You are on page 1of 60

Manajemen Farmakoterapi

Penyakit Diabetes Mellitus

WORKSHOP KEFARMASIAN
ISMAFARSI WILAYAH PRIANGAN
@STFI, 22 November 2014

1.Definisi Diabetes Mellitus
2.Macam Diabetes Mellitus
3.Patofisiologi Diabetes Mellitus
4.Obat-Obat untuk Diabetes
Mellitus
5.Farmakoterapi pada Diabetes
Mellitus

Apakah
Diabetes
itu ??

*Definisi

A series of complex and chronic metabolic disorders. such as vascular and neurologic abnormalities *definition . All diabetics eventually show abnormalities of insulin secretion and complication of the disease. characterized by symptomatic glucose intolerance.

Sederetan gangguan metabolik yang kronik dan komplek . dengan karakterisitik gejala glucose intolerance. Semua diabetics menunjukan abnormalitas sekresi insulin dan komplikasi dari penyakit berupa kelainan pada vascular and neurologic *definition .

* 2035 diperkirakan akan meningkat menjadi hampir dua kali lipat 592 juta *Populasi penderita diabetes di Indonesia diperkirakan berkisar antara 1.co .5 sampai 2. 21/11-14) *prevalensi .5% kecuali di Manado 6%. ( http//www.*Pada tahun 2013 diperkirakan sekitar 382 juta orang di dunia mengidap diabetes mellitus.tempo.

21 nov 2014 ).5 juta ke 7 * china 98.twmpo. Promosi Kesehatan Online. Juli 2005 .4 juta ( 1.1 juta. jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 5 juta jiwa.*1995. * india 65. . http//:www. *2013 .4 juta. 2. Perkiraan penderita di Indonesia 8.com . * US 24.

atau naik dua peringkat dari tahun lalu (pernyataan Prof.*data terbaru : penderita DM di Indonesia : 9. Nam Cho. Ketua International Diabetes Federation untuk kawasan Asia Pasifik/ IDF-WPR yang dikutip dari tempo.co) * Indonesia Tempati Ranking Lima Dunia . * Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di posisi lima dunia.1 juta penduduk.

8 persen dan di pedesaan 7.9 persen: pria 5.* berdasarkan pemeriksaan darah oleh Riset Kesehatan Balitbangkes (Riskesdas) 2013  prevalensi DM nasional. pada usia >=15 tahun .0 persen. wanita 7. .6 persen. * di kota 6. 6.7 persen.

" ujar Profesor Nam Cho. angka tersebut mencapai dua kali lipat. "Ini akan jadi masalah besar.1 juta * Diperkirakan pada 2035.* Penderita diabet di dunia : 382 juta *angka kematian mencapai: 5. hingga 592 juta jiwa *. Ketua IDF untuk wilayah Pasifik Barat .

Diabetes Mellitus Tipe lain 5. Diabetes Mellitus Gestasional 4. Diabetes Mellitus Tipe 1 2. Diabetes Mellitus Tipe 2 3.Macam Diabetes Mellitus : 1. Gangguan Toleransi Glukosa *Tipe dan patofisiologi .

tetapi merupakan faktor risiko untuk DM Tipe 2 . Diabetes Mellitus Tipe 2 Bervariasi: . Diabetes Mellitus Gestasional DM . Diabetes Mellitus Tipe 1: Destruksi sel β menjurus ke arah defisiensi insulin absolut A.predominan resistensi insulin disertai defisiensi insulin relatif . umumnya bersifat sementara.predominan gangguan sekresi insulin bersama resistensi insulin 3. muncul pada masa kehamilan. Melalui proses imunologik (Otoimunologik) B.1. Idiopatik 2.

Diabetes Mellitus Tipe Lain -Defek genetik fungsi sel β -Penyakit pankreas -Autoimun 5. IFG (Impaired Fasting Glucose) = GPT (Glukosa Puasa Terganggu) B.4. Gangguan Toleransi Glukosa A. IGT (Impaired Glucose Tolerance) = TGT (Toleransi Glukosa terganggu) .

FUNGSI INSULIN : Berikatan dengan reseptor pada sel / jaringan  untuk membuka gerbang masuknya glukosa darah ke dalam sel untuk dirubah menjadi tenaga. INSULIN === PERANTARA *Patofisiologi .

sel α dan sel δ. Sel-sel β memproduksi insulin. sedangkan sel-sel δ memproduksi hormon somatostatin . yaitu sel β.pulau Langerhans kelenjar pankreas *terdapat beberapa tipe sel. sel-sel α memproduksi glukagon.

