You are on page 1of 26
Infertilitas pada Pria dr. Heny PENDAHULUAN • 10 – 15% pasutri ,hub.seksual normal tanpa kontrasepsi,belum hamil  Infertiliti Primer. • Faktor Infertiliti pasangan : • Female 1/3 • Male 1/3 • Both 1/3 2 FISIOLOGI REPRODUKSI PRIA HYPOTHALAMUS-PITUITARY-GONADAL AXIS ( HPG ) EMBRYO PHENOTYPE SEXUAL MATURATION ENDOCRINE TESTICULAR FUNCTION  testosterone EXOCRINE TESTICULAR FUNCTION  spermatogenesis 3 ORGAN REPRODUKSI PRIA 4 TESTIS • ENDOCRINE – LEYDIG CELL  TESTOSTERON, 2% (FREE) – INCREASED LEVEL OF ESTROGEN & THYROID  DECREASED SHBG. – ANDROGEN, GH, OBESITY –  DECREASED SHBG & ACTIVE ANDROGEN FRACTION • EXOCRINE – SERTOLI CELL  GERM CELL GROWTH • INHIBIN & ACTIVIN 5 SPERMATOGENESIS SPERMATOGONIA SPERMATOZOA 13 STAGES 74 DAYS 6 ETIOLOGI • PRE TESTICULAR : • HIPOTALAMUS • Endokrinopati • Sexual dysfunction HIPOFISIS . Malignancy,radiation ,operation . Hiperprolaktinemia,hemokromatosis • TESTICULAR : • UDT • CHROMOSOMAL ABNORMALITY • INFECTION • MEDICATION • INJURY • VARICOCELE 20-40% • POST TESTICULAR : • CONGENITAL OBSTRUCTION : CYSTIC FIBROSIS • ACQUIRED OBSTRUCTION : VASECTOMY • FUNCTIONAL OBSTRUCTION : NEUROGENIC 7 • IDIOPATHIC 40% Penyebab Infertilitas Pria • Varicocele (meny.kelainan produksi sperma) • Gonorhoe (tersumbat ductus spermatika) • Epididymitis (tersumbat ductus spermatika) • Alkohol (kelainan produksi sperma) • Perokok (ketidaknormalan produksi sperma) • Parotitis (fungsi testis berkurang) Faktor yang mempengaruhi kemampuan Reproduksi • Umur istri : usia yang lebih tua memerlukan waku yang lebih lama untuk bisa hamil • Umur suami : mmlk efek yang langsung untuk dapat menghamili (sampai 60 tahun masih dapat) • Frekuensi Coitus : lebih sering kemungkinan hamil lebih tinggi • Waktu Coitus : sperma dapat membuahi 72 jam,tapi ovum hanya 12 jam dalam traktus genitalis untuk dapat dibuahi History of infertility Medical hystory Gonadotoxin DURATION Systemic Illness ( i.e, DM Chemicals / pestisides PRIOR PREGNANCIES ) Drugs (chemo, PRESENT PARTNER Multiple sclerosis cimetidine PREVIOUS TREATMENT Previous / current Sulfasalazine, EVALUATION & TREATMENT OF therapy Nitrofurantoin, WIFE Smoking, Alcohol Marijuana, Androgen steroids Thermal exposure Radiation Sexual Hstory Surgical History Family history POTENCY ORCHIECTOMY CYSTIC FIBROSIS LUBRICANTS RETROPERITONEAL, PELVIC ANDROGEN RECEPTOR TIMING INJURY DEFICIENCY FREQUENCY PELVIC, INGUINAL, SCROTAL INFERTILE FIRST DEGREE SURGERY RELATIVES HERNIORRAPHY Y-V PLASTY, TUR-P Childhood & Development Infection Review of System UDT, ORCHIOPEXY VIRAL, FEBRILE RESPIRATORY INFECTIONS HERNIORRAPHY MUMPS ORCHITIS ANOSMIA Y-V PLASTY VENEREAL DISEASE GALACTORRHEA TESTICULAR TORSION TERSTICULAR TRAUMA TUBERCULOSIS, SMALLPOX IMPAIRMENT VISUAL FIELDS ONSET OF PUBERTY 10 PEMERIKSAAN FISIK • Pemeriksaan genital eksterna : Testis, epididymis, Vas deferens, varicocele,genital kecil. • Karakteristik seks sekunder ; penyebaran rambut ketiak,pubis dan badan tumbuh besar. • abnormal ; gynecomastia, anosmia(Kallmann),galaktore, ggn lap.penglihatan. 