You are on page 1of 35

MODUL 5

PENGENALAN KOROSI

Dr. Ir. Irwan, MT

PENGERTIAN KOROSI
Berbagai pendapat telah dikemukakan untuk mendefinisikan pengertian
korosi :
• Ilmiawan : korosi adalah proses atau peristiwa bereaksinya logam dengan
lingkungan membentuk senyawa baru
• Teknik : Korosi adalah proses atau peristiwa bereaksinya logam dengan
lingkungannya yang mengakibatkan rusaknya sifat-sifat logam yang
menguntungkan sebagai bahan konstruksi.
• Korosi juga didefinisikan sebagai kebalikan dari ekstraktif metalurgi atau
kembalinya suatu logam ke bentuk alaminya dengan membebaskan
sejumlah energy.

.

. lambung kapal dilapisi dengan tembaga untuk mengurangi kerusakan akibat cacing kayu toredo yang menempel pada dinding lambung kapal. • Contoh laporan yang paling awal tentang pemecahan atas korosi disampaikan ke kantor markas besar angkatan laut inggris pada tahun 1763. SEJARAH KOROSI • Korosi telah terjadi sejak zaman peradaban manusia modern. • Laporan-laporan tentang korosi yang terjadi dan kesimpulan dari studi dianggap remeh. • Penggunaan tembaga berfungsi sebagai racun untuk menghambat perkembangan cacing toredo. • Penelitian dilakukan pada sebuah kapal fregat HMS Alarm. • Manusia sudah mengenal dan membuat peralatan dari logam • Pada awalnya pengetahuan tentang korosi belum diketahui secara benar oleh para rekayasawan.

• Namun ada sebagian paku yang kurang berkarat. kapal HMS Alarm didaratkan untuk diteliti hasilnya. • Kesimpulan yang sangat tegas tersebut tidak begitu dipedulikan. Ternyata diperoleh bahwa lapisan tembaga banyak yang sudah lepas dari lambung kapal karena paku-paku besi sudah berkarat.• Setelah dua tahun. • Oleh karena itu disimpulkan bahwa besi tidak boleh kontak langsung dengan tembaga di lngkungan air laut. ternyata terisolasi dari kontak langsung dengan tembaga oleh kertas pembungkus yang terjepit dibawah kepala paku. . Beberapa kejadian telah terjadi akibat diabaikannya himbauan tersebut. • Jenis korosi akibat kontak antara dua logam yang tidak sama dikenal sebagai korosi galvanik.

• Pecahnya peralatan bertekanan dan/atau bersuhu tinggi karena korosi. sehingga tidak bisa berfungsi optimal. Peralatan yang bocor/rusak juga mengakibatkan produk ataupun fluida kerja terkontaminasi oleh fluida atau bahan-bahan lain. maupun oleh senyawa-senyawa hasil korosi. • Patahnya peralatan yang berputar karena korosi. • Bocornya peralatan. dan harus diganti dengan yang baru. yang merugikan dari segi materiil dan mengancam keselamatn jiwa. yang selain merusak alat juga membahayakan keselamatan. pipa dan sebagainya. MASALAH YANG TIMBUL AKIBAT • KOROSI Hancurnya peralatan karena lapuk oleh korosi sehingga tidak bisa dipakai lagi sebagai bahan konstruksi. • Hilangnya keindahan konstruksi karena produk korosi yang menempel padanya. seperti: tangki. .

Korosi pada kapal Jembatan yang runtuh akibat korosi yang terjadi pada tiang penahannya .

Mitsubishi Recall Recall 30 Ribu Produknya Ratusan Ribu Produknya .Akibat Korosi Tangki Bahan Bakar. VW Akibat Korosi Wiper.

5% dari GNP. namun Asosiasi Korosi Indonesia (indocor) memprediksi kerugian tersebut sekitar 3. terdiri dari : Kerugian produksi selama pekerjaan terhenti akibat perbaikan. ASPEK EKONOMI KOROSI Kerugian korosi terdiri dari 2 aspek: 1. Di Indonesia belum ada pengkajian yang serius dampak ekonomi korosi. turunnya efisiensi peralatan . maintenance. Biaya tak langsung. dll Kerugian biaya langsung akibat korosi di Amerika Serikat mencapai 276 milliar dollar atau hampir 3. Biaya langsung : terdiri dari penggantian alat. riset. operasional alat.1% dari GNP. tingginya biaya perawatan. turunnya mutu produk akibat kontaminasi. 2. pengendalian korosi.