.

DIABETES MELLITUS TIPE 1 :
- Jarang / populasinya sedikit (5-10 % dari
penderita DM)

- Gangguan produksi insulin, karena
kerusakan sel-sel β pulau Langerhans yang
disebabkan oleh reaksi otoimun, virus, dsb

- Destruksi otoimun dari sel-sel β pulau
Langerhans kelenjar langsung
mengakibatkan defisiensi sekresi insulin.

DIABETES MELLITUS TIPE 2
- Paling umum
- populasinya 90 – 95 % penderita DM

- Etiologinya : belum jelas, kebanyakan karena
pola hidup, faktor genetik dan pengaruh
lingkungan.

- sel-sel sasaran insulin gagal atau tak mampu
merespon insulin secara normal. Keadaan ini
lazim disebut sebagai “Resistensi Insulin”.

Mula muncul Umumnya masa kanak – kanak Pada usia tua, umumnya
dan remaja, > 40 tahun
walaupun ada juga pada
masa dewasa < 40 tahun

Keadaan klinis saat Berat Ringan
diagnosis

Kadar insulin darah Rendah, tak ada Cukup tinggi, normal

Berat badan Biasanya kurus Gemuk atau normal

Pengelolaan yang Terapi insulin, diet, Diet, olahraga,
disarankan olahraga hipoglikemik oral

* Perbedaan DM TIPE 1 vs TIPE 2

Berlansung sementara dan dapat pulih setelah kehamilan *Diabetes gestasional .Sekitar 4-5 % wanita hamil menderita DM .Diabetes / intoleransi glukosa yang terjadi pada masa kehamilan .DIABETES PADA KEHAMILAN (DM GESTASIONAL) .Umumnya timbul pada atau setelah trimester ke 2 .

*Malformasi kongenital *Berat badan bayi berlebih *Resiko mortalitas perinatal *Akibat dm gestasional .

*Pra-diabetes adalah kondisi dimana kadar gula darah seseorang berada diantara kadar normal dan diabetes. *Pra diabetes . lebih tinggi dari pada normal tetapi tidak cukup tinggi untuk dikatagorikan ke dalam diabetes tipe 2.

*Di Indonesia. angkanya belum pernah dilaporkan.2 orang penderita diabetes (perkiraan untuk tahun 2000). disamping 18.* di Amerika diperkirakan ada sekitar 41 juta orang yang tergolong pra-diabetes. tetapi diperkirakan cukup banyak terjadi .

Bila kadar glukosa : 2 jam setelah mengkonsumsi 75 gram glukosa per oral berada diantara 140-199 mg/dl. *Macam pra diabetes .* Impaired Fasting Glucose (IFG) : Bila kadar Glukosa : PUASA : 100-125 mg/dl (normal: <100 mg/dl) * Impaired Glucose Tolerance (IGT) atau Toleransi Glukosa Terganggu (TGT).

Glukosa Plasma Glukosa Plasma Puasa 2 jam setelah makan Normal <100 mg/dL <140 mg/dL Pra Diabetes IFG 100 – 125 mg/dL –– IGT –– 140 – 199 mg/dL diabetes > 126 mg/dL > 200 mg/dL * Kriteria penegakan diagnosis diabetes secara umum .

7% > 65 tahun : 18% Etnik/Ras Hipertensi >140/90mmHg *Faktor resiko diabetes . DM dalam keluarga Riwayat Diabetes Gestasional Melahirkan bayi dengan BB >4 kg Kista ovarium (Polycystic ovary syndrome) IFG (Impaired fasting Glucose) atau IGT (Impaired glucose tolerance) Obesitas >120% berat badan ideal Umur 20-59 tahun : 8.

Hiperlipidemia Kadar HDL rendah <35mg/dl Kadar lipid darah tinggi >250mg/dl Faktor-faktor Lain Kurang olah raga Pola makan rendah serat .

DM tipe 1 : -Poliuri -Polidipsi -Polifagi -Cepat lelah (fatigue) -BB menurun drastis -Gatal-gatal pada kulit *Gejala klinik .

*Gejala klinik DM .umumnya menderita hipertensi. dimulai ketika komplikasi terjadi : -Mudah terkena infeksi -Sukar sembuh dari luka -Daya penglihatan memburuk . hiperlipidemia. obesitas.komplikasi pada pembuluh darah dan syaraf.Hampir tidak dirasakan gejalanya .DM tipe 2 .Penanganan biasanya. dan juga .

