You are on page 1of 14

Dimas dwityo previanto

Pengertian • Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang jarang ditemukan. penyakit ini diakibatkan oleh berbagai penyebab yang dapat menganggu mekanisme neurohypophyseal – renal reflex sehingga mengakibatkan kegagalan tubuh dalam mengkoversi air . .

Kerusakan ini dapat terjadi sebagai akibat dari : . Kelainan organis Setiap lesi yang merusak unit neurohipofisis dan hipotalamus dapat mengakibatkan diabetes insipidus. Etiologi • 1.

aktinomikosis. • trauma pada kepala terutama fraktur basis cranii. dan germinoma). infundibulum. Terutama tumor supraselar (30% kasus). atau setelah suatu prosedur operatif dekat kelenjar pituitaria atau hipotalamus • Idiopatik DI (30% kasus) • Ensefalopati iskemik atau hipoksia • Familial DI . lues. sarkoidosis.• Operasi (bersifat sementara) • Penyakit infeksi (meningitis. ensefalitis. atau korpus pinealis (terutama kraniofaringioma. ventrikel III. tuberkulosis. dan lain-lain). glioma optik. • Tumor atau kista di daerah kiasma optika.

ginjal mengatur konsentrasi air kemih sesuai dengan kebutuhan tubuh. Penyebab lain dari diabetes insipidus nefrogenik adalah obat-obat tertentu yang bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal . Hormon antidiuretik (yang dihasilkan dari kelenjar hipofisa). memberikan sinyal kepada ginjal untuk menahan air dan memekatkan air kemih. Pengaturan ini merupakan respon terhadap kadar hormon antidiuretik di dalam darah. Dalam keadaan normal. Diabetes insipidus nefritogenik sering disertai retardasi mental. Faktor keturunan yaitu gen sex linked dominant merupakan penyebab kelainan ini. 2. Diabetes insipidus nefrogenik adalah suatu kelainan dimana ginjal menghasilkan sejumlah besar air kemih yang encer karena ginjal gagal memberikan respon terhadap hormon antidiuretik dan tidak mampu memekatkan air kemih. Kelainan ginjal (diabetes insipidus nefrogenik) • Kelainan terletak pada ginjal yaitu tubulus yang tidak peka terhadap hormon antidiuretik (ADH).

5 pg/mL) atau menurun secara bervariasi. dan semakin lama ada variasi keparahan dalam keluarga dan individu. Gejala menurun pada dekade ke 3 dan ke 5. Kadar AVP mungkin tidak ada (< 0. Rantai tunggal pembawa polipeptide ini terbelah dalam granula sekretori dan kemudian disambung lagi ke dalam kompleks AVP-NP sebelum sekresi. dan praprotein yang mengkode berisi AVP dan neurofisin (NPII). Idiopatik • Selain karena penyebab sentral dan nefrogen. Pada sejumlah kecil kasus. . beberapa kasus diabetes insipidus tidak diketahui penyebabnya. Bentuk autosom dominan ditandai dengan onsetnya yang bervariasi mulai sejak lahir sampai umur beberapa tahun. mengakibatkan pewarisan atosom dominan. mutan kompleks AVP NP II mengganggu fungsi allele normal. diabetes insipidus merupakan kelainan herediter. Mutasi yang meyebabkan diabetes insipidus autosom dominan telah dilokalisasi di bagian NP II. 3. Gena berada pada kromosom nomor 20. Meskipun mutasi hanya melibatkan satu allele. protein pembawa hormon.

Patomekanisme DI .

paraventrikular kegagalan sintesis atau penyimpanan kegagalan pelepasan hormone antidiuretik ADH Diabetes insipidus sentral . kerusakan nucleus supraoptik.

diabetes insipidus dibagi menjadi 2 yaitu diabetes insipidus sentral. Hal ini bisa disebabkan oleh kerusakan nucleus supraoptik. paraventrikular. DIS juga timbul karena gangguan pengangkutan ADH akibat kerusakan pada akson traktus supraoptikohipofisealis dan aksin hipofisis posterior di mana ADH disimpan untuk sewaktu-waktu dilepaskan ke dalam sirkulasi jika dibutuhkan. Selain itu.• Secara patogenesis. dan filiformis hipotalamus yang mensistesis ADH. dimana gangguannya adalah karena tidak responsifnya tubulus ginjal terhadap vasopresin. dimana gangguannya pada vasopresin itu sendiri dan diabetes insipidus nefrogenik. • Diabetes insipidus sentral dapat disebabkan oleh kegagalan pelepasan hormone antidiuretik ADH yang merupakan kegagalan sintesis atau penyimpanan. .

atau kuantitatif cukup tetapi tidak berfungsi normal. . ditemukan bahwa DIS dapat juga terjadi karena terbentuknya antibody terhadap ADH. atau sintesis ADH yang kuantitatif tidak mencukupi kebutuhan. Terakhir.• DIS dapat juga terjadi karena tidak adanya sintesis ADH.

Gambaran klinis • Poliuria • Polidipsia • Diuresis biasanya diantara 5-10 liter dengan berat jenis urin dibawah 1.005. • Dehidrasi dan peningkatan zat – zat yang terlarut. .

Pemeriksaan Penunjang 1. 2. Uji coba diteruskan dengan uji vasopressin . Fluid deprivation menurut Martin Goldberg 1. Dilanjutkan dengan uji nikotin 2. Hickey-Hare atau Carter-Robbins test.

Tatalaksana 1. 2. DIS yang komplit. biasanya diperlukan terapi hormone pengganti (hormonal replacement) DDAVP (1-desamino-8-d-arginine vasopressin) yang merupakan pilihan utama. Terapi adjuvant obat-obat ajuvant yang dipakai : – Diuretik Tiazid – Klorpropamid – Klofibrat – karbamazepin .

Prognosis Jika diobati dengan baik diabetes insipidus mengurangi angka kematian .