You are on page 1of 95

STATISTIKA GEOFISIKA

PENDAHULUAN
POKOK BAHASAN

PENGERTIAN

MANFAAT STATISTIK

LANDASAN KERJA DAN


PENDEKATAN STATISTIK

DATA PENGOLAHAN DAN


PENYAJIANNYA
PENGERTIAN

Statistik berasal dari kata state yang


artinya negara. Mengapa disebut
negara? Karena dahulu statistik
hanya digunakan untuk kepentingan-
kepentingan negara saja.

Kepentingan negara itu meliputi


berbagai bidang kehidupan dan
penghidupan, sehingga lahirlah istilah
statistik, yang pemakaiannya
disesuaikan dengan lingkup datanya.
DEFINISI

Statistik kumpulan data, bilangan


atau non bilangan yang disusun/
disajikan sedemikian rupa
(biasanya dalam bentuk tabel
atau grafik) yang
menggambarkan suatu persoalan
atau keadaan (Harison, 2013)
Contoh dalam kehidupan sehari-
hari sering kita dengar:

- penghasilan orang Indonesia rata-


rata Rp. 100.000,00 setiap bulan,
- tingkat inflasi rata-rata 9%
setahun,
- bunga deposito rata-rata 12%
setahun,
- penduduk Indonesia yang
bermukim di pedesaan rata-rata
70%,
Ada kalanya data yang dikumpulkan
di lapangan tidak disajikan dalam
bentuk rata-rata seperti tadi, tapi
disajikan dalam bentuk tabel atau
diagram dengan uraian yang lebih
rinci dan di bagian atas atau bawah
dari tabel atau diagram dituliskan
judul yang sesuai dengan nama ruang
lingkup data yang diperoleh.
TABEL KERUGIAN ASURANSI AKIBAT
GEMPABUMI
Statistik dlm arti sempit data ringkasan
berbentuk angka (kuantitatif) (Supranto,
2000)

Statistik penduduk , data atau keterangan


berbentuk angka ringkasan mengenai
penduduk (jumlah, rata rata umur,
distribusinya, presentasi yg buta huruf dll)

Statistik personalia, data atau keterangan


berbentuk angka ringkasan mengenai
personalia (jumlahnya, rata-rata masa kerja,
rata-rata jumlah keluarganya, persentasi
sarjananya dll
Statistik dalam arti luas adalah
pengetahuan yang berhubungan
dengan cara-cara pengumpulan,
penyajian, pengolahan dan
analisis data, serta pengambilan
keputusan secara umum
berdasarkan penelitian yg tidak
menyeluruh. Juga disebut
sebagai Statistika (Supranto,
2000)
Statistika matematis ialah ilmu
yang mempelajari asal-usul atau
penurunan sifat-sifat, dalil-dalil,
rumus-rumus serta dapat diwujudkan
ke dalam model-model lain yang
bersifat teoritis,

Statistika praktis ialah penerapan


statistika matematis kedalam
berbagai bidang ilmu lainnya
sehingga lahirlah istilah statistika
kedokteran, statistika sosial,
statistika geofisika dan sebagainya.
Aplikasi ilmu statistik
dibagi 2 bagian :
STATISTIKA DESKRIPTIF :

Berkenaan dengan pengumpulan,


pengolahan, dan penyajian sebagian
atau seluruh data (pengamatan)
untuk memberikan informasi tanpa
pengambilan kesimpulan
STATISTIKA INFERENSI :

Setelah data dikumpulkan, maka


dilakukan berbagai metode statistik
untuk menganalisis data, dan
kemudian dilakukan interpretasi
serta diambil kesimpulan.