• NACE international global cost of corrosion by region by sector (billion US$ in 2013 .

ASPEK SOSIAL KOROSI • Hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap produk suatu perusahaan jika terjadi kontaminasi pada produknya • Kegagalan korosi dapat mengakibatkan cedera bahkan kematian. .

sehingga pengetahuan tentang elektrokimia sangat dibutuhkan dalam memahami proses korosi • Termodinamika korosi menyatakan sejauh mana korosi dapat berlangsung. terjadi reaksi kimia yang disertai dengan transfer electron . sehingga pengetahuan termodinamika korosi dapat digunakan untuk memprediksi terjadinya korosi. • Proses korosi merupakan proses elektrokimia. • Proses korosi adalah proses elektrokimia. Pada peristiwa korosi. DASAR DASAR KOROSI • Korosi merupakan proses degradasi material akibat interaksi dengan lingkungannya.

Reaksi : NaOH + HCl NaCl + H 2O(1) Reaksi : Zn+ HCl ZnCl2 + H2 (2) • Pada reaksi (1) tidak tampak adanya perubahan valensi dari unsur-unsur yang terlibat dalam reaksi.Ada reaksi oksidasi 2. tetapi pada reaksi (2) ada perubahan valensi dari unsur-unsur yang terlibat dalam reaksi.Ada transfer electron dari reaksi oksidasi ke reaksi reduksi . yaitu Zn dari valensi nol menjadi Zn valensi positif 2 dan H dari valensi positif 1 menjadi H valensi nol.Ada reaksi reduksi 3. • Reaksi (1) merupakan reaksi kimia sedangkan reaksi (2) adalah reaksi elektrokimia • Reaksi elektrokimia hanya akan berlangsung apabila terdapat 4 (empat) macam unsur reaksi elektrokimia berikut: 1.Ada migrasi ion-ion hasil reaksi elektrokimia 4.

. Secara umum reaksi korosi dapat dituliskan sebagai: M + Ox Mn+ + Red Reaksi diurai menjadi: M Mn+ + ne.(reaksi oksidasi) Ox + ne. Red (reaksi reduksi) .

Sel elektrokimia pada sepotong besi yang terendam dalam air yang bersentuhan dengan udara .

. Pada katoda terjadi pengikatan ion yang dilepaskan logam. MEKANISME KOROSI Korosi merupakan proses degradasi material akibat interaksi dengan lingkungannya Secara elektrokimia. Adanya konduktor listrik Pada anoda terjadi proses oksidasi logam dimana terjadi pelepasan ion-ion logam ke dalam larutan sehingga logam akan larut atau berkurang. Adanya lingkungan yang bersifat elektrolit 3. Adanya anoda dan katoda 2. korosi terjadi akibat interaksi komponen: 1.

• Bagan proses korosi .

• Reaksi reduksi tergantung kondisi lingkungan.Reduksi oksigen (dalam larutan asam teraerasi) O2 + 4H+ + 4 e 2H2O 4.Reduksi air (biasanya dalam natural water) 2H2O + 2 e H2 + 2OH- 3. Reduksi oksigen dalam air (umumnya dalam air yang teraerasi) O2 + 2H2O + 4 e 4OH- . Fe Fe2+ + 2 e • Elektron yang dilepaskan oleh logam akan ditangkap oleh katoda melalui reaksi reduksi. • Beberapa jenis reaksi reduksi adalah sebagai berikut: 1.• Proses korosi dimulai dengan pelarutan ion-ion logam (reaksi oksidasi) dalam larutan elektrolit pada anoda.Reduksi ion hidrogen (biasanya dalam larutan asam) 2H+ + 2 e H2 2. yang paling umum adalah reduksi ion hidrogen dalam lingkungan asam.

