You are on page 1of 14

Pengantar Bisnis

PENENTUAN HARGA POKOK


kelompok 6

M. Albi Fahrizal (140810301152)


Alfauzi Firdaus (140810301153)
Ulfiana Nur Fajrin
(140810301166)
Erika Marta Arifin
Harga pokok mempunyai dua konsep yaitu konsep
harga pokok historis dan harga pokok normatif.
Harga pokok dapat dirumuskan sebagai biaya
yang tidak dapat dihindarkan terhisap dalam
proses produksi yang dapat diperhitungkan
sebelumnya dan yang secara kuantitatif dapat
dihitung dengan satuan moneter, misalnya rupiah.
Terdapat dua sistem pembebanan harga pokok
yaitu sistem harga pokok taksiran dan sistem
harga pokok standar.
Tujuan penetapan harga pokok
menurut Sumarni adalah
Untuk menetapkan harga pokok standart
Sebagai dasar penetapan harga jual
produk
Untuk mengetahui apakah kebijakan cara
penjualan produk perlu dirubah atau tidak
Sebagai penunjuk apakah mesin dan
perlengkapan perlu diganti atau
ditambah, sebab ongkos perbaikan mesin
lama akan mempertinggi harga pokok
Untuk keperluan perhitungan neraca.
HARGA POKOK
TUJUAN MENGHITUNG H.
POKOK

Harga Pokok adalah biaya Untuk menetukan harga


yang tidak bisa dihindarkan penjualan.
melekat pada produk. Untuk Untuk menentukan laba/
menghitung harga pokok rugi perusahaan
hendaknya diketahui dengan Untuk memberi penilaian
baik biaya dan jenis-jenisnya. didalam laporan
Biaya yang akan keuangan yang berupa
diperhitungkan dalam proses neraca
produksi sebaiknya dapat
Untuk menetukan
diduga sbelum proses kebijakan perusahaan
produksi.
Untuk menentukan
efisiensi perusahaan.
Komponen Harga
Pokok
Biaya Bahan Baku
Contoh : Kain
Merupakan biaya
untuk
yang
membuat
melekatbaju
dan dapat diidentifikasi secara je
Merupakan
Contoh : Kain
biaya
untuk
yang
membuat
melekatbaju
dan dapat diidentifikasi secara je
Contoh
Untuk memproduksi 6 unit produk, dibutuhkan 5 kg Bahan Baku
@ Rp 8000, biaya tenaga kerja 6 jam kerja @ Rp 5000/ jam, dan
biaya Overhead Pabrik ditetapkan 50% dari Biaya Bahan Baku.

Perhitungan :
Biaya Bahan Baku 5 x Rp 8000 = Rp 40.000
Biaya Tenaga Kerja 6 x Rp 5000 = Rp 30.000
B. Overhead Pabrik 50% x Rp 40.000 = Rp 20.000
Harga Pokok = Rp 90.000
Harga Pokok per unit = Rp 90.000 : 6 = Rp 15.000
Apabila produk per unit dijual dengan harga Rp 20.000, maka :
Penjualan = 6 x Rp 20.000 = Rp 120.000
H. Pokok Produksi = 6 x Rp 15.000 = (Rp 90.000)
Laba= Rp 30.000
JENIS COST SYSTEM
berdasarkan proses produksi, perusahaan dibedakan :
1. Produk satuan/ produk berdasarkan pesanan.
2. Produk massa/ kontinyu

1. JOB ORDER SYSTEM ( SISTEM HARGA POKOK PESANAN)


adalah cara pengumpulan Harga Pokok dimana biaya produksi
dikumpulkan sejumlah tertentu dan langsung dibebankan pada masing-
masing produksi/jasa.

Pada perkiraan biaya, dibebankan :


1. Bahan dibebankan berdasarkan bon permintaan
2. upah yang dibebankan berdasarkan Job Ticket
3. Apabila pekerjaan sudah selesai maka selisih masih perlu ditambah
biaya produksi tak langsung dengan cara menggunakan presentase/ tarif.