-Ciri Fisik -Pemeriksaan Laboratorium -Apabila tidak khas. perlu pengulangan tes laboratorium *diagnosis .

*Dm tipe 1 .

1.Hipoglikemia 2.Hiperglikemia 3.Mikrovaskuler (retinopati.Makrovaskuler 4. neuropati) *Komplikasi dm . nefropati.

pandangan berkunang-kunang. sampai hilang kesadaran. keluar keringat dingin. Apabila tidak segera ditolong dapat terjadi kerusakan otak dan akhirnya kematian. detak jantung meningkat. pitam (pandangan menjadi gelap). lemas.Sindrom hipoglikemia : gejala klinis penderita merasa pusing. gemetar. Kadar GD < 50 mg/dl *Sindrom hipoglikemia .

Penyebab Hipoglikemia : Lupa / sengaja tidak makan Olah raga terlalu berat Obat DM lebih dosis Konsumsi Alkohol Stres Mengkonsumsi obat-obatan lain yang dapat meningkatkan risiko hipoglikemia .

Tujuan Akhir Penatalaksanaan diabetes: * mempunyai tujuan akhir untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas DM. Mencegah atau meminimalkan kemungkinan terjadinya komplikasi diabetes. Menjaga agar kadar glukosa plasma berada dalam kisaran normal 2. *Terapi pada dm . yaitu: 1. dengan dua target spesifik 2 target utama.

Dengan Obat . Tanpa Obat 2.Pendekatan Terapi : 1.

apoteker.Farmakoterapi Non Obat 1. baik dokter. *terapi non obat . Pengaturan Pola Makan 2. Pemantauan kadar glukosa teratur Penderita DM sangat membutuhkan : penyuluhan atau konseling oleh para praktisi kesehatan. ahli gizi maupun tenaga medis lainnya. Olahraga teratur 4. Pengaturan Pola hidup 3.

dan lemak * Karbohidrat : 60-70% * Protein : 10-15% * Lemak : 20-25% *DIET .Makanan seimbang : Karbohidrat. Protein.

1. TERAPI INSULIN 2. ANTIDIABETIK ORAL *farmakoterapi .

pembedahan Wanita hamil.Indikasi : Pada pasien yang mengalami kerusakan sel β pankreas (DM tipe 1) Pada pasien DM tipe 2 yang kadar glukosanya tidak bisa dipertahankan dg Obat Antidiabetik Oral Stress. kerusakan ginjal berat Ketoasidosis diabetik Kontraindikasi/alergi terhadap Antidiabetik oral *Terapi insulin .

m *Cara pemberian insulin .Penyuntikan i.

Intermediate-acting : Insulin masa kerja sedang 3. Insulin reguler : masa kerja singkat (Short- acting/Insulin) 2. Long-acting insulin: Insulin masa kerja panjang *Jenis Insulin . Insulin masa kerja sedang dengan mula kerja cepat 4.1.

5 1-4 6-8 (Shortacting Insulin) .Jenis Sediaan Insulin Mula kerja Puncak Masa kerja (jam) (jam) (jam) Masa kerja Singkat 0. disebut juga insulin reguler Masa kerja sedang 1-2 6-12 18-24 Masa kerja sedang 0-5 4-15 18-24 mula kerja cepat Masa kerja panjang 4-5 14-20 24-36 .

.* *Untuk tujuan terapi. Sediaan homogen human insulin mengandung 25-30 U/mg. Satu UI = jumlah yang diperlukan untuk menurunkan kadar gula darah kelinci sebanyak 45 mg%. dosis insulin dinyatakan dalam unit internasional (UI).

*Vial Novo Nordisk insulin yang sudah dibuka. *Insulin dapat disimpan pada suhu kamar dengan penyejuk 15-20°C bila seluruh isi vial akan digunakan dalam satu bulan. dapat disimpan selama 90 hari bila dimasukkan lemari es. *Penyimpanan insulin .Pada suhu 2-8°C *Insulin vial Eli Lily yang sudah dipakai dapat disimpan selama 6 bulan atau sampai 200 suntikan bila dimasukkan dalam lemari es.

* Penderita dianjurkan untuk memberi tanggal pada vial ketika pertama kali memakai dan sesudah satu bulan bila masih tersisa sebaiknya tidak digunakan lagi.*Penelitian menunjukkan bahwa insulin yang disimpan pada suhu kamar lebih dari 30° C akan lebih cepat kehilangan potensinya. .

