You are on page 1of 50

+

MATA PUTIH VISUS


TURUN MENDADAK
Pembimbing : dr. Abizar
Iskandar,Sp.M
Rizgah M Jawas
2012730091
+
NEURITIS OPTIK Peradangan dari nervus opticus

Neuritis
intraokular atau Peradangan papil saraf optik dalam bola mata
papilitis

Radang saraf optik yang terletak di belakang


Neuritis
retrobulbar bola mata.

Penyebabnya :
Idiopatik
Sklerosis multipel
Neuromyelitis optica (Devics disease)
+
Gejala subjektif
Penglihatan turun mendadak dalam beberapa jam sampai hari yang
mengenai satu atau kedua mata.
Penglihatan warna terganggu.
Rasa sakit bila mata bergerak dan ditekan
Adanya defek lapang pandang.
Pasien mengeluh penglihatan menurun setelah olahraga atau suhu
tubuh naik (tanda Uhthoff).
Beberapa pasien mengeluh objek yang bergerak lurus terlihat
mempunyai lintasan melengkung (Pulfrich phenomenon),
kemungkinan dikarenakan konduksi yang asimetris antara nervus
optikus.
+
Gejala objektif

Pemeriksaan visus
Didapatkan penurunan visus yang bervariasi mulai dari ringan
sampai kehilangan total penglihatan

Segmen anterior
Palpebra, konjungtiva, maupun kornea dalam keadaan wajar.
Refleks pupil menurun pada mata yang terkena dan defek pupil
aferen relatif atau Marcus Gunn pupil umumnya ditemukan.
+
Gejala objektif
Segmen Posterior
Pada neuritis retrobulbar maka papil tampak normal, berjalannya
waktu, nervus optikus dapat menjadi pucat akibat atrofi.
Pada bentuk papilitis akan tampak edema diskus yang hiperemis dan
difus, dengan perubahan pada pembuluh darah retina, arteri menciut
dan vena melebar.
+ PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan foto sinar X kanal optika, sela tursika


Pemeriksaan CT orbita dan kepala
Tes ishihara untuk melihat adanya penglihatan warna yang
terganggu, umumnya warna merah yang terganggu.

DIAGNOSIS BANDING

- Iskemik optik neuropati - Hipertensi berat


Tidak sakit dengan skotoma altitudinal
- Toksik neuropati
- Edema papil
Merupakan edema dari papil akibat
peningkatan tekanan intrakranial, biasanya
terjadi bilateral, tajam penglihatan yang
normal terkoreksi, refleks pupil yang normal,
dan lapang pandang yang intak kecuali
pembesaran bintik buta.
+
Terapi

Kortikosteroid atau ACTH


Antibiotik untuk menahan infeksi sebagai
penyebab
Vasodilatasi dan vitamin
+
Iskemik Optik Neuropati
Akut
Etiologi iskemik optic neuropati optic antara
lain

Thrombus

Emboli

Radang pembuluh darah yang menyumbat pembuluh


darah papil optic
+
Penyebab utama di kelompokan
kedalam :

Nonarteritik anterior iskemik optic neuropati

Arteritik anterior iskemik optic neuropati


anterior giant cell arteritis
+
Gambaran Klinis

Usia lebih 40 tahun Polimialgia


Tajam penglihatan turun Demam.
mendadak
akut papil saraf
skotoma/defek lapang
pandang sesuai dengan optic yang sembab pada
gambaran serat saraf tepinya, pada tahap
retina, atau kadang- lanjut papil menjadi
kadang altitudinal pucat dan edema
berkurang
Tidak redapat rasa nyeri

Tidak progresif
Kadang-kadang ada
perdarahan peripapil
Sakit kepala, sakit saat tanpa adanya eksudat
menguyah pada retina
+
Penatalaksanaan

Obati penyebabhipertensi dan diabetes


mellitus

alergi steroid

Perbaikanberkurangnya edema papil


+ Suatu keadaan terpisahnya sel kerucut dan
Ablasio Retina sel batang retina dari koroid / sel epitel
pigmen retina

Jika terjadi robekan pada retina, sehingga vitreus yang


mengalami likuifikasi dapat memasuki ruangan subretina dan
menyebabkan ablasio progresif
+
Etiologi

faktor usia usia pertengahan atau lebih tua)

Herediter

Diabetes mellitus

Inflamasi

Tumor

Trauma
+
Dikenal 3 macam bentuk ablasio
retina

Ablasio retina regmatogenosa

Ablasio retina serosa atau eksudatif

Ablasio retina akibat traksi


+
Ablasio retina
regmatogenosa
Ablasi terjadi akibat adanya robekan pada
retina sehingga cairan masuk ke belakang
antara sel pigmen epitel dengan retina.

