AUDIT INVESTIGASI

INVESTIGATIVE AUDIT & FORENSIC
ACCOUNTING

Kelompok 5
Arif Adrian Purwandhana ( 55515110048 / 09 )
Maryati ( 55515110090 / 28 )
Dwi Yuli Wahyu Utomo ( 55515110101 / 29 )

Latar Belakang
 Seiring perkembangan dunia usaha yang semakin
kompleks, berkembang pula praktik kejahatan
dalam bentuk kecurangan (fraud) ekonomi. Jenis
fraud yang terjadi pada berbagai negara bisa
berbeda, karena dalam hal ini praktik fraud antara
lain dipengaruhi kondisi hukum di negara yang
bersangkutan.
 Banyak terdapat penyimpangan dan kesalahan
yang dilakukan seseorang dalam menafsirkan
catatan keuangan. Hal itu menyebabkan banyaknya
kerugian yang besar bukan hanya bagi orang yang
bekerja, akan tetapi juga pada investor yang
menanamkan dananya pada perusahaan tersebut.
 Pada tahun 2008-2009, korupsi sudah bukan
merupakan rahasia publik. Banyak televisi secara

prosedur atau teknik-teknik yang umumnya digunakan dalam suatu penyelidikan atau penyidikan terhadap suatu kejahatan. Audit Investigasi & Akuntansi Forensik Audit Investigasi Menurut Herlambang (2011) audit investigasi yaitu suatu bentuk audit atau pemeriksaan yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengungkap kecurangan atau kejahatan dengan menggunakan pendekatan. dengan menggunakan catatan akuntansi dan informasi. . mendefinisikan sebagai suatu pendekatan awal (proaktif) untuk mendeteksi penipuan keuangan. Menurut Association of Certified Fraud Examiner seperti yang dikutip oleh Widjaja (2005:36). hubungan analitis dan kesadaran perbuatan penipuan dan upaya penyembunyian.

dan menguji secara terperinci informasi dan fakta-fakta yang ada untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya dalam rangka pembuktian untuk mendukung penuntutan dugaan penyimpangan yang dapat merugikan keuangan entitas. . Audit Investigasi & Akuntansi Forensik Audit Investigasi (Lanjutan) Audit Investigasi dapat disimpulkan sebagai serangkaian proses atau kegiatan untuk mengenali. mengidentifikasi.

Audit investigasi yang bersifat reaktif umumnya dilaksanakan setelah auditor menerima atau mendapatkan informasi dari berbagai sumber informasi misalnya dari auditor lain yang melaksanakan audit reguler. . atau karena adanya permintaan dari aparat penegak hukum. dari pengaduan masyarakat. Reaktif Audit investigasi dikatakan bersifat reaktif apabila auditor melaksanakan audit setelah menerima atau mendapatkan informasi dari pihak lain mengenai kemungkinan adanya tindak kecurangan dan kejahatan.Pendekatan Audit Investigasi 1. Karena sifatnya yang reaktif maka auditor tidak akan melaksanakan audit jika tidak tersedia informasi tentang adanya dugaan atau indikasi kecurangan dan kejahatan.

Pendekatan Audit Investigasi 2. Proaktif Audit investigasi dikatakan bersifat proaktif apabila auditor secara aktif mengumpulkan informasi dan menganalisis informasi tersebut untuk menemukan kemungkinan adanya tindak kecurangan dan kejahatan sebelum melaksanakan audit investigasi. . Auditor secara aktif mencari. mengumpulkan informasi dan menganalisis informasi-informasi yang diperoleh untuk menemukan kemungkinan adanya kecurangan dan kejahatan.

Audit yang bersifat proaktif dapat menemukan kemungkinan adanya kecurangan dan kejahatan secara lebih dini sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi kecurangan atau kejahatan yang lebih besar. Proaktif (Lanjutan) Audit investigasi yang bersifat proaktif perlu dilakukan pada area atau bidang-bidang yang memiliki potensi kecurangan atau kejahatan yang tinggi. Audit investigasi yang bersifat proaktif juga dapat menemukan kejahatan yang sedang atau masih berlangsung sehingga pengumpulan bukti untuk penyelidikan. penyidikan dan penuntutan kejahatan tersebut lebih mudah dilaksanakan. Pendekatan Audit Investigasi 2. .

mengumpulkan dan menilai cukup dan relevannya bukti.  Memberhentikan manajemen karena tidak mampu mempertanggung-jawabkan kewajibannya.  Memeriksa.  Menemukan asset yang digelapkan dan mengupayakan pemulihan dari kerugian yang terjadi.  Melindungi reputasi dari karyawan yang tidak .  Memastikan bahwa pelaku kejahatan tidak bisa lolos dari perbuatannya. Tujuan Investigasi  Menemukan dan mengamankan dokumen yang relevan untuk investigasi.