Statistika inferensi akan


menghasilkan generalisasi (jika
sampel representatif)
Istilah dalam statistika
Obyek = benda hidup atau mati yg diuji unsur-
unsur, sifat dan kelakuannya melalui
pengamatan, pengukuran dan penilaian guna
mendpt info atau nilai-nilai yg berguna mengenai
benda tsb

VARIABEL
Suatu sifat dari obyek atau unsur dari obyek yg
dpt diamati atau diukur shg menghasilkan nilai,
ukuran atau kriteria lain yg dpt bervariasi

VARIATE
Angka/nilai ukuran/criteria lain yg dicapai suatu
variabel pada suatu individu atau unit statistic

16
VARIASI
Adanya perbedaan antar
nilai/variate/ukuran dll dari suatu variabel
pada populasi atau sampel

VARIABILITAS
Kemungkinan utk bervariasi dr nilai suatu
variable pd suatu populasi atau sample

Elemen adalah bagian terkecil dari obyek

Karakteristik adalah ciri-ciri atau sifat


yang dimiliki dari elemen

17
Populasi adalah sebuah kumpulan
dari semua kemungkinan orang-
orang, benda-benda dan ukuran lain
dari objek yang menjadi perhatian

Sample adalah bagian dari populasi

Parameter adalah data hasil dari


pengolahan sensus

Data perkiraan adalah data dari hasil


sampling
MANFAAT STATISTIK
MANFAAT BAGI PENGAMBIL
KEPUTUSAN
Statistika dapat sebagai alat:

a. pengumpulan data baik secara


sensus maupun sampling

b. pengolahan atau analisis data


c. penyajian data dalam bentuk
laporan manajemen
d. pengambilan keputusan atau
perencanaan
e. evaluasi atau pengawasan
antara data yang dilaporkan
dengan penyimpangan di
lapangan
f. melakukan pemecahan
masalah manajerial
MANFAAT BAGI ILMU
PENGETAHUAN

Statistika dapat sebagai alat:

a) Deskripsi yaitu menggambarkan atau


menerangkan data seperti mengukur
dampak dan proses pembangunan
melalui indikator-indikator ekonomi,
indeksi harga konsumen, tingkat inflasi,
GNP, laporan nota keuangan negara dan
sebagainya.
b) Komparasi yaitu
membandingkan data pada
dua kelompok atau beberapa
kelompok.

c) Korelasi yaitu mencari


besarnya hubungan data
dalam suatu penelitian.
d) Regresi yaitu meramalkan
pengaruh data yang satu terhadap
data yang lainnya. Atau untuk
estimasi terhadap kecenderungan-
kecenderungan peristiwa yang akan
terjadi di masa depan.

e) Komunikasi yaitu merupakan alat


penghubung antar pihak berupa
laporan data statistik atau analisis
statistik sehingga kita maupun
pihak lainnya dapat memanfaat-
kannya dalam membuat suatu
keputusan.
LANDASAN KERJA
DAN PENDEKATAN
STATISTIK
LANDASAN KERJA
STATISTIK

a.Variasi

Satistik bekerja dengan keadaan


yang berubah-ubah (variasi).

Misalnya:
keadaan penduduk, keuangan,
GNP, kelahiran, kematian, peserta
b. Reduksi
Statistik bekerja secara reduksi, arti-
nya tdk seluruh informasi harus di olah.

Tidak seluruh orang harus diteliti


(populasi), melainkan cukup dengan
sampel-sampel yang mewakili saja.

Tentu saja sampel itu harus


reprensentatif Untuk mendapatkan
sampel yang representatif diperlukan
pemahaman tentang tehnik sampling.
c. Generalisasi
Statistik induktif bekerja untuk menarik
kesimpulan umum (generalisasi) yang berlaku
untuk anggota-anggota populasinya
berdasarkan sampel-sampel yang
representatif tadi.

Misalnya: kita tidak mungkin meneliti semua


produksi kekuatan 100.000 baut terhadap
kekuatan patahnya, tetapi cukup melalui
sampel saja misalnya hanya 384 buah saja
untuk setiap 100.000 baut, kalau kita uji
semua kekuatan patah untuk 100.000 maka
"apa yang akan diproduksi dan dijual?".
d. Spesialisasi
Statistik selalu berkenaan dengan
angka-angka saja (kuantitatif).

