You are on page 1of 94

SELAMAT DATANG

SISWA / SISWI
SMK 2 PALU

BMKG

PARAMETER GEMPABUMI

Stasiun Geofisika Palu
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Telp. 0451-460197, email : stageof.palu@bmkg.go.id

1. Pendahuluan .

dan maar. Dan berdasarkan tipe letusannya. gunung berapi dibedakan menjadi bentuk perisai. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah atau jurang. Vulcano. Berdasarkan bentuknya. batholit. Peret. Vincent. dibagi menjadi Hawai. lakolit. gang. sedangkan tenaga endogen yang arahnya lateral atau horizontal akan membentuk retakan. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. patahan dan lipatan. Contoh dari plutonisme adalah sill. strato. St. TENAGA ENDOGEN  Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. . Merapi. Vulkanisme dibagi lagi menjadi plutonisme dan vulkan. Stromboli. dan seisme atau gempa. Sedangkan. dan Pelle.  tenaga endogen dengan arah vertikal mengakibatkan tonjolan permukaan bumi berupa kubah (dome). Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung. bukit atau pegunungan. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme. vulkanisme. dll. tenaga vulkan sendiri dibagi lagi berdasarkan bentuk dan tipe letusannya.

Pembentukan Benua 300 juta tahun yang lalu 160 juta tahun yang lalu .

Lanjutan Pembentukan Benua Keadaan saat ini 60 juta tahun yg akan datang .

50 .

49 .

48 .

47 .

46 .

45 .

44 .

43 .

42 .

41 .

40 .

39 .

38 .

37 .

36 .

35 .

34 .

33 .

32 .

31 .

30 .

29 .

28 .

27 .

26 .

25 .

24 .

23 .

22 .

21 .

20 .

19 .

18 .

17 .

16 .

15 .

14 .

13 .

12 .

11 .

10 .

9 .

8 .

7 .

6 .

5 .

4 .

3 .

2 .

1 .

0 .

0 .

TEKTONIK DI INDONESIA BMG .

PENGERTIAN GEMPABUMI  Gempa Bumi : Adalah suatu bentuk pelepasan energi secara mendadak berupa pemancaran energi gelombang elastik dalam bentuk getaran. atau apa saja yang berada diatasnya bahkan menimbulkan korban jiwa. – Gelombang gempabumi menimbulkan goncangan tanah dan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan . bangunan. sebagai akibat pergeseran batuan dipermukaan ataupun di dalam bumi. .

usgs . Patah secara mendadak (menimbulkan gempabumi) 4. Analogi terjadinya patahan gempa 1. Batuan kerak dalam keadaan normal 2. Penurunan tegangan segera setelah gempa Sumber. Perubahan bentuk akibat adanya gaya 3.

DIMANAKAH GEMPABUMI TERJADI

Mengapa Terjadi gempabumi
 Lapisan paling atas bumi, yaitu
litosfir, merupakan batuan yang
relatif dingin dan bagian paling atas
berada pada kondisi padat dan
kaku. Di bawah lapisan ini terdapat
batuan yang jauh lebih panas yang
disebut mantel. Lapisan ini
sedemikian panasnya sehingga
senantiasa dalam keadaan tidak
kaku, sehingga dapat bergerak
sesuai dengan proses
pendistribusian panas yang kita
kenal sebagai aliran konveksi.
Lempeng tektonik yang
merupakan bagian dari litosfir
padat dan terapung di atas mantel
ikut bergerak satu sama lainnya.

Pergerakan Lempeng Tektonik

Gempabumi

Letak geologis wilayah Indonesia .

Unsur-Unsur Geologi .Gambar 1.

efeknya bersifat lokal dan luas tergantung besarnya kekuatan gempa – Gempa vulkanik  Disebabkan akitivitas gunung api. baik yang terbentuk secara alami maupun akibat penambangan. PEMBAGIAN / KLASIFIKASI GEMPABUMI  Berdasarkan penyebab – Gempa tektonik  Disebabkan pergeseran antar lempeng litosfir. bersifat lebih lokal – Gempa runtuhan  Disebabkan longsoran dari goa-goa dalam tanah. bersifat lebih lokal – Gempa buatan  Disebabkan uji coba (ledakan) nuklir .

