You are on page 1of 50

a r

a
u - p
- p
aarr u
a pp
o dd a
aatto
r em
em
TTr
Paragonimus westermani
(Kerbert 1878), Braun, 1899

Paragonimus westermani

KLASIFIKASI

Phylum : Platyhelminthes
Klas : Trematoda
Ordo : Distomata
Familia : Troglotrematidae
Genus : Paragonimus
Spesies : Paragonimus westermani

Paragonimus westermani

Epidemiologi
 Epidemiologi
 Kosmopolit
Kosmopolitpada
padamamalia,
mamalia,dijumpai
dijumpaidi
diJepang,
Jepang,
Philipina,
Philipina, Korea,
Korea, India,
India, Muangthai,
Muangthai,Taiwan,
Taiwan,Afrika
Afrika
 Di
DiJepang
JepangdandanRRC
RRCmerupakan
merupakan masalah
masalah
kesehatan
kesehatanmasyarakat
masyarakat karena
karenakebiasaan
kebiasaanmakan
makan
ketam
ketam mentah
mentah
 Di
DiIndonesia,
Indonesia,merupakan
merupakaninfeksi
infeksiautochton
autochtonpada
pada
binatang,
binatang,pada
padamanusia
manusiasebagai
sebagaikasus
kasusimport
import

Paragonimus westermani

Hospes
 Penyakit paragonimiasis atau
ditomiasis paru-paru
 Hospes definitif manusia dan
binatang mamalia anjing,
kucing, harimau
 TRP I keong air
Semisulcaspira libertina,
Syncera spp., Melania, Brotia
sp.
 TRP II ketam air tawar genus
Potamon, Sesarma spp. dan Potamon
Brotia rathbuni TRP
asperata
Semisulcospira TRP IIIdari
dari
libertina
udang batu (crayfish) Paragonimus
Paragonimus westermani
westermani
TRP I dari Paragonimus
westermani
Sumber
Sumber : Atlas
: Atlas of MedicalKedokteran,
Parasitologi Parasitology. Prayong
Zaman Radomyos,
P. Alih Bahasa :dkk.
Anwar C.; Mursal Y.

Paragonimus westermani

Morfologi
 Morfologi Cacing
Cacing Dewasa
Dewasa
 Berwarna
Berwarnacoklat,
coklat,kalau
kalau sedang
sedang aktif
aktif
menyerupai
menyerupai sendok,
sendok,kutikulum
kutikulumberduri
berduri
 Batil
Batil isap
isap sama
samabesar
besar
 Hidup
Hidupdididalam
dalam kista
kistadi
diparu-paru,
paru-paru, tiap
tiap
kista
kistabiasa
biasaberisi
berisidua
dua ekor
ekorcacing,
cacing,juga
juga
dapat
dapatdijumpai
dijumpaipada
pada organ
organ lain
lain

5-5) mm  Kutikulum berduri  Oral dan ventral sucker hampir sama besar  Testis berlobus dalam. tebal (3. letaknya berdampingan. seperti roset Mengakhiri  Kelenjar vitellina berbintik-bintik Pijit “Esc” . di belakang testis  Uterus berkelok. pada garis tengah. Paragonimus westermani MORFOLOGI CACING DEWASA  Ukuran (7.ujung posterior  Porus genitalis di belakang percabangan intestinal  Ovarium besar berlobus.5-12) x (4-6) mm. antara ventral sucker . pada salah satu sisi.

Paragonimus westermani Morfologi Telur Morfologi Telur  Berwarna Berwarna coklat coklat keemasan keemasan  Beroperkulum Beroperkulum  Ukuran 95  Ukuran 95  Keluar Keluar bersama bersama sputum. menetas menetas setelah setelah tiga tiga minggu minggu . sputum.

I.miracidium miracidium berubah berubahmenjadi menjadiredia redia11kemudian kemudianredia redia2.cercaria cercaria berubah berubahmenjadi menjadimetacercaria metacercaria(lima (limabulan) bulan) . 2. akhirnya akhirnyacercaria cercaria  Pada Padatuan tuanrumah rumahperantara perantaraII.Paragonimus westermani SIKLUS HIDUP  Pada Padatuan tuanrumah rumahperantara perantaraI. II.

perut. usus. eksistasi.ke kerongga ronggapleura pleura untuk untukakhirnya akhirnyamasuk masukke keparu-paru paru-paru  Kadang-kadang Kadang-kadangmasuk masukke keorgan organlain. .memasuki memasukirongga ronggaperut.Paragonimus westermani SIKLUS HIDUP  Manusia Manusiaterinfeksi terinfeksidengan denganmemakan memakanTRPTRPIIII yang yangdimasak dimasakkurang kurangsempurna sempurnadan dan mengandung mengandungmetacercaria metacercaria  Di Diduodenum duodenumterjadi terjadieksistasi. menembus menembusdiaphragma. lain. diaphragma.menembus menembus dinding dindingusus.