Statistik mempunyai angka-angka


yang lebih nyata, pasti dan dapat
diukur dengan angka-angka.
Istilah-istilah seperti: pada umumnya,
kira-kira, kurang lebih, kebanyakan,
biasanya sedikit, biasanya banyak,
lumayan, cukupan, sedang-sedang
saja, hampir tidak pernah dikenal
dalam analisis statistik.

Agar data kualitatif dapat di statistik


kan, maka data itu harus dibobot dulu.
Misalnya sangat setuju = 5, setuju = 4,
ragu-ragu = 3, tidak setuju = 2, dan
sangat tidak setuju = 1.
PENDEKATAN DALAM
STATISTIK
a. Objektif

Statistik yang mengandung angka-


angka tadi dapat diterima oleh
semua orang tentang sebutan angka
ditulis tadi, demikian pula rumus-
rumus yang seharusnya dipakai
dalam menganalisis suatu data.
b. Universal

Statistik bersifat universal,


karena ia dapat dipakai hampir
dalam setiap bidang keilmuan
terutama ilmu kealaman dan
sosial.
DATA, PENGOLAHAN
DAN PENYAJIANNYA
DEFINISI
Data adalah suatu yg diketahui atau
dianggap. Biasanya berhubungan dg tempat
dan waktu

Sesuatu yang dianggap juga merupakan data


walaupun data semacam itu belum tentu
benar, masih berupa hipotesis yg perlu diuji
terlebih dahulu.

Dlm praktek banyak sekali anggapan atau


asumsi yang digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan
PEMBAGIAN DATA

DATA MENURUT SIFATNYA


DATA

KUALITATIF KUANTITATIF
JENIS
DATA

NOMINAL INTERVAL
ORDINAL RASIO
I. Data Kualitatif :
Data yang bukan berupa angka, ciri : tidak bisa
dilakukan operasi matematika.

Contoh : Jenis kelamin, tgl dan tempat lahir


seseorang, harga telur naik, penyaluran pupuk
lancar

Terbagi dua :

a. Nominal
Data yang paling rendah dalam level
pengukuran data. Bisa berupa angka namun
hanya utk membedakan
Jenis kelamin : Pria = 1, wanita = 2
Agama : Islam =1, Kristen =2, Hindu =3,
Budha =4, Kong Hu Cu = 36
b.Ordinal angka yg selain nominal
juga menunjukkan urutan atau
tingkatan data, dg jarak tidak sama

Contoh :
Peringkat
Nilai Ujian ordinal jarak
Abas 70 3 1-2 5
Budi 90 1 2-3 15
Cecep 85 2 3-4 10
Deni 60 4 4-5 5
Eddy 55 5
II. Data Kuantitatif
Data berupa angka dalam arti sebenarnya dapat
dilakukan operasi matematika.

Terbagi dua :

a. Data Interval : angka yg selain berfungsi sbg nominal


dan ordinal juga menunjukkan jarak yg sama

Contoh :

Sangat setuju = 4
Setuju = 3
kurang setuju = 2
tidak setuju = 1

Interval temperatur ruang adalah sbb :


- Cukup panas jika antara 50C-80 C
- Panas jika antara 80 C-110 C
- Sangat panas jika antara 110 C-140 C
38
b. Data Rasio tingkat pengukuran
paling tinggi ; bersifat angka
dalam arti sesungguhnya.
Beda dengan interval mempunyai
titik nol dalam arti sesungguhnya.