11 PEMERIKSAAN AWAL Urinalysis Semen analyses • Speciment were obtained correctly !!! • Abstinence 3-5 days, no delay before the analyses. • Minimally 2X, ( 2 weeks  3 months ) • Normal result, vary widely Hormonal evaluation (LH, FSH, Testosteron, Prolactine) • less then 3% showed abnormalities • Indications : < 10 million/ml, sugest endocrinopathy Azoospermia + (n) FSH  Vasography & biopsy 12 KARAKTERISTIK SPERMA NORMAL • Volume 1,5 - 5 ml • Conc > 20 million/ml, total > 50 million • Motile > 50% • Motile grade >2 • normal morphology >30-50% • Fructose + 13 HORMONE PROFILE CONDITION T FSH LH PRL NORMAL NL NL NL NL PRIMARYTESTIS FAILURE LO HG NL/HG NL Hypogonadotrophic-hypogonadism LO LO LO NL HYPERPROLACTINEMIA LO LO/NL LO HIGH ANDROGEN RESISTANCE HG HG HG NL 14 PEMERIKSAAN TAMBAHAN •Semen leukocyte analysis •Antisperm antibody test •Computerized assisted semen analyses (CASA) •Hypoosmotic swelling test •Sperm penetration assay •Sperm-cervical Mucus interaction •ROS (reactive oxygen species) •GENETIC EVALUATION • Chromosomal study • Cystic fibrosis mutation testing • Y chromosome microdeletion analysis •Radiologis : usg, venography, TRUS, CT/MRI pelvic •Biopsi Testis & Vasography •FNA mapping of testis •Semen culture 15 KLASIFIKASI INFERTILITI PRIA TREATABLE CAUSES UNTREATABLE Varicocele Bilateral Anorchia Obstruction POTENTIALLY Germinal Cell-Aplasia Infection TREATABLE Primary Testicular- Ejaculatory Failure Dysfunction Idiopathic Chromosomal- Hypogonadotropic- Anomalies Cryptorchidism Hypogonadism Immotile Cilia- Vasal Agenesis Immunologic Problem Syndrome Erectilel Dysfunction Hyperprolactinemia 16 PENATALAKSANAA N SURGICAL THERAPY SEMEN ANALYSIS HISTORY NON HORMONES SURGICAL TREATMENT PHYSICA L ASSISTED ADJUNCTIVE REPRODUCTIVE TEST TECHNIQUE 17 Penanganan • Pembedahan • Terapi hormon • Inseminasi artifisial • Fertilisasi in vitro • “Intra cytoplasmic sperm injection” (ICSI). • Pembedahan – varikokel atau adanya pembesaran vena dalam testis – hambatan atau blokade akibat satu cedera atau tindakan vasektomi – “percutaneus epididymal sperm aspiration” – PESA • Inseminasi artifisial • faktor yang mengganggu saat masuknya sperma kedalam uterus : – Cairan semen mengandung antibodi yang merusak sperma – Lendir servik mengandung antibodi yang merusak sperma – Lendir servik terlalu asam sehingga sperma mati • IVF • ICSI Pencegahan Infertilitas • Infertilitas tidak dapat dicegah secara mutlak • Karena salah satu penyebab infertilitas adalah infeksi, maka salah satu cara pencegahannya dengan penanganan terjadinya infeksi • Peny. Infeksi : - PHS - Abortus Provokatus Konseling yang perlu dilakukan pada pasangan infertilitas • Hubungan seks dengan satu pasangan saja/jangan mmlk partner banyak : akan menyebabkan neoplasia intra epithelial serviks yang akan merusak lendir servik • Kesadaran akan fertilitas : mencatat perubahan yang terjadi pada lendir serviks • Teknik coitus : bila posisi uerus entefleksi maka posisi coitus wanita berbaring dengan ditinggikan memakai bantal ( tatap berbaring minimal selama 20 menit) Lanjutan…. • Lubrikans/pelicin : tidak dianjurkan dulu bila inging anak krn jelly dapat membunuh sperma (spermicide) • Douching : dapat membunuh sperma sebelum 3 hari • Iradiasi : meminimalkan terpapar radiasi • Pakaian ketat/laki-laki : dapat meny.peningkatan suhu skrotum shg meny. penurunan produksi sperma Lanjutan…. • Merokok/alkohol : meny kualitas sperma jelek • Pekerjaan ( sopir truk jarak jauh) : dapat menyebabkan oligospermia/azoospermia Metode Diagnostik • Pemeriksaan fisik umum – termasuk melakukan anamnesa medik • Ultrasonografi – untuk melihatk keadaan organ reproduksi • Pemeriksaan darah – memeriksa kadar hormon seksual • Analisa sperma – melihat kualitas sperma dan adanya antibodi • Biopsi testis – untuk melihat apakah dapat ditemukan adanya sperma