Terjadi perdorongan retina oleh badan kaca


yang masuk melalui robekan atau lubang pada
retina ke rongga suberitna sehingga
mengapungkan retina dan terlepas dari lapis
epitel pigmen koroid
+
Gejala
Gangguan penglihatan terlihat seperti tabir yang menutup

Fotopsia/ light flashes (kilatan cahaya) tanpa adanya cahaya di


sekitarnya, yang umumnya terjadi sewaktu mata digerakkan dalam
keremangan cahaya atau dalam keadaan gelap.

Penurunan tajam penglihatan. Pasien mengeluh penglihatannya


sebagian seperti tertutup tirai yang semakin lama semakin luas. Pada
keadaan yang telah lanjut dapat terjadi penurunan tajam penglihatan
yang lebih berat
+
Pemeriksaan

Funduskopi :
Retina yang terangkat berwarna pucat
Terlihat robekan retina berwarna merah
Bila bola mata bergerak retina yang terlepas bergoyang.
TATALAKSANA
+
A. Pneumatic Retinopexy
Udara/gas yang disuntikkan ke dalam vitreous untuk
mempertahankan retina pada posisinya
TATALAKSANA
+
B. Cleral buckling

Mempertahankan retina di posisinya dengan


melekukan sklera menggunakan eksplan yang
dijahitkan pada daerah robekan retina
+
TATALAKSANA

C. Vitrektomi

Dengan membuat insisi kecil pada bola mata kemudian memasukkan instrumen hingga ke
cavum melalui pars plana.

Setelah itu pemotongan vitreus. Teknik dan instrumen yang digunakan tergantung tipe
dan penyebab ablasio.
+
Ablasio Retina Serosa atau
Eksudatif

Tertimbunnya eksudat dibawah retina dan


mengangkat retina (keluarnya cairan dari
pembuluh darah retina dan koroid)

Penyebab: skleritis, koroiditis, tumor


retrobulbar, radang uvea, idiopati

Permukaan retina yang terangkat terlihat cicin

Penglihatan dapat berkurang ringan sampai


berat
+
Ablasio Retina Akibat
Traksi
Lepasnyajaringan retina terjadi akibat
tarikan jaringan parut pada badan kaca,
dan terdapat jaringan fibrososo yang
disebabkan DM proliferatif, trauma, dan
perdarahan badan kaca akibat bedah atau
infeksi
Penglihatan turun tanpa rasa sakit
Pengobatan:melepaskan tarikan jaringan
parut atau fibrosis di dalam badan kaca
dengan tindakan vitrektomi
+Oklusi arteri retinaAdanya sumbatan pada
pembuluh darah retina
sentral sentral

Disebabkan oleh
Emboli akibat penyaklit emboli jantung, nodus-nodus reuma, carotid
plaque atau emboli endokarditis.
Radang arteri
Spasme pembuluh darah, disebabkan oleh antara lain pada overdosis
obat, keracunan alkohol, tembakau, kina atau timah hitam.
Akibat terlambatnya pengaliran darah retina yang terjadi pada
peninggian tekanan intraokular, stenosis aorta atau arteri karotis.
Giant cell artritis
Kelainan hiperkoagulasi
Trauma

Berkurangnya suplay oksigen pada daerah oklusi Kebutaan yang


permanen
DIAGNOSIS
+
Awalnya penglihatan kabur yang hilang timbul
ANAMNESIS (amaurosis fugaks)
Tanpa nyeri
Mengenai satu mata
Hilangnya penglihatan yang tiba-tiba (memberat)

Penurunan visus yang berupa serangan-serangan yang berulang


PEMERIKSAAN Pupil anisokoria
FISIK Pemeriksaan funduskopi
- Seluruh retina berwarna pucat akibat edema dan gangguan nutrisi
pada retina
- Terdapat gambaran berupa sosis pada arteri retina akibat pengisian
arteri retina yang tidak merata
- Sesudah beberapa jam retina akan tampak pucat akan terlihat
gambaran merah ceri (cherry red spot) pada makula lutea.
+
+
Tatalaksana

Kerusakan retina irreversibel ternyata terjadi setelah 90 menit


sumbatan total arteri retina sentralis, sehingga hanya tersedia
sedikit waktu untuk memulai terapi

Menurunkan tekanan bola mata dapat dengan Asetazolamid (500


mg IV) bisa ditambahkan timolol 0,5%

Vasodilator pemberian bersama dengan antikoagulan. Akan tetapi


antikoagulan sistemik biasanya tidak diberikan.

Steroid bila di duga terdapatnya peradangan


+ Oklusi vena retina Sumbatan
sentral
yang
vena retina
mengakibatkan
gangguan perdarahan
di dalam bola mata

Oklusi vena retina cabang (BRVO)


Terjadi ketika vena pada bagian distal sistem vena retina
mengalami oklusi, yang menyebabkan terjadinya perdarahan di
sepanjang distribusi pembuluh darah kecil pada retina

Oklusi vena retina sentral (CRVO)


Terjadi akibat adanya trombus di dalam vena retina sentral pada
bagian lamina cribrosa pada saraf optik, yang menyebabkan
keterlibatan seluruh retina.
+
+
Penyebab lokal dari oklusi vena retina adalah trauma, glaukoma,
dan lesi struktur orbita.

Proses sistemik juga dapat menyebabkan oklusi vena retina, di


antaranya adalah hipertensi, atherosklerosis, diabetes mellitus,
glaukoma, penuaan, SLE dan lain-lain

Ketika vena mengalami hambatan aliran balik menyebabkan darah


tersebut bocor ke retina Sehingga terjadi malfungsi dari retina
dan penurunan ketajaman penglihatan.
DIAGNOSIS
+
Penurunan tajam penglihatan sentral ataupun
Anamnesis perifer mendadak dan dapat memburuk
Tidak terdapat rasa sakit
Mengenai satu mata

Vena yang berkelok-kelok, edema makula dan retina,


Pemeriksaan Fundus perdarahan berupa titik terutama bila terdapat
penyumbatan vena yang tidak sempurna
Perdarahan retina kecil-kecil yang tersebar dan bercak
cotton-wool
Edema makula dengan adanya penurunan tajam
penglihatan dan pembengkakan discus opticus bisa saja
muncul
+

Fluorescein
angiogram
+PENATALAKSANAAN
Pengobatan terutama ditujukan untuk mencari penyebab dan mengobatinya
Antikoagulasi dan fotokoagulasi daerah retina yang mengalami hipoksia

KOMPLIKASI

- Glaucoma, yang disebabkan oleh adanya pembuluh darah baru yang


abnormal, yang tumbuh di bagian depan mata
- Edema makula, yang disebabkan oleh kebocoran cairan di retina
+ KEKERUHAN & PERDARAHAN BADAN
KACA

Kekeruhan badan kaca akibat penuaan disertai degenerasi


berupa terjadinya koagulasi protein badan kaca
Perdarahan pada badan kaca dapat terjadi spontan pada
diabetes mellitus, rupture retina, ablasi badan kaca.
Kelainan darah dan trauma tumpul atau kontusi jaringan
dan suatu trauma tembus.
+
Diagnosis

Turunnya penglihatan mendadak, lapang pandangan ditutup oleh


sesuatu sehingga mengganggu penglihatan tanpa rasa sakit.

Pemeriksaan fundus tidak terlihat adanya reflex fundus yang


berwarna merah dan sering memberikan bayangan hitam yang
menutup retina.
+
Tatalaksana

Pengobatan berupa istirahat dengan kepala lebih tinggi paling


sedikit selama 3 hari.

Hentikan obat seperti aspirin, anti radang nonsteroid, kecuali


bila sangat dibutuhkan.

Darah dikeluarkan dari badan kaca bila terdapat bersama ablasi


retina atau perdarahan yang lebih lama dari 6 bulan, dan bila
terjadi glaukoma hemolitik.
+
Ambliopia toksik
Keracunan alkohol atau tembakau, timah, dan bahan toksik
lainnya.

Terdapat tanda-tanda lapang pandangan yang berubah-ubah.

Pada uremia dapat terjadi ambliopia uremik di mana penglihatan


akan berkurang.

Hilangnya tajam penglihatan sentral bilateral, akibat keracunan


metilalkohol dan juga akibat gizi buruk
+
OKULOPATI ISKEMIK

Sindrom yang terjadi akut akibat oklusi arteri


karotis yang mengakibatkan iskemia seluruh bola
mata.

Pada mata menyebabkan keluhan sangat sakit,


edema kornea, suar pada cairan mata, pupil
dilatasi dan atrofi, rubeosiris, katarak,
hipotoni, mikroaneurisma, dan neovaskularisasi.

Emboli merupakan penyebab penyumbatan arteri


retina sentral yang paling sering.

Emboli dapat berasal dari perkapuran yang


berasal dari penyakit emboli jantung.
+
BUTA SENTRAL BILATERAL

Penglihatan sentral berkurang pada kedua mata


dapat terjadi akibat migren (parasentral),
keracunan atau obat (methanol, etil alcohol),
degenerasi macula, buta akibat gerhana
matahari, neuritis retrobulbar bilateral,
ambliopia nutrisional dan lesi kortikal.
+
HISTERIA DAN MALINGERING

Keadaan dimana pasien berpura-pura sakit, biasanya


untuk menarik perhatian dan untuk bermalas-malasan
ataupun untuk mendapatkan suatu kompensasi gaji dan
asuransi.

Pada pemeriksaan didapatkan lapang pandangan yang


menciut konsentris, pada pemeriksaan lapang pandang
berulang dan yang lebih karakteristik adalah
gambaran seperti spiral selama dilakukan
pemeriksaan lapang pandang.

Kadang-kadang disertai dengan gejala rangsangan


lainnya seperti blefarospasme, memejamkan mata, dan
lakrimasi. Reaksi pupil normal dengan gejala
lainnya yang tidak nyata.
+
MIGRAIN

Nyeri kepala sebelah yang dapat juga dirasakan di belakang kedua


bola mata yang berdenyut disertai dgn mual, muntah, letih, dan
fotofobia.

Kelainan penglihatan ini mendahului keluhan sakit kepala.

Gejala penglihatan:
Fotofobia (lebih menonjol)
terlihat garis cahaya berkelok-kelok ireguler yang kadang-kadang tepi
garis berwarna terang yang disebut spectrum fortifikasi (pernyataan
spectrum).
kaburnya benda di atas atau di bawah obyek yang dilihat, kadang juga
dengan skotoma sentral
gangguan lapang pandang hemianopsia lateral, yang sering disertai dengan
garis-garis bersilang terang yang bergerak cepat pada skotoma lapang
pandangan yang disebut skotoma skintilans.
+
RETINOPATI SEROSA SENTRAL

suatu keadaan lepasnya retina dari lapis


pigmen epitel di daerah macula akibat masuknya
cairan melalui membrane bruch dan pigmen
epitel yang inkompeten.

Biasanya dijumpai pada penderita laki-laki


berusia antara 20 sampai 50 tahun. Didapatkan
pada perempuan hamil dan pada usia di atas 60
tahun.
+

Gejala:
Visus menurun disertai metamorfopsia
Hipermetropia dengan skotoma relative dan positif
Dengan uji Amster terdapat penyimpangan garis
lurus disertai dengan skotoma.
Berkurangnya fungsi makula terlihat dengan
penurunan kemampuan melihat warna.

Funduskopi: terangkatnya retina dapat sangat kecil


dan dapat seluas diameter papil
+

Pengobatan:
Bila terjadi penurunan visus akibat gangguan
metabolisme makula maka dapat dipertimbangkan
fotokoagulasi.
Umumnya kelainan ini menghilang dengan sendirinya
setelah 6 sampai 8 minggu, biasanya akan hilang
total setelah 4 sampai 6 bulan.
+
AMAUROSIS FUGAKS

Buta sekejap satu mata yang berulang.

Gelap sementara selama 2 sampai 5 detik yang


biasanya mengenai satu mata pada saat serangan
dan normal kembali sesudah beberapa menit dan
jam, disertai dengan gangguan kampus segmental
tanpa rasa sakit dan terdapatnya gejala-gejala
sisa.

terjadi akibat hipotensi ortostatik, spasme


pembuluh darah, aritmia, migren retina, anemia
arthritis dan koagulopati
+
UVEITIS POSTERIOR

Uveitis posterior adalah radang uvea bagian


posterior yang biasanya disertai dengan
keradangan jaringan disekitarnya.

Inflamasi ini terletak di uvea bagian belakang


dengan batas basis vitreus.

Jika mengenai retina retinitis

Jika mengenai vitreous vitritis.


+
Etiologi

Toksoplasmosis

Trauma pasca bedah

Defisiensi imun
+
Uveitis Posterior

Koroiditisperadangan lapisan koroid bola


mata yang dapat dalam bentuk
koroiditis anterior, radang koroid perifer
koroiditis areolar (bermula di macula lutea dan
menyebar ke perifer)
Koroiditis difusa (menyebar di fundus okuli)
Koroiditis eksudatif (tampak bercak-bercak
eksudat)
Koroiditis juksta papil
+

Penglihatan kabur

Floater

Jarang merah

Fotofobia

Kekeruhan badan kaca dan infiltrate dalam


retina koroid

Edema papil, perdarahan retina, vascular


sheathing
+
TERIMA KASIH
+