Contoh
- Berat badan Adi = 75 kg
- Berat badan Ali = 50 kg
- Berat Adi 1.5 berat Ali
- Penghasilan Beni Rp 5.750.250,-
per bulan
Data Menurut Sumbernya

Data Internal adalah data yg


bersumber dari keadaan atau
kegiatan suatu organisasi atau
kelompok

Data Eksternal adalah data yg


bersumber dari luar suatu
organisasi atau kelompok
Data Menurut Cara
Perolehan
Data Primer adalah data yg
dikumpulkan dan diolah sendiri
suatu organisasi atau
kelompok/perorangan langsung dari
obyeknya

Data Sekunder adalah data yg


diperoleh dalam bentuk jadi dan
telah diolah oleh pihak lain
Data Menurut Waktu
Pengumpulannya

Data Cross Section adalah yg


dikumpulkan dalam perioda tertentu
biasanya menggambarkan suatu
keadaan atau kegiatan dlm perioda
tersebut

Data Berkala (Time Series) adalah data


yang dikumpulkan dari waktu ke
waktu, tujuannya untuk mengetahui
perkembangan kegiatan dari waktu ke
Syarat Data Yang Baik
1.Obyektif. Data yang obyektif berarti
data harus sesuai dengan keadaan
yang sebenarnya

2.Representatif. Data harus mewakili


obyek yang diwakili

3.Kesalahan Baku Kecil. Suatu


perkiraan dikatakan baik (mempunyai
ketelitian yang tinggi) bila
mempunyai kesalahan baku kecil
4. Tepat Waktu. Apabila data akan digunakan
untuk pengendalian atau evaluasi, maka
syarat tepat waktu itu penting agar
sempat dilakukan penyesuaian atau
koreksi seperlunya

5. Relevan. Data yg akan digunakan harus


ada hubungannya dengan masalah yg akan
dipecahkan

Syarat no 1 sd 3, dikatakan syarat data yg


dapat diandalkan (reliable) dan

Syarat no 4 dan 5 lebih menunjukkan


manfaat dan kegunannya
DATA UTK PEMBANGUNAN
DAERAH

1. Data Sumber Daya

-. Data iklim (curah hujan, suhu,


kelembapan, angin dll)
-. Data tentang Tanah (struktur tanah,
penggunan tanah, kesuburan,
penguasaan tanah dll)
-. Data mengenai air (jumlah sumber
menurut jenis (mata air,sumur, danau),
irigasi dll)
-. Data kependudukan (jumlah dll)
2. Pertanian
(luasnya, produksinya, jumlah
pupuk, pestisida dll)

3. Peternakan
(jumlah ternak menurut jenis, jenis
kelamin, produksi (telur, susu,
daging), jumlah konsumsi

4. Kehutanan
(luas, hasil, luas yg berubah fungsi
dll)
5. Perikanan
(jumlah nelayan, produksi, jumlah alat
tangkap, jumlah konsumsi ikan dll

6. Industri dan kegiatan non pertanian


(jumlah perusahaan, produkasinya,
jumlah tenaga kerja di sektor tsb dll)

7. Tenaga kerja
(jumlah penduduk dlm angkatan kerja dg
8. Pendidikan
(jumlah sekolah, guru, murid
mahasiswa, fasilitas dll)

9. Kesehatan
(jumlah dokter, bidan, perawat, rumah
sakit, puskesmas , persediaan obat
dll)

10. Keluarga berencana


(jumlah kelahiran, kematian,
tingkat kesuburan dll)
11. Perumahan
( jumlah menurut kelas, kamar,
penghuni, fasilitas dll)

12. Pendapatan Wilayah


(mengetahui andil masing2 sektor
dlm perekonomian, mengetahui
besarnya sumbangan masing2
sektor produksi, mengetahui
penggunaan [endapatan wilayah)
13. Tabel Input Output Daerah

( - mengetahui sektor mana yg dpt


mempercepat perekonomian
daerah
- sektor mana yg peka thd
pertumbuhan ekonomi
- dpt meramalkan produktivitas
output tenaga kerja, impor dll
- dpt meramalkan perlembangan
harga
- dpt meramalkm pengaruh
perekonomian daerahnya)
Pengumpulan Data

Menurut caranya pengumpulan


data dibagi menjadi :

a.Sensus
b.Sampling
a.Sensus adalah cara pengumpulan
data dimana seluruh elemen
populasi diselidiki satu persatu.
Data yang dihasilkan dari
pengolahan data disebut sebagai
data yang sebenarnya (true value)
atau yang sering disebut parameter
b.Sampling adalah cara pengumpulan
data dimana yg diselidiki adalah
elemen sample dari suatu populasi.
Data yang diperoleh dari sampling
adalah data perkiraan
Alat Pengumpulan Data
Alat untuk memperoleh
keterangan dari obyek atau
elemen adalah :

a. Angket/ Kuesionare
b. Tes
c. Wawancara
d. Dokumen
e. Observasi
a. Angket (Kuesioner)

Angket adalah daftar pertanyaan yang


diberikan kepada responden untuk
menggali data sesuai dengan
permasalahan penelitian.