*Penfill regular dapat disimpan pada temperatur kamar selama 30 hari sesudah tutupnya ditusuk. .*Penfill dan pen yang disposable berbeda masa simpannya. *Penfill 30/70 dan NPH dapat disimpan pada temperatur kamar selama 7 hari sesudah tutupnya ditusuk.

.*Untuk mengurangi terjadinya iritasi lokal pada daerah penyuntikan yang sering terjadi bila insulin dingin disuntikkan. dianjurkan untuk mengguling-gulingkan alat suntik di antara telapak tangan atau menempatkan botol insulin pada suhu kamar. sebelum disuntikkan.

meliputi obat-obat hipoglikemik golongan biguanida dan tiazolidindion. Obat-obat yang meningkatkan sekresi insulin. meliputi obat hipoglikemik oral golongan sulfonilurea dan glinida (meglitinida dan turunan fenilalanin).PENGGOLONGAN ANTIDIABETIK ORAL / OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL (OHO) 1. 2. yang dapat membantu tubuh untuk memanfaatkan insulin secara lebih efektif *Terapi dengan obat . Sensitiser insulin (obat-obat yang dapat meningkatkan sensitifitas sel terhadap insulin).

antara lain inhibitor α-glukosidase yang bekerja menghambat absorpsi glukosa dan umum digunakan untuk mengendalikan hiperglikemia post-prandial (post-meal hyperglycemia). Inhibitor katabolisme karbohidrat.3. Disebut juga “starch- blocker”. .

DAFTAR OBAT-OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL (OHO) GOLONGAN CONTOH SENYAWA MEKANISME KERJA SULFONILUREA Gliburida Merangsang /Glibenklamida sekresi insulin di kelenjar Glipizida pankreas.  Glikazida hanya efektif Glimepirida pada penderita GLIKUIDON DM dengan sel- sel β pankreas masih berfungsi baik .

GOLONGAN CONTOH SENYAWA MEKANISMME KERJA Meglitinida Repaglinide Merangsang sekresi insulin di kelenjar pankreas Turunan Nateglinide Meningkatkan fenilalanin kecepatan sintesis insulin oleh pankreas .

pankreas. Pioglitazone Berikatan dengan PPARγ (peroxisome proliferator activated receptor-gamma) di otot. jaringan lemak.GOLONGAN CONTOH SENYAWA MEKANISME KERJA Biguanid Metformin Bekerja langsung pada hati (hepar). dan hati  menurunkan resistensi insulin . Tiazolidindion Rosiglitazone Meningkatkan kepekaan Troglitazone tubuh terhadap insulin. menurunkan produksi glukosa hati. Tidak merangsang sekresi insulin oleh klj .

GOLONGAN CONTOH SENYAWA MEKANISME KERJA Inhibitor α. Acarbose Menghambat glukosidase kerja enzim- Miglitol pencenaan yang mencerna karbohidrat.  memperlambat absorpsi glukosa ke dalam darah .

ginjal dan tiroid -Hanya efektif untuk penderita dg sel ß pankreas yang masih berproduksi .GOLONGAN SULFONILUREA -Drug of choice utk penderita yang baru terdeteksi DM dg BB normal atau kurang dan tidak mengalami ketoasidosis -Hati-hati pada pasien dg gangguan fungsi hati.

Golongan Meglitinida dan Turunan Fenilalanin -Cara kerja mirip dg gol sulfonilurea -meningkatkan sintesis dan sekresi insulin oleh kelenjar pankreas -Umumnya digunakan dg kombinasi bersama OHO lain .

menurunkan produksi glukosa hepar .tidak merangsang sekresi insulin .*Golongan Biguanid ( contoh : Metformin ) .bekerja langsung pada hepar.

*Golongan Tiazolidindion (TZD) cara kerja : meningkatkan kepekaan tubuh terhadap insulin menurunkan kecepatan glikoneogenesis .

atau OHO dg insulin -Contoh : kombinasi sulfonilurea dan biguanid .TERAPI KOMBINASI : -Pada kondisi tertentu diperlukan kombinasi -Antar OHO.

obat . bila gagal lagi. baru pertimbangkan beralih pada insulin. lama kerja dan efek samping obat-obat tersebut. gunakan OHO golongan lain. dinaikkan bertahap. Harus diketahui betul: cara kerja. pikirkan kemungkinan adanya interaksi obat. 4. Hipoglikemia harus dihindari terutama pada penderita lanjut usia. Dosis dimulai dengan dosis rendah. Pada kegagalan sekunder terhadap obat hipoglikemik oral. 5. Bila diberikan bersama obat lain. 3.HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGGUNAAN OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL 1. 2.