Menurut Tuanakotta (2010 : 4) akuntansi forensik ialah “penerapan disiplin akuntansi dalam arti luas. pada masalah hukum untuk penyelesaian hukum di dalam atau di luar pengadilan”. Audit Investigasi & Akuntansi Forensik Akuntansi Forensik Menurut Hopwood et al (2008 : 3) yaitu aplikasi keterampilan investigasi dan analitik yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah- masalah keuangan melalui cara-cara yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh pengadilan dan hukum. termasuk auditing. .

Audit Investigasi & Akuntansi Forensik Akuntansi Forensik (Lanjutan) Akuntansi forensik dapat disimpulkan penerapan disiplin akuntansi yang berdasarkan pada keterampilan-keterampilan dalam menginvestigasi dan menganalisis yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah keuangan yang dilakukan berdasarkan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh hukum. Akuntansi forensik biasanya fokus pada area-area tertentu (misalnya penjualan. . atau pengeluaran tertentu) yang diindikasikan telah terjadi tindak fraud baik dalam laporan pihak dalam ataupun orang ketiga.

Audit Investigasi & Akuntansi Forensik Audit Investigasi merupakan pengujian sistematis terhadap suatu kejadian tertentu dengan mengumpulkan dan mendokumentasikan fakta yang dipermasalahkan untuk keperluan penuntutan atau peradilan. mengapa dan bagaimana” yang ada disekitar kejadian atau transaksi. bilamana. Akuntansi Forensik merupakan penerapan teknik-teknik untuk merekontruksi kejadian atau transaksi untuk mengetahui atau menemukan fakta tentang “siapa. karena keduanya berhubungan dengan pengujian dan analisis forensik dengan menggunakan teknik-teknik audit. Audit Investigasi dan Akuntansi Forensik mengandung pengertian yang sama. dimana. apa. investigasi dan teknik pengumpulan data (yang mungkin kemudian hari akan digunakan sebagai bukti dalam prakara pidana atau perdata di pengadilan). .

dan penyusunan program pemeriksaan investigasi. dan penyusunan hipotesa awal. Perencanaan Pemeriksaan Investigasi Pada tahapan perencanaan dilakukan : pengujian hipotesa awal. menentukan tempat atau sumber bukti. penyusunan fakta dan proses kejadian. . penetapan dan penghitungan tentatif kerugian keuangan. penetapan tentatif penyimpangan. analisa hubungan bukti dengan pihak terkait. identifikasi bukti-bukti. Metodologi Audit Investigasi Penelaahan Informasi Awal Pada proses ini pemeriksa melakukan : pengumpulan informasi tambahan.

penyempurnaan hipotesa dan review kertas kerja. . observasi. sebab-sebab terjadinya tindakan melawan hukum. konfirmasi. dan bentuk kerja sama pihakpihak yang terkait dalam penyimpangan/tindakan melawan hukum. pihak-pihak yang terkait dalam penyimpangan/tindakan melawan hukum yang terjadi. dampak kerugian keuangan akibat penyimpangan/tindak melawan hukum. interview. Metodologi Audit Investigasi Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan dilakukan : pengumpulan bukti-bukti. fakta dan proses kejadian. analisa dan pengujian dokumen. Pelaporan Isi laporan hasil pemeriksaan audit investigasi memuat : unsur-unsur melawan hukum. pengujian fisik.

tim audit investigasi dapat ditunjuk oleh organisasi untuk memberikan keterangan ahli jika diperlukan. . Metodologi Audit Investigasi Tindak Lanjut Pada tahap tindak lanjut ini : proses sudah diserahkan dari tim audit kepada pimpinan organisasi dan secara formal selanjutnya diserahkan kepada penegak hukum. Berkaitan dengan kesaksian dalam proses lanjutan dalam peradilan. Penyampaian laporan hasil audit investigasi kepada pengguna laporan diharapkan sudah memasuki pula tahap penyidikan.

Kompetensi Audit Investigasi / Akuntansi Forensik Menurut Cahyani (2012) seorang fraud auditor harus menguasai beberapa teknik investigasi : Teknik penyamaran atau penyadapan Teknik wawancara Teknik merayu untuk mendapatkan informasi Mengerti bahasa tubuh .

& Young (2008). Kompetensi Audit Investigasi / Akuntansi Forensik Hopwood. khususnya studi psikologi tindak kejahatan  Pengetahuan Akuntansi  Pengetahuan Tentang Hukum  Pengetahuan dan Keterampilan Bidang Teknologi Informasi  Keterampilan Berkomunikasi . Leiner. menyatakan bahwa Akuntan forensik sebaiknya menguasai keterampilan dalam banyak bidang :  Keterampilan Auditing  Pengetahuan dan Keterampilan Investigasi  Kriminologi.