Menurut Masri Singarimbum, pada


penelitian survai, penggunaan angket
merupakan hal yang paling pokok
untuk pengumpulan data di lapangan.
Hasil kuesioner inilah yang akan
diangkakan (kuantifikasi),
disusun tabel-tabel dan dianalisa
secara statistik untuk menarik
kesimpulan penelitian.
Tujuan pokok pembuatan
kuesioner adalah

(a) untuk memperoleh informasi yang


relevan dengan masalah dan tujuan
penelitian, dan
(b) untuk memperoleh informasi dengan
reliabel dan validitas yang tinggi.

Hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti


dalam menyusun kuesioner, pertanyaan-
pertanyaan yang disusun harus sesuai
dengan hipotesa dan tujuan penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto,
sebelum kuesioner disusun
memperhatikan prosedur sebagai
berikut:

- Merumuskan tujuan yang akan


dicapai dengan kuesioner.

- Mengidentifikasikan variabel
yang akan dijadikan sasaran
kuesioner.
- Menjabarkan setiap variabel
menjadi sub-sub variabel
yang lebih spesifik dan
tunggal.

- Menentukan jenis data yang


akan dikumpulkan, sekaligus
unit analisisnya.
Contoh Angket

1. Angket Terbuka, yaitu angket


dimana responden diberi kebebasan
untuk menjawab

Contoh: Metode apa yang digunakan


oleh Bapak/ibu dalam pengajaran PAI
di kelas?
a......................
b......................
c......................
d......................
Angket Tertutup, apabila
jawaban pertanyaan sudah
disediakan oleh peneliti.

Contoh: Apakah Bapak/Ibu


senantiasa memeriksa hasil
pekerjaan anak dikelas?
a.Selalu
b.Sering
c.Jarang sekali
Angket semi terbuka, yaitu jawaban
pertanyaan sudah diberikan oleh
peneliti, tetapi diberi kesempatan
untuk menjawab sesuai kemauan
responden

Contoh: Apa metode yang Bapak?


Ibu gunakan dalam pengajaran PAI
a.Diskusi
b.Ceramah
c.. ............
b. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan
atau latihan serta alat lain yang
digunakan untuk mengukur
ketrampilan, pengetahuan
intelegensi, kemampuan atau bakat
yang dimiliki oleh individu atau
kelompok.

Ditinjau dari sasaran atau obyek yang


akan dievaluasi, ada beberapa
macam tes dan alat ukur yaitu:
1. Tes kepribadian atau
personality test, yaitu tes yang
digunakan untuk mengungkap
kepribadian seseorang, seperti
selfconcept, kreativitas,
disiplin, kemampuan khusus,
dan sebagainya.
2. Tes bakat atau aptitude test,
yaitu tes yang digunakan untuk
mengukur atau mengetahui
bakat seseorang.
3. Tes intelegensi atau intelligence
test, yaitu tes yang digunakan untuk
mengadakan estimasi atau perkiraan
terhadap tingkat intelektual
seseorang dengan cara memberikan
berbagai tugas kepada orang yang
akan diukur intelegensinya.

4. Tes sikap atau attitude test, yaitu


alat yang digunakan untuk
mengadakan pengukuran terhadap
berbagai sikap seseorang.
5. Tes minat atau measures test
yaitu tes yang digunakan untuk
menggali minat seseorang
terhadap sesuatu.

