You are on page 1of 12

Materi 1.

Dasar dan Tata Cara


Perpajakan
Ahmad Nizar Yogatama, S.E., M.M.
Tahun 2016
Universitas Muhammadiyah Malang
Tujuan:
1. Memahami Istilah Perpajakan
2. Memahami Hak dan Kewajiban Wajib Pajak
3. Memahami Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
4. Memahami Surat Ketetapan Pajak (SKP)
5. Memahami Perhitungan Pembetulan SPT, Kekurangan Bayar Pajak
6. Memahami Sanksi Pajak
Istilah Penting dalam Perpajakan:
1. Wajib Pajak: Orang Pribadi atau Badan yang memiliki Kewajiban
Perpajakan sesuai dengan Undang Undang Perpajakan
2. Pengusaha Kena Pajak (PKP): Pengusaha yang melakukan penyerahan
Barang Kena Pajak/Jasa Kena Pajak berdasarkan Undang Undang PPN
dan perubahannya
3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): Nomor yang diberikan kepada Wajib
Pajak untuk sarana admnistrasi perpajakan sebagai tanda pengenal diri
4. Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT): Surat Pemberitahuan untuk suatu
tahun Pajak
5. Surat Setoran Pajak (SSP): Bukti Pembayaran (Penyetoran Pajak) yang
telah dilakukan dengan menggunakan formulir ke kas negara melalui
tempat pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan
Hak dan Kewajiban Wajib Pajak
Hak Wajib Pajak Kewajiban Wajib Pajak
No. Hak Hak No. Kewajiban
1 Melaporkan Masa Pajak 1 Mendaftarkan Diri di Dirjen Pajak
2 Mengajukan Surat Keberatan 2 Melaporkan Usaha di Kantor Pajak
3 Memperpanjang Pemberitahuan SPT 3 Mengisi Surat Pemberitahuan
4 Memperbaiki Surat Pemberitahuan 4 Menyampaikan Surat Pemberitahuan
5 Mengajukan Permohonan Pengembalian 5 Membayar atau Menyetor Pajak
Kelebihan Pembayaran Pajak
6 Mengajukan Keberatan kepada Dirjen Pajak 6 Membayar Pajak terutang sesuai UU Pajak
atas (Pajak Kurang Bayar, Kurang Bayar
Tambahan, Nihil, Lebih Bayar, Pemotongan
oleh pihak ketiga
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

X X . X X X . X X X . X . X X X . X X X

Kode Nomor Kode Kode KPP Kantor


Kelompok Pokok Pengecekan (Kantor Cabang/Pusat
WP Pelayanan
Pajak)

Suatu Sarana dalam administrasi perpajakan yang digunakan


sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak
Pendaftaran NPWP
Pendaftaran NPWP dapat dilakukan melalui Dua (2) cara, yaitu:
1. Wajib Pajak mengisi formulir pendaftaran dan
menyampaikan secara langsung melalui pos ke Kantor
Pelayanan Pajak (KPP) atau Kantor Penyuluhan dan
Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4).
2. Wajib Pajak mengisi formulir pendaftaran melalui situs
http://www.pajak.go.id dengan melakukan klik pada
bagian e-registration
Pembayaran Pajak dan Surat Setoran Pajak (SSP)
1. Membayar Sendiri:
1. Pembayaran Angsuran TIAP BULAN (PPh pasal 25)
2. Pembayaran setelah AKHIR TAHUN (PPh pasal 29)
2. Membayar melalui Pemotongan dan Pemungutan oleh
Pihak Lain (Pemberi Kerja) (PPh pasal 4 ayat 2, PPh pasal
15, 21, 22, dan 26)
3. Membayar di Luar Negeri (PPh pasal 24)
NB: Pembayaran Pajak dilakukan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP)
yang dapat diambil di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) atau melalui e-payment
Jenis Surat Setoran Pajak (SSP)
Surat Setoran Pajak (SSP) dapat dibedakan menjadi Empat (4),
yaitu:
1. SSP Standar (Bukti Setoran Pajak)
2. SSP Khusus (Bukti Pembayaran Pajak Terutang)
3. SSPCP (Pabean, Cukai dan Pajak dalam rangka Impor)
(Digunakan Importir dalam rangka Impor)
4. SSCP (Surat Setoran Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN
Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri) (Digunakan
pengusaha untuk Cukai atas Barang Kena Cukai dan PPN
Hasil Tembakau Buatan Dalam Negeri)
Pemotongan/Pemungutan Pajak (1)
Pemotongan/Pembayaran Pajak secara Bulanan yang dilakukan Pihak
Ketiga dijelaskan dalam beberapa Pasal, yaitu:
1. PPh Pasal 21: Pajak atas Gaji yang diterima Pegawai
2. PPh Pasal 22: Pajak atas Penyerahan Barang oleh Pihak Ketiga
seperti Impor
3. PPh Pasal 23: Pajak atas Penghasilan tertentu seperti Royalti,
Sewa dan Deviden
4. PPh Pasal 26: Pajak atas Penghasilan dari Luar Negeri
NB: Mereka yang tidak melakukan sesuai ketentuan dikenai sanksi administrasi 2%
dan kenaikan 100%
Pemotongan/Pemungutan Pajak (2)
Pemotongan/Pembayaran Pajak secara Bulanan yang dilakukan Pihak
Ketiga dijelaskan dalam beberapa Pasal, yaitu:
5. PPh Final Pasal 4 ayat 2: Sifat pemungutannya final atau tidak
dapat dikreditkan (bukan pembayaran dimuka) seperti, Bunga
Deposito, Hadiah Undian dan Bunga Obligasi
6. PPh Pasal 15: Pajak atas Penghasilan dengan Norma Perhitungan
Khusus seperti Perusahaan Pelayaran, Asing dan Pengeboran
Minyak
7. PPN Pajak atas nilai tambah suatu barang dan jasa
8. PPnBM Pajak Khusus untuk Barang Mewah
Jenis Sanksi Pajak
Sanksi Pajak dibedakan menjadi Tiga (3), yaitu:
1. Sanksi Administrasi (Sehubungan dengan Surat
Ketetapan Pajak dan Surat Tagihan Pajak) Lihat Hal. 66
Buku Siti Resmi
2. Sanksi Pidana (Sehubungan dengan Pelanggaran
terhadap Peraturan UU Perpajakan) Lihat Hal. 68 Buku
Siti Resmi
Referensi yang disarankan:
1. Resmi, Siti. 2014. Perpajakan: Teori dan Kasus Edisi 8 Buku 1 &
2. Jakarta: Salemba Empat.
2. Halim, Abdul, Icuk Rangga Rahwono & Amin Dara. 2014.
Perpajakan: Konsep, Aplikasi, Contoh dan Studi Kasus.
Jakarta:Salemba Empat.
3. Sumarsan, Thomas. 2015. Perpajakan Indonesia Edisi 4:
Pedoman Perpajakan Lengkap Berdasarkan Undang Undang
Terbaru. Jakarta: Indeks.