Zaman P.. telur ditemukan dalam tinja  Telur masuk sirkulasi darah. telur ke bronkus. Alih Bahasa : Anwar C. Mursal Y. timbul gejala akibat penekanan Telur bersama tinja Sumber : Atlas Parasitologi Kedokteran. Paragonimus westermani Tertelan  Habitat paru-paru. . sampai ke organ-organ tubuh  Cacing dewasa dapat ditemukan di otak. terjadi abses. ditemukan pada sputum Telur dalam darah  Sputum tertelan.

 Mula-mula Mula-mulagejala gejalatimbul timbulberupa berupabatuk batukkering. radang. Paragonimus westermani Gejala Klinik dan Patologi  Sekeliling Sekelilingparasit parasitakan akandibentuk dibentuksimpai simpaifibrotik. Selesai Penayangan Klik Tombol “Esc” . kemudian kemudianhemaptoe hemaptoeberwarna berwarnacoklat coklatkarat karat terutama terutamapada padawaktu waktubangun bangunpagipagidisebut disebut endemic endemichemoptysis. membentuk membentuksuatu suatukista kistayang yangbiasanya biasanyaberisi berisidua dua cacing. kering.didi sekitar sekitarkista kistaterjadi terjadiinfiltrasi infiltrasisel selradang.darah darahpurulen purulenserta sertatelur telurcacing. fibrotik. cacing. hemoptysis. cacing.

perut. Paragonimus westermani Gejala Klinik dan Patologi  Cacing Cacingdalam dalamperjalanannya perjalanannyadapat dapattersesat tersesatdan dan membentuk membentukkista kistapada padarongga/ rongga/dinding dindingperut. usus. mesenterium. tinja.omentum omentumatauataudinding dinding usus. kelenjar kelenjarmesenterium.  Telur Telurcacing cacingyang yangberasal berasaldari daridinding dindingusus usus mungkin mungkinakan akankeluar keluarbersama bersamatinja. Selesai Penayangan Klik Tombol “Esc” .

Paragonimus westermani Gejala Klinik dan Patologi  Apabila cacing sampai di otak dapat menimbulkan epilepsi Jackson. menimbulkan tumor yang bergerak. Selesai Penayangan Klik Tombol “Esc” . hemi/mono plegi ataupun gejala lain tergantung lokasi otak yang diserang.  Apabila cacing berada di bawah kulit.

Paragonimus westermani Diagnosa  Diagnosa  Menemukan Menemukantelur telur dalam dalamsputum sputumatau atau di didalam dalamtinja tinja  Reaksi Reaksiimunologi imunologi Selesai Penayangan Klik Tombol “Esc” .

hindarkan hindarkanmemakan memakanketam ketam mentah mentah Selesai Penayangan Klik Tombol “Esc” .Tio Tiobis bisdiklorofenol diklorofenol Pencegahan  Pencegahan  Pengobatan Pengobatanpenderita penderita  Ketam Ketamyang yangakan akandimakan dimakanharus harusdimasak dimasak dengan denganbaik. baik. Bithional. Klorokuin.Paragonimus westermani Pengobatan  Pengobatan  Klorokuin.Bithional.

Ascaris lumbricoides (cacing gelang) KLASIFIKASI Phylum : Nemathelminthes Kelas : Nematoda Subkelas : Phasmidia Ordo : Ascarida Super familia : Ascaridoidea Familia : Ascaridae Genus : Ascaris  Spesies : Ascaris lumbricoides .

1 tahun .Ascaris lumbricoides MORFOLOGI CACING DEWASA  Nematoda usus terbesar  Putih kekuning-kuningan  Bulat panjang. bilateral simetris  Mulut : 3 lipatan bibir dan 1 pasang papil peraba  Dapat hidup 6 bulan .