6. Tes prestasi atau


achievement test yaitu tes yang
digunakan untuk mengukur
pencapaian seseorang setelah
mempelajari sesuatu.
c. Wawancara
Wawancara merupakan proses komunikasi
yang sangat menentukan dalam proses
penelitian. Dengan wawancara data yang
diperoleh akan lebih mendalam, karena
mampu menggali pemikiran atau pendapat
secara detail.

Oleh karena itu dalam pelaksanaan


wawancara diperlukan ketrampilan dari
seorang peneliti dalam berkomunikasi
dengan responden.
Seorang peneliti harus memiliki
ketrampilan dalam mewawancarai,
motivasi yang tinggi, dan rasa
aman, artinya tidak ragu dan takut
dalam menyampaikan wawancara.

Seorang peneliti juga harus


bersikap netral, sehingga
responden tidak merasa ada
tekanan psikis dalam memberikan
jawaban kepada peneliti
Secara garis besar ada dua macam
pedoman wawancara, yaitu:

1.Pedoman wawancara tidak


terstruktur, yaitu pedoman
wawancara yang hanya memuat garis
besar yang akan ditanyakan.

Dalam hal ini perlu adanya kreativitas


pewawancara sangat diperlukan,
bahkan pedoman wawancara model
ini sangat tergantung pada
pewawancara.
2. Pedoman pewawancara
terstruktur, yaitu pedoman
wawancara yang disusun
secara terperinci sehingga
menyerupai chek-list.

Pewawancara hanya tinggal


memberi tanda v (check).
Menurut Nasution, ada beberapa
hal yang dapat ditanyakan dalam
wawancara, antara lain:

- pengalaman,
- pendapat,
- perasaan,
- pengetahuan,
- pengeinderaan dan
- latar belakang pendidikan.
d. Dokumen

Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan


diperoleh dari sumber manusia atau human
resources, melalui observasi dan
wawancara. Sumber lain yang bukan dari
manusia (non-human resources),
diantaranya dokumen, foto dan bahan
statistik.

Dokumen terdiri bisa berupa buku harian,


notula rapat, laporan berkala, jadwal
kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran
dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan
lain sebagainya.
Selain foto, bahan statistik juga dapat
dimanfaatkan sebagai dokumen yang
mampu memberikan informasi
kuantitatif, seperti jumlah guru,
murid, tenaga administrasi dalam
suatu lembaga atau organisasi.

Data ini sangat membantu sekali bagi


peneliti dalam menganalisa data,
dengan dokumen-dokumen kuantitatif
ini analisa data akan lebih mendalam
sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Selain bentuk-bentuk dokumen tersebut
diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan
statistik. Dengan menggunakan foto akan
dapat mengungkap suatu situasi pada detik
tertentu sehingga dapat memberikan
informasi deskriptif yang berlaku saat itu.

Foto dibuat dengan maksud tertentu,


misalnya untuk melukiskan kegembiraan
atau kesedihan, kemeriahan, semangat dan
situasi psikologis lainya.

Foto juga dapat menggambarkan situasi


sosial seperti kemiskinan daerah kumuh,
adat istiadat, penderitaan dan berbagai
fenomena sosial lainya.
e. Observasi

Agar observasi yang dilakukan oleh


peneliti memperoleh hasil yang
maksimal, maka perlu dilengkapi
format atau blangko pengamatan
sebagai instrumen.

Dalam pelaksanaan observasi, peneliti


bukan hanya sekedar mencatat, tetapi
juga harus mengadakan pertimbangan
kemudian mengadakan penilaian ke
dalam suatu skala bertingkat.
Observasi dapat dilakukan dengan dua
cara, yaitu

- observasi partisipasi dan


- non- partisipan.

Observasi partisipasi dilakukan apabila


peneliti ikut terlibat secara langsung,
sehingga menjadi bagian dari kelompok
yang diteliti.