 Berdasarkan kedalaman – Gempa dangkal ( < 70 km ) – Gempa menengah (70 – 300 km) – Gempa dalam ( > 300 km )  Berdasarkan jarak – Gempa dekat ( lokal ) ( < 1000 km ) – Gempa jauh ( tele ) ( > 1000 km ) .

0 SR – Gempa kecil M 1 – 3 SR – Gempa menengah M 4 – 5 SR – Gempa besar M 6 – 7 SR – Gempa amat besar M > 7.0 SR – 2 SR sebanding dengan 1 ton TNT – 4 SR sebanding dengan 1 kiloton TNT . M ) – Gempa mikro M < 1. Berdasarkan kekuatan ( magnitudo.

GELOMBANG BAWAH PERMUKAAN .

GELOMBANG PERMUKAAN .

PRINSIP DASAR SEISMOGRAPH .

SEISMOGRAM .

Parameter Gempabumi .

S dan gel.MENENTUKAN PUSAT GEMPABUMI (EPISENTER)  METODA LINGKARAN – Dibutuhkan paling sedikit 3 stasiun seismik – Waktu tiba gelombang P dan S di masing-masing stasiun – Selisih waktu tiba gel. Jarak tersebut di lingkarkan dengan pusat lingkaran di stasiun – Titik perpotongan ketiga lingkaran merupakan pusat gempa (episenter) . P adalah jarak dari stasiun ke pusat gempa.

untuk menentukan arah datangnya gelombang gempa – Jarak stasiun ke episenter didapat dari tabel konversi waktu tiba gelombang S dikurangi gelombang P . komponen horizontal utara-selatan dan timur-barat – Ukurkan impuls pertama gelombang P di masing-masing komponen. METODA SATU STASIUN 3 KOMPONEN – Satu stasiun dengan seismograph 3 komponen yaitu komponen vertikal.

yaitu ukuran kekuatan gempa di sumbernya (di hiposenter) – Dituliskan dengan angka arab dengan skala Richter (SR) – Bersifat obyektif dan mempunyai harga yang unik (tunggal) . UKURAN KEKUATAN GEMPA Ukuran kekuatan gempa ada 3 macam  Magnitudo (M).

belum merusak – V sampai VI kerusakan ringan – VII sampai VIII kerusakan sedang – > IX kerusakan berat – XII hancur total. Intensitas gempa (I). yaitu ukuran kekuatan gempa yang teramati di permukaan bumi berdasarkan indra manusia – Dituliskan dengan angka Romawi dengan skala MMI (Modified Mercalli Intensity) – Bersifat subyektif dan harganya bervariasi tergantung tempat pengamatan – I sampai IV dirasakan. rata tanah – Isoseismal yaitu garis yang menghubungkan tempat- tempat dengan intensitas gempa yang sama. berguna untuk identifikasi awal pusat gempa .

SKALA INTENSITAS GEMPABUMI MODIFIED MERCALLY INTENSITY (1931) I. VI. Gerabah pecah. Pemandangan menjadi gelap. Banyak orang terbangun. jembatan rusak. Hancur sama sekali. terasa oleh orang yang sedang naik kendaraan VIII. Benda-benda terlempar ke udara. Bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. pohon-pohon. Kerusakan ringan. rel kereta melengkung. Getaran dirasakan oleh semua orang. Benda-benda yang digantung bergoyang. Kerusakan pada bangunan yang kuat. terutama di tingkat atas. VII. Cerobong asap pecah. IX. Gerabah pecah. dinding berbunyi karena pecah-pecah. Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa. di luar oleh beberapa orang. getaran seperti ada truk lewat. air menjadi keruh. Retak-retak pada bangunan yang kuat. III. X. cerobong asap pabrik rusak. banyak retak-retak pada bangunan yang kuat. Pipa di dalam tanah tidak bisa dipakai sama sekali. Kendaraan yang sedang berhenti ikut bergerak. Penduduk di dalam rumah lari ke luar. Getaran dirasakan hampir oleh semua penduduk. Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Bangunan dari kayu yang kuat rusak. cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh. Getaran dirasakan oleh beberapa orang yang tinggal diam. . Getaran dirasakan nyata di dalam rumah. barang-barang terpelanting. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan konstruksi kurang baik dan yang baik. tiang-tiang dan barang-barang besar lain tampak bergoyang. terlebih di tingkat atas. Bandul lonceng dapat berhenti. dinding dapat lepas dari rangka rumah. kebanyakan terkejut dan lari ke luar. rangka rumah lepas dari pondasinya. dirasakan oleh beberapa orang. Pada siang hari dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. jendela pecah. Pipa-pipa dalam tanah putus. XII. tanah longsor di tepi-tepi sungai dan tanah-tanah yang curam. Pada malam hari beberapa orang dapat terbangun. V. Terjadi air bah XI. Gelombang tampak pada permukaan tanah. terjadi lembah. Rumah tampak agak berpindah dari pondasinya. II. plester dinding jatuh. Lamanya dapat ditentukan. rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus. jendela dan pintu gemerincing. IV.