Certified Fraud Examiner  Sertifikat ini dikeluarkan oleh ACFE (Association of Certified Fraud Examiner)  Gelar ini mensertifikasi skills di bidang pencegahan. .  Untuk mendapatkan gelar CFE. syaratnya harus lulus ujian dalam 4 subject :  financial transactions  legal elements of fraud  fraud techniques  criminology and ethics. pendeteksian. dan investigasi fraud.

. Jadi COSA digunakan untuk identifikasi fraud secara spesifik yaitu korupsi. Pola Akuntan Forensik Dalam Pengungkapan Kasus Akuntansi Forensik secara sistem terbagi dua tipe yaitu: COSA ( Corruption Oriented System Audit ) Akuntansi forensik yang menangani masalah fraud dalam fokus kajian yaitu Korupsi.

Pola Akuntan Forensik Dalam Pengungkapan Kasus (Lanjutan) FOSA ( Fraud Oriented System Audit ) Akuntansi forensik yang menangani masalah-masalah fraud dalam 2 fokus kajian yaitu  Pengambilan asset secara illegal berupa Skimming (Penjarahan). Lapping (Pencurian). . digunakan FOSA. Dengan demikian untuk mengidentifikasi fraud secara umum. dan Kitting (Penggelapan dana)  Kecurangan laporan keuangan berupa salah saji material dan data keuangan palsu.

 Pengetahuan tentang hukum dan peraturan (standard bukti keuangan dan bukti hukum)  Pengetahuan tentang kriminologi dan viktimologi pemahaman terhadap pengendalian internal  Kemampuan berfikir seperti pencuri (think as thief). . Pola Akuntan Forensik Dalam Pengungkapan Kasus (Lanjutan) Agar dapat membongkar terjadinya fraud atau kecurangan maka seorang akuntan forensik harus mempunyai :  Pengetahuan dasar akuntansi dan audit yang kuat. pengenalan prilaku manusia dan organisasi.  Pengetahuan tentang aspek yang mendorong terjadinya kecurangan.

Identifikasi terlebih dahulu siapa pelakunya (Pertama adalah menduga siapa pelaku)  Fraud Auditor harus mampu membuktikan niat pelaku melakukan kecurangan (Kedua adalah focus pada pengambilan bukti dan barang bukti untuk pengadilan)  Seorang auditor harus kreatif. Atribut Akuntansi Forensik  Menghindari pengumpulan fakta dan data yang yang berlebihan secara premature. jangan dapat ditebak (Kreatif jangan mudah ditebak)  Auditor harus tahu bahwa banyak kecurangan dilakukan secara persekongkolan (Investigator harus memiliki intuisi yang tajam untuk merumuskan teori mengenai persengkokolan)  Dalam memilih strategi untuk menemukan . berfikir seperti pelaku fraud.

H Spencer Picket dan Jennifer Picket merumuskan beberapa standar untuk melakukan investigasi terhadap fraud. standar adalah ukuran mutu.pihak lain dapat mengukur kerja si auditor. K. dan pihak . Oleh karena itu. Konteks yang mereka rajuk adalah investigasi atas fraud yang dilakukan oleh . pihak yang memakai laporan audit. dalam pekerjaan audit. Standar Audit Investigasi Secara sederhana. Dengan standar ini pihak yang diaudit (auditee). para auditor ingin menegaskan adanya standar tersebut.

H Spencer Picket & Jennifer Picket  Seluruh investigasi harus dilandasi praktik yang diakui (accepted best practices)  Kumpulkan bukti – bukti dengan prinsip kehati – hatian (due care) sehingga bukti – bukti tadi dapat diterima di pengadilan  Pastikan seluruh dokumentasi dalam keadaan aman. terlindungi dan diindeks dan jejak audit tersedia  Pastikan bahwa para investigatormengerti hak – hak asasi pegawai dan senantiasa menghormatinya  Beban pembuktian ada pada yang menduga pegawainya melakukan kecurangan. dan pada penuntut umum yang mendakwa pegawai . Standar Menurut K.

pengamanan mengenai hal – hal yang bersifat rahasia. Standar Menurut K. dokumentasi dan penyelenggara catatan. dan persyaratan mengenai pelaporan. kontakdengan pihak ketiga . wawancara. ikut tata cara atau protokol. termasuk perencanaan pengumpulan bukti dan barang bukti. .H Spencer Picket & Jennifer Picket  Cakup seluruh substansi investigasi dan kuasai seluruh target yang sangat kritis ditinjau dari segi waktu  Liput seluruh tahapan kunci dalam proses investigasi. melibatkan / dan atau melapor ke polisi. kewajiban hukum.