Yamaguchi Alih Bahasa 1977 : Lesmana Padmasutra.M. Peters W. Ascaris lumbricoides MORFOLOGI DEWASA (BAGIAN MULUT) Tiga lipatan bibir dan 1 pasang papil peraba (Scanning Electron Micrograph) Bibir Papil Dorsal Bibir Subventral Sumber :A Colour Atlas Sumber : Color of Clinical Atlas of Medicine Parasitology. dkk. andT. & Gillers H.Parasitology. .

& Brown H.A. Neva F. 1994.W. Ascaris lumbricoides MORFOLOGI CACING JANTAN Bagian posterior  Ukuran (15-30) cm x (3-5) mm  2 spikula yang dapat ditarik  Bagian posterior melengkung kedepan Sumber : Basic Clinical Parasitology. Bagian posterior .

Ascaris lumbricoides MORFOLOGI CACING JANTAN (BAGIAN EKOR) Dua spikula (SP) yang dapat ditarik (Scanning Electron Micrograph) Sumber :A Colour Atlas of Clinical Parasitology. Alih Bahasa : Lesmana Padmasutra. dkk. . Yamaguchi T.

W.A. . Ascaris lumbricoides MORFOLOGI CACING BETINA  Ukuran (22-35) cm x (3-6) mm  Vulva 1/3 anterior tubuh Sumber : Basic Clinical Parasitology. & Brown H. 1994. Neva F.

1999 Sumber : Atlas of Medical Parasitology. coklat  :albuminoid.  Tengah : kitin (polisakarida)  Dalam : membran vitellin (sterol). kuat Albuminoid Kitin Vitellin Sumber : Parasitologi FK UNPAD. bulat/oval. 60 xkeluar dinding bersama tinja belum matang kuat  Ada 3 bentuk :  Terapung dalamdibuahi  Yang larutan garam jenuh  Dinding  3Dekortikasi lapis  Luar Tidak dibuahi bergerigi. Ascaris lumbricoides MORFOLOGI TELUR  Telur yang dibuahi tergantung kesuburan dalam usus  Ukuran  Ukuran  Telur 45 . Radomyos P.. . dkk.

Ascaris lumbricoides MORFOLOGI TELUR  Gambaran lapisan albuminoid yang tebal dan ireguler dari A. Alih Bahasa Anwar C. . dan Mursal Y. suum (Scanning Electron Micrograph). tampak :  Lapisan albuminoid Albuminoid  Struktur seperti operkulum  Bakteri Seperti operkulum Bakteri Sumber :Atlas Parasitologi Kedokteran oleh : Zaman V.

dkk. Ascaris lumbricoides MORFOLOGI TELUR  Telur yang dekortikasi  Telur yang dibuahi. .. kehilangan lapisan albuminoid  Terapung dalam larutan garam jenuh Sumber : Atlas of Medical Parasitology. Radomyos P.

M. . & Gillers H. Ascaris lumbricoides MORFOLOGI TELUR  Telur yang tidak dibuahi  Ukuran 90 x 40 . 1977 Peters W. dinding tipis  Dihasilkan betina tak subur atau terlalu cepat dikeluarkan betina subur  Tenggelam dalam larutan garam jenuh Sumber : Color Atlas of Medicine and Parasitology.

. Alih1999 Bahasa : Lesmana Padmasutra. T. : Parasitologi Yamaguchi FK UNPAD. Ascaris lumbricoides MORFOLOGI TELUR Telur yang berembrio (infektif) Sumber :A Colour Atlas of Clinical Sumber Parasitology. dkk.

Ascaris lumbricoides SIKLUS HIDUP PERUBAHAN TERJADI DI DUA TEMPAT. YAITU :  DI DALAM TUBUH MANUSIA  DI LUAR TUBUH MANUSIA (TANAH)  Pematangan telur  Penularan telur infektif pada hospes .

Migrasi larva larva menembus mukosa usus terbawa dalam darah aliran darah  Ke jantung kanan.bronhiolus . Telur belum matang .tertelan  Sampai di usus halus - dewasa Sumber : Medical Parasitology in Plates Piekarski G. paru- Larva Dewasa paru  Alveoli .bronkus - trakea . Ascaris lumbricoides SIKLUS HIDUP DI DALAM TUBUH MANUSIA  Telur matang tertelan Tertelan Telur matang  Menetas di lambung.

Ascaris lumbricoides SIKLUS HIDUP DI LUAR TUBUH MANUSIA (Pematangan telur) MENGKONTAMINASI PEMATANGAN TANAH DAN AIR TELUR DI TANAH 20-24 Hari Telur belum (Jeffrey 1-2 minggu) matang .