dinyatakan dengan joule atau erg.44 M (erg) . misalnya energi panas dan bunyi – Hubungan dengan magnitudo adalah sbb  Log E = 12. merupakan ukuran yang lebih riil dibanding dengan magnitudo dan intensitas – Sebenarnya saat terjadi gempabumi yang dilepaskan tidak hanya energi dalam bentuk getaran tetapi juga energi lainnya.24 + 1. Energi gempa (E) – Yaitu besarnya energi yang dikeluarkan saat terjadinya gempa.

50 luka-luka. DATA HISTORIS GEMPA MERUSAK DAERAH SULTENG  Tanggal 2 Februari 1904 – Terjadi gelombang pasang di Toli-toli.bangunan lain rusak berat. kantor kecamatan rusak berat. areal persawahan dan jalan di desa Malosong terendam air selama 10 menit  Tanggal 30 Juli 1907 – Di Lemo 164 rumah dan 49 lumbung padi roboh.3. dasar laut setempat turun 12 meter – Gempa susulan terjadi tanggal 1.5 dan 17 Desember dan dirasakan di Parigi. Tangga dermaga Talise hanyut sama sekali. Olu Tongko dan Palu  Tanggal 1 Desember 1927 – Pusat gempa 0.7LS-119. 3 kios besar roboh. 14 orang meninggal. beberapa bagian di belakang pasar turun setengah meter.jalan utama menuju pasar rusak berat. kantor kecamatan Donggala rusak sebagian – Gempa dirasakan di bagian tengah Sulawesi yang jaraknya sekitar 230 km – Terjadi gelombang pasang di teluk Palu sekitar setengah menit dengan ketinggian maksimum15 meter.3SR – Di Palu. Palu dan Talise . kekuatan 6.7BT. bangunan pasar Biromaru rusak total. Malitou. Anja. getaran dirasakan hingga tgl 2-8-1907.2 . Rumah-rumah di sekitar pantai rusak. kerusakan bangunan juga terjadi di Colo.

Rumah tembok dan bangunan kayu yang konstruksinya baik umumnya masih bertahan. Terjadi gelombang pasang setinggi sekitar 2 meter berlangsung selama sekitar 2 menit Tanggal 20 Mei 1938 Pusat gempa 1. mundur 80 meter dari garis pantai. satu gedung sekolah roboh. Antara Lemo dan Marantale 14 desa mengalami kerusakan akibat tsunami yang masuk ke darat sejauh 40 samapai 80 meter Di teluk Parigi 16 orang tewas tenggelam. kedalaman 13 km kekuatan 7. terjadi jam 01: 08: 30 wita Dirasakan hampir di seluruh bagian pulau Sulawesi dan bagian timur Kalimantan. sebuah rumah dan kebun pisang bergeser 25 meter. 184 rusak.3BT. . Dermaga pelabuhan Parigi hanyut. jalan retak-retak dengan lebar 50 cm dan panjang puluhan meter. Di Parigi 942 rumah roboh. dari retakan keluah lumpur Daerah Palu dan Donggala mengalami kerusakan ringan Daerah Poso dan Tinombo dirasakan getaran sangat keras tetapi tidak menimbulkan kerusakan Terjadi tsunami dengan ketinggian 2 sampai 3 meter di sepanjang pantai antara Tolibolu dan Parigi. Di Palawa pohon-pohon tumbang Di Marantale terjadi tanah retak didaerah kebun kelapa.6SR.0LS-120. di Ampibabo satu orang tenggelam. Di Tolibolu air laut mula-mula surut. menara suar rusak. Osilasi gelombang laut sebesar 8 cm tercatat di Santa Monica.Tanggal 30 Januari 1930 Gempa Donggala.

