You are on page 1of 18

RESPONSI

CANDIDIASIS ORAL

Oleh :
Reinita Vany Ismawati
G99152105

Pembimbing :
Dr. Triasari Oktavriana, MSc., SpKK.

.CANDIDIASIS ORAL  Definisi : Kandidiasis oral merupakan infeksi oportunistik di rongga mulut yang disebabkan oleh pertumbuhan abnormal dari jamur Kandida albikan. 2012. dapat menyebabkan flora normal tersebut menjadi patogen (Rao. Merupakan flora normal di mulut namun berbagai faktor seperti penurunan sistem kekebalan tubuh maupun pengobatan kanker dengan kemoterapi. 2013). Castelotte and Soriano.

. 2014). Epidemiologi Kandidiasis oral dapat menyerang semua umur. Menurut Egusa et al (2008) kejadian kandidiasis oral lebih banyak terjadi pada kelompok usia 35 tahun dibanding usia yang lebih muda (Walangare. baik pria maupun wanita.

2012): 1. Etiologi Terdapat lima tipe spesies kandida yang terdapat di kavitas oral. Candida parapsilosis 5. Candida albicans adalah yang paling sering terdapat pada kavitas oral. Candida albicans 2. Candida guilliermondi  Dari kelima tipe tersebut. . Candida tropicalis  3. Candida krusei  4. diantaranya adalah ( Gravina 2007 dalam Rao.

infeksi HIV. Faktor Host a. terapi . faktor sistemik : Penggunaan obat- obatan seperti antibiotik spektrum luas. diabetes mellitus. Faktor risiko 1. faktor lokal : fungsi kelenjar saliva b. sindrom Cushing’s. Faktor patogen : Jamur kandida mampu melakukan metabolisme glukosa dalam kondisi aerobik maupun anaerobik. Selain itu jamur kandida mempunyai faktor-faktor yang mempengaruhi adhesi terhadap dinding sel epitel 2. merokok.

Patogenesis flora normal  perubahan keseimbangan flora mulut atau perubahan mekanisme pertahanan lokal dan sistemik  daya tahan tubuh menurun  jamur berproliferasi dan menyerang jaringan .

Gejala tersebut dapat mengganggu nafsu makan dan mengurangi kualitas hidup pasien (Scwingel 2012). perubahan rasa saat makan.Manifestasi klinis Gejala klinis yang sering dirasakan pada pasien  yaitu rasa terbakar. rasa tidak enak pada mulut. mual. hingga muntah. . nyeri dan tidak nyaman. disfagia.

Mukosa dapat terlihat eritema. . Plak putih tersebut merupakan kumpulan dari hifa. Ketika gejala-gejala ringan pada jenis kandidiasis ini pasien akan mengeluhkan adanya sensasi seperti tersengat ringan atau kegagalan dalam pengecapan. Kandidiasis pseudomembranosa Kandidiasis pseudomembran memiliki presentasi dengan plak putih yang multipel yang dapat dibersihkan.Secara umum presentasi klinis dari kandidiasis oral terbagi atas lima bentuk: 1.

sering dengan mukosa yang relatif kering. Area kemerahan biasanya terdapat pada mukosa yang berada dibawah pemakaian seperti gigi palsu .2. Kandidiasis atropik Kandidiasis atropik ditandai dengan adanya kemerahan difus.

Berlainan dengan bentuk kandidiasis pseudomembran. Kandidiasis eritematosa Secara klinis lesi timbul eritema yang seringtimbul pada lidah dah palatum.3. penderita kandidiasis eritematosa tidak ditemui adanya plak-plak putih. 4. . Kandidiasis hiperplastik Kandidiasis hiperplastik ditandai dengan adanya plak putih yang tidak dapat dibersihkan.

 Tipe 2 : eritematosa atau tipe sederhana yang umum eritema lebih tersebar meliputi sebagian atau seluruh mukosa yang tertutup gigi tiruan.Kandidiasis eritematosa dibagi menjadi 3 tipe :  Tipe 1 : inflamasi sederhana terlokalisir atau pinpoint hiperemia.  Tipe 3 : tipe granular (inflamasi papila hiperplasia) umumnya meliputi bagian tengah palatum durum dan alveolar ridge. .

Gejala ini biasanya disertai dengan kombinasi dari bentuk infeksi kandidiasis lainnya. . Keilitis angular Keilitis angular ditandai dengan pecah- pecah. mengelupas maupun ulserasi yang mengenai bagian sudut mulut.5.

nyeri.  Pada mukosa mulut muncul radang berwarna merah.Diagnosis  Diagnosis dari kandidiasis oral dapat dilihat pada tanda dan gejala klinis yang muncul :  bercak putih pada lidah dan sekitar mulut  Nyeri  kumpulan lapisan kental berwarna putih atau krem pada membran mukosa (dinding mulut dalam). dan terasa .

2. Pemeriksaan penunjang 1. jamur ini memberikan warna ungu karena bersifat Gram positif. bentuk oval dan pada beberapa sel jamur terlihat adanya tunas. pengecatan Gram pada bahan pemeriksaan. pemeriksaan KOH dimana pada pemeriksaan ini akan ditemukan gambaran pseudohifa dan budding cell . lalu dilihat di bawah mikroskop.

4. Kultur jamur menggunakan Saborroud Dextrose Agar (SDA) dapat ditemukan pertumbuhan jamur pada media agar dengan munculnya koloni berwarna putih dan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan kultur chromagar untuk mengetahui jenis candida yang spesifik .3. Biopsi pada kasus kandidiasis hiperplastik  akan ditemukan jamur pada lapisan parakeratin dan lapisan epithelium.

Diagnosis banding  Leukoplakia  Stomatitis  Liken planus oral .

Mencuci mulut setelah menggunakan inhalasi steroid 5. Menangani penyakit yang dapat memicu kemunculan kandidiasis seperti penanggulangan penyakit diabetes dan HIV.Penatalaksanaan  Non medikamentosa 1. Mengunyah permen karet bebas gula untuk merangsang pengeluaran saliva 4. Menjaga oral hygiene sikat gigi dan berkumur menggunakan antiseptic dan menyikat daerah bukal dan lidah dengan sikat lembut. 2014). karena permukaan gigi tiruan yang tidak rata dan poreus menyebabkan Kandida mudah melekat. Pada pasien yang memakai gigi tiruan  direndam dalam larutan pembersih seperti Klorheksidin. hal ini lebih efektif dibanding dengan hanya meyikat gigi tiruan. (Vikholt. dan jika hanya menyikat gigi tiruan tidak dapat menghilangkannya 2. Mengurangi rokok 3. .

tidak ada interaksi obat dan efek samping yang signifikan pada penggunaan obat nistatin sebagai anti kandidiasis 2. Ampoterisin B : menginhibisi adhesi dari jamur kandida pada sel epitel. Nistatin : bentuk krim dan suspensi oral. Medikamentosa Lini pertama : 1. Efek samping pada obat ini adalah efek toksisitas pada ginjal .