You are on page 1of 23

APPENDISITIS

DHILA DHALIA ULFAH


030.12.074
PEMBIMBIN G
DR. P RIBADI ARIF,SP.B.KBD
ANATOMI
Regio illiaca
Deskripsi dextra
Organ bentuk tabung Sekum
sempit Ujung bawah ileum
8-13cm Ovarium kanan
Anak : kerucut, lebar, Vas deferens kanan
menyempit arah ujung Ureter kanan
Arteri Vena
apendicularis apendicularis N.Vagus
DEFINISI

Apendisitis adalah Appendix vermiformis


peradangan pada apendiks adalah organ sempit yang
vermiformis, dan merupakan berbentuk tabung serta
penyebab akut abdomen mmemiliki otot dan banyak
yang paling sering. jaringan limfoid. Panjangnya
bervariasi antara 8-13cm.
EPIDEMIOLOGI

remaja30dan
Usiakegawat dewasa
tahun muda
seimbang
daruratan rasio
antara
bedah perbandingan
laki-laki
tersering yangdan antara laki-
perempuan.
membutuhkan
laki dan paling
Insidens apendisitis perempuan
tinggisekitar
operasi 3:2 10-30 tahun
pada usia
ETIOLOGI

Sumbatan lumen
erosi mukosa
apendiks : hiperplasia
apendiks karena
jaringan limfe,
parasit seperti E.
fekalit, tumor
histolytica
apendiks
PATOFISIOLOGI
KLASIFIKASI

retrocaecal apendisitis (65%)

celvical apendisitis (31,01%)

subcaecal apendistis(2,26%)

anteroileal ( 1 % )

post ileal apendisitis ( 0,4 % )


MANIFESTASI KLINIS

Nyeri beralih ke Tergantung letak


Distensi kuadran kanan bawah apendiks
Nyeri kolik Terasa sangat nyeri Nyeri
abdomen terutama bila pasien punggung/pinggang
Mual dan muntah bergerak, pada titik retrocaecal/pelvis
McBurney frekuensi BAK
Demam di dekat pelvis
Nyeri saat berkemih
inflama si
ureter/vesika
urinaria akibat
penyebaran app
PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi Auskultasi
Pasien jalan
memegang Peristaltik
perut yang normal
nyeri

Peristaltik
tidak ada pada
apendistis
perforata
Palpasi
Nyeri tekan Mc.Burney
Nyeri lepas Mc.Burney
Defens muskular
Pemeriksaan khusus
Rovsing sign
Blumberg sign
Uji psoas
Uji obturator
Perkusi :
nyeri
ketuk
Rectal toucher
: nyeri pada
arah jam 9-12
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Rutin
Darah lengkap : leukositosis, neutrofil meningkat
Urinalisa : singkirkan DD batu ureter atau infeksi saluran
kemih
Selektif
B-HCG : kemungkinan hamil atau KET
Rontgen abdomen
USG abdomen : diameter >6mm
Appendicogram : pengisian penuh, pengisian parsial, tidak
ada pengisian (appendix : ditambah efek masa pada
sekum)
DIAGNOSIS

1-4 tidak 5-7 sangat


8-10 pasti
mungkin mungkin
apendisitis
apendisitis apendisitis
akut
aku akut
DIAGNOSIS BANDING
Gastroenteritis akut

Batu Saluran Kemih

Ulkus peptikum perforasi

Kelainan ginekologi
Pelvic Inflammatory
Disease
KET
PENATALAKSANAAN
Pemasangan infus dan pemberian kristaloid untuk pasien dengan
gejala klinis dehidrasi atau septikemia.

Puasakan pasien, jangan berikan apapun per oral

Pipa nasogastrik dipasang untuk mengosongkan lambung agar


mengurangi distensi abdomen dan mencegah muntah.

Pemberian obat-obatan analgetika harus dengan konsultasi ahli


bedah.
Pembedahan

Pre operatif Operatif Pasca operatif

Observasi ketat Open Observasi tanda


Tirah baring apendektomi vital
Puasa Laparoskopi Posisi fowler
Antibiotik Selama 12 jam
intravena dipuasakan
spektrum luas
Analgesik dapat
diberikan
Resusitasi cairan
sebelum operasi.
Pasien posisi supine & lakukan Desinfeksi

Insisi 2 jari disebelah atas dan sejajar dengan garis inguinal dextra

Peritoneum dibuka

Sekum dicari lalu telusuri untuk cari appendix dicari

Pembebasan appendix dari messoapendix

Appendix di klem lalu dipotong

Sekum dimasukkan

Jahit
KOMPLIKASI

Pre operasi
Pasca
operasi
Apendisitis Infeksi luka
perforata
Abses
intraabdomen

Ileus

Fistula fekal
PROGNOSIS

Ad vitam : Dubia ad bonam

Ad fungsionam : Dubia ad
bonam

Ad sanationam : Dubia ad
bonam
TERIMA KASIH