kekuatan 6. di lepas pantai barat laut Sulawesi Terjadi penurunan daratan pantai sekitar 2 sampai 3 meter di daerah antara Tambu dan Sabang (di teluk Tambu). perkebunan kelapa sepanjang pantai banyak yang rusak.8SR. terjadi jam 05:29:58 wita Di Parigi. 20 rumah roboh. kedalaman 33 km. 8 orang luka berat. 4 luka-luka.1LS-120. 800 rumah rusak. Tanggal 16 Oktober 1983 Pusat gempa 1. terjadi jam 06:14:15 wita. kedalaman 40 km.0SR. 24 rumah rusak berat 10 diantaranya akhirnya roboh. 40 orang hilang. Daerah ini juga terjadi tsunami dengan ketinggian mencapai 8 sampai 10 meter masuk kedarat sejauh 100 sampai 3000 meter. 26 luka ringan bberapa rumah rusak parah .15BT.Tanggal 14 Agustus 1968 Pusat gempa 0.7SR. di daratan terjadi retakan serta pancaran air panas Di Donggala terjadi tsunami dengan ketinggian mencapai 9 – 10 meter dengan jarak masuk darat 500 meter Di Mapaga (paling parah). kedalaman 33 km. Terjadi longsor.86BT. Menurut harian KOMPAS. 15 rusak berat Tanggal 25 Oktober 1983 Pusat gempa 1. terjadi jam 13:32:28 wita Terjadi di Tolitoli. terjadi jam 08:36:23 wita Dua orang meninggal dunia. kekuatan 6. 58 luka-luka. kedalaman 23km. kekuatan 5.08LU-121. kekuatan 5.0SR. Getaran di rasakan sampai ke Palu Tanggal 20 Mei 1995 Pusat gempa 1.13LU-120.7LS-119.05BT. 160 orang meninggal.8BT.

kekuatan 6. kedalaman 33 km. banyak rumah roboh dan retak-retak.79BT. Di Palu.1SR. 147 rusak ringan.65LS-123. air pasang setingggi 10 meter di Kec.92BT. . 40 rumah rusak berat. kedalaman 39 km. Terjadi air pasang setingggi 1 meter di pantai Donggala Di Palu. kekuatan 7.8LS-119. kedalaman 68 km.0SR. kerusakan terjadi di hotel Palu Golden dan gedung DPRD mengalami retak-retak Dirasakan sampai ke Tolitoli dan Poso Tanggal 04 Mei 2000 Pusat gempa 1.8BT.60LU-119. Di desa Kola-kola terjadi retak pada jalan raya selebar 2 cm panjang 10-15 meter. Sojol dan Tonggolobibi Di kabupaten Donggala kecamatan Banawa. terjadi jam 15:05:12 wita. pasar terbakar. terjadi jam 00:32:19 wita. tower bandara Bubung retak dan miring.Tanggal 1 januari 1996 Pusat gempa 0. Dirasakan di dearah Poso dan Tolitoli Tanggal 11 Oktober 1998 Pusat gempa 0. Pasar tua Donggala rusak berat. kerusakan pada bangunan DPRD dan Palu Golden mengalami retak-retak. terjadi jam 12:21:20 wita Pusat gempa di laut sekitar 165 km timurlaut pulau Peleng Di Luwuk daratan beberapa kantor pemerintah dan rumah ibadah mengalami kerusakan.5SR. kekuatan 6. 12 gedung sekolah/ beberapa kelas rusak. jalan arah bandara Bubung retak selebar 30-40 cm sepanjang 200 meter.