Ascaris lumbricoides SIKLUS HIDUP DI LUAR TUBUH MANUSIA (Pematangan telur) Telur matang .

serangan asma bibir. urtikaria.sembab sembab bibir. Ascaris lumbricoides PATOGENESIS DAN GEJALA KLINIS Keluhan karena efek langsung oleh (1). serangan asma   Sindroma SindromaLoffler Loffler: :  Ascaris pneumonia (batuk) Ascaris pneumonia (batuk)  Hipereosinofili Hipereosinofili  Thoraks foto : bercak putih Thoraks foto : bercak putih sementara sementara   Migrasi Migrasilarva larva . Larva   Manifestasi Manifestasialergi alergi: :urtikaria.

Ascaris lumbricoides PATOGENESIS DAN GEJALA KLINIS Keluhan karena efek langsung oleh (2). Cacing dewasa   Iritasi Iritasi lipatan lipatan mukosa mukosa usus usus   Penyumbatan Penyumbatan -.ileusileus   Erratic Erratic migration migration   Kompetisi Kompetisi absorbsi absorbsi sari sari makanan makanan dan dan vitamin vitamin  Akibat  Akibat zatzat dari dari cacing cacing hidup/ hidup/ mati mati .

Ascaris lumbricoides DIAGNOSA Diagnosa Laboratorium  Menemukan telur dalam tinja dengan metoda :  Natif  Konsentrasi  Menemukan larva dalam sputum  Cacing dewasa keluar dari anus. hidung  Pemeriksaan kwantitatif untuk menentukan tingkat infeksi  Bila perlu : thorax foto . mulut.

pengobatan 2x /tahun ? Mebendazole Mebendazole  Prevalensi (10-20) %. lumbricoides di suatu daerah : Obat-obat Obat-obat  Prevalensi > 30 %. pengobatan 3x/tahun Pirantel  Pirantel  Prevalensi (20-30) Pamoat Pamoat %. pengobatan 1x /tahun  Prevalensi < 10 %. pengobatan hanya kasus (+) .individual Oksantel  OksantelPamoat Pamoat Piperazin  Piperazin Albendazole  Albendazole . Ascaris lumbricoides PENGOBATAN MASAL PENGOBATAN Didasarkan pada prevalensi A.

Ascaris lumbricoides PENCEGAHAN Pengobatan  Pengobatan penderita penderita Menyediakan  Menyediakan MCKMCK yang yang memenuhi memenuhi syarat syarat sanitasi sanitasi Penyuluhan  Penyuluhan dandan pendidikan pendidikan kesehatan kesehatan Pemeriksaan  Pemeriksaan kesehatan kesehatan balita balita yang yang rutin rutin dan dan teratur teratur .

Echinococcus alveolaris Klasifikasi : • Phylum : Platyhelminthes • Klas : Cestoda • Ordo : Cyclophyllidea • Genus : Echinococcus • Spesies : Echinococcus alveolaris .

Rusia.Epidemiologi  Epidemiologi –– Parasit Parasit ini ini ditemukan ditemukan di di Balkan. Eropa. Australia. Selandia Selandia Baru Baru –– Merupakan Merupakan penyebab penyebab hidatidosis hidatidosis . Siberia. Rusia. Jepang. RRC. Australia. asia asia tengah. Balkan. RRC. Eropa. Jepang. Alaska. Siberia. tengah. Alaska.

serigala. serigala. ladang. Rubah.Tupai Tupaitanah tanah . karnivora karnivoralain lain Hospes HospesPerantara Perantara Manusia.Hospes  Hospes Definitif Definitif Rubah. kucing.Mencit Mencitladang.kucing. Manusia. anjing.anjing.

skoleks.Morfologi  Morfologi cacing cacing dewasa dewasa Ukuran  Ukuran 1.2-4. leher leher dan dan strobila strobila Skoleks  Skoleks bulat bulat dan dan dilengkapi dilengkapi 44 batil batil isap isap dan dan rostelum rostelum dengan dengan kait-kait kait-kait Memiliki  Memiliki 4-5 4-5 proglotid proglotid .5 mm mm Terdiri  Terdiri dari dari skoleks.2-4.5 1.

