You are on page 1of 35

MALNUTRISI PADA ANAK

Malnutrisi  masalah kesehatan penting di
negara-negara sedang berkembang.

Angka kematian tertinggi:
anak balita, dengan puncak usia 9 bln-
2 th
 diberikan makanan tambahan
serangan- 2 penyakit infeksi

Protein Energy Malnutrisi (P.E.M)
Kurang Enersi Protein (K.E.P)
± 30% anak 0-6 tahun
 + 9 juta
Malnutrisi dapat dikelompokkan:

1. Menurut jenis bahan yang kurang:
A. Kelompok kekuranaan
protein/enersi
= Kurang Enersi Protein
(KEP)
= Protein Energy
Malnutrition (PEM)

ada 3 jenis :
i. Kwasiorkhor
ii. Marasmic Kwasiorkhor
iii. Marasmic
B. Kelompok Kekurangan Vit. /
Mineral

i. Anemia kekurangan besi
ii. Defisiensi vit. A
iii. Penyakit Gondok Endemik
iv. Penyakit defisiensi yang lain:
- Beri-beri  thiamine
- Pellagra  niacin
- Rickets  vit. D ?
2. Menurut derajad keadaan
gizi:
A. Gizi Lebih
- Berat badan lebih
- Obesitas
B. Gizi Baik
C. Gizi Kurang
(mild to moderate
malnutrition)
D. Gizi Buruk
- Kwasiorkhor
- Marasmic-Kwasiorkhor
- Marastnic
KEP / PEM = Gizi Buruk

Gopalan:
> Marasmic :
Adaptation/compensated
malnutrition
> Kwasiorkhor :
Dysadaptation/decompensated/
uncompensated malnutrition
3. Menurut sebab terjadinya
malnutrisi:

A. Primary malnutrition
Intake makanan memang tidak
cukup / berlebihan
B. Conditioned / Secondary
malnutrition Intake makanan 
kebutuhan ↑
gangguan absorbsi
pengeluaran ↑
penggunaan ↑
Cara penentuan status gizi:

1. Penentuan secara langsung
(direct nutrition
assessment)
a. Klinis
b. Antropometri
c. Biokimia
d. Pemeriksaan jaringan
(tissue test)
2. Penentuan secara tidak
langsung
a. Perne!itian tentang
makanan
b. Penelitian tentang
Kwasiorkhor
Williams (1933) :
Term : severe malnutrition
syndrome
Etiologi :
Dapat terjadi pada masa :
- infancy
- in later childhood
- in adult life  jarang
Trawell, Davis & Dean (1954)
- 45%  1-2 tahun
- 69%  1-3 tahun
Kwasiorkhor tak pernah
sebagai etiologinya hanya diet.
Infeksi, psikologis, koradisi lain,
faktor-2 secara tersendiri
ataupun bersama mempunyai
peranan.
Sindrom yang sama dapat
ditimbulkan dengan pemberian
makanan rendah protein & bagian
terbesar karbohidrat.
Gambaran klinik bervariasi menurut
faktor:
a. Tingkatan defisiensi & rasio KH :
Protein intake.
b. Kecepatan terjadinya.
c. Umur dimana penderita terkena
d. Lamanya
e. Conditioning factors :
- infeksi, trauma psikologis
f. Genetic characteristic.
- warna kulit, tipe rambut
Jellife & Dean (1959) membagi
gambaran klinik kwarsiorkhor 3
kategori:
1. Constant sign
2. Usual
3. Occasional

KEADAAN DARURAT PADA
MALNUTRISI
1. HIPOTERMIA
2. HIPOGLIKEMIA
3. KEGAGALAN JANTUNG
4. GANGGUAN KESEIMBANGAN
CAIRAN DAN ELEKTROLIT
5. SEPSIS
1. Constant sign of kwasiorkhor:
a) Oedema
b) Growth retardation
c) Muscle wasting with
retention of some
subcutaneous fat
d) Psychomotor change:
apathetic, miserable,
inert, withdrawn,
anorectic
2. Usual signs.
a) Hair changes:
Dyspigmentation,
straightness, silkiness,
loosely attached roots,
spareness & easy pluckabilsty
b) Diffuse depigmentation of
the skin
c) Moonface
d) Anemia
3. Occasional signs:
a) Flaky paint rash
b) Hepatomegaly
c) Other skin lesions:
- indolent sores
- fissure  behind the ears
- moist groin rash
d) Associated vitamin
deficiency
e) Ass0ciated conditioning
infection
NUTRITIONAL MARASMUS
[ INANITION ] CACHEXIA,
DECOMPOSITION

