secara langsung Sistem manajemen
atau tidak K3 yang baik adalah
langsung) apabila terjalin kerja
sama yang baik
antara kedua belah
pihak. Karena K3
adalah tugas semua
Jurnal “PENGARUH KESELAMATAN DAN KSEHATAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL KARAWANorang yang
PADA BAGIAN kerja
PRODUKSI PT SUMBER KENCANA
DI BOJONEGORO”
FENDY BUDIANTO, UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
Menetapkan bentuk
perlindungan untuk
karyawan dalam
menghadapi penyakit akibat
kerja dan kecelakaan akibat
kerja

Menettukan Strategi Tingkat k3
peratran K3 dan yang  
formal atau Pedekata faktor promosi
informal n K3 perusahaan

Sistem manajemen haru
proaktif dan reaktif dalam
mengembangkan prosedur
dan rencana tentang K3
Untuk mengetahui efktif atau tidaknya strategi dan pendekatan yang dilakukan adalah dengan membandingkan
insiden, kegawatan dan frekuensi penyakit – penyakit dan kecelakaan sebeum dan sesudah startegi di jalankan
Jurnal “PENGARUH KESELAMATAN DAN KSEHATAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL KARAWAN PADA BAGIAN PRODUKSI PT SUMBER KENCANA DI BOJONEGORO”
FENDY BUDIANTO, UNIVERSITAS KRISTEN PETRA
KESELAMATAN KERJA, REPOSITORY USU
Identifikasi
Faktor Resiko Health Effects
*Faktor Fisik  
(v) Bising Gangguan pendengaran
(-) getaran  
(v) Radiasi (sinar UV, Infra Red) Dehidrasi
(-) Tekanan Barometic Kanker
(-) Pencahayaan  
(v) Debu Gangguan saluran pernapasan
*Faktor Kimiawi  
(-) Bahan Mudah Terbakar  
(-) Bahan korosif  
(v) Bahan Beracun (toxic) Pestisida (gangguan sal nafas, dan pencernaan),
asap kendaraan motor (karbon monoksida)
*Faktor Biologis  
(v) Jamur, bakteri  
(v) TBC, HIV, Hep. B, dsb Tertular
(v) Animal Bite  
(v) Food poisoning
*Faktor Ergonomi  
(v) Force Repetition Posture Duration Kebiasaan berjualan atau sehari-hari
*Faktor Psikososial  
(v) Stress Kerja Stress Psikologis
*Faktor Life style  
(-) Merokok/ olahraga
*Potensi Accident  
Worksite Analysis : Risk Assessment & Risk Evaluation
Setelah semua risiko dapat teridentifikasi dilakukan penilaian risiko melalui
penilaian (Assessment) dan evaluasi (evaluation) risiko. Penilaian risiko
dimaksudkan untuk menentukan besarnya suatu resiko dengan mempertimbangkan
kemungkinan terjadinya dan besar akibat yang ditimbulkannya.

Penilaian risiko menggunakan Workplasce Risk
Assessment and Control (WRAC) :
Konsekuensi
1 : sakit atau cedera yang hanya membutuhkan pertolongan P3K atau
tidak sama sekali
2 : perlu perawatan dokter, tetapi tidak dirawat di rumah sakit
3 : kasus perorangan, perlu dirawat dirumah sakit
4 : kematian perorangan (single death) atau kecacatan permanen
5 : banyak kematian (multiple death)

Kemungkinan
A : diperkirakan beberapa kali dalam setahun
B : diperkirakan hanya sekali dalam setahun
C : diperkirakan terjadi antara 1 sampai dengan 10 tahun sekali
D : diperkirakan terjadi antara 10 sampai dengan 100 tahun sekali
(sekali seumur hidup)
Risk Matrix Rating

• Low back pain
merupakan penyakit
akibat kerja yang
sering terjadi,
memerlukan
perawatan dokter
namun tidak sampai
dirawat.
• Score dampak
(consequence) = 2
• Score kemungkinan
(likelihood) = A.
• Tingkat risiko =
Tinggi

- http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/dr-dra-badraningsih-lastariwati-mkes/materi-ajar-k3-ft-uny-2
0152-kecelakaan-akibat-kerja-dan-penyakit-akibat-kerjabadraningsih-l.pdf
- International Labor Organization (ILO) Jakarta. Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Sarana untuk Produktivitas.
Worksite Analysis

4. Risk Management (Manajemen Resiko) :
• Prioritaskan upaya penanggulangan risiko
• Pertimbangkan technologi & effectiveness
• Tentukan siapa penanggung jawab dan aktor
• Monitoring dan evaluasi
• Pertimbangan biaya
• Community acceptance
• Autoritas regulasi