JOB ORDER SYSTEM digunakan dalam prosedur order produksi dimana


dalam suatu pabrik dibuat barang-barang tiap kali berlainan atau order
lain.`
CONTOH

Material Requisition Rp xxx


Job Ticket Rp xxx
By. Produksi tidak langsung Rp xxx
Manufacturing Cost Rp xxx
Rp xxx

Harga Pokok Per unit = Total biaya Produksi


Kuantitas Produksi
2. PROCESS COST SYSTEM (SYSTEM HARGA POKOK PROSES)
adalah cara penetuan harga pokok produksi dimana biaya produksi
selama periode tertentu di bebankan pada proses/ kegiatan dan dibagi
sama rata kepada produksi yang dihasilkan dalam periode tersebut.

Process cost system diselenggarakan dalam produksi dimana berlaku


Repetitive Order. Dalam hal ini, dibuat laporan periode berkala untuk
keperluan perencanaan dan pengawasan produksi yang menunjukkan
produksi tiap kegiatan.

Pada kedua sistem tersebut dapat dipergunakan 2 macam dasar :


1. Historical Cost System, yaitu prosedur untuk mengumpulkan biaya
dimana biaya ttersebut dicatat pada saat/ setelah biaya terjadi dan
mengajukannya setelah semua kegiatan selesai.
2. Standart Cost System, yaitu biaya yang ditetapkan lebih dulu sebelum
proses dijalankan. Biaya tersebut dapat ditetapkan berdasarkan
perkiraan keadaan dimasa mendatang.
METODE HARGA POKOK PESANAN (JOB ORDER METHOD)
digunakan oleh Perusahaan yang beroperasi berdasarkan pesanan.

KARAKTERISTIK METODE HARGA POKOK PESANAN


A. Karakteristik Perusahaan
1. Proses pengolahan produksi terjadi terus-menerus
2. Produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan pemesan,
sehingga output yang dihasilkan bervariasi
3. Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan.

B. Karakteristik Metode
1. Digunakan jika perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan
spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokoknya.
2.Biaya produksi harus dipisah menjadi 2 golongan yaitu; (a) Biaya produksi
langsung, (b) Biaya produksi tak langsung. Biaya produksi langsung terdiri
dari; (i) Biaya Bahan Baku langsung dan (ii) Biaya tenaga kerja langsung.
Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga pokok pesanan. Harga
pokok per unit produk dihitung pada saat pesanan diproduksi.
METODE HARGA POKOK PROSES
Merupakan suatu metode kalkulasi Harga Pokok Produksi
dimana biaya-biaya yang terjadi dibebankan ke masing-masing
bagian (departemen)

Karakteristik Metode Harga Pokok Proses


Produksi secara terus-menerus
Biaya dikumpulkan untuk setiap waktu tertentu
Produk yang dihasilkan bersifat homogen
Kegiatan produksi didasarkan pada budget produksi untuk

satuan waktu tertentu


Tujuan produksi untuk mengisi persediaan
Total biaya satuan dihitung akhir periode.
PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN
(STATEMENT COST OF GOODS SOLD)
Didalam perusahaan industri terjadi perubahan
bentuk barang yang dibeli menjadi produk jadi,
perubahan tersebut dilakukan melalui proses
pengolahan yng disebut proses produksi. Untuk
dapat menghitung harga pokok suatu perusahaan
industri harus memahami bagaimana jalannya
proses produksi dalam perusahaan itu.

Laporan Harga Pokok Penjualan dalam Perusahaan


Industri dibagi menjadi 5 bagian :
1. Bahan Langsung yang terdiri dari Persediaan
awal, Pembelian dan persediaan akhir.
2. Tenaga Kerja langsung, menunjukkan biaya yang
kegiatannya secara langsung dapat dilihat dari
hasil produksi.
3. Biaya tak langsung Pabrik (FOH) meliputi semua
biaya yang membantu terbentuknya produk secara
langsung.
4. Persediaan dalam proses merupakan biaya dalam
proses awal dan biaya dalam proses akhir
5. Persediaan barang jadi awal dan barang jadi akhir.
Harga pokok merupakan biaya yang tidak dapat dapat
dihindarkan melekat pada suatu produksi, dengan
menentukan harga pokok dari masing-masing
departemen itulah kita dapat memperkirakan berapa
biaya yang kita keluarkan untuk menghasilkan suatu
produk sesuai dengan proses dan jenis-jenis biaya itu
sendiri.

KESIMPULAN
TERIMA KASIH