– Di Banggai Kepulauan, terdapat bangunan penduduk roboh dan
rusak berat, juga terjadi kerusakan pada bangunan perkantoran
dan rumah ibadah serta sekolah.
– Di Kecamatan Totikum, terjadi tsunami dengan ketinggian sekitar
3 meter sepanjang 100 meter dari garis pantai. Di dermaga
Totikum air surut kurang lebih 200 meter. Beberapa bangunan
dan tempat ibadah rusak berat.
– Di Salakan, rumah penduduk dan kantor pelabuhan
penyebrangan serta rumah dinas rusak berat. Korban menuinggal
40 orang, 51 luka berat dan 213 luka ringan.
 Tanggal 15 Agustus 2002
– Pusat gempa 1,00LS-121,05BT, kedalaman 60 km, kekuatan
5,8SR, terjadi jam 13:30:30 wita.
– Pusat gempa di Teluk Tomoni sekitar 53 km Timurlaut Poso.
– Di desa Tojo 240 rumah rusak berat, 57 rusak ringan. Terjadi
panorama pantai kurang lebih 50 cm. Terdengar suara gemuruh
bersamaan pantai surut sepanjang sekitar 100-200 meter disusul
dengan tsunami. Jalan raya masuk desa Tojo terangkat 20-30 cm
sepanjang 2 km. Air sumur keruh.
– Desa Sandada, 30 rumah rusak berat, 140 rusak ringan.
– Desa Uedele 11 rumah rusak berat, 119 rusak ringan
– Desa Uwekuli 7 rumah rusak ringan, desa Bataua 5 rumah rusak
ringan, desa Lemoro 2 rumah rusak ringan, desa Tatari 3 rumah
rusak ringan. Getarannya dirasakan sampai di Poso dan Palu

 Tanggal 24 Januari 2005
– Pusat gempa 1,03LS-119,99BT, kedalaman 30 km,
kekuatan 6,2SR, terjadi jam 04:10:08 wita.
– Dirasakan di Palu, Poso, Donggala, Parigi dan
sekitarnya.
– Di Palu, 8 toko rusak, tanah retak di sekitar pantai
Talise dan di sebagian daerah aliran sungai Palu.
– Desa Bora, 30 rumah rusak berat, timbul mata air
baru di sekitar mata air yang sudah ada.
– Desa Kaleke dan Dolo Sigimpu ada lereng gunung
terjal yang longsor, di desa sekitarnya juga
mengalami kerusakan.
– Menimbulkan kepanikan besar warga dan mengungsi
ke tempat lain (ada oknum yang tidak bertanggung
jawab menebar isu akan ada tsunami)

 Tanggal 20 Oktober 2008
– Pusat gempa 0,20 LU - 120,64 BT,
kedalaman 112 km, kekuatan 6,5SR, terjadi
jam 12:54:20 wita.
– Pusat gempa di Teluk Tomini
 50 km selatan Palasa
 96 km baratdaya Tolitoli
 148 km timurlaut Palu
– Dirasakan sampai di Tolitoli, Palu, Poso,
Donggala, Parigi dan sekitarnya.

untuk menghitung gempa berkekuatan besar lokal 2.TIMUR .BARAT .4000 TAMPAK ATAS INSTRUMEN EA120 Sensors 3 KOMPONEN SENSOR: SENSOR .UTARA .SELATAN Fungsi : 1.VERTIKAL . Sebagai backup seismometer untuk merekam getaran kuat . Merekam percepatan getaran tanah. ACCELEROGRAPH 3 KOMPONEN TYPE SMR .

Equipment used in GEOFON stations STS-2 VBB seismometer Earthdata digitizer + SeisComP box .

 Kedalaman.  Lokasi. (dipasang dalam bentuk jaringan) untuk menentukan : Waktu kejadian.  Kekuatan .SEISMOMETER BROADBAND 3 KOMPONEN Berfungsi : Merekam Getaran gempa bumi.

TAMPILAN SIGNAL GEMPA BUMI DARI SENSOR MINI REGIONAL SEISMOLOGICAL CENTER PALU .

Portable Seismograph 2 .