5. Risk Communication (Informasi) :
• Menyiagakan karyawan & management terhadap adanya hazard &
risiko
• Media untuk komunikasi
• Apa yang dikomunikasikan
Hazard prevention and
control
3.
Mengembangkan
1. Identifikasi dan memperbarui
2. Pilih kontrol
opsi kontrol rencana
pengendalian
bahaya

4. Pilih kontrol
6. Tindak lanjuti
5. Melaksanakan untuk melindungi
untuk
kontrol yang pekerja selama
memastikan
dipilih di tempat operasi non-
bahwa kontrol
kerja operasi dan
efektif
keadaan darurat

Farkhan reza S (2014730029)
Referensi : repository.usu.ac.id
PROMOSI
• Definisi : Bangkok Charter, WHO 2005
• Strategi : WHO dan Depkes RI

• Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2011. Pomosi Kesehatan di daerah Bermasalah Kesehatan. Jakarta.
• WHO. 1998. Health Promotion Glossary. Geneva.Ottawa Charter of Health Promotion, 1986.
TRAINING
• Penanggulangan PAK :
• Teknik (Mechanical/Engineering Control)
• Administratif (Administrative Control)
• Penggunaan Alat Pelindung Diri (personal
protective equipment)
• Filosofi APD : dapat menyebabkan rasa
ketidaknyamanan, membatasi gerakan dan
persepsi sensoris lainnya
• Tujuan : melindungi dan mengurangi resiko
• Sosialisasi : training, media, buku
pemakaian, dan supervisi
U.S. Department of Labor. 2004. OSHA (Occupational Safety and Health Administration) Personal Protective
Equipment. USA.
JENIS-JENIS APD
Alur diagnosis
Anam nesis Pemeriksaan fisik Pemeriksaan
lanjutan
• Sudah berapa • Pemeriksaan Fisik • Sinar X
lama merasakan Umum • Computed
nyeri 1. Posisi berdiri dan Tornografi Scan
• Pencetus keluhan berjalan ( CT- scan )
• Kuantitas 2. Posisi duduk • Magnetic
nyerinya, (berat •. Pemeriksaan Fisik Resonance
atau ringan) Khusus/ Neurologi Imaging (MRI )
• Yang membuat 1. Tanda rangsang
nyeri terasa lebih saraf Tes Laseque
berat atau terasa 2. Pemeriksaan
lebih ringan motoric dan
• Lokalisasi serta sensorik
penjalarannya 3. Pemeriksaan
• Riwayat penyakit reflex
dahulu
• Riwayat pekerjaan
dan kedudukan
dalam pekerjaan
• Keadaan
Diagnosis kerja Diagnosis Okupasi Prognosis
pada skenario sesuai dengan ICD-
10
Low Back Pain K30. Dyspepsia • ad Vitam,
Hipertensi grade II I10. Hypertensi menunjukan pada
Dyspepsia Essential – Grade II. pengaruh penyakit
M54.5. Low Back terhadap proses
Pain = Diagnosis kehidupan
Okupasi • ad sanasionam,
menunjukan pada
penyakit yang
dapat sembuh
total sehingga
dapat beraktifitas
seperti biasanya
• ad fungsionam,
menunjukan pada
pengaruh penyakit
terhadap fungsi
organ atau fungsi
ANALISIS HUBUNGAN PENYAKIT DENGAN PEKERJAAN
F.Biologi :Jamur, gigitan • Posisi kerja, cara
tikus,bakteri
kerja
LBP, Hipertensi F. Kimia : pestisida
• Setelah bekerja os
F. Fisik : bising, debu
grade II, F. Ergonomis : Force
nyeri punggung, bila
istirahat berkurang
Dispepsia (posisi kerja tidak
atau hilang
ergonomis, berat beban
30-40 kg) Hubungan
Diagnosis penyakit
Klinis Identifikasi dengan
Pajanan pajanan
R.Psikososial :
stress psikososial
dan ekonomi dan
tertekan

Faktor di Faktor Jumlah
luar Individu pajanan
pekerjaan yang
cukup
• RPK : Hipertensi ?
• Usia >24 tahun
(beresiko)
Diagnosis • BMI : Overweight Os bekerja dari
PAK • Kurangnya jam 5 – 11 siang
pengetahuan sudah selama 15
ergonomis tahun
REFERENSI
• Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2011.
Pomosi Kesehatan di daerah Bermasalah
Kesehatan. Jakarta.
• U.S. Department of Labor. 2004. OSHA
(Occupational Safety and Health Administration)
Personal Protective Equipment. USA.
• WHO. 1998. Health Promotion Glossary. Geneva.
• Ottawa Charter of Health Promotion, 1986.
• 2010.Modul Pelatihan Penyakit Akibat
Kerja.Jakarta:Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia
• http://depkes.go.id
•  repository.usu.ac