You are on page 1of 46

LAPORAN KASUS

DRUG INDUCED LIVER INJURY


E.C OAT BULAN I TB PARU
Disusun Oleh :
Anjar Puspitaningrum (2012730118)

Pembimbing :
Dr. Tety Suratika, SpPD

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SAYANG CIANJUR


FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH JAKARTA
PERIODE 27 MARET 4 JUNI 2017
IDENTITAS PASIEN

Nama : Tn. WW
Jenis kelamin : Laki-laki
Usia : 54 tahun
Alamat : Cicaringin 01/01 Sukanagara
Pekerjaan : Wiraswasta (Pedagang)
Tanggal masuk : 25-04-2017, 18.56 WIB
ANAMNESIS

KELUHAN UTAMA
Muntah sejak 2 bulan yang lalu
SMRS.

KELUHAN TAMBAHAN
Nyeri ulu hati, mual, belum BAB,
nafsu makan turun, batuk
berdahak, keringat malam, demam,
berat badan turun, lemas.
ANAMNESIS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Os datang ke Unit Gawat Darurat RSUD Sayang
Cianjur dengan keluhan MUNTAH sejak + 2 bulan
SMRS. Muntah dirasakan setiap makan, minum
maupun minum obat. Muntah berupa makanan
atau cairan berwarna kekuningan, jumlah +
gelas aqua setiap kali muntah. Os juga mengeluh
NYERI ULU HATI bersamaan dengan MUAL dan
MUNTAH. Os sedang minum OAT BULAN
PERTAMA, saat ini baru 3 hari minum obat. Os
langsung dibawa ke puskesmas dan sempat
dirawat selama 13 hari. Selama pengobatan os
selalu muntah setiap makan minum, hingga
ANAMNESIS
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
+ 1 bulan SMRS os belum Buang Air Besar.
Buang Air Kecil lancar, warna merah kecoklatan.
Selain itu menurut istri os sudah 1 bulan mata,
kulit dan kuku os tampak KUNING. Namun, os
tidak menyadarinya.
+ 2 bulan SMRS os pernah BATUK DARAH. Darah
dalam dahak yang keluar berupa bercak-bercak
berwarna coklat kemerahan. Selain itu, os juga
os mengeluh batuk berdahak, dahak berwarna
kekuningan. Os juga mengeluhkan DEMAM
terutama malam hari, sering KERINGAT MALAM,
NAFSU MAKAN TURUN, dan BERAT BADAN
TURUN dalam 2 bulan terakhir BB awal 62 kg
Riwayat Penyakit Dahulu
Sebelumnya os tidak pernah mengeluh keluhan sama
seperti ini.
Riwayat hipertensi disangkal
Riwayat DM disangkal
Riwayat menjalani pengobatan paru yang 6 bulan
disangkal
Riwayat sakit kuning disangkal
Riwayat Keluarga
Tidak ada keluarga yang mengalami hal sama seperti ini
Riwayat Hipertensi dan DM pada keluarga disangkal
Riwayat sakit kuning dalam keluarga disangkal

Riwayat Pengobatan
Sebelumnya pasien dirawat di puskesmas, lalu
dirujuk ke RSUD Cianjur. Os mengonsumsi obat
OAT bulan pertama (3 hari minum OAT, Stop) yang
diberikan dokter puskesmas.
Riwayat Psikososial

Nafsu makan os menurun. Kopi (+), merokok


kurang lebih 20 thn, setiap hari
menghabiskan 8 sampai 10 batang rokok,
tetapi pasien mengaku sekarang sudah
berhenti merokok.

