You are on page 1of 27

SUPERVISI

M. Asrorun Niam
Kelompok II

Pengertian Supervisi
Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembinaan dan
peningkatan kemampuan pihak yang disupervisi agar mereka
dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan
secara efisien dan efektif (Huber, 2000).
Supervisi keperawatan adalah kegiatan pengawasan dan
pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh
supervisor mencakup masalah pelayanan keperawatan,
masalah ketenagaan dan peralatan agar pasien mendapat
pelayanan yang bermutu setiap saat.

Peningkatan efektifitas kerja ini erat hubungannya dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan bawahan. . 2. Supervisi dapat lebih meningkatkan efesiensi kerja. harta dan sarana) yang sia-sia akan dapat dicegah. serta makin terbinanya hubungan dan suasana kerja yang lebih harmonis antara atasan dan bawahan. MANFAAT SUPERVISI 1. sehingga pemakaian sumber daya (tenaga. Supervisi dapat meningkatkan efektifitas kerja. Peningkatan efesiensi kerja ini erat kaitannya dengan makin berkurangnya kesalahan yang dilakukan bawahan.

Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kinerja pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan (Suarli dan Bachtiar. TUJUAN SUPERVISI Tujuan supervise diarahkan pada kegiatan. 2006). 2009). mengorientasikan staf dan pelaksama keperawatan. . memberikan arahan dalam pelaksanaan kegiatan sebagai upaya untuk menimbulkan kesadaran dan mengerti akan peran dan fungsinya sebagai staf dan difokuskan pada pemberian pelayanan kemampuan staf dan pelaksanaan keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan. (Arwani & Supriyatno. Tujuan supervise menurut Arikunto (2006) adalah memberikan bantuan teknis dan pembimbingan agar mampu meningkatkan kualitas kinerjanya terutama dalam melaksanakan tugas.

Pembagian tugas. SASARAN SUPERVISI Sasaran yang harus dicapai dalam supervisi adalah sebagai berikut : 1. 5. (Suyanto. Staf yang berkualitas dapat dikembangkan secara kontinue/sistematis 4. Tidak terjadi penyimpangan/penyelewengan kekuasaan. Pelaksanan tugas sesuai dengan pola 2. Penggunaan alat yang efektif dan ekonomis. Struktur dan hirarki sesuai dengan rencana 3. Sistem dan prosedur yang tidak menyimpang 6. wewenang ada pertimbangan objek/rational 7. 2009) . kedudukan dan keuangan.

fleksibel dan dapat mengembangkan kelebihan masing-masing perawat yang disupervisi. Didasarkan atas hubungan profesional dan bukan pribadi.Supervisi dilakukan secara teratur dan berkala. Supervisi dilakukan sesuai dengan struktur organisasi 2. Harus objektif dan sanggup mengadakan “self evaluation”. 3. supporting dan informal. Harus progresif. 11. 9. 12.Supervisi dilaksanakan secara fleksibel dan selalu disesuaikan . Membentuk hubungan kerjasama yang demokratis antara supervisor dan staf. Konstruktif dan kreatif dalam mengembangkan diri disesuaikan dengan kebutuhan. 7. Bersifat edukatif. PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI KEPERAWATAN 1. 8. Kegiatan direncanakan secara matang. 4. inovatif. Memberikan perasaan aman pada staf dan pelaksana keperawatan 6.Dapat meningkatkan kinerja bawahan dalam upaya meningkatkan kualitas asuhan keperawatan. 10. 5.

Model konvensional 2. Model ilmiah 3. Model artistic (Suyanto. Model klinis 4. 2008) . MODEL-MODEL SUPERVISI KEPERAWATAN 1.

One to one supervision 3. Team of staff supervision (kementerian Kesehatan. Self supervision 2. 2010) . Group supervision 4. PENERAPAN SUPERVISI KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT 1.

Pengamatan langsung yang tidak terstandardisasi dapat menggangu objektivitas 3. TEHNIK SUPERVISI KEPERAWATAN A. Pengamatan langsung yang tidak jelas sasarannya dapat menimbulkan kebingungan. karena pelaksana supervisi dapat terperangkap pada sesuatu yang bersifat detail 2. Kerja sama Agar komunikasi yang baik dan rasa memiliki ini dapat muncul. Sasaran pengamatan. Objektivitas pengamatan. Pendekatan pengamatan. Pengamatan langsung sering menimbulkan berbagai dampak dan kesan negatif B. pelaksana supervisi dan yang disupervisi perlu bekerja sama dalam penyelesaian masalah . Pengamatan langsung hal lain yang harus diperhatikan: 1.

Pengetahuan 2. Kompetensi entrepreneurial 3. Kemampuan berinteraksi . Kompetensi intelektual 4. Kemampuan sosioemosional 5. KOMPETENSI SUPERVESOR Menurut Bittel (1996 dalam Kementrian Kesehatan 2010) kompetensi supervisor meliputi : 1.

