You are on page 1of 22

Leptospirosis

Lisa Sari
102015189

Mind Mapping Anamnesis
Pemeriksaan
Prognosis Fisik dan
Penunjang

Pencegahan Diagnosis

Komplikasi Etiologi

Epidemiolog
Pengobatan
i

Patogenesis

 Daerah tempat tinggal mengalami banjir 1 minggu yang lalu. sanitasi air kurang  Demam yang tinggi sepanjang hari disertai menggigil  Nyeri tekan pada betis. informasi pasien yang diperoleh adalah seperti berikut:  Laki laki.  Berusia 45 tahun. pekerjaan.Anamnesis  Data pribadi  Riwayat (perjalanan. .  Lingkungan padat penduduk. lingkungan) Dalam skenario yang diberikan.

costae  Frekuensi nafas 18x/menit  Konsentrasi lunak  Kedua betis nyeri tekan .  Tampak sakit sedang  Subconjungtival  Tekanan darah 120/80 mmHg  Pada abdomen  Frekuensi nadi 90x/menit  Nyeri tekan kanan atas  Hepar teraba 2 jari di bawah arcus  Suhu 390C.Pemeriksaan Fisik  Pemeriksaan Mata (inspeksi)  Kesadaran compos mentis  Terdapat Sclera tampak Ikterik.

Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium rutin untuk mengetahui komplikasi dan keterlibatan beberapa organ tubuh. pemeriksaan laboratorium yang didapat adalah: . Berdasarkan kasus. Pemeriksaan kadar darah lengkap (complete blood count-CBC) sangat penting.

. dan isolasi bakteri penyebab.Diagnosis  Melalui gejala klinis. pemeriksaan serologi.

 Nyeri otot.  Mata merah atau Fotofobia. occipital. Gejala dan keluhan yang sering muncul adalah:  Demam yang muncul secara mendadak.  Sakit kepala terutama di bagian frontal. Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh mikro organisme Leptospira Interogans tanpa memandang bentuk spesifik serotipenya.Diagnosis Kerja Pasien diduga mengidap penyakit infeksi Leptospirosis. dan temporal.  Mual dan muntah .

Bruselosis  Meaningitis aseptic viral .fever of unknown origin (FUO) .Diagnosis Banding  Influenza yang sporadic .Pneuomonia atpik  Riketsiosis .Penyakit susunan darah yang akut  Glandular fever .DBD  Semua penyakit dengan ikterus .

Etiologi  Leptospirosis disebabkan oleh genus leptospira. Terdapat gerak rotasi aktif.  Untuk mengamati lebih jelas gerakan leptospira digunakan mikroskop lapang gelap (darkfield microscope).  Salah satu ujung organism sering membengkak. Ciri khas organism ini yakni berbelit. panjangnya 5-15 um. tipis. membentuk suatu kait. suatu mikroorganisme spirochaeta. tetapi tidak ditemukan adanya flagella. . fleksibel. family treponemataceae.

marmot atau binatang-binatang pengerat lainnya seperti tupai.  Di Indonesia Leptospirosis ditemukan di DKI Jakarta. kuda. Di Yogyakarta. dan lain sebagainya. lembu. Sulawesi Utara. Kalimantan TImur. dan Kalimantan Barat. Jawa Barat. Riau. Lampung. NTB. Bali. Sumatera Selatan. Sulawesi Selatan.  Didalam tubuh binatang tersebut.Epidemiologi  Leptospirosis tersebar di seluruh dunia. babi. kelelawar. leptospira hidup di dalam ginjal/air kemihnya.  Leptospira bisa terdapat pada binatang piaraan anjing. Sumatera Barat. Sumatera Utara. Jawa Tengah. musang. namun terbanyak didapati didaerah tropis. kucing. Bengkulu. . di semua benua kecuali benua Antartika.

tanah. menyebar ke seluruh tubuh  Bakterimia terjadi selama fase leptospiremik akut  Tubuh membentuk antibodi yang bersifat leptospirisid  Leptospira dieliminasi dari semua jarigan  Kecuali mata. air minum. kontak langsung. keluar bersama urin (leptospirurik) . otak.Patogenesis  Masuk melalui kulit atau selaput lendir  Luka. air. atau makanan (urin)  Leptospira masuk ke darah. dan ginjal  Bakteri berkembang biak di tubulus kontortus ginjal.

