You are on page 1of 25

LAPORAN KASUS

Hae Fani Maulida


16710254

SMF ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSUD


NGANJUK
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
2017
Identitas Pasien
IDENTITAS PASIEN
Nama : Ny. W
Suami : Tn. Y
Umur : 33 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Sukomoro
Pekerjaan : Swasta
Agama : Islam
Suku : Jawa
Tgl. MRS/ Jam : 18-04-2017 /
19.30 WIB
Ruang : Kemuning
Diagnosis : Abortus Inkomplet
ANAMNESA

Keluhan Utama : Perdarahan pada jalan lahir

Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang ke UGD RSUD Nganjuk


dengan Rujukan dari Bidan Puskesmas Sukomoro dengan keluhan
keluar darah dari jalan lahir sejak 1 minggu yang lalu, darah keluar
sedikit-sedikit, perut terasa nyeri sampai tembus punggung,
pasien sedang hamil 3 bulan. Pasien tidak ada riwayat trauma,
pusing (+), BAK (+) normal, BAB (+) normal.

Riwayat Penyakit Dahulu : Hipertensi (-), Diabetes (-), Penyakit


jantung (-)
Riwayat Kehamilan
Kehamilan aterm / spontan / persalinan
ditolong bidan / laki laki / hidup / 3000 gram /
8 tahun
Riwayat Menstrruasi

Selama menstruasi pertama pasien selalu


menstruasi teratur tiap bulannya dan
lama menstruasi 5-7 hari.
Menarche : 12 tahun
Siklus : 28 hari
HPHT : 19-01-2017
HPL : 26-10-2017
Riwayat Perkawinan :
Pasien menikah sekali saja lama menikah 10 tahun.
Riwayat Kontrasepsi :
Pasien mengatakan memakai kontrasepsi jenis suntik
per 3 bulan.
Riwayat Alergi :
Pasien mengatakan tidak mempuyai alergi makanan
ataupun obat.
Riwayat Penyakit Keluarga :
Keluarga tidak mempunyai penyakit keturunan.
Riwayat Sosial :
Pasien tidak merokok serta tidak minum alkohol.
PEMERIKSAAN FISIK
Status Umum :
Keadaan Umum : Cukup
Kesadaran : Compos mentis
Vital Sign :
Tensi : 110/70 mmHg
Nadi : 80 x / menit
Respiratory Rate : 20 x / menit
Suhu Axilla : 36,6 0C
Status Generalis :
Kulit : tampak normal warna sawo matang
Kepala :
Mata : anemis +/+ , icterus -/-, odem palpebral -/-
Wajah : tampak normal simetris,
Mulut : Stomatitis (-), pembesaran tonsil (-)
Leher : pembesaran kelenjar (-)
Thoraks
Inspeksi : bentuk dada tampak normal, retraksi otot
bantu nafas (-), jejas (-)
Palpasi : fremitus raba simetris +/+
Perkusi : sonor +/+
Auskultasi : Cor : S1/S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : vesikuler +/+ wheezing (-) ronki (-)
Abdomen
Inspeksi : jejas (-), striae (+)
Palpasi : nyeri tekan (-), supel, ,
Status ginekologi
TFU : 2 jari diatas simpisis.
Auskultasi : bising usus (+)

PEMERIKSAAN DALAM
Fluksus (+)
Perdarahan aktif (-)
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
Pemeriksaan Hematologi pada tanggal 16-04-2017
Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan

Leukosit 5.20 10^3/ul 34.0- 10.50

Jumlah Eritrosit 4.48 10^6/ul 3.80 - 5.20

Hemoglobin 12.5 g/dl 11.7-15.5

Hematokrit 37.6 % 35.0-47.0

MCV 84.2 fL 80.0-100.0

MCH 27.9 pg 26.0-34.0

MCHC 32.0 g/L 32.0-36.0

Trombosit 229 10^3/ul 150-400

RDW-SD 43.0 fL 37 - 54

RDW-CV 13.3 % 11.0 15.0

PDW 12.2 fL
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan USG pada tanggal 13-
04-2017
Diangosa
Abortus inkomplet
Rencana Tindakan