Siklus Hidup  Cacing Cacingdewasa dewasahidup hidupdidiusus usushalus halusanjing anjing  Hospes Hospesperantara perantaraterinfeksi terinfeksibila bilamenelan menelantelur telur dari daritinja tinjaanjing anjing  Dalam Dalamtubuh tubuhhospes hospesperantara perantaratelur telurmenetas menetas menjadi menjadilarva larvayang yangdisebut disebutkista kistahidatid hidatid  Kista Kistadapat dapatmenyebar menyebarke keorgan organdalam dalamlain lain .

granulosus E.Gejala Klinis dan Patalogi Kista Kista hidatid hidatid tumbuh tumbuh seperti seperti tumor tumor ganas ganas Gejala  Gejala lebih lebih berat berat dari dari hidatidosis hidatidosis E.granulosus .

PCR PCR .. Tes Tes imunologi imunologi . ELISA. tinja. ELISA.Diagnosa  Diagnosa Sampel Sampel tinja.

. Prazikuantel Prazikuantel Pencegahan  Pencegahan Menghindari  Menghindarikontak kontakdengan dengantinja tinja anjing anjing Diberikan  Diberikanantihelmintik antihelmintik terhadap terhadap anjing anjing liar liar .Mebendazol.Pengobatan  Pengobatan Albendazol Albendazol. Mebendazol.

Echinococcus granulosus Klasifikasi : • Phylum : Platyhelminthes • Klas : Cestoda • Ordo : Cyclophyllidea • Genus : Echinococcus • Spesies : Echinococcus granulosus .

 Morfologi  Morfologi cacing cacing dewasa dewasa Ukuran Ukuran 3-63-6 mm mm Terdiri Terdiri dari dari skoleks. mature. immature. 11 proglotid proglotid gravid gravid Proglotid Proglotid terminal terminal paling paling panjang panjang dan dan lebar lebar . leher leher dan dan strobila strobila Skoleks Skoleks bulat bulat dan dan dilengkapi dilengkapi 44 batil batil isap isap dan dan rostelum rostelum dengan dengan kait-kait kait-kait Hanya Hanya mempunyai mempunyai 11 proglotid proglotid immature. skoleks. 11 proglotid proglotid mature.

otak.otot ototdan dan tulang) tulang) Didalam Didalamorgan organtersebut tersebutakan akanterbentuk terbentukkista kista hidatid hidatid . ginjal. (hati. Siklus Hidup Dalam Tubuh Hospes Perantara Telur Telurdikeluarkan dikeluarkanbersama bersamatinja tinja anjing anjingatau atau hospes hospesdefinitif definitiflain lain Bila Bilatelur telurtermakan termakanoleh olehhospes hospesperantara perantara maka makaakan akanmenetas menetasdididuodenum duodenumdan danembrio embrio yang yangdikeluaran dikeluaranakan akanmenembus menembusdinding dindingusus usus Kemudian Kemudianmasuk masukkekesaluran saluranlimfe limfedan dan pembuluh pembuluhdarah darahmenuju menujuke keorgan-organ organ-organlainlain (hati.otak.limpa.paru-paru.ginjal. paru-paru. limpa.

Dalam Tubuh Hospes Definitif Bila  Bilakista kistatermakan termakanoleh olehhospes hospesdefinitif definitif maka makakista kistaakan akanmenjadi menjadicacing cacingdewasa dewasa di diusus usushalus halus .

Gejala Klinis dan Patalogi Kista Kista E. hidatid.granulosustumbuh perlahan perlahan sehingga sehingga pasien pasien dapat dapat mengalami mengalami masa masa terinfeksi terinfeksi tanpa tanpa gejala gejala Dapat Dapat terjadi terjadi syok syok anafilaktik anafilaktik apabila apabila terjadi terjadi desakan desakan kista kista hidatid. cairan cairan kista kista yang yang dapat dapat menimbulkan menimbulkan reaksi reaksi alergi alergi dan dan pecahnya pecahnya kista kista sehingga sehingga cairan cairan kista kista masuk masuk ke ke dalam dalam pembuluh pembuluh darah darah .granulosustumbuh E.

USG. CT CT scan. ELISA. imunofluoresensi imunofluoresensi indirek. USG. Diagnosa Diagnosa Tes  Tes Pencitraan: Pencitraan: radiologi. scan. MRI MRI Uji  Uji Serologi Serologi :: ELISA. imunoblot imunoblot . radiologi. indirek.

 Albendazol. Mebendazol Mebendazol .Pengobatan  Pengobatan Pembedahan  Pembedahan merupakan merupakan yang yang paling paling dianjurkan dianjurkan Albendazol.