Sedangkan observasi non partisipan adalah


observasi yang dilakukan dimana peneliti
tidak menyatu dengan yang diteliti, peneliti
hanya sekedar sebagai pengamat.
Menurut Nasution, ada beberapa hal
yang perlu diperhatikan dalam
melakukan observasi, antara lain:

1.Harus diketahu dimana observasi


dapat dilakukan, apakah hanya
ditempat-tempat pada waktu
tertentu atau terjadi diberbagai
lokasi?
2. Harus ditentukan siapa-siapa
sajakah yang dapat diobservasi,
sehingga benar-benar
representatif?
3. Harus diketahui dengan jelas data
apa yang harus dikumpulkan
sehingga relevan dengan tujuan
penelitian.

4. Harus diketahui bagaimana cara


mengumpulkan data, terutama
berkaitan dengan izin pelaksanaan
penelitian.

5. Harus diketahui tentang cara-cara


bagaimana mencatat hasil
observasi.
PENGOLAHAN DATA :
a. Pengolahan data secara manual
b. Pengolahan data secara elektronik

a. Pengolahan data secara manual


dilakukan untuk jumlah
observasi yang tidak banyak.
Prosesnya memerlukan waktu
yang lama, karena harus
meneliti satu persatu dari setiap
observasi
b. Pengolahan data secara
elektronik
Perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi khususnya tekniologi informasi
dan informasi yang cepat sangat
membantu proses pengolahan statistik.

Dapat dibayangkan bila tidak ada


komputer, betapa lamanya waktu yang
diperlukan untuk mengolah hasil penelitian
dalam jumlah yang besar dengan masing
masing obyek diamati dengan banyak
karakteristik.
Permasalahan yang dihadapi
adalah harus mempunyai
program entry data sesuai
dengan pertanyaan yang ada di
kuesener dan sering hasil
kuesener tidak dapat langsung
dimasukkan ke komputer namun
harus di edit terlebih dahulu
B. JUMLAH VARIABEL : berdasarkan jumlah
variabel
dibagi menjadi

Analisis UNIVARIAT : hanya ada 1 pengukuran


(variabel) untuk n sampel atau beberapa variabel
tetapi masing-masing variabel dianalisis sendiri-
sendiri. Contoh : korelasi motivasi dengan
pencapaian akademik.

Analisis MULTIVARIAT : dua atau lebih


pengukuran (variabel) untuk n sampel di mana
analisis antar variabel dilakukan bersamaan.
Contoh : pengaruh motivasi terhadap pencapaian
akademik yang dipengaruhi oleh faktor latar
belakang pendidikan orang tua, faktor sosial
ekonomi, faktor sekolah.
Penyajian Data

Setiap peneliti harus dapat menyajikan


data yang telah diperoleh, baik yang
diperoleh melalui observasi,
wawancara, kuesioner (angket)
maupun dokumentasi.

Prinsip dasar penyajian data adalah


komunikatif dan lengkap, alam arti
data yang disajikan dapat menarik
perhatian pihak lain untuk
membacanya dan mudah memahami
isinya.
Penyajian Data

1. Baris-kolom

Tabel/daftar 2. Daftar Kontengensi


3. Daftar Distribusi
1. Diagram batang
2. Diagram garis
3. Diagram
Grafik/gambar
lambang/simbul
4. Diagram pastel
5. Diagram lingkaran
6. Diagram
peta/kartogram
Baris-kolom
Daftar Kontengensi
Daftar Distribusi
DIAGRAM BATANG
Diagram garis
Diagram
Lambang
DIAGRAM PASTEL
DIAGRAM
LINGKARAN
(PIE CHART)
Diagram peta/kartogram
Diagram Pencar
Tugas

Membuat kuesioner dengan mengambil


kesimpulan dari hasilnya ttg :

- Latar belakang/asal taruna


- Alasan taruna masuk ke STMKG
- Pelayanan kampus kepada taruna
- Masalah kost

Setiap tema paling tidak mencakup lima


pertanyaan

Satu kelas dibagi 4 kelompok, dengan tema


seperti diatas.
SAMPAI JUMPA MINGGU
DEPAN