Inf.RL 500 cc 14 tpm


Pro kuretase tanggal 17 April
2017
PENATALAKSANAAN POST
CURETASE
Infus RL 1 FL , 500 ml , 14 tpm
Inj. Clanexi 3 x 1 gram
Inj. AsamTtranexamat 3 x 500
mg
Tab. Asam Mefenamat 3 x 500
mg
Follow up
16-04-2017
S : pasien hamil anak 3 bulan, perdarahan 1 minggu
yang lalu.
O : Ku : baik
TD : 110/80 mmHg,
N : 80 x/menit
RR:20 x/menit
TFU : soepel
VT tetap
A : Abortus inkomplet
P : Advise dr. Jaka Nugraha, Sp.OG
Ripening citotec 3 x 1 tab p.o
2 tab/vag besok pagi
Malam puasa pro curet besok
17 April 2017 jam 06.00
S : pasien hamil anak 3 bulan, perdarahan 1 minggu yang
lalu.
O : Ku : baik
TD : 110/80 mmHg,
N : 80 x/menit
RR:20 x/menit
TFU : soepel
VT tetap, fluksus (+) sedikit
A : Abortus inkomplet
P : Puasa (+), lab DL
T : acc kuret
17 April 2017 jam 14.00
S : keluar darah sedikit sedikit
O : ku: baik , TD : 110/80 mmHg,
N : 79 x/menit
RR:19 x/menit
Suhu : 36,4
A : Post curet
P : observasi KU dan TTV
Tanggal 18 April 2017 jam 05.00
S: Keluar darah sedikit, pusing (+), mual (-), nyeri (-),
flatus (+)
O : Ku : baik
TD : 120/80 mmHg,
N : 82 x/menit
RR:18 x/menit
A : H +1 post Curetase
P : Terapi lanjut
TINJAUAN PUSTAKA
Pengguguran kandungan atau aborsi atau abortus menurut:
Medis : abortus adalah berakhirnya kehamilan melalui cara
apapun sebelum janin mampu bertahan hidup pada usia
kehamilan sebelum 20 minggu didasarkan pada tanggal hari
pertama haid normal terakhir atau berat janin kurang dari
500 gram ( Obstetri Williams, 2006).
Keguguran adalah pegeluaran hasil konsepsi sebelum janin
dapat hidup di luar kandungan (Rustam Muchtar, 1998).
Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil
konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan.
Sampai saat ini janin yang terkecil, yang dilaporkan dapat
hidup di luar kandungan, mempunyai berat badan 297 gram
waktu lahir. Akan tetapi, karena jarangnya janin yang
dilahirkan dengan berat badan di bawah 500 gram dapat
hidup terus, maka abortus ditentukan sebagai pengakhiran
kehamilan sebelum janin mencapai berat 500 gram atau
kurang dari 20 minggu (Sarwono, 2005).
Etiologi

Abortus yang terjadi pada


minggu-minggu pertama
kehamilan umumnya disebabkan
oleh faktor ovofetal, pada
minggu-minggu berikutnya (11
12 minggu), abortus yang terjadi
disebabkan oleh faktor maternal
(Sayidun, 2001).
Mekanisme Abortus

Mekanisme awal terjadinya abortus adalah lepasnya


sebagian atau seluruh bagian embrio akibat adanya
perdarahan minimal pada desidua. Kegagalan fungsi
plasenta yang terjadi akibat perdarahan subdesidua
tersebut menyebabkan terjadinya kontraksi uterus
dan mengawali proses abortus. Pada kehamilan
kurang dari 8 minggu, embrio rusak atau cacat yang
masih terbungkus dengan sebagian desidua dan villi
chorialis cenderung dikeluarkan secara in toto,
meskipun sebagian dari hasil konsepsi masih tertahan
dalam cavum uteri atau di canalis servicalis.
Perdarahan pervaginam terjadi saat proses
pengeluaran hasil konsepsi.
Klasifikasi Abortus

Abortus dapat dibagi atas dua


golongan yaitu:
1.Menurut terjadinya dibedakan
atas:
Abortus spontan
Abortus provokatus
2. Pembagian abortus secara klinis
adalah sebagai berikut :
-Abortus Iminens
-Abortus Insipiens
-Abortus Inkompletus
-Abortus Kompletus
-Missed Abortion
-Abortus Infeksious
Patogenesis

Proses abortus inkomplit dapat berlangsung secara


spontan maupun sebagai komplikasi dari abortus
provokatus kriminalis ataupun medisinalis. Proses
terjadinya berawal dari pendarahan pada desidua
basalis yang menyebabkan nekrosis jaringan
diatasnya. Selanjutnya sebagian atau seluruh hasil
konsepsi terlepas dari dinding uterus. Hasil konsepsi
yang terlepas menjadi benda asing terhadap uterus
sehingga akan dikeluarkan langsung atau bertahan
beberapa waktu.
Gambaran Klinis

Gejalaumum yang merupakan


keluhan utama berupa
perdarahan pervaginam derajat
sedang sampai berat disertai
dengan kram pada perut bagian
bawah, bahkan sampai ke
punggung.
Diagnosis
Diagnosis abortus inkomplit ditegakkan berdasarkan
gambaran klinis melalui anamnesis dan hasil
pemeriksaan fisik, setelah menyingkirkan
kemungkinan diagnosis banding lain, serta dilengkapi
dengan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik
mengenai status ginekologis meliputi pemeriksaan
abdomen, inspikulo dan vaginal toucher. Palpasi tinggi
fundus uteri pada abortus inkomplit dapat sesuai
dengan umur kehamilan atau lebih rendah.
Pemeriksaan penunjang berupa USG akan
menunjukkan adanya sisa jaringan.
TERIMAKASIH