 Mekanisme kerja bakteri Leprospira belum terpecahkan. Tidak ada endotoksin atau eksotosin yang dapat dikaitkan. melainkan lesi (histologik)  Kerusakan tingkat subselular  Kerusakan endotel .  Bukan kerusakan struktur organ.

Leptospirosis  Masa inkubasi berkisar antara 2-6 hari ( kebanyakan 7-13 hari dengan rata-rata 10 hari)  Ciri-ciri penyakit tidak begitu khas  Terbagi atas dua fase 1. Fase imun . Fase leptospiremia 2.

kulit dengan ruam berbentuk makulapapular/macular/urtikaria tersebar pada badan. splenomegali dan hepatomegali . diare. berlangsung secara tiba-tiba dengan gejala awal adalah:  Sakit kepala di bagian frontal.Fase Leptospiremia  Fase ini ditandai dengan adanya leptospira didalam darah dan cairan serebrospinal. betis dan pinggang disertai nyer tekan  Myalgia yang diikuti dengan hiperestesi kulit  Demam tinggi yang disertai menggigil  Mual tanpa atau disertai muntah. hemoptisis. penurunan kesadaran dan injeksi konjugtiva  Injeksi faringeal. oksipital atau bitemporal  Myalgia dan nyeri tekan pada otot. gastrocnemius yang hebat terutama pada paha. batuk  Sakit dada.

 Iridoskilitis. neuritis optic. . dinyatakan ada fase ke-3 (konvalesen) yang ditandai dengan gejala klinis yang sudah berkurang dapat timbul kembali (2-4minggu).Fase Imun Titer antibodi IgM terbentuk dan meningkat  Gejala asimpatomimetik selama 1-3 hari  Demam jarang melebihi 390C. ensefalitis dan neuropati perifer Nb: dalam buku penyakit tropis karangan widoyono. mielitis.

hati. perdarahan. o Moralitas tinggi o Menyebabkan ikterik . kolaps vaskular. Leptospirosis Ikterik o Lebih berat o Syndrom weil o Gangguan fungsi ginjal.Dilihat dari gejalanya: 1. Leptospirosis anikterik o Umum dan lebih ringan o Kematian jarang terjadi o Meningitis (sering salah diagnosa disini) o Permulaan mendadak. muntah/mual. penurunan kesadaran berat. dll o Tidak menyebabkan ikterik 2. myalgia. nyeri kepala. demam.

ampisilin atau eritromisin dapat diberikan. sesuai dengan indikasi  Pengobatan suportif diberikan sesuai keparahan penyakit dan komplikasi yang timbul  Untuk kasus leptospirosis berat.Pengobatan  Pemberian antibiotik dilakukan secepat mungkin.  Sedangkan untuk kasus-kasus ringan. dapat diberikan antibiotika oral tetrasiklin. doksisiklin. amoksisliin. . ampisilin atau amoksisilin maupun sefalosforin. pemberian intra vena penisilin G.

Komplikasi  Ginjal  Hati  Jantung  Otot rangka  Mata  Pembuluh darah  Susunana saraf pusat .

diberikan pada orang berisiko tinggi bila menderita demam. tetapi jangan lupa mengambil spesimen sebelumnya.  Pemberian doksisiklin 200 mg perminggu dapat juga melindungi terjadinya leptospirorsis.Pencegahan Pengobatan Pencegahan non medika  Higien Perorangan  Kebersihan Lingkungan  Vaksinasi Pengobatan Pencegahan medika  Penisilin 2juta unit perhari selama 7 hari. .

Prognosis  Baik bila ditangani dengan cepat dan benar. .

.Kesimpulan Pada skenario 10. fase leptospiremia. Bakteri leptospira masuk kedalam tubuh saat banjir terjadi. pasien yang mengalami panas tinggi sampai menggigil secara terus menerus disertai myalgia pada betis dan ikterus menderita leptospirosis.

THANK YOU .