dengan reaksi: 4Fe(OH)2 + 2H2O + O2 4Fe(OH)3 • Ferri hidroksida berwarna oranye sampai merah kecoklatan yang merupakan produk korosi dan besi. sehingga permukaan besi yang terkorosi dalam air yang teraerasi selalu dalam keadaan basa. . oksigen terlarut mengkonversi oksida ferro oksida menjadi ferri hidroksida.• Ion-ion negatif seperti ion hidroksil (OH-) yang dihasilkan pada katoda berpindah ke anoda dalam sel korosi • Ion-ion yang bermuatan positif bergerak ke permukaan katoda. • Pada permukaan bagian luar lapisan Fe(OH)2. • Pergerakan ion-ion tersebut akan menyebabkan reaksi pada anoda sebagai berikut: Fe2+ + 2OH. pH larutan Fe(OH)2 jenuh sekitar 9. Fe(OH)2 • Ferro hidroksida (Fe(OH)2) merupakan lapisan penahan difusi oksigen ke permukaan besi.5.

Mekanisme tetesan air proses korosi .

T = temperature. . E n = jumlah electron.F). konsentrasi dan jenis elektrolit E = Eo + (R.n.T/n. F = tetapan Faraday. R = tetapan gas ideal. F. E = potensial korosi • Potensial korosi bergantung pada kondisi lingkungan seperti suhu. ln K Eo = pot. karena merupakan proses kimia yang spontan dengan perubahan tenaga bebas Gibbs yang bernilai negatif • Nilai perubahan energy Gibbs sebagai fungsi potensial reaksi elektrokimia • ΔG = . Korosi pada kondisi standar. K = tetapan kesetimbangan reaksi •Potensial korosi logam juga berbeda untuk tiap macam logam. THERMODINAMIKA KOROSI • Reaksi korosi adalah reaksi yang tidak dapat dicegah.

• Deret emf standar .

korosi dapat diramalkan terjadi atau tidak dan produk korosi yang dihasilkan akan bersifat pasif atau terkorosi lebih lanjut.• Tabel Emf digunakan untuk memprediksi apakah suatu pasangan logam akan membentuk sebuah sel galvanik yang akan merugikan atau tidak. • Perubahan potensial secara elektrokimia atau aktivitas electron pada permukaan logam sangat mempengaruhi laju reaksi korosi • Daya penggerak suatu logam/paduan logam untuk terkorosi dapat diprediksi secara thermodinamika dengan menghitung besar gaya elektromotif force dari reaksi 1/2 sel elektrokimia yang diperkirakan akan terbentuk . • Penggabungan dua logam yang memiliki potensial redoks yang jauh berbeda akan sangat merugikan. • Thermodinamika merupakan ilmu yang mempelajari keterkaitan antara energi dengan kerja dan konvensinya dalam suatu proses. • Dengan thermodinamika.

• Secara thermodinamika kemungkinan reaksi yang terjadi di permukaan yang bersifat katodik dan yang bersifat anodik dapat diprediksi dengan menggunakan diagram potensial-pH. • Potensial elektroda merupakan potensial dari suatu elektroda dalam suatu elektrolit yang diukur terhadap suatu elektroda acuan yang menunjukkan kerja secara reversible untuk memindahkan muatan dari permukaan elektroda dalam larutan ke elektroda acuan. • Hubungan logam yang mengandung electron membentuk kompleks pada antar muka yang kontak dengan larutan. Semakin banyak kation yang ditarik maka muatan dan potensial akan naik .

memiliki harga potensial yang bernilai positif (+). • Logam-logam dengan potensial oksidasi-reduksi yang lebih rendah dari potensial oksidasi-reduksi hydrogen standar. sebagai basis pengukuran potensial oksidasi- reduksi logam digunakan potensial oksidasi-reduksi standar hydrogen yang diberi nilai nol volt • Semua potensial oksidasi-reduksi logam diukur berdasarkan harga potensial oksidasi-reduksi standar hydrogen • Pengukuran potensial korosi dilakukan dengan menghubungkan objek yang diukur dengan alat ukur potensial dan dengan elektroda standar hydrogen (SHE) sebagai pembanding dalam lingkungan media yang bersangkutan • Logam-logam yang potensial oksidasi-reduksinya lebih tinggi dari potensial oksidasi-reduksi elektroda hydrogen. harga potensialnya bernilai negative (-). . Penentuan Potensial Korosi Logam • Potensial korosi logam (E) diukur berdasarkan basis harga potensial standar tertentu. • Berdasarkan konvensi.