ETIOLOGI :
- NUTRITIONAL MARASMUS 
DISEBABKAN SEVERE
UNDERNUTRITION.
 DIET SANGAT RENDAH DALAM
KALORI PROTEIN
 DISEBUT : BALANCED
STARVATION
- TERBANYAK 1-3 TAHUN -> SEBAGAI
AKIBAT
• MAKANAN BUATAN DENGAN SUSU
YANG SANGAT ENCER
• DIARE
CONSTANT SIGNS OF NUTRITIONAL
MARASMUS

a. GROWTH RETARDATON
 EXTREME WEIGHT
RETARDATION  < 60%
STANDARD

b. WASTING OF MUSCLE AND OF
SUBCUTANEOUS FAT GAMBARAN
KLINIS -> "LITTLE OLD MAN" OR
“MONKEY FACE”
OCCASIONAL SIGNS

a. HAIR CHANGES  LIGHT
BROWN
b. ASSOCIATED VIT. DEFICIENCY
e.q
 - ANGULAR STOMATITIS
- KERATO MALACIA
c. ASSOCIATED CONDITIONING
DISEASES MELIPUTI :
- DEHYDRASI  DIARE
- ORAL MONILIASIS
- TUBERCULOSIS
OBESITAS PADA ANAK

OBESITAS (KEGEMUKAN) :
PENIMBUNAN LEMAK YANG ABNORMAL
DI SELURUH TUBUH
(DI BAWAH KULIT DAN JARINGAN LAIN,
PADA DINDING. PEMBULUH DARAH, JUGA
KADAR LIPIDA SERUM SERING
MENINGKAT)

OBESITAS PADA ANAK
DIJUMPAI PD SEMUA UMUR, TERUTAMA

1. MENJELANG UMUR 1 TAHUN
2. ANTARA UMUR 5-6 TAHUN
3. PADA MASA REMAJA
SEBAB-SEBAB OBESITAS
A. OBESITAS EXOGEN
1. MAKAN MINUM
BERLEBIHAN 2. KURANG
GERAK BADAN B. OBESITAS
ENDOGEN
1. FAKTOR GENETIK
2. METABOLIK
3. ENDOKRIN
4. KEADAAN JIWA
5. SINDROMA SOMATIK
DYSMORFIK YANG
JARANG
AD.A.1. MAKAN MINUM BERLEBIHAN
a. DIET SALAH PADA MASA BAYI
- MAKANAN TAMBAHAN TERLAMPAU
DINI, UMUR BBRP MINGGU
SUDAH DIBERI PISANG-
NASI
- PASI JUMLAH BERLEBIHAN
- PEMBERIAN EVAPORETED MILK
TANPA PENGENCERAN
PD
NEONATUS, TERUTAMA YANG
PREMATUR.
b. KEBIASAAN MAKAN SALAH
SEKELUARGA
- DIET TINGGI LEMAK, TINGGI GULA
MAKAN BERLEBIHAN
- FREKUENSI MAKAN : LEBIH SERING
MAKAN
A.2. GERAK BADAN KURANG
ANAK HANYA DIAM/DUDUK.
TIDAK BERMAIN  KEBUTUHAN
ENERGI KURANG  OBESITAS
Ad.B. OBESITAS EMDOGEN
1. FAKTOR GENERIK (HEREDITAS)
CENDERUNG MENIMBUN
LEMAK, WALAUPUN
MAKAN BIASA/SEDIKIT
2. FAKTOR METABOLIK
a. DIIT INDUCED
THERMOGENESIS TURUN
b. PENINGKATAN AKTIVITAS
LIPO PROTEIN-
LIPASE YANG
MENARIK TRIGLYCERIDA
YANG BEREDAR DALAM DARAH,
MASUK KE JARINGAN LEMAK.
3. FAKTOR ENDOKRIN .
a. PENY CUSHING
b. HYPOTHYROIDI : BMR,
MIXEDEMA.
PENIMBUNAN LEMAK
c. LESI / TUMOR
HIPOTHALAMUS
d. HIPOGONADISME (SIND.
KLEINEFELTER & TURNER)
e. DEF. HORMON
PERTUMBUHAN
f. PANKREATIK :
- INSULINOMA
- HIPERPLASI SEL BETA
4. KEADAAN JIWA
AMAN/TENTERAM  MAKAN BANYAK
METABOLISME
LANCAR

5. SINDROMA SOMATIK D’SMORPHIK
YANG
DISERTAI OBESITAS
SERING ADA RETARDASI MENTAL
SINDROMA : a. LAURENCE MOON
BIEDL
b. PRADERWILLI
c. CARPENTER
d. SUMITT
e. COHEN
GEJALA KLINIK OBESITAS

1. TAMPAKGEMUK
2. MUKA BULAT. MOON FACE .

3. LEMAK SUBCUTANE TEBAL
PD ANAK LBH BESAR. LEBIH
DARI PERSENTIL 90;
PD BAYI LEBIH DARI
PERSENTIL Ke.95
4. GERAK BADAN LAMBAT,
TERASA BERAT
5. BERAT BADAN MENINGKAT
RUMUS PORACA : INDEX OBESITAS

BB
---- SEBENARNYA = A
PB

A
--- x 100% = INDEX OBESITAS
B

BB PERSENTIL KE-50
---- =B
PB UMUR SAMA
BILA BERAT BADAN

110% BB IDEAL = OVER WEIGHT
120% BB IDEAL = OBESITAS
120 - 130% = OBESITAS RINGAN
131 - 170% = OBESITAS SEDANG
> 170% = OBESITAS BERAT
> 200% = OBESITAS MORBID

PENGOBATAN :
1. MULTIFAKTORIAL
2. SESUAI DGN SEBABNYA
3. DISERTAI MOTIVASI DAN PENGERTIAN
DARI PEND & KELUARGA