Riwayat Alergi

Menurut os, os tidak memiliki alergi


terhadap makanan, suhu, maupun debu.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan
Keadaan umum
umum :: Tampak
Tampak sakit
sakit sedang
sedang
Kesadaran
Kesadaran :: Composmentis
Composmentis

Tanda
Tanda Vital
Vital
Tekanan
Tekanan darah
darah :: 120/80
120/80 mmHg.
mmHg.
Nadi
Nadi :: 84
84 x per
per menit
menit
RR
RR:: 22
22 xx per
per menit
menit
Suhu
Suhu :: 37,5
37,500C
C
Status Generalis
Sistem Deskripsi
Kepala Bentuk normocephal, warna rambut hitam, distribusi rambut merata,
rambut tidak mudah rontok
Mata Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (+/+), refleks cahaya (+/+),
kornea jernih (+/+)
Hidung Sekret (-/-), epistaksis (-/-), septum deviasi (-/-), nafas cuping hidung (-)

Mulut Mukosa mulut dan bibir kering (+), tidak terdapat sianosis, faring
hiperemis (-), tonsil (T1-T1), stomatitis (-), lidah kotor (-).

Telinga Normotia, simetris, serumen (-/-).


Leher Pembesaran KGB +/-, pembesaran kelenjar tiroid (-), JVP tidak
meningkat. benjolan di leher kanan ukuran 2x2 cm,
mobile, terfiksir, kenyal, tidak nyeri, warna sama
dengan warna kulit sekitar.
Jantung Inspeksi: iktus kordis tidak tampak
Palpasi: iktus kordis teraba di sela iga 5 linea midclavicularis sinistra
Perkusi: Batas kanan jantung: linea parasternalis dextra
Batas kiri jantung: linea midclavicularis sinistra
Auskultasi: BJ I dan BJ II murni reguler, murmur(-), gallop (-)

Paru Inspeksi: dada simetris (+/+), retraksi dinding dada (-/-) penggunaan otot
bantu pernafasan (-/-)
Palpasi: Vokal fremitus sama di kedua lapang paru
Perkusi: Sonor pada ke 2 lapang paru, batas paru dan hepar setinggi ICS 5
Auskultasi: suara dasar vesikuler (+/+), ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen Inspeksi : datar (+), scar (-)
Auskultasi : bising usus (+) normal
Palpasi : Nyeri Tekan Epigastrium (+), nyeri tekan perut dibagian kanan atas (+), hepar dan
lien tidak teraba.
Perkusi : timphani (+)

Ekstremitas atas teraba hangat, CRT kurang dari 2 detik, edema (-/-), sianosis (-/-)

Ekstremitas bawah teraba hangat, CRT kurang dari 2 detik, edema (-/-), sianosis (-/-)

Kulit Seluruh tubuh tampak ikterik


PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium tanggal 25-04-2017
Pemeriksaan Hasil Rujukan Satuan
Hematologi
Hemoglobin 12,7 13.5 17.5 g/dl
Hematokrit 39,2 42 52 %
Eritrosit 4.55 4.2 5.4 10^6/ul
Leukosit 7.7 4.8 10.8 10^3/ul
Trombosit 256 150 450 10^3/ul
MCV 86,3 80 84 fL
MCH 27.9 2731 pg
MCHC 32.3 33 37 %
RDW-SD 14.0 37 54 fL
HDW 2.8 2.2 3.2 fL
MPV 6.2 8 12 fL
Differential
NEU% 73.9 4070 %

LYM% 18.7 26 36 %

MON% 4.9 3.4 9.0 %

EOS% 0.2 07 %

BAS% 0.80 0 0.2 %

LUC% 1.5 04 %

Absolut
NEU # 5.65 1.8 7.6 10^3/L

LYM # 1.43 1.00 1.43 10^3/L

MON # 0.38 0.16 1.0 10^3/L

EOS # 0.0 0.0 0.8 10^3/L

BAS # 0.05 0.0 0.20 10^3/L

LUC# 0.13 0 0.4 10^3/L


Kimia Klinik
Gula Darah Sewaktu 80 < 180 Mg/dl

Elektrolit

Natrium 139.1 10 50 mEq/L


Kalium 3.08 0.5 1.1 mEq/L
Calcium ion 1.09 1.15 1.29 mmol/L
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium tanggal 26-04-2017
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium tanggal 02-05-2017
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan Laboratorium tanggal 04-05-2017
PEMERIKSAAN FOTO
THORAX
26 APRIL 2017 22 MARET 2017