standar hidrogen tidak digunakan karena konstruksi dan pemakaiannya yang rumit. . • Sehingga dikembangkan elektroda acuan sekunder yang lebih sederhana dalam konstruksi dan pemakaian. • Beberapa acuan sekunder dan konversinya terhadap SHE.• Dalam praktek di lapangan.

.

• Penyimpangan dari kondisi normal dapat menyebabkan terjadinya kenaikan laju korosi logam. • Pengawasan dan pengontrolan laju korosi adalah hal yang sangat esensial dan merupakan suatu keharusan pada system proteksi katodik • Penentuan potensial korosi merupakan langkah awal penentuan kecepatan korosi secara elektrokimia . apakah terjadi suatu penyimpangan atau tidak dari kondisi normalnya. Kegunaan Pengukuran Potensial Korosi • Pengukuran potensial korosi dapat dijadikan indikasi awal apakah suatu logam berpotensi terkorosi atau tidak. • Potensial korosi dapat digunakan sebagai petunjuk adanya perubahan kondisi peralatan logam yang sedang beroperasi di lapangan. Tingginya potensial korosi mengindikasikan kerawanan logan untuk terkorosi dalam lingkungan tersebut.

daerah- daerah dimana logam akan immun. • Digunakan untuk memprediksi reaksi-reaksi yang mungkin terjadi pada setiap harga potensial selama pengukuran polarisasi anodic dan katodik • Pada awalnya diagram ini dibuat untuk logam-logam murni. terkorosi atau terpasivasi sebagai fungsi potensial ½ sel dan ph. • Diagram ini memberikan informasi reaksi-reaksi anodic dan katodik yang mungkin terjadi dan juga kemungkinan proteksi korosi berdasarkan termodinamika. beberapa diagram potensial- pH paduan telah dapat dibuat . Diagram Potensial-pH • Diagram ini menampilkan daerah-daerah kestabilan air. namun dengan bertambahnya hasil pengukuran besaran- besaran termodinamika paduan.

• Diagram Potensial-pH .

Penggunaan diagram potensial-pH untuk Proteksi Logam Bila baja dicelupkan ke dalam elektrolit. maka baja akan terkorosi karena potensial korosinya berada dalam daerah kestabilan ionnya .

Proteksi katodik •. Penurunan potensial antarmuka disertai dengan penurunan laju korosinya karena logam bersifat lebih katodik . maka potensial antarmuka logam terkorosi turun menuju daerah immune •. Dengan menghubungkan logam terkorosi dengan logam lain yang mempunyai potensial korosi yang lebih rendah. Pengaturan pH dengan penambahan pasivator biasanya dilakukan untuk system tertutup. 2.Pengaturan lingkungan •.Berdasarkan diagram potensial-pH maka kemungkinan proteksi logam dapat dilakukan dengan beberapa cara 1. Pengaturan pH dalam lingkungan umumnya dilakukan pada logam-logam yang bersifat pasif dalam lingkungan netral •. Pengaturan potensial antarmuka dapat dilakukan dengan mengubah potensial logam •.

Proteksi anodic dapat diaplikasikan untuk mengendalikan laju korosi dalam lingkungan asam •. Proteksi anodic •.3. Proteksi dapat dilakukan secara efektif pada logam-logam yang terpapar dalam lingkungan yang tidak mengandung ion Cl. sehingga potensial antarmukanya berada dalam daerah pasif yang membentuk oksida/hidroksida dengan tingkat oksida yang lebih tinggi •. Proteksi anodic dilakukan dengan menaikkan potensial logam menjadi lebih anodic. Potensial antarmuka dinaikkan secara perlahan-lahan agar proses pembentukan selaput pasif berlangsung dengan baik •. .atau ion agresif lainnya.