. Memberi justifikasi proyeksi anggaran unit yang dikelola. B. 7. Manajemen anggaran 4. Kegagalan supervisi dapat menimbulkan kesenjangan dalam pelayanan keperawatan. kerjasama dengan tenaga kesehatan lain yang terkait. Membantu menilai rencana keseluruhan dikaitkan dengan dana tahunan yang tersedia dan mengembangkan tujuan unit yang dapat dicapai sesuai tujuan RS 5. 6. Menetapkan dan mempertahankan standar praktik keperawatan 2. tetapi memerlukan praktik dan evaluasi penampilan agar dapat dijalankan dengan tepat. Menilai kualitas asuhan keperawatan dan pelayanan yang diberikan 3. TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB SUPERVESOR A. Mengembangkan peraturan dan prosedur yang mengatur pelayanan keperawatan. Supervisi yang berhasil guna dan berdaya guna tidak dapat terjadi begitu saja. Membantu mendapatkan informasi statistik untuk merencanakan anggaran keperawatan. Manajemen pelayanan keperawatan 1.

Preceptorship Adalah dosen atau instruktur dan memiliki arti yaitu cara belajar perawat yang dinamik sebagai interaktif proses yang tidaj bisa direncanakan karena banyak hal yang tidak terduga.Sistem yang Mendukung Penerapan Supervisi Keperawatan Sistem yang mendukung penerapan supervise bagi seorang supervisor menurut Kementerian Kesehatan (2010) adalah : 1. dimana melakukan pembelajaran seperti mengajar. Preceptorship juga mengidentifikasi pengalaman perawat dengan tanggung jawabnya pada sekelompok klien. instruktur. supervise dan role model. Mentorship Adalah perawat professional yang mempunyai pengalaman dalam membimbing. 2. membagi pengalaman dan pengetahuan dengan perawat baru agar menjadi perawat professional. .

3. 2. B. Supervisi secara tidak langsung Supervisi dilakukan melalui laporan baik tertulis maupun lisan. . reinforcement dan petunjuk. Setelah selesai. Secara Langsung. supervisor dapat member dukungan. CARA SUPERVISI A. dimana supervisor dapat terlibat dalam kegiatan. Supervisor tidak melihat langsung apa yang terjadi dilapangan sehingga mungkin terjadi kesenjangan fakta. Reinforcement pada aspek yang positif sangat penting dilakukan oleh supervisor. Adapun prosesnya adalah: 1. feed back dan perbaikan. Supervisi dilakukan secara langsung pada kegiatan yang sedang berlangsung. Selama proses. supervisor dan perawat pelaksana melakukan diskusi yang bertujuan untuk menguatkan yang telah sesuai dan memperbaiki yang masih kurang. Perawat pelaksana melakukan secara mandiri suatu tindakan keperawatan didampingi oleh supervisor.

Bertanggung jawab untuk melakukan supervisi pelayanan keperawatan yang diberikan pada pasien diruang perawatan yang dipimpinannya 2. Ruang perawatan dan unit pelayanan yang berada di bawah unit pelaksana fungsional (UPF) mempunyai pengawas yang bertanggung jawab mengawasi jalannyaa pelayanan keperawatan. Kepala Ruangan. Pengawasan perawataan ( Supervisor ). kepala bidang keperawatan bertanggung jawab untuk melakukan supervisi baik secara baik secara langsunng atau tidak langsung melalui para pengawas perawatan . Kepala Bidang Keperawatan. SUPERVISOR KEPERAWATAN Supervisi keperawatan dilaksanakan oleh personil atau bagian yang bertanggung jawab antara lain : 1. Sebagai top manajer dalam keperawatan. 3.

Supervisor memanggil PP dan PA untuk mengadakan pembinaan dan klarifikasi permasalahan. 6.Supervisor memberikan reinforcement dan follow up perbaikan.Supervisor memberikan feedback dan klarifikasi (sesuai hasil laporan supervisi). 2. Pasca supervise . KEGIATAN SUPERVISI Prasupervisi 1. Supervisor mendapat beberapa hal yang memerlukan pembinaan. Supervisor memberikan penilaian supervise (F-Fair) 10. . 7. Supervisor melakukan Tanya jawab dengan perawat. 4. Supervisor mengklarifikasi permasalahan yang ada. Supervisor menetapkan kegiatan yang akan disupervisikan. wawancara dan memvalidasi data sekunder. 8. Pelaksanaan supervisi 3. 11. Supervisor menilai kerja perawatberdasarkan alat ukur atau instrument yang telah disiapkan.3F 9. Pelaksanaan supervise dengan inspeksi. 5. Supervisor menetapkan tujuan dan kompetensi yang akan dinilai.

TERIMA KASIH .

Asrorun Niam Kelompok II .PENDELEGASIAN M.

DEFINISI PENDELEGASIAN Pendelegasian dapat diartikan penyelesaian suatu pekerjaan melalui orang lain atau dapat juga diartikan sebagai pelimpahan suatu tugas kepada sseorang atau kelompok dalam menyelesaikan tujuan organisasi (Marquis dan Huston. 1998:274). .

Ketidakefektifan atau kesalahan yang sering ditemukan dapat dibedakan menjadi tiga hal. Pendelegasian yang Terlalu Sedikit (Under-delegation) 2. yaitu : 1. Pendelegasian yang Tidak Tepat (Improper-delegation) . Pendelegasian yang Berlebihan (Over-delegation) 3.

Kemampuan (accountability): kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas limpah. KONSEP PENDELEGASIAN Pendelegasian yang baik tergantung dari keseimbangan antara 3 komponen utama. Tanggung jawab (responsilibilitary): suatu rasa tanggung jawab terhadap penerimaan suatu tugas. 3.penerima tugas limpah untuk mengambil suatu keputusan terhadap tugas yang dilimpahkan. 2. . Wewenang (authority): pemberian hak dan kekuasaan. yaitu: 1.

Seorang delegasi harus terlibat aktif. Konsep tentang dukungan perlu diberikan kepada semua anggota 5. Pendelegasian bukan suatu sistem untuk mengurangi tanggung jawab 2. KONSEP DASAR PENDELEGASIAN YANG EFEKTIF 1. Tanggung jawab dan otoritas harus didelegasikan secara seimbang. Perawat primer menyusun tujuan tindakan keperawatan 3.Ia harus dapat menganalisis otonomi yang dilimpahkan untuk dapat telibat aktif . dan mengembangkan kemampuan dalam mencapai tujuan organisasi 4. Proses pelimpahan membuat seseorang melaksanakan tanggung jawabnya mengembangkan wewenang yang dilimpahkan.

Lakukan supervisi yang tepat . CARA PEDELEGASIAN 1.Seleksi dan susunan tugas 2.Berikan arahan dan motivasi kepada staf 4.Seleksi orang yang tepat 3.

Target waktu Seorang PP atau Ners harus memberian target waktu dalam memberikan pendelegasian kepada PA. . Tujuan spesifik Tujuan yang spesifik dan jelas baik secara fisik maupun psikis harus jelas 2.PEDOMAN PENDELEGESAIAN WEWENANG YANG EFEKTIF 1. Pelaksanaan tindakan keperawatan PP harus mengidentifikasi dan memberikan petunjuk intervensi keperawatan yang sesuai terhadap kebutuhan klien. 3.

Mereka tidak senang terhadap melaksanakan pendelegasiaannya g. Mereka tidak senang terhadap yang -. Mereka takut akan terjadi penumpukan didelegasikan.3. Mereka tidak aman karena: b. Mereka tidak berfikir bahwa stafnya siap atau supervisor akan mendukungnya mengharapkan tugas tersebut h.KEGAGALAN MANAJER DALAM PENDELEGASIAN DAN MENGAPA STAF MENJADI RESISTEN Mengapa Manajer Gagal Mengapa Staf Resistan a.4. Mereka tidak mengetahui bagaimana delegasi dapat dilaksanakan Tabel 2. Mereka tidak memiliki otonomi untuk a. Mereka mempunyai pengalaman yang tidak dikerjai oleh atasannya menyenangkan terhadap pendelegasian d. Sebab kegagalan manajer dan Karakteristik staf (W. tidak adanya penghargaan pekerjaan f. Mereka kurang percaya diri/pesimis bahwa b. Umiker dikutip oleh Rowland dan Rowland. Mereka takut bahwa delegasi akan dikerjakan d. Mereka perkerja keras atau perfeksionis untuk mengerjakan b. Upaya pertama telah gagal -. Mereka berfikir tidak mempunyai cukup waktu lebih baik jika dikerjakan sendiri e. Mereka befikir tidak mempunyai kemampuan a. Mereka berfikir bahwa akan dimanipulasi atau c. Aktivitasnya mungkin tidak disetujui manajer -. Mereka takut bahwa delegasi akan gagal c. 1997) .

KEBERHASILAN PENDELEGASIAN Keberhasilan pendelegasian akan ditentukan oleh faktor-faktor berikut: 1. Monitoring 4. Ketersediaan sumber dan sarana 3. Komunikasi yang jelas dan lengkap 2. Pelaporan kemajuan tugas limpah .

Hendaklah kita setia pada kesepakatan yang telah dibuat.HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PENDELEGASIAN 1. Dan mintalah dia mulai bekerjamelaksanakan tugas yang kita serahkan kepadanya 4. beritahukanlah bagaimana kita dapat membantunya demi suksesnya pelaksanaan tugas itu 5. Jelaskan permintaan itu dengan tnang dan dalam situasi santai. Sampaikanlah harapan kita dan jelaskan kekuasaan yang kita berikan kepadanya. Perhatikanlah orang yang hendak kita beri delegasi. apabila dia ingin perubahan bicarakanlah pada dia dan utarakan alasan alasannya . mengapa orang itu kita minta dan apa tepatnya hal yang akan kita minta kepadanya 2. Jika dia sanggup. orang yang akan kita beri delegasi kita beri latar belakang tugas dan hal – hal yang mungkinakan tersangkut dalam tugas itu 3.

TERIMA KASIH .