Lympadenopati perihiler DD/


Massa peribronkhial
ASSESSMENT
Gastropathy e.c OAT

Drug Injuced Liver Injury e.c OAT

TB Paru Th/ OAT BLN I

Limfadenopati colli et supraclavikula dextra

Lympadenopati perihiler dd/ limfoma


PENATALAKSANAAN
IVFD RL 1000 cc + D5% 500 cc/24 jam

OMZ 1 x 40 mg

Domperidon 3 x 1

Curcuma 3 x 1

Neurobion 1 x 1

OAT tunda

Ulsafat 4 x 10 cc

KSR 1 x 600 mg
ANALISIS
MASALAH
ANALISIS KASUS
DILI E.C OAT
KASU
S
PEMERIKSAAN
ANAMNESIS LABORATORIUM
FISIK

Anorexia Mata : SI +/ Bilirubin


Fatique +, CA +/+ total 3.37
BAK seperti Abd : hepar Bilirubin
air teh sulit dinilai direk 2.30
Pengobatan Kulit : Bilirubin
TB Paru Ikterik indirek 1,07
bulan ke I seluruh SGOT 199
-> FDC tubuh SGPT 235
Albumin
2.78

National Management Tuberculosis Guideline of South Africa


2014
KASU
S
Laki-laki
54 tahun
Anorexia
Albumin
2.78
Treatment of tuberculosis: guidelines 4th edition.
WHO 2010
Definisi

Drugs Induced Liver Injury (DILI) atau


kerusakan hati akibat obat adalah
kerusakan hati yang berkaitan dengan
gangguan fungsi hati yang disebabkan
oleh obat-obatan atau agen non-
infeksius lainnya, dan dapat muncul
sekitar 5 -90 hari setelah konsumsi obat.
DILI intrinsik: dose-
dependent.
DILI
DILI idiosinkratik
Epidemiologi
Angka kejadian tidak diketahui dengan pasti,

Sulit untuk ditegakkan diagnosis

tingginya frekuensi cedera hati yang asimptomatis,

data penelitian yang rendah.

Angka kejadiannya bervariasi, dilaporkan terjadi pada 1 dari 10.000 hingga


1 dari 100.000 pasien.
Terdapat sekitar 1000 obat yang dapat menyebabkan penyakit hati,
walaupun kejadiannya jarang.
Di negara-negara barat: antibiotik, antikonvulsan dan agen
psikotropika.
Di AS: amoksisilin/klavulanat, INH, nitrofurantoin dan florokuinolons

Asia: herbal dan suplemen diet


Patogenesis
Sel T Siitolitik Inflamasi
Berikatann
dgn
enzim/protein Aktifasi TNF Apoptosis
CYP450
Metabol Oksidasi
OBA aktin
it Mitokondria Nekrosis
T reaktif ATP
Kerusakan
mikrovilame
n
ROS
Ruptur
membran

Saluran Kerusakan epitel


empedu sal. empedu
Klasifikasi DILI
Berdasarkan American Association for the Study of Liver Diseases (AASLD) 2001
Treatment of tuberculosis: guidelines
4th edition. WHO 2010
Treatment of tuberculosis: guidelines
4th edition. WHO 2010
National Management Tuberculosis Guideline of South Africa 2014
EFEK INH

Kerusakan hati diduga


karena hasil metabolit INH
berupa asetilhidrazin
Kenaikan konsentrasi
aminotransferase serum
EFEK RIFAMPISIN

Peningkatan serum
transaminase
Peningkatan
bilirubin
Efek khoIestatik
KOMBINASI INH &
RIFAMPISIN

Kombinasi INH dengan rifampisin


ternyata lebih toksik daripada kombinasi
INH dengan streptomisin karena pada
kombinasi tersebut dihasilkan lebih
banyak metabolit toksik

Rifampisin bekerja sinergis dengan INH


pada hati, dapat menimbulkan ikterus
dan peningkatan asimptomatik kadar
FOLLOW UP
FOLLOW UP
FOLLOW UP
FOLLOW UP
FOLLOW UP
FOLLOW UP
FOLLOW UP
FOLLOW UP
